cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,287 Documents
Penyelesaian Sengketa Kontrak Dagang Secara (E-Commerce) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik: Settlement of Trade Contract Disputes (E-Commerce) Based on Law Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions Tuti Herningtyas; Lia Fadjriani; Putri Dwi Yulisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9522

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menciptakan jenis dan peluang baru bagi bisnis, dengan semakin banyak transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik. Ini berlaku untuk berbagai bentuk perdagangan elektronik, yang biasa disebut sebagai e-commerce. Undang-undang hukum yang berkaitan dengan cyberlaw, khususnya e-commerce, sangat penting untuk melindungi hak-hak konsumen sebagai pengguna internet yang terlibat dalam transaksi e-commerce. Pemerintah didesak untuk mendistribusikan informasi berdasarkan Undang-Undang Informasi dan aktivitas Elektronik (ITE) untuk meningkatkan pemahaman publik dan penegakan perjanjian online, sambil memastikan pengawasan ketat terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas perdagangan online.
Analisis Pengaruh Kelelahan Kerja Terhadap Human Error Pada Sopir Bus Di Terminal Tipe A Dungingi: Analysis of the Effect of Work Fatigue on Human Error in Bus Drivers at Dungingi Type A Terminal Ellyna Veron Kuganda; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9593

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada pengemudi bus. Kondisi kelelahan dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan rasa kantuk, serta memperlambat waktu reaksi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan manusia (human error) saat mengemudi. Observasi awal terhadap 10 sopir bus menunjukkan adanya gejala kelelahan seperti penurunan konsentrasi, rasa kantuk, dan kesalahan ringan saat mengemudi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan reaksi, kesalahan menginjak pedal, serta ketidaktepatan dalam memperkirakan jarak kendaraan di depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh sopir bus AKDP dan AKAP yang beroperasi di Terminal Tipe A Dungingi sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Ordinal dengan tingkat signifikansi ? < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus dengan nilai p-value = 0,001. Nilai Pseudo R-Square Nagelkerke sebesar 0,406 menunjukkan bahwa kelelahan kerja mampu menjelaskan 40,6% variasi human error yang terjadi pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja berpengaruh signifikan terhadap terjadinya human error pada sopir bus. Oleh karena itu, pihak terminal disarankan untuk mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat sopir serta meningkatkan pemeriksaan kesehatan dan pelatihan keselamatan kerja guna meminimalkan risiko human error.
Penyuluhan Hukum Tentang Pentingnya Sertifikat Elektronik Sebagai Bukti Kepemilikan Tanah Didesa Gempol Pasuruan: Legal Education On The Importance Of Electronic Certificates As Proof Of Land Ownership In Gempol Village, Pasuruan Tuti Herningtyas; Lia Fadjriani; Seftia Azrianti; Putri Dwi Yulisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9616

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakan Gempol Pasuruan tentang pentingnya sertifikat elektronik sebagai bukti kepemilikan tanah. Dimana bukti kepemilikan tanah ini tidak lagi dalam bentuk sertifikat kertas hijau, namun dalam bentuk elektronik. Hal ini menjadikan kepemilikan tanah mempunyai aspek hukum yang penting untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan mencegah sengketa kepemilikan. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait dasar hukum yang mengatur tentang tanah, terkhusus tentang perkembangan aturan pendaftaran tanah di Indonesia, Tim Pengabdian menemukan fenomena bahwa masyarakat belum mengetahui secara pasti bagaimana cara menyelesaikan sengketa tanah di ranah hukum perdata baik secara daring maupun luring. Berdasarkan hal tersebut Tim PKM memberikan penyuluhan hukum terkait pentingnya sertifikat elektronik sebagai bukti kepemilikan tanah agar kepastian hukum terhadap sertifikat elektronik mempunyai dampak yang baik dimasyarakat untuk mencegah masalah yang timbul berkaitan dengan tanah. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pendaftaran tanah serta adanya komitmen dari aparatur kelurahan untuk terus mendukung sosialisasi hukum terkait pendaftaran tanah.
Efektivitas Tanaman Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alami Dalam Menurunkan Kekeruhan Di Air Kolam Renang Lombongo: The Effectiveness of Moringa Oleifera Seeds as a Natural Coagulant in Reducing Turbidity in Lombongo Swimming Pool Water Dhea Oktaviany Daud; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9752

Abstract

Air kolam renang yang bersumber dari alam tanpa pengolahan kimia seperti kaporit memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi dan berpotensi menjadi media penyebaran penyakit kulit seperti dermatitis.Salah satu alternatif menurunkan kekeruhan air ramah lingkungan adalah biji kelor (Moringa oleifera), yang mengandung senyawa aktif berfungsi sebagai koagulan alami.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji kelor dalam menurunkan kekeruhan air kolam renang Lombongo di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan true eksperimen, di mana sampel dibagi secara acak ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel penelitian adalah sebagian air kolam renang lombongo di Kecamatan Suwawa lalu diberikan perlakuan dengan tiga variasi dosis serbuk biji kelor (0,15 gram, 0,30 gram, dan 0,45 gram per 1 liter air), masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji kelor efektif dalam menurunkan kekeruhan air kolam renang. Penurunan tertinggi terjadi pada dosis 0,15 gram dengan persentase penurunan sebesar 91,89%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada dosis 0,45 gram dengan persentase 73,15%. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai P value = 0,113 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan efektivitas tanaman biji kelor (Moringa oleifera) dosis 0,15 gram, 0,30 gram, 0,45 gram dalam menurunkan kekeruhan pada air kolam renang Lombongo. Disarankan untuk dapat membudidayakan dan memanfaatkan tanaman biji kelor dalam meningkatkan kualitas air.
Analisis Penerapan Digital Governance Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Gorontalo: Analysis of the Implementation of Digital Governance in Improving the Quality of Public Services at the Population and Civil Registration Service of Gorontalo City Sri Yulianty Mozin; Hardiyanto; Karmila Djafar; Miranda Djafar; Marcela Puwa; Liswati Abdullah; Sri Nandri Yanti Ismail
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9756

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital governance dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital governance memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas pelayanan. Layanan daring memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan praktis dibandingkan sistem konvensional. Namun, implementasi tersebut belum berjalan optimal karena masih terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, serta kesenjangan literasi digital masyarakat. Selain itu, kualitas pelayanan masih menghadapi tantangan dalam aspek keandalan sistem dan responsivitas layanan. Oleh karena itu, keberhasilan digital governance memerlukan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta strategi berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan inklusif.
Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab Dengan Penerapan Contextual Teaching And Learning (CTL) Pada Siswa Kelas X B MAN 2 Kota Palu: Improving Arabic Vocabulary Mastery Through the Application of Contextual Teaching and Learning (CTL) in Grade X B Students at MAN 2 Palu City Rahma M. Naser
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9763

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosa kata (mufrodat) bahasa Arab siswa kelas X B MAN 2 Kota Palu, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Hal ini membuat siswa kesulitan menghubungkan materi kosa kata dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab siswa melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X B MAN 2 Kota Palu yang berjumlah 33 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi tes hasil belajar (pre test dan post test), lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL secara signifikan dapat meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengaitkan kosa kata baru dengan situasi praktis sehari-hari. Terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari tahap Pra siklus dengan nilai rata-rata 57,20 dengan kategori cukup, ada 33,33% yang mendapat kategori baik atau 11 siswa dari 33 siswa dengan kategori kurang. Meningkat pada Siklus I nilai rata-rata 65,1 dengan kategori cukup, ada 45,45 yang mendapat kategori baik atau 15 siswa dari 33 siswa dengan kategori cukup, dan mencapai indikator keberhasilan pada Siklus II dengan nilai rata-rata 77,65 dengan kategori baik, ada 87,88 % yang mendapat kategori baik atau 29 siswa dari 33 siswa dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan ingatan siswa terhadap kosa kata bahasa Arab karena memberikan makna nyata pada setiap materi yang dipelajar di MAN 2 Kota Palu.
Menelusuri Akar Masalah : Anak Putus Sekolah Di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu: Exploring the Root of the Problem: School Dropouts In Boyaoge Village, Tatanga District, Palu City Sinta; Kalvin Albert Parinding
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9893

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab putus sekolah anak di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga. Sampel dalam penelitian ini anak yang putus sekolah berjumlah 7 anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif desain penelitian eksploratif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa faktor penyebab putus sekolah anak adalah karena faktor lingkungan, faktor ekonomi, faktor orang tua, faktor eksternal dan faktor internal siswa. Kesimpulan penelitian ini bahwa rendahnya tingkat pendidikan anak dan orang tua menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Dari tujuh anak, tiga tidak tamat SD dan empat tidak tamat SMP. Tingkat pendidikan orang tua juga rendah, dengan satu orang tidak pernah sekolah, tiga tidak tamat SD, dua tamat SD, dan hanya satu yang tamat SMP. Adapun saran dari penelitian ini yaitu upaya mengatasi putus sekolah meliputi peningkatan subsidi pendidikan, penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran orang tua, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penyediaan layanan konseling bagi anak. Langkah-langkah ini bertujuan mendukung anak melanjutkan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.
Analisis Determinan Early-Age Marriage Di Kabupaten Gorontalo: Analysis of the determinants of early marriage in Gorontalo district Amelia Fransischa Sango; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9903

Abstract

Early-age marriage adalah pernikahan yang dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan remaja. Early-age marriage masih sangat populer di kalangan masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini untuk menganalisis determinan fenomena early-age marriage seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, hamil di luar nikah, budaaya, tingkat ekonomi, media sosial, peran orang tua, dan peran teman sebaya di Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan yang menikah pada tahun 2022 di Kabupaten Gorontalo yaitu berjumlah 246 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value = 0,000 < ? 0,05), pengetahuan (p-value = 0,000 < ? 0,05), hamil di luar nikah (p-value = 0,000 < ? 0,05), dan tingkat ekonomi (p-value = 0,002 < ? 0,05) dengan fenomena early-age marriage di Kabupaten Gorontalo. Tidak ada hubungan antara budaya ((p-value = 0,217 > ? 0,05), media sosial (p-value = 0,647 > ? 0,05), peran orang tua (p-value = 0,464 > ? 0,05), peran teman sebaya (p-value = 0,194 > ? 0,05) dengan fenomena early-age marriage di Kabupaten Gorontalo.
Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Buleleng I: Factors Influencing Medication Compliance in Tuberculosis Patients At Buleleng I Community Health Center Komang Dila Meliani; I Made Sundayana; Qamariyah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10234

Abstract

Ketidakpatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis (TB) berisiko menyebabkan kegagalan terapi dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pasien TB di Puskesmas Buleleng I. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 45 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank serta regresi linear berganda. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,002), motivasi (p=0,000), jarak fasyankes (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) dengan kepatuhan. Peran petugas kesehatan tidak berhubungan signifikan (p=0,413). Hasil uji multivariat menegaskan bahwa motivasi (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,018) merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan, dengan kontribusi model sebesar 78,1%. Motivasi diri dan dukungan keluarga menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB. Puskesmas disarankan memperkuat edukasi motivasional dan pemberdayaan keluarga pasien.
Penggunaan Media Kartu Instruksi Untuk Meningkatkan Kreativitas Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas XI O MAN 2 Kota Palu : The Use of Instruction Card Media to Improve Creativity in Writing Procedural Texts for Class XI O Students of MAN 2 Palu City Rosna
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10379

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya kreativitas dan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas XI O MAN 2 Kota Palu. Masalah utama yang ditemukan adalah kesulitan siswa dalam menuangkan ide secara sistematis dan ketergantungan pada contoh teks yang monoton. bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kreativitas menulis teks prosedur melalui penerapan media Kartu Instruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI O MAN 2 Kota Palu yang berjumlah 36 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar (menulis teks prosedur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Kartu Instruksi secara signifikan dapat meningkatkan kreativitas menulis siswa. Hal ini dapat meningkatan skor rata-rata kreativitas siswa pra siklus dengan skor rata-rata 2,31 dengan kategori cukup meningkat pada siklus I menjadi 2,53 dengan kategori cukup dan meningkat tajam pada siklus II skor rata-rata kreativitas menulis Teks Prosedur menjadi 3,03 dengan kategori baik. Persentase ketuntasan pada pra siklus 44,44% dengan kategori cukup, meningkat pada siklus I menjadi 58,33 dengan kategori cukup dan meningkat siknifikan pada siklus II menjadi 80,56%, hasil ini telah melebihi target keberhasilan yang ditetapkan (?60%) dan peningkatan aktivitas belajar, di mana siswa lebih antusias dan mampu menyusun langkah-langkah prosedur dengan variasi diksi serta struktur yang lebih kreatif. Dapat disimpulkan bahwa media Kartu Instruksi efektif dalam merangsang daya pikir imajinatif siswa dan mempermudah pemahaman struktur teks prosedur. Media ini disarankan untuk digunakan oleh guru bahasa Indonesia di MAN 2 Kota Palu sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue