cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 527 Documents
Inovasi Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Tinjauan Literatur Fatkhur Rozi; Dasih Ayu Wulansari; Daryanto Daryanto; Putri Indah Nazareta
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.956

Abstract

Penurunan indeks aktivitas fisik harian anak usia sekolah dasar menuntut adanya rekonstruksi strategi pengajaran penjas yang lebih interaktif dan adil. Penelitian tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk mensintesis tren global, bentuk modifikasi, dan dampak konkret dari berbagai inovasi aktivitas kebugaran jasmani bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan mengadopsi alur penyeleksian sistematis terhadap artikel ilmiah pada database internasional bereputasi Scopus dari rentang tahun 2010 hingga 2026 yang memenuhi seluruh kriteria inklusi kelayakan. Hasil sintesis data secara empiris memetakan tiga klaster inovasi utama, yakni model latihan berbasis permainan kelompok (game-based exercise), integrasi teknologi digital pemantau gerak beserta mekanika gamifikasi, serta rekayasa adaptif pada sarana prasarana dan instrumen penilaian gerak kompleks. Penerapan ragam inovasi instruksional ini terbukti secara signifikan mendongkrak kapasitas fisiologis fungsional anak seperti optimalisasi VO2max dan perbaikan status gizi, sekaligus efektif mereduksi kecemasan psikologis, mengikis bias gender, serta meningkatkan motivasi bergerak mandiri secara sukarela. Implikasinya, orientasi pembelajaran olahraga modern di tingkat dasar harus mulai bergeser dari standarisasi kaku performa dewasa menuju penciptaan ekosistem gerak yang ramah anak. Signifikansi studi ini berkontribusi pada kumpulan pengetahuan berupa draf kerangka kerja pedagogi kontemporer berbasis bukti untuk membalikkan tren kemerosotan motorik anak. Penelitian lapangan lanjutan disarankan guna mengeksplorasi model hibrida yang memadukan kecerdasan buatan dengan kearifan lokal.
Dampak Kurangnya Sarana dan Prasarana Laboratorium terhadap Proses Pembelajaran Biologi di SMAN 2 Rantau Utara Elina Pasaribu; Mey Sarah Putri Sakinah; Erlia Utami Panjaitan; Rahmi Syafriyeti; Rahmad Hidayat
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.917

Abstract

Laboratorium merupakan fasilitas penting dalam mendukung proses pembelajaran Biologi, terutama dalam kegiatan praktikum. Namun, masih banyak sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana dan prasarana laboratorium serta dampaknya terhadap proses pembelajaran Biologi di SMAN 2 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru Biologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan alat laboratorium hanya sekitar 40%, sedangkan sebagian besar bahan praktikum tidak tersedia. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pelaksanaan praktikum, rendahnya motivasi belajar siswa, serta kurang optimalnya pemahaman konsep Biologi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana dan prasarana laboratorium serta pengelolaan yang lebih baik guna mendukung kualitas pembelajaran.
Komponen Evaluasi Dalam Pembelajaran: Prinsip Penilaian dan Ranah Hasil Belajar Ni Komang Widya Pradewi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.969

Abstract

Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan komponen evaluasi dalam pembelajaran yang meliputi prinsip dasar evaluasi, prinsip penilaian, serta ranah hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka dengan menelaah berbagai buku, artikel ilmiah, dan sumber relevan yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi yang efektif harus dilaksanakan berdasarkan prinsip keseluruhan, kesinambungan, objektivitas, kooperatif, dan praktis. Penilaian juga harus memenuhi prinsip valid, objektif, adil, terbuka, akuntabel, sistematis, dan beracuan pada kriteria. Selain itu, evaluasi pembelajaran perlu memperhatikan keseimbangan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik agar diperoleh Gambaran kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya befungsi sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi juga sebagai dasar perbaikan kualitas pembelajaran.
Kecerdasan Adversitas (Adversity Quotient): Perspektif Al Qur’an dan Hadits Tarbawi Nia Kurniawati; Rahendra Maya; Ahmad Yani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1007

Abstract

Kecerdasan adversitas merupakan kemampuan individu dalam menghadapi, mengelola, dan mengatasi berbagai kesulitan, termasuk dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kognitif, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kecerdasan adversitas menurut Paul G. Stoltz dalam perspektif Islam serta implikasinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku karya Paul G. Stoltz, serta berbagai artikel dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kecerdasan adversitas menurut Paul G. Stoltz yang meliputi Control, Origin and Ownership, Reach, dan Endurance (CORE) memiliki relevansi dengan nilai-nilai Islam, seperti sabar, tawakal, ikhtiar, syukur, dan istiqamah. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan ketangguhan peserta didik dalam menghadapi kesulitan belajar, menumbuhkan motivasi intrinsik, serta membentuk karakter religius yang kuat. Dengan demikian, kecerdasan adversitas berbasis nilai-nilai Islami berkontribusi terhadap keberhasilan belajar dan pembentukan kepribadian peserta didik secara menyeluruh.
Akhlak Personal dalam Islam: Analisis Integratif atas Nilai Adil, Jujur, Amanah, dan Sabar serta Relevansinya bagi Pendidikan Islam R. Muhamad Ramdan; Choirul Anwar; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral yang terjadi dalam kehidupan individu yang menunjukkan lemahnya penerapan nilai-nilai akhlak dalam Islam. Manusia menghadapi tantangan moral yang komplek, krisis moral di era digital dan individulisme dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai akhlak personal yang meliputi sikap adil, jujur, amanah, dan sabar serta integrasinya dalam kehidupan individu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat nilai membentuk relasi fungsional: adil sebagai prinsip normatif, jujur sebagai fondasi integritas, amanah sebagai praksis tanggung jawab, dan sabar sebagai daya tahan moral. Integrasi keempat nilai tersebut membentuk karakter individu yang utuh dan berakhlak mulia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akhlak personal memiliki peran strategis dalam membangun kepribadian muslim yang ideal. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan formal. 
Pendidikan Ideologi Pancasila Melalui Situs Sejarah Lubang Buaya Sebagai Penguatan Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Bernadeta Lasni Elita; Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami; Yuyus Kardiman; Sri Sulyani; Clhodia Babalona Br Gurusinga; Rahma Nindia Risqi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.966

Abstract

Pendidikan ideologi Pancasila di jenjang tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan wawasan mahasiswa. Namun, pendidikan Pancasila yang berbasis teori seringkali gagal mengembangkan kumpulan keyakinan yang kohesif. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menelaah bagaimana lingkungan Lubang Buaya dapat digunakan sebagai media pendidikan Pancasila guna meningkatkan tingkat penguasaan materi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis literatur, observasi lapangan, dan refleksi akademik mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lokasi dapat membantu mahasiswa memahami konsep Pancasila secara kontekstual, meningkatkan kesadaran mereka, dan memperkuat rasa nasionalisme serta komitmen terhadap studi mereka. Dengan demikian, situs Lubang Buaya memiliki relevansi strategis sebagai media pembelajaran ideologi Pancasila bagi mahasiswa tingkat tinggi.
Strategi Peningkatan Minat Belajar Biologi melalui Problem Based Learning pada Siswa SMAN 3 Rantau Utara Wilda Karolina Sembiring; Lily Asriani; Erlia Utami Panjaitan; Syahraini Ritonga; Witma Novita Atnur
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.918

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa terhadap Biologi,yang ditandai dengan kurangnya partisipasi dalam diskusi kelas, rendahnya nilai tes formatif, serta dominasi metode ceramah dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif guna meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi melalui metode Problem Based Learning (PBL) di SMA Negeri 3 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari guru Biologi dan siswa di SMA Negeri 3 Rantau Utara. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan Problem Based Learning (PBL) sebagai alternatif pembelajaran yang berpotensi meningkatkan minat belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menghubungkan konsep Biologi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
Penguatan Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Individu yang Mengalami Ketidakhadiran Figur Ayah Vivi Arlitasari
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.1001

Abstract

Ketidakhadiran figur ayah dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada individu, baik dalam aspek emosional, hubungan keluarga, maupun perkembangan diri. Namun adanya dukungan sosial dan kemampuan resiliensi dapat membantu individu menghadapi kondisi tersebut secara lebih adaptif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan dukungan sosial dan resiliensi pada individu yang mengalami ketidakhadiran figur ayah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus kelompok kecil yang melibatkan tiga peserta dewasa awal yang mengalami ketidakhadiran figur ayah karena perceraian, kematian, dan keterbatasan kehadiran ayah akibat pekerjaan. Asesmen dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dilanjutkan dengan intervensi program yang terdiri atas psikoedukasi, sharing session, dan refleksi diri dalam satu kali pertemuan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa setiap peserta mengalami dampak yang berbeda sesuai dengan latar belakang pengalaman yang dimiliki. Meskipun demikian, seluruh peserta memiliki sumber dukungan sosial yang berasal dari keluarga dan sahabat dekat serta menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi yang dihadapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi sumber dukungan sosial yang dimiliki, mengenali kekuatan diri yang membantu mereka bertahan, serta membangun harapan yang lebih positif terhadap masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam membantu individu yang mengalami ketidakhadiran sosok ayah mengembangkan ketahanan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih adaptif.
Penerapan Metode Mendongeng dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Nafisa Amelia; Riris Setyasa Hermawati; Olyvia Hera Anggreana; Bintang Oktavianna; Artika Chrissa Agustina; Bayu Purbha Sakti
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.954

Abstract

Metode mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep metode mendongeng, tahapan penerapannya dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh siswa sekolah dasar, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber, seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan metode mendongeng dalam pembelajaran sekolah dasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa metode mendongeng mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan menarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara, membaca, menyimak, serta mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir siswa. Selain itu, metode ini juga berperan dalam menanamkan nilai moral dan karakter positif kepada siswa. Keberhasilan penerapan metode mendongeng dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, kemampuan guru dalam menyampaikan cerita, tersedianya bahan bacaan, serta dukungan dari sekolah dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kegemaran membaca siswa, minimnya keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar,  keterbatasan fasilitas sekolah, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget yang berlebihan. Dengan demikian, metode mendongeng mampu diterapkan sebagai salah satu cara pembelajaran yang efisien dalam meningkatkan keterampilan literasi dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar.
Kesenjangan Antara Paradigma Toleransi dan Realitas Konflik dalam Masyarakat Majemuk Nofrianti Enliyani Tualaka; Aprilia Mengga; Jidro Alfindo Sabuin; Enjelili Rambu Tega Wuasu; Priska Aprilia Leo; Fransiska Yanti Nggeong
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.991

Abstract

Penelitian ini membahas kesenjangan antara paradigma toleransi dan realitas konflik dalam masyarakat majemuk, khususnya dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Toleransi pada dasarnya merupakan sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan agama, budaya, serta pandangan hidup demi terciptanya kehidupan yang harmonis. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi konflik sosial, diskriminasi, penolakan pendirian rumah ibadah, dan berbagai bentuk intoleransi yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai toleransi yang diajarkan dengan realitas sosial yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman terhadap keberagaman, fanatisme yang berlebihan, prasangka sosial, serta kurangnya interaksi antarumat beragama menjadi faktor utama munculnya konflik dalam masyarakat majemuk. Di sisi lain, Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap sesama, dan sikap toleransi sebagaimana diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Tokoh agama, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun dialog, memperkuat kerja sama sosial, serta menciptakan budaya hidup damai di tengah keberagaman. Dengan demikian, penerapan nilai toleransi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.