Articles
240 Documents
Hubungan Antara Pola Komunikasi Penyuluh Pertanian Lapangan dan Efektivitas Kelompok Tani
Arlia Nurfa, Mita;
Yanfika, Helvi;
Hassanudin, Tubagus;
Nikmatullah, Dewangga
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.694
Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan upaya untuk dapat mengubah sikap, pengetahuan, dan perilaku petani. Pengembangan kemampuan petani dapat dilakukan melalui komunikasi yang efektif terhadap kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan menganalisis hubungan antara pola komunikasi PPL dan efektivitas kelompok tani. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi dengan metode Rank Kendall’s-tau. Hasil penelitian menunjukan bahwa PPL di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara menerapkan komunikasi dengan pola satu arah, dua arah dan multi arah. Pola komunikasi dua arah merupakan pola yang paling efektif diantara PPL dan kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Hasil pengujian hipotesis rank Kendall’s-tau menunjukkan terdapat hubungan nyata antara pola komunikasi yang dilakukan oleh PPL dengan efektivitas kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Efektivitas kelompok tani dan komunikasi penyuluh memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi. Implikasi dari temuan ini adalah pola komunikasi dua arah dan multi arah yang didukung dengan peningkatan frekuensi dan intensitas penyuluhan menjadi kunci dalam mencapai efektivitas kelompoktani.
Keberdayaan Sosial Pemuda di Perdesaan Kabupaten Bekasi
Prayogo, Prayogo;
Amanah, Siti;
Uchrowi, Zaim
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.707
Peran pemuda begitu penting dalam kemajuan suatu bangsa, karena pemuda dapat berperan sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik individu, nilai karakter Pancasila, pelaksanaan program karang taruna, dan dukungan penyuluhan terhadap keterpenuhan kebutuhan dan keberdayaan sosial anggota karang taruna. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara sebanyak 61 orang responden anggota karang taruna di Desa Tamanrahayu dan Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret-Juni 2023. Sampel penelitian diambil secara purposive berdasarkan keaktifan, kesediaan, dan lamanya menjadi anggota karang taruna. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan metode wawancara langsung kepada responden. Data penelitian dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpenuhan kebutuhan anggota di kedua karang taruna dalam kategori yang sama tinggi, tetapi untuk keberdayaan sosial, Karang Taruna Tamanrahayu lebih tinggi daripada Kertarahayu. Keterpenuhan kebutuhan anggota karang taruna dipengaruhi oleh nilai karakter Pancasila dan pelaksanaan program karang taruna, sedangkan keberdayaan sosial anggota karang taruna dipengaruhi oleh dukungan penyuluhan.
Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian Secara Daring di Kabupaten Bekasi
Iqbal Fadhlurrahman;
Sadono, Dwi;
Fatchiya, Anna
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.724
Perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini mengubah pendekatan pelaksanaan penyuluhan pertanian dari cara konvensional menjadi cara baru menggunakan teknologi digital. Kegiatan Jarkomluhdes bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Posluhdes sebagai kelembagaan penyuluhan di tingkat desa/kelurahan. Pencapaian tujuan kegiatan penyuluhan pertanian membutuhkan partisipasi dari petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi petani dalam kegiatan Jarkomluhdes, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi petani dalam kegiatan Jarkomluhdes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 132 orang petani dan sampel diambil dengan cara sensus. Pengujian hipotesis penelitian dianalisis dengan regresi logistik menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi petani dalam kegiatan Jarkomluhdes termasuk dalam kategori rendah. Tingkat partisipasi petani tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana serta literasi digital. Untuk meningkatan partisipasi petani dalam Jarkomluhdes perlu diupayakan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana terkait serta menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan literasi digital petani.
Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Melalui Adopsi Pertanian Berkelanjutan
Handika Saad;
Irwan Bempah;
Karlena Arsyad
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.755
Perubahan iklim merupakan suatu peristiwa terjadinya perubahan suhu dan pola cuaca dalam waktu jangka panjang, sehingga dapat merusak ekosistem dan ekologi dunia khususnya dibidang pertanian. Mulai dari berkurangnya persediaan air, rentan diserang hama dan penyakit sehingga berdampak pada produksi hasil pertanian yang berkurang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi petani, indeks adopsi pertanian berkelanjutan, dan menganalisis hubungan antara karakteristik demografi petani terhadap indeks adopsi pertanian berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango dari bulan Februari sampai pada bulan Mei 2023. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data accidental sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang merupakan petani jagung di desa tersebut. Karakteristik demografi petani dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, luas lahan, status lahan, usahatani diluar jagung, dan usaha off-farm. Indeks adopsi menunjukkan dalam sembilan komponen adopsi pertanian berkelanjutan, penanaman pohon adalah komponen yang paling tinggi adopsinya dengan nilai rata-rata 3.38 sedangkan yang paling rendah adalah penggunaan pupuk organik dengan nilai rata-rata 1.30. Luas lahan merupakan salah satu karakteristik demografi yang berkorelasi dengan indeks adopsi dengan nilai signifikansi 0.030. Implikasi penelitian ini adalah petani yang memiliki penguasaan lahan yang luas cenderung mengadopsi komponen inovasi pertanian berkelanjutan. Karena dengan kepemilikan lahan yang luas petani cenderung bersemangat untuk mengadopsi inovasi-inovasi pertanian khususnya pertanian berkelanjutan.
Preferensi Petani Terhadap Pola Kemitraan pada Usaha Tani Cabai Merah
Hartono, Rudi;
Rusmono, Momon;
Nur Oktafiani , Nafisa;
Winarno, Kodrad
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.758
Resiko budidaya cabai sangat tinggi akibat dari fluktuasi harga cabai dan tingginya serangan OPT, oleh karena itu sistem kemitraan menjadi salah satu solusinya. Kemitraan usahatani merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan. Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi petani, dan merumuskan strategi peningkatan preferensi petani terhdap pola kemitraan dalam usaha tani cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan bulan April sampai dengan Juni 2023 di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian melibatkan 56 petani yang usaha taninya khusus komoditas tanaman cabai merah. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah berada pada kategori sedang; (2) Preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah secara nyata dipengaruhi oleh faktor pola kemitraan usaha tani; dan (3) Strategi meningkatkan preferensi petani terhadap pola kemitraan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh aspek pada faktor pola kemitraan usahatani, yang meliputi indikator jaminan permodalan, pemberian bimbingan teknis, jaminan kepastian pasar, dan kinerja kemitraan.
Strategi Peningkatan Regenerasi Petani pada Usahatani Sayuran Dataran Tinggi
Putri Hermawati, Anneke;
Musyarofah, Neni;
Haryanto, Yoyon;
Kusuma Wardani, Intan;
Bhirawa Anoraga, Satria
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.762
Rendahnya minat generasi muda pada usahatani menyebabkan rendahnya regenerasi petani, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (2) mendeskripsikan tingkat regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (4) merumuskan rekomendasi strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan April sampai dengan Juni 2023 di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Populasi ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapat sampel berjumlah 96 orang yang mewakili dari 2.284 jumlah populasi menggunakan rumus slovin. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis jalur (path analysis), serta formulasi hasil kedua analisis untuk merumuskan strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 74,27%, regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 75,03%. Faktor internal, akses informasi dan minat generasi muda secara nyata mempengaruhi regenerasi petani. Strategi peningkatan regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dilakukan dengan meningkatkan minat generasi muda, meningkatkan akses informasi dan pengetahuan, keterampilan dan motivasi. Hal ini diharapkan mengatasi permasalahan rendahnya regenerasi petani.
Efektivitas Website Cyber Extension Sebagai Media Komunikasi dan Informasi Penyuluh
Managanta, Andri Amaliel;
Wengkau, Rinaldi;
Tambingsila , Meitry
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i1.771
Penyuluh berperan penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia, dan keberhasilan pertanian ditentukan pada peran penyuluh. Cyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian. Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas website cyber extension sebagai alat komunikasi dan sumber informasi bagi penyuluh di Kabupaten Poso. Penelitian dilakukan bulan Mei hingga Desember 2020, melibatkan lima Kecamatan di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survei pada 30 penyuluh yang telah mengakses website cyber extension. Data yang dikumpulkan merupakan tanggapan responden terhadap (Y) efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi, (X1) karakteristik pengunjung, dan (X2) karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi. Analisi data menggunakan analisis linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristek pengunjung (X1), karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi(X2) terhadap efektivitas website cybereExtension sebagai media komunikasi dan informasi (Y1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi yaitu karakteristik website cyber extension yang terdiri atas perhatian, ketertarikan, keinginan, dan tindakan mampu menarik minat penyuluh mengakses cyber extension. Dapat disimpulkan bahwa Website cyber extension merupakan media komunikasi dan sumber informasi dalam bidang pertanian yang efektif bagi penyuluh.
Persepsi Petani dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao di Luwu Utara
Milasari;
Syafruddin;
Anggra, Alfian
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i2.676
Kabupaten Luwu Utara memiliki lahan tanaman kakao yang luas, namun tidak diikuti oleh peningkatan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persepsi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kakao di Kabupaten Luwu Masamba Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dan pengisian angket. Populasi adalah subjek keseluruhan dalam penelitian ini yaitu kelompok tani yang ada di Desa Pandak dan Desa Pongo sebanyak 2 kelompok tani yaitu sasaran dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Pemuda Seberang dan Kelompok Tani Bulo. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Structural Equation Modeling (VB-SEM) berbasis varians menggunakan aplikasi Smart Partial Least Squares (Smart PLS). Analisis data menggunakan SEM menunjukkan bahwa pengaruh variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah karakteristik, partisipasi, dukungan lingkungan dan persepsi. Pengaruh ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis determinan. Analisis determinan bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tersebut. Hasil penelitian menunjukan persepsi petani berada pada kategori tinggi dengan nilai 54%. Karakteristik petani, partisipasi, dan dukungan lingkungan sosial secara signifikan mempengaruhi persepsi petani. Oleh karena itu, untuk meningkatkan persepsi petani, setiap anggota kelompok tani harus terlibat dalam setiap fase kegiatan penyuluhan mengenai hama dan penyakit tanaman kakao.
Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pembangunan Perekonomian Masyarakat
Natasya Rahman;
Yuniasih, Annisa Wirrdiana;
Nurlaela, Siti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i2.678
Ketahanan pangan merupakan kondisi penting yang harus diusahakan untuk memastikan pembangunan kehidupan masyarakat. Pembangunan ketahanan pangan dapat dilakukan dari adanya lembaga seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BUMDES dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan perekonomian masyarakat, khususnya di Kelurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara (interview). Wawancara dilakukan dengan Sekretaris BUMDES Kelurahan Karangrejek, Kepala Dukuh Dusun Blimbing, Karyawan BUMDES dan 10 orang perwakilan petani yang menggunakan BUMDES. Analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Dari analisis hasil penelitian yang sudah dilakukan adanya Badan Usaha Milik Desa di Kelurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari belum memiliki peran dalam bentuk fisik untuk ketahanan pangan. Akan tetapi, memiliki peran secara tidak langsung dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan modal petani sehingga dapat mendukung jalannya ketahanan pangan seperti usaha pengolahan hasil potensi seperti bawang merah. Sedangkan peran BUMDES dalam pembangunan ekonomi masyarakat sudah nampak dengan jelas dengan adanya unit usaha yang menunjang peningkatan perekonomian masyarakat Kelurahan Karangrejek. Adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia BUMDES dapat menjadi suatu modal utama petani untuk mengembangkan usaha tani dan memperkuat ketahanan pangan. BUMDES sudah berperan penting untuk memajukan masyarakat Kelurahan Karangrejek lewat unit usaha yang dijalankan seperti Pelayanan Air Bersih, Usaha Kredit Mikro, dan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan.
Petani Maju Sebagai Agen Pembangunan Pertanian
Haryanto, Yoyon;
Wiwik Yuniarti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51852/jpp.v19i2.769
Penyuluh swadaya yang berasal dari petani maju hadir karena adanya tuntutan pendekatan partisipatori agar petani dapat menjadi subjek dalam program pembangunan pertanian mulai dari tahap mengidentifikasi masalah, merencanakan, melaksanakan hingga tahap mengevaluasinya. Petani maju memiliki keunggulan dalam melaksanakan perannya sebagai agen perubahan di perdesaan karena bagian dari komunitasnya dan lebih dipercaya oleh sesama petani. Tulisan ini merupakan hasil telaah dan kajian yang bertujuan memaparkan konsep tentang petani maju dapat menjadi penyuluh swadaya dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan penyuluhan dari petani ke petani. Selain sebagai pembantu penyuluh, petani maju sebagai penyuluh swadaya juga menjadi pelaku aktif dalam konsep metode belajar dari petani ke petani. Optimalisasi peran petani maju sebagai penyuluh swadaya dalam mendorong percepatan regenerasi petani menjadi salah satu solusi dalam menyusun road map pengembangan agropreneur muda. Hal ini telah terbukti bahwa petani maju sebagai penyuluh swadaya mampu berperan dalam menyebarkan teknologi tradisional berbasis kearifan lokal, menjadi pemimpin informal dan mampu bersinergi dengan sesama petani dalam mendorong pembangunan pertanian di pedesaan. Petani maju memiliki kecenderungan kapabilitas menjadi penyuluh swadaya sebagai penggerak penyuluhan dari petani ke petani. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas penyuluh swadaya dalam hal mengorganisasikan dan memandirikan petani sehingga paradigma penyuluhan yang partisipatori dan meninggalkan pola lama pemerintah (top down) dapat terwujud.