cover
Contact Name
Dyah Gandasar
Contact Email
dyah.gandasari@gmail.com
Phone
+6282110285395
Journal Mail Official
dyah.gandasari@gmail.com
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
ISSN : 2599039X     EISSN : 25990381     DOI : https://doi.org/10.51852/
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis merupakan jurnal yang diterbitkan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Kementerian Pertanian. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian dengan topik budidaya pertanian, ekonomi pertanian, agribisnis, produksi dan teknologi peternakan, ilmu nutrisi dan pakan ternak, dan kesehatan ternak.
Articles 101 Documents
Hubungan Mikroklimat terhadap Populasi Sapi Perah Friesian Holstein di BPTSP HPT Cikole Lembang : The Correlation of Microclimate on Population of Friesian Holstein Dairy Cattle at BPTSP HPT Cikole Lembang Muhammad Dimas Rachmawanto; Afton Atabany; Bagus Priyo Purwanto
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.545

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara kondisi mikroklimat terhadap populasi sapi perah FH di BPTSP HPT Cikole. Bahan utama pada penelitian ini adalah data populasi ternak sapi perah Friesian Holstein (FH) sebanyak 111 ekor yang dipelihara dari tahun 2017 sampai 2019. Data tambahan yang digunakan pada penelitian ini adalah suhu, kelembaban udara, curah hujan dari bulan Januari 2017 sampai dengan Desember 2019. Data yang diolah menjadi parameter adalah populasi ternak yang dipengaruhi mikroklimat. Metode pengolahan data menggunakan analisis deskriptif, regresi dan korelasi. Jumlah populasi dalam ST (Satuan Ternak) tahun 2017 sampai 2019 berbeda. Tahun 2018 jumlah populasi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, namun pada tahun 2019 populasi mengalami penurunan. Berdasarkan analisis regresi dan korelasi terdapat pengaruh nyata antara kelembaban dan curah hujan terhadap populasi sapi FH dengan nilai R2 33,36% dan R2 40,28%. Hasil Regresi Korelasi pengaruh mikroklimat terhadap populasi secara umum tidak berpengaruh nyata sehingga dapat disimpulkan kondisi mikroklimat di daerah tersebut tidak berpengaruh terhadap populasi sapi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah mikroklimat yang terdiri atas suhu, kelembaban, curah hujan dan THI tidak berpengaruh terhadap populasi sapi Friesian Holstein.
Seleksi Klon Kentang Potensial dan Tanggap terhadap Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan: Selection of Potential Potato Clones and Its Response to Pest and Disease Arifin Tasrif; Achmad van Verosy; Issabella Lestari
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.554

Abstract

The difficulty of obtaining industrial potato varieties that can produce high production and relatively resistant to certain pests and diseases is one of the inhibiting factors for industrial potatoes in Indonesia. The selection of potato clones were expected to produce clones that produce high production and are relatively resistant to certain pests. Twelve potato clones were selected in the Experimental Field of PT. AIMS located at Cinta Village, Karang Tengah District, Garut Regency from May to September 2021. A Randomized Complete Design (RCBD) consisting of twelve treatments and each treatment with five replications were used. The results of the study showed that two clones (Clone–1 and Clone–5) had high yield potential. Clone–1 and Clone–5 produced the highest number of tubers and bulb weights compared to other clones. Clone–5 also showed moderate response to Phytophthora infestants and resistance to Fusarium sp., and show resistance response to insect pests such as Spodoptera litura, Liriomyza sp, and Thrips sp. However, Clone–1 showed a susceptible response to wilt and blight diseases as well as the three species of insect pests. The results of this study concluded to consider the use of Clone–1 and Clone–5 as potato tuber propagation soon.
Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kelinci menggunakan Fodder Jagung sebagai Pakan Substitusi: Feasibility Analysis of Rabbit Farming using Corn Fodder as Feed Substitute Sritiasni Sritiasni; Avonita Jihan; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.555

Abstract

This study aims to increase public knowledge about how to analyze the feasibility of rabbit farming using corn fodder in Aimasi Village, Prafi District, Manokwari Regency. This research was carried out from April to May 2022. The data analysis technique used in this study is qualitative analysis by means of research that produces descriptive data, which is stated by verbal information. The variables measured are BEP (Break Even Point), R/C ratio (Revenue Cost Ratio), HPP (Cost of Production), and IOFC (Income Over Feed Cost). The results showed that the unit BEP value was 0,13 the rupiah BEP value was Rp62.648, the R/C was 1,89, the HPP value was Rp375.577 the IOFC value was Rp1.354.200 the conclusion shows that the resulting value is greater than the cost of production, so the rabbit farming analysis using corn fodder as a substitute feed is very feasible.
Pemanfaatan Air Kelapa dan Ekstrak Bawang Merah pada Pembibitan Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri Blume): Utilization of Coconut Water and Shallots Extract in Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Bulbil Nurseries Farhanah A; Ismail Tandi; Dian Meylani; Jabal R Ashar
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.556

Abstract

Bulbil merupakan salah satu metode perbanyakan secara vegetatif untuk mendapatkan bibit porang namun membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi bibit berkualitas baik yang siap ditanam. Pemberian zat pengatur tumbuh dapat membantu mempercepat tumbuhnya tunas. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas ZPT alami yang bersumber dari air kelapa dan bawang merah pada pembibitan bulbil porang. Penelitian dilakukan pada bulan April–Juni 2022, bertempat di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat (4) perlakuan perendaman benih dan empat (4) kali ulangan sehingga diperoleh 16 plot perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (air biasa), air kelapa 250 mL/L air, ekstrak bawang merah 150 mL/L air, dan air kelapa 250 mL/L + ekstrak bawang merah 150 mL/L air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan air kelapa 250 mL/L + ekstrak bawang merah 150 mL/L memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan benih bulbil porang dengan rata-rata waktu muncul tunas 2,3 hari, tinggi tanaman 28,44 cm, diamater batang 7,18 mm, dan volume akar bibit 8,17 mL. Hal ini berarti perendaman dengan air kelapa 250 mL/L air + ekstrak bawang merah 150 mL/L air pada benih bulbil porang efektif memberikan peningkatan pada waktu munculnya tunas, tinggi, dan diameter batang, serta volume akar bibit porang.
Peningkatan Performa Teknis dan Ekonomi Peternakan Ayam Lokal IPB D1 yang Diberikan Tepung Larva Black Soldier Fly : Improved Technical and Economic Performance of IPB D1 Local Chicken Fed with Black Soldier Fly Larva Meal Pria Sembada; Gilang Ayuningtyas; Danang Priyambodo; Fariz Am Kurniawan; Sari Putri Dewi; Ima Kusumanti; Asty Khairi Inayah; Fikri Wibiksana; Annisa Eka Nur Syahfitri
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.560

Abstract

Food loss and waste (FLW) serta ketergantungan bahan pakan impor masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara komprehensif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan biokonversi limbah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk melihat performa teknis dan ekonomi ternak ayam lokal pedaging IPB D1 yang diberikan maggot BSF dalam ransumnya. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) untuk melihat perbedaan performa produksi dan ekonomi dari 515 ayam pedaging IPB D1 yang diberikan ransum yang berbeda (P0, P1, dan P2) selama sepuluh minggu waktu pemeliharaan. Ada tiga klasifikasi variabel yang diamati, yaitu proses dan biaya pembuatan tepung maggot BSF, performa produksi, dan performa ekonomi ternak. Hasil penelitian menunjukkan potensi tepung maggot sebagai salah satu alternatif sumber protein pada ransum ayam lokal pedaging. Efisiensi pakan dan performa produksi ayam IPB D1 yang diberikan ransum P1 dan P2 mampu bersaing dengan ransum yang menggunakan sumber protein lainnya. Performa ekonomi juga menunjukkan hal yang sama. Meskipun demikian, biaya produksi tepung maggot yang masih relatif mahal menyebabkan keuntungan yang diterima ransum P1 dan P2 relatif kecil dibandingkan dengan ransum yang tidak menggunakan tepung maggot. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil performa teknis dan ekonomi menunjukkan hasil yang layak dikembangkan, namun masih diperlukan inovasi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan.
Respons Pemberian Pupuk Hayati dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glucine max (L) Merrii): Response of Biological Fertilizers and NPK to the Growth and Production of Soybean (Glycine max (L) Merrii) Herdi Waluyo
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i2.553

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Sebagai alternatif pengurangan pemakaian pupuk kimia.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor Pemberian pupuk Hayati (H) dengan dosis 82 ml larutan / plot terdiri atas 4 taraf yaitu : H0 = (kontrol), H1 = 2 Minggu Setelah Tanam, H2 = 3 Minggu Setelah Tanam, H3 = 4 Minggu Setelah Tanam dan Faktor Pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan yaitu N1 = 30 gram / plot (50% dari dosis anjuran), N2 = 45 gram / plot (75% dari dosis anjuran), N3 = 60 gram / plot (100% dari dosis anjuran).Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong per plot, jumlah biji pertanaman, jumlah biji per plot, dan berat 100 butir biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap berat polong per tanaman, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong per plot, berat biji per tanaman, berat biji per plot, dan berat 100 butir biji tanaman kedelai. Pemberian pupuk hayati terbaik di peroleh pada perlakuan H2 yaitu pemberian pupuk hayati 2 minggu sebelum tanam dan di berikan lagi pupuk hayati 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per plot, berat biji per tanaman, berat biji per plot, dan berat 100 butir biji. Pemberian pupuk NPK terbaik diperoleh pada perlakuan N3 = 60 gram / plot (100 % dari dosis anjuran
Perlakuan Pupuk Daun dan Fungisida terhadap Intensitas Penyakit Phyllosticta dan Hasil Tanaman Jahe (Zingiber officinale): Effect of Foliar Fertilizer and Fungicide Application on Intensity Attack of Phyllosticta zingiberi and yield of ginger (Zingiber officinale) Annisa Khoiriyah; Heriyanto; Fitria Naimatu Sa'diyah
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.562

Abstract

T Phyllosticta zingiberii is the dominant cause of leaf spot disease in Indonesia. Leaf spot disease is the potential to cause great losses to ginger production. The research objectives were to investigate the dosage of fungicide and foliar fertilizer which are effective for controlling Phyllosticta zingiberi leaf spot disease of ginger. The research was conducted in Argodadi, Sedayu, Bantul, DIY and arranged in factorial design in a complete randomized block design that consists of two factors. The first factor is the application dose of fungicide, which consists of three levels, namely 0 g/L, 1,5 g/L, and 3 g/L. The second factor is the application dose of foliar fertilizer, which consists of three levels, namely 0 cc/L, 2,5 cc/L, and 5 cc/L The result of the research provides information that the application of 3 g/L fungicide is more effective in reducing the percentage and the intensity attack of Phyllosticta zingiberi effectively by 56,03 and 65,90%. Applying fungicide at the level of 3 g/l and 5 ml/l of foliar fertilizer was more effective in increasing ginger rhizome’s growth and productivity.
Penerapan Teknologi Produksi Sayuran pada Mitra Usaha PT Mulia Bintang Utama : Application of Vegetable Production Technology at PT Mulia Bintang Utama's Business Partners Zul Arsal; Tri Ratna Saridewi; Nazaruddin
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.541

Abstract

Permintaan pasar terhadap produk sayuran segar belum dapat dipenuhi oleh PT Mulia Bintang Utama karena belum optimalnya produksi sayuran Penyebabnya adalah banyak petani yang belum menerapkan teknologi produksi sayuran yang direkomendasikan perusahaan dalam kegiatan budidaya. Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknologi produksi sayuran yang dikembangkan perusahaan dan tingkat penerapan oleh petani mitra, manfaat dan kendala penerapan teknologi produksi sayuran, serta menyusun strategi penerapan teknologi produksi sayuran. Responden penelitian adalah pengelola dan mitra usaha perusahaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tabulasi dan analisis R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini hanya 45% petani mitra yang sudah menerapkan teknologi produksi sayuran karena kendala petani dalam ketersediaan modal, ketakutan menerapkan teknologi baru, dan keterbatasan pengetahuan serta informasi. Strategi yang bisa diterapkan perusahaan agar petani mau menerapkan teknologi produksi sayuran adalah memberikan pinjaman modal, memaksimalkan pembinaan petani mitra, dan pembuatan demplot. Hasil analisis menunjukkan bahwa budidaya sayuran dengan penerapan teknologi produksi sayuran perusahaan berpeluang meningkatkan penerimaan petani mitra dan perusahaan.
Rhinosinusitis pada Kanguru Abu–Abu Timur (Magropus giganteus) di Taman Safari Indonesia II Jawa Timur : Rhinosinusitis in East Gray Kanguru (Magropus giganteus) in Taman Safari Indonesia II Jawa Timur Muhammad Fachrur Rodzy Zaenudin; Endang Endrakasih; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.600

Abstract

Rhinosinusitis is an inflammation of the nasal mucosa and paranasal sinuses, accompanied by two or more symptoms, one of which is nasal blockage/obstruction/congestion) or nasal discharge (anterior/posterior nasal drip). Anamnesis, recording of signals, clinical examination, laboratory examination (complete hematological examination and Gram staining of mucopurulent nasal secretions) and Sinar–X were performed on Nobel kangaroo. Regarding the anamnesis and physical/clinical examination, the Nobel kangaroo in Australiana Zone TSI II was seen to have mucopurulent secretions on its nose and decreased activity. After hematological examination of the blood, Gram staining of mucopurulent nasal secretion bacteria, and supporting examinations in sinar–X examination, the Nobel kangaroo was diagnosed with rhinosinusitis caused by a bacterial infection. The prognosis for this case is Fausta – dubious. Fausta with treatment, dubious if no rhinosinusitis surgery is done. Handling/therapy is administered by antibiotic therapy, nebulizer/steam therapy, multivitamins, and multi-minerals were given orally and inhalation.
Karakter Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merril) pada Perlakuan Jarak Tanam dan Konsentrasi Paclobutrazol : Growth and Production Attributes of Edamame Soybean (Glycine max (L.) Merril) in Plant Distance and Paclobutrazol Concentration Treatments Lala Fitriansyah Gani; Ahmad Rifqi Fauzi
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.583

Abstract

Edamame soybeans have a higher productivity potential than ordinary soybeans. Edamame can be an alternative to meet the national demand for soybeans which have a high level of consumption. This research aims to determine the effect of spacing and paclobutrazol on the growth and productivity of edamame soybeans. The study was conducted in Sukarame Village, Caringin, Garut Regency and the Laboratory of Agroecotechnology Study Program, Universitas Trilogi from March to June 2022. The study used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor is the spacing consisting of J1 = 30 cm x 25 cm, J2 = 30 cm x 20 cm, J3 = 30 cm x 15 cm, and J4 = 30 cm x 10 cm. The second factor was the paclobutrazol concentration consisting of P0 = without paclobutrazol (control), P1 = 100 ppm. The results was no interaction between the spacing treatment and the paclobutrazol concentration. Based on the first factor, the results were significantly different on the plant height in the third week of treatment spacing of 30 cm x 10 cm and weight of 100 seeds from spacing of 30 cm x 15 cm). The paclobutrazol factor had significantly different results in plant height and number of pods with the best results without paclobutrazol treatment.

Page 7 of 11 | Total Record : 101