cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Profile of Dengue Hemorrhagic Fever Cases in Children Fuadah, Novitasari Tsamrotul; Sarinengsih, Yuyun; Helena, Denni Fransiska
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5272

Abstract

Cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Bandung have increased in 2024. DHF is caused by the Dengue virus, which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. It can affect all age groups but primarily affects children, with one of its clinical manifestations being a decrease in platelet levels. DHF with clinical manifestations of shock in pediatric patients carries a risk of death if not treated promptly and appropriately. This study aims to determine the profile of DHF cases in children at the Ibrahim Adjie Health Center in Bandung, including the children's age, gender, education level, platelet count, and hematocrit levels.This study employed a descriptive retrospective method. The population in this study consisted of children aged ≤ 18 years diagnosed with DHF who sought treatment at the Ibrahim Adjie Health Center in Bandung City from January to October 2024, totaling 129 children. A sample of 54 children was obtained using purposive sampling. Data collection utilized secondary data extracted from patient medical records. Univariate data analysis was presented in frequency distribution tables. The study results showed that children with DHF were distributed as follows: 9 children (17%) aged 1–3 years, 7 children (13%) aged >3 to <6 years, 31 children (57%) aged 6–12 years, 7 children (13%) aged >12–18 years, and none under 1 year old. Male children accounted for 29 cases (54%) and females for 25 cases (46%). Based on education level, 23 children (43%) had not yet started school, 24 children (44%) were in elementary school, 5 children (9%) were in junior high school, and 2 children (4%) were in senior high school. All 54 children (100%) had low platelet counts, defined as <150,000/µL of blood. Hematocrit levels varied: 4 children (7%) had low hematocrit levels, 41 children (76%) had normal levels, and 9 children (17%) had high levels. It can be concluded that most children with DHF are aged 6–12 years, or school-aged. There is no significant difference between male and female cases. The majority occur at the elementary school education level. All children experienced thrombocytopenia or a decrease in platelet count, and most had normal hematocrit levels.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kelelahan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Amalia, Ananda Putri; Aini, Dwi Nur
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5306

Abstract

Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit ginjal yang semakin parah yang tidak dapat pulih kembali. Ini menyebabkan tubuh tidak dapat mengendalikan metabolisme dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, yang menyebabkan peningkatan ureum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhapad fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSD K.R.M.T Wongsonegoro semarang. Metode ini menggunakan kuantitatif dengan purposive sampling digunakan dalam pemilihan sampel data dan diperoleh sampel sebanyak 53 responden. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental, khususnya desain One Group pre-posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif untuk menurunkan skala fatigue pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap fatigue pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.
Pengaruh Terapi Foot Massage terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Firdaus, Amelia; Aini, Dwi Nur
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5308

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan kondisi dimana ginjal tidak dapat mempertahakan keseimbangan metabolisme, cairan, dan elektrolit karena kerusakan progresif pada struktur ginjal, mengakibatkan penumpukan sisa metabolisme seperti uremia dalam darah, kondisi ini bersifat tidak dapat pulih kembali dan sangat memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transpalansi ginjal. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh Teapi Foot Maasage Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.Method: Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan purposive sampling digunakan dalam pemilihan sample data dan diperoleh sample sebanyak 53 responden.penelitian ini menggunakan design quansy eksperimental kususnya design One-Grup pre-post test .Results: Hasil penelitiaan ini menunjukan bahwa terapi foot massage efektif untuk menurunkan skala kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa..Conclusions: Terdapat pengaruh terapi foot massage terhadap penurunan kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.
Profil PANSS-EC dan Diagnosis Pasien Terapi Kejang Listrik Nurrohmah, Alifiani; Sumila, Ayu Mekar; Hapsari, Fadhia; Sari, Santi Tiara
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5326

Abstract

Gangguan jiwa berat sering kali memerlukan terapi intensif karena dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien dan lingkungannya. Terapi Kejang Listrik (TKL) atau Electroconvulsive Therapy (ECT) merupakan salah satu metode terapi efektif untuk gangguan jiwa berat yang tidak merespons terapi farmakologis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil skor Positive and Negative Syndrome Scale-Excited Component (PANSS-EC) sebelum TKL serta profil diagnosis pasien TKL rawat inap di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 221 pasien yang dipilih secara acak dari populasi pasien TKL Januari-Maret 2024. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi, rerata, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 19-60 tahun (85,5%) dengan proporsi jenis kelamin laki-laki (58,4%). Sebagian besar pasien menggunakan BPJS (96,4%) sebagai sumber pembiayaan. Rata-rata skor PANSS-EC sebelum TKL adalah 13,9±3,7, dengan 88,7% pasien memiliki skor <20. Diagnosis terbanyak adalah skizofrenia tak terinci (51,1%), diikuti skizofrenia paranoid (15,8%) dan skizoafektif tipe depresi (9%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas pasien TKL memiliki tingkat eksitasi yang sedang berdasarkan skor PANSS-EC dan didominasi oleh diagnosis skizofrenia. Hasil ini memberikan gambaran awal penting untuk optimalisasi proses diagnostik dan keputusan klinis terkait penggunaan TKL, serta mendorong penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas terapi ini. .
Penerapan Rebusan Daun Sirsak dalam Mengurangi Keputihan pada Wanita Usia Subur Juwita, Ratna; Delianti, Nosi; Putri, Suraya; Pertiwi, Eri Riana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5337

Abstract

Keputihan merupakan keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan adalah dengan rebusan daun sirsak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan rebusan daun sirsak dalam mengatasi keputihan pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengunakan metode pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan 2 orang Wanita usia subur dengan kriteria mengalami keputihan, berusia 20-35 tahun, tidak mangalami penyakit komplikasi dan tidak mengkomsumsi obat atau terapi lain. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi pada subjek I terdapat gejala cairan bewarna kekuningan, berbau, dan menimbulkan rasa gatal, pada subjek II cairan bewarna kekuningan, cairan yang keluar kental, menimbulkan rasa gatal. Setelah dilakukan intervensi pada subjek I yaitu gejala keputihan berkurang, tidak berbau, rasa gatal berkurang, tidak panas, cairan berwarna bening dan cairan keluar berkurang, pada subjek II gejala berkurang yaitu tidak berbau, tidak keluar rasa gatal, berwarna bening dan cairan keluar sedikit. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan rebusan daun sirsak efektif dalam mengurangi keputihan pada wanita usia subur. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan salah satu intervensi dalam mengurangi keputihan pada wanita usia subur.
Hubungan antara Depresi dan Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara Deraya, Reanita Anggis; Retnaningsih, Dwi
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5371

Abstract

Kelelahan akibat kemoterapi secara signifikan memengaruhi aktivitas harian dan kualitas hidup pasien. Gejala yang sering dilaporkan meliputi kelelahan fisik, hilangnya minat, perasaan bersalah, gangguan tidur dan nafsu makan, serta penurunan konsentrasi. Objective: Penelitian ini meneliti korelasi antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Method: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen HADS untuk mengukur depresi dan FAS untuk mengukur tingkat kelelahan. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 55 responden yang memenuhi kriteria sebagai pasien kanker dengan kemoterapi. Seluruh responden memberikan persetujuan yang telah diinformasikan sebelumnya, dengan peneliti menjamin kerahasiaan dan anonimitas mereka. Results: Uji Rank Spearman menunjukkan korelasi kuat antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p=0,000, rho=0,744) yang berarti ada hubungan antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Analisa Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Nyeri Otot pada Pasien dengan Dengue Hemoragic Fever: Studi Kasus R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Nurmaini, Nurmaini; Anwar, Irawati; Suardi, Asrifah; Muhammadong, Muhammadong; Lukman, Sartika
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5408

Abstract

Nyeri akut menjadi salah satu gejala klinis yang ditemukan pada penyakit DHF dan berpengaruh terhadap derajat keparahan DHF. Terapi non farmakalogis yang dapat mengurangi nyeri salah satunya adalah relaksasi nafas dalam. Relaksasi otot progresif dapat menurunkan nyeri dengan merelaksasikan ketegangan otot yang dapat menunjang nyeri. Tujuan: Penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk mengetahui penerapan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien dengan Dengue Haemoragic Fever di RS X Kota Bekasi. Metode: penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan rancangan studi kasus yaitu mendeskripsikan gambaran penerapan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien DHF di Rumah Sakit X. Pengumpulan data menggunakan hasil wawancara dan rekam medis pasien. Analisa data menggunakan tehnik deskriptif dan naratif. Hasil: hasil ini menunjukkan masalah keperawatan utama adalah nyeri akut dan penerapan inervensi inovasi adalah tekhnik relaksasi nafas dalam. Semua pasien mengalamai penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi Kesimpulan: tekhnik relaksasi nafas dalam terbuki efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien.
Analisis Penerapan Tehnik Relaksasi Genggam Jari dan Nafas dalam untuk Menurunkan Nyeri Akut pada Pasien Hipertensi: Studi Kasus R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Suryani, Yeni; Yuniyanti, Tri Ayu; Yunus, Suwardha; Anwar, Irawati; Iwan, Iwan
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5411

Abstract

Pada umumnya ketika seseorang yang mengalami hipertensi dan memiliki salah satu tanda akan muncul seperti sakit kepala dan tengkuk terasa nyeri. Salah satu tindakan yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu teknik relaksasi genggam jari. Tehnik ini memberikan stimulus atau rangsangan pada titik-titik meridian tubuh dengan menggunakan jari-jari tangan yang bertujuan untuk mempengaruhi organ tubuh tertentu dengan mengaktifkan aliran energi tubuh dan sirkulasi darah menjadi lancar. Tujuan: penelitian ini untuk melakukan analisa terhadap kasus pasien hipertensi dengan intervensi tehnik relaksasi genggam jari dan nafas dalam di Rumah Sakit X di Jakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi kasus(case study). Subyek yang di gunakan yaitu 3 responden yang menderita hipertensi. Pengumpulan data menggunakan hasil wawancara dan rekam medis pasien. Analisa data menggunakan tehnik deskriptif dan naratif. Hasil: Dalam studi kasus ini karakteristik responden satu berjenis kelamin perempuan dan 2 responden berjenis kelamin laki-laki.denagn rentang usia 41-50 tahun,dan didapatkan hasil penerapan menunjukan bahwa setelah di lakukan penerapan relaksasi nafas dalam selama 3 hari, terjadi penurunan tingkat nyeri pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan: Tindakan relaksasi genggam jari dan nafas dalam efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Pada penderita hipertensi hendaknya dapat melakukan relaksasi ini secara mandiri untuk mengontrol rasa nyeri.
Peran Telemedicine dalam Peningkatan Kepuasan Pasien: Tinjauan Literatur Anasulfalah, Hakim; Wibowo, Joko Tri; Wardani, Ratna; Widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Hasibuan, Ustifina Hasanah
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5441

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang menganalisis efektivitas telemedicine dalam meningkatkan kepuasan pasien. Telemedicine, yang memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh untuk layanan kesehatan, telah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan dalam akses layanan medis, terutama selama pandemi COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang menggunakan sumber dari berbagai basis data elektronik, termasuk Clinical Key, Google Scholar, MEDLINE/PubMed, ProQuest, Science Direct, Scopus, dan Springer Link. Kata kunci yang digunakan mencakup "telemedicine" dan "kepuasan pasien". Penelitian ini menganalisis lima artikel yang relevan untuk mengevaluasi efektivitas telemedicine dalam meningkatkan kepuasan pasien. Tahun artikel yang digunakan dengan rentang 2019 – 2022. Hasil: Berdasarkan lima artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa telemedicine memberikan manfaat signifikan dalam menurunkan biaya perjalanan dan waktu tunggu, serta meningkatkan fleksibilitas dan kenyamanan bagi pasien, terutama di wilayah terpencil atau dengan mobilitas terbatas.Pembahasan: penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan layanan telemedicine umumnya merasa lebih puas dibandingkan dengan konsultasi tatap muka, yang diukur melalui pengurangan biaya dan waktu serta kemudahan akses. Namun, keberhasilan telemedicine sangat bergantung pada dukungan teknologi yang handal dan keterampilan komunikasi tenaga medis untuk memastikan interaksi yang efektif. Kendala seperti keterbatasan akses internet dan kompetensi teknologi masih menjadi tantangan dalam implementasi telemedicine di berbagai negara.Kesimpulan: telemedicine memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam sistem kesehatan secara berkelanjutan, sehingga dapat mendukung perawatan konvensional dan memperluas jangkauan layanan kesehatan
Efektivitas Minyak Zaitun untuk Ruam Popok Bayi dalam Konteks Primary Health Care: Tinjauan Literatur Mubarok, Ahmad Syauqi; Noerlitaningrum, Andriani; Widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Anasulfalah, Hakim; Handayani, Rina Tri
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5443

Abstract

Ruam popok adalah salah satu kondisi dermatologis yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Pendekatan konvensional untuk pengelolaan ruam popok biasanya melibatkan penggunaan krim berbasis zinc oxide atau petroleum jelly. Minyak zaitun juga menawarkan keunggulan dalam konteks Primary Health Care (PHC) karena sifatnya yang alami, mudah diakses, dan terjangkau. Integrasi minyak zaitun dalam perawatan kulit bayi di layanan kesehatan primer dapat mendukung pendekatan holistik dalam manajemen ruam popok.Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengevaluasi efektivitas minyak zaitun sebagai perawatan ruam popok. Sumber dari database Google Scholar (2019-2024) dianalisis dengan kata kunci “Minyak Zaitun,” “Ruam Popok,” dan “Anak.” Didapatkan 5 artikel dalam penelitian ini.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa minyak zaitun mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang efektif mengurangi keparahan ruam popok pada bayi, terutama pada kasus ringan hingga sedang. Studi eksperimental menemukan bahwa aplikasi rutin minyak zaitun dapat menurunkan keparahan ruam popok secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan popok kain atau produk lainnya. Pembahasan: Pembahasan mencakup keuntungan utama minyak zaitun dalam meningkatkan kelembapan, melindungi kulit bayi, dan menurunkan risiko iritasi.Kesimpulan: Kesimpulannya, minyak zaitun adalah pilihan perawatan non-farmakologis yang efektif dan aman untuk ruam popok bayi, meskipun perlu perhatian khusus pada bayi dengan kondisi kulit sangat sensitif.