cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 215 Documents
Pembelajaran interaktif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar Baharuddin; Putri, Lailatul Fitriah Eka; Rosulinawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16811

Abstract

The aim of this research is to analyze increasing elementary school students' learning motivation through interactive learning. The research method used is descriptive qualitative. Research data collection techniques use interview instruments, observation and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The triangulation method is used to check the validity of the data. The research results show that interactive learning can increase elementary school students' learning motivation. The interactive learning strategy is applied to three components, namely the presentation of learning materials that are able to build interaction patterns between teachers, students and learning materials, the selection of learning methods that stimulate student activity and creativity, and learning media and resources that are able to attract students' attention to participate in learning. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data, meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Triangulasi metode digunakan untuk memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar Siswa Sekolah Dasar. Strategi pembelajaran interaktif diterapkan pada tiga komponen, yaitu penyajian materi pembelajaran yang mampu membangun pola interaksi antara guru, siswa, dan bahan pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran yang menstimulasi aktivitas dan kreativitas siswa, serta media dan sumber belajar yang mampu menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran.
PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KETAATAN BERAGAMA LANJUT USIA (LANSIA) Affandi, Erna Rooslyna; Wahidin, Unang; Sarifudin, Agus
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16816

Abstract

This study aims to analyze the suitability of the Islamic religious education learning system with the conditions of the elderly, analyze the suitability of Islamic religious education learning materials with the needs of the elderly, analyze the daily social relationships of the elderly, and analyze the guidance of the procedures for worshiping Allah Swt. in the elderly. This research is a field research, which is an in-depth research that covers the whole that happens in the field. The research method used is qualitative with descriptive study research type. Data collection techniques through complete observation, documentation, and structured interviews. The results showed that (1) The Islamic religious education learning system carried out in accordance with the conditions of the elderly, this is supported by the competence of educators, the atmosphere of a comfortable learning environment, adequate learning facilities, the way the material is delivered is easy to understand and fun, (2) Islamic religious education learning materials have been in accordance with the needs of the elderly and have had an impact on the habit of establishing prayer and reading the Qur'an in the available places of worship, (3) In regulating daily social relations, praiseworthy morals are instilled, so that the elderly apply honest behavior, courtesy, and affection both to the mentor and to fellow elderly, and (4) The elderly get guidance related to the procedures for worshiping Allah Swt. The implication of this research is the institution that takes care of the elderly to carry out Islamic religious education guidance to improve the religious observance of elderly Muslims. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem pembelajaran pendidikan agama Islam dengan kondisi lanjut usia, menganalisis kesesuaian materi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan kebutuhan lanjut usia, menganalisis hubungan sosial sehari-hari lanjut usia, dan menganalisis bimbingan tata cara beribadah kepada Allah Swt. pada lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang mendalam mencakup keseluruhan yang terjadi di lapangan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi lengkap, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi lanjut usia, hal ini didukung oleh kompetensi tenaga pendidik, suasana lingkungan belajar yang nyaman, sarana belajar yang memadai, cara penyampaian materi mudah dipahami dan menyenangkan, (2) Materi pembelajaran pendidikan agama Islam telah sesuai dengan kebutuhan lanjut usia dan telah memberikan dampak terhadap kebiasaan mendirikan ibadah salat dan membaca Al-Qur’an di tempat ibadah yang tersedia, (3) Dalam mengatur hubungan sosial sehari-hari ditanamkan akhlak terpuji, sehingga lanjut usia menerapkan perilaku jujur, sopan santun, dan kasih sayang baik kepada pembimbing maupun kepada sesama lanjut usia, dan (4) Lanjut usia mendapatkan bimbingan berkaitan dengan tata cara beribadah kepada Allah Swt. Implikasi dari penelitian ini adalah lembaga yang mengurus lanjut usia untuk melaksanakan pembinaan pendidikan agama Islam untuk meningkatkan ketaatan beragama lanjut usia yang beragama Islam.
Peran pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi terhadap mutu pendidikan di SDIT Almanar Kota Bekasi Wahyuni, Sri; Rafa, Juana; Aprilliantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16840

Abstract

The use of information technology in education has become a crucial issue in the development of education in the digital era. This research aims to understand how the use and development of information technology affect the quality of learning in elementary schools. The focus is on analyzing the level of information technology usage at SDIT Almanar in Bekasi City, to understand its role in improving the quality of learning, and to evaluate the attitudes of teachers and students towards the use of information technology in education. This study employs a descriptive-relational learning approach to examine the relationship between the utilization and development of information technology and the quality of learning. The research population and sample consist of teachers and students at SDIT Almanar in Bekasi City. The sample includes 300 students and 30 randomly selected teachers from SDIT Almanar Bekasi City. The research instrument is a set of questions. Data collection methods include surveys distributed to selected students and teachers. Data collection will be conducted over two weeks. The data will be analyzed using descriptive statistics and correlation analysis.The research findings indicate that the utilization and development of information technology have a significant impact on the quality of education at SDIT Almanar, Bekasi City, positively influencing the quality of education and enhancing student learning by creating a better learning environment. Based on the research results, it is concluded that the utilization and development of information technology are important factors that can affect the quality of education at SDIT Almanar, Bekasi City. Therefore, research is needed to improve the quality of information technology use and development in schools.We believe this study can provide detailed information on the impact of information technology utilization and development in the field of education and offer recommendations for improving learning at SDIT Almanar, Bekasi City. Abstrak Pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan telah menjadi isu penting dalam perkembangan pendidikan di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan dan perkembangan teknologi informasi mempengaruhi mutu pembelajaran di sekolah dasar. Analisis Tingkat Penggunaan Teknologi Informasi di SDIT Almanar Kota Bekasi, Untuk mengetahui peran penggunaan teknologi informasi terhadap kualitas pembelajaran, untuk mengevaluasi sikap guru dan siswa terhadap penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran deskriptif-relasional untuk mengetahui hubungan pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi dengan kualitas pembelajaran. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari guru dan siswa SDIT Almanar di kota Bekasi. Sampel: 300 siswa dan 30 guru acak dari SDIT Almanar kota Bekasi. Alat penelitiannya adalah pertanyaan. Metode Pengumpulan Data: survei didistribusikan kepada siswa dan guru terpilih. Pengumpulan data akan dilakukan dalam waktu dua minggu. Data akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mutu pendidikan di SDIT Almanar Kota Bekasi, sehingga berdampak positif pada kualitas pendidikan dan meningkatkan pembelajaran siswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan di SDIT Almanar Kota Bekasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk meningkatkan kualitas penggunaan dan pengembangan teknologi informasi di sekolah. Kami yakin penelitian ini dapat memberikan informasi secara detail mengenai dampak pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi di bidang pendidikan serta memberikan rekomendasi perbaikan pembelajaran di SDIT Almanar kota Bekasi.
Evaluasi dampak kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia Khumaidi, Ahmad; Hamdani, Umat Lili; Baharuddin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16859

Abstract

This research aims to analyze education decentralization policies in Indonesia. After the implementation of Law No. 32 of 2006 concerning regional autonomy, education policy was no longer the responsibility of the central government, but moved to become the responsibility of regional governments. The progress of education in the regions after the decentralization of education apparently cannot be better and develop without political and budgetary support from regional heads. There are many challenges that must be resolved by local governments in advancing education, such as equal distribution of teachers, improving the quality of school infrastructure. These aspects need to be considered and given full budget support if education in the region is to develop even better. In this research the author used a library research approach. This research shows that education decentralization policies can run optimally if they get political support from regional leaders. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan desentralisasi pendidikan di Indonesia. Setelah diterapkannya UU No. 32 Tahun 2006 tentang otonomi daerah, kebijakan pendidikan bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan berpindah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kondisi pendidikan di daerah setelah adanya desentralisasi pendidikan ternyata tidak serta merta bisa lebih baik dan berkembang tanpa dukungan politik dan anggaran dari kepala daerah. Banyak tantangan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, seperti pemerataan guru, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah. Aspek-aspek ini perlu diperhatikan dan diberikan dukungan anggaran penuh jika pendidikan di daerahnya ingin berkembang lebih baik lagi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kajian pustaka (library research). Dalam penelitian ini menunjukkan kebijakan desentralisasi pendidikan bisa berjalan maksimal jika mendapatkan dukungan politik dari pimpinan daerah.
Sistem pendidikan di pondok pesantren RU Sakatiga dalam perspektif nilai-nilai pendidikan multikultural Mulyani, Sri; Afriantoni; Afgani, Muhammad Win
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16947

Abstract

Indonesian society is a society with a very complex level of diversity, a society with this diversity is known as a multicultural society. In the diversity of Indonesian society, education regarding multicultural education is very necessary. The content of multicultural educational values at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School includes the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School having the principle of "Standing above for all groups and not taking sides with certain groups". This principle is intended not to discriminate against the background of students who wish to study at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School. The research objective in this study is to analyze the description of the vision, mission and educational goals as well as the curriculum and learning methods at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School from the perspective of multicultural educational values. The research results show that the multicultural education values contained in the vision, mission and objectives of the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School are human values, equality values, justice values, the value of recognizing, accepting and appreciating diversity and the value of peace. The values of multicultural education contained in the curriculum and learning methods within the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School are the value of democracy, the value of equality, the value of justice, the value of recognizing, accepting and appreciating diversity and the value of peace. Abstrak Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks, masyarakat dengan keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah masyarakat multikultural. Dalam keberagaman masyarakat Indonesia ini, maka sangatlah diperlukannya pendidikan mengenai pendidikan multikultural. Adapun muatan nilai-nilai pendidikan multikultural pada Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di antaranya yaitu Pondok Pesantren Raudhatul Ulum ini memiliki prinsip “Berdiri di atas untuk semua golongan dan tidak memihak kepada golongan tertentu”. Prinsip ini dimaksudkan untuk tidak membeda-bedakan terhadap latar belakang santri yang ingin menimba ilmu di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum tersebut. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis deskripsi visi, misi dan tujuan pendidikan serta kurikulum dan metode pembelajaran di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dalam perspektif nilai-nilai pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung di dalam visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum adalah nilai kemanusiaan, nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai mengakui, menerima dan menghargai keragaman serta nilai kedamaian. Nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung di dalam kurikulum dan metode pembelajaran di dalam lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum adalah nilai demokrasi, nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai mengakui, menerima dan menghargai keragaman serta nilai kedamaian.
Media sosial sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik Novriyansah, M. Anasrul Dwi; Afgani, Muhammad Win; Afriantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16950

Abstract

In the development of information and communication technology, various visual media have been used as educational media, including social media. The point of using social media networks for teaching and learning purposes is that not many people practice it. Social media has now become a lifestyle, especially for the millennial generation, who use social media not only to build friendships between people, but also in the field of marketing and institutional or corporate organizations. Everyone now uses social media to convey information to the public. Even in a business, social media is a product promotion tool, but now it is not only business institutions but also educational institutions or schools. Therefore, this research discusses the influence of social media as a promotional tool on student interest. Keywords: Learner Interest; Promotion Tools; Social Media Abstrak Dalam perkembangan teknologi Informatika dan komunikasi berbagai media visual dijadikan sebagai media pendidikan termasuk media sosial titik pemanfaatan jejaring media sosial untuk kepentingan belajar mengajar memang belum banyak yang mempraktikkannya. Media sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup khususnya para generasi milenial penggunaan media sosial tidak hanya untuk menjalin pertemanan antar manusia, tapi juga dalam bidang marketing dan organisasi lembaga atau perusahaan. Semuanya kini menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahkan dalam sebuah bisnis media sosial menjadi alat promosi produk namun sekarang tidak hanya lembaga bisnis saja tetapi juga lembaga pendidikan atau sekolah. Oleh karena itu penelitian ini membahas pengaruh media sosial sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik.
Peran kepala madrasah dalam membangun budaya religius di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Musi Banyuasin Adhelmi; Destriyati; Jumiati; Mulyani, Sri; Harto, Kasinyo; Handayani, Tutut
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16977

Abstract

This research aims to describe the role of the school principal in building religious culture at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Musi Banyuasin. This research uses descriptive qualitative research, the data collection techniques used by researchers are observation, interviews and documentation. The subjects used in the research were school principal, teachers and students. Based on the research results, it can be concluded that the role of the madrasa head used in building religious culture at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Musi Banyuasin is implementing the 5S culture (smile, greeting, greeting, politeness), holding morning assembly by reading and memorizing Tahfidz Al-Quran, before starting learning to get used to reading prayers before studying, carrying out Dhuha and noon prayers together, reading and memorizing Yasin and infaq every Friday with the aim of instilling the values contained in the Koran in students in implementing religious culture. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala madrasah dalam membangun budaya religius di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Musi Banyuasin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian kepala madrasah, guru dan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran kepala madrasah yang digunakan dalam membangun budaya religius di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Musi Banyuasin yaitu menerapkan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), Melakukan apel pagi dengan membaca dan menghafal Tahfidz Alquran, Sebelum memulai pembelajaran membiasakan membaca doa sebelum belajar, melaksanakan salat Dhuha dan zuhur bersama, membaca dan menghafal Yasin dan infak setiap hari Jumat dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran kepada peserta didik dalam melaksanakan budaya religius.
Penerapan model ADDIE dalam manajemen dakwah untuk peningkatan kompetensi dan karakter da'i: Studi longitudinal pada pesantren modern di Indonesia Rivani, Falizar
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i3.17745

Abstract

This research examines the application of the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model in da'wah management to enhance the competence and character of Islamic preachers (da'i) in modern Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia. Through a five-year longitudinal study in three modern pesantren, this research analyzes the implementation of the ADDIE model, its contribution to da'i development, and its long-term implications. A qualitative methodology was employed, involving participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The results show significant improvements in da'i competencies, particularly in digital literacy (57.7%) and understanding of global issues (37.9%). The application of the ADDIE model also contributed to the formation of more adaptive and innovative da'i characters, with the highest increases in openness (33.8%) and creativity (29.4%). Factors influencing implementation effectiveness include leadership commitment, teacher quality, and technological infrastructure. Long-term implications include increased da'wah relevance, expanded reach through digital media, and contributions to religious moderation. This research concludes that the ADDIE model is effective in producing competent, strong-charactered da'i capable of addressing contemporary da'wah challenges. Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dalam manajemen dakwah untuk peningkatan kompetensi dan karakter da'i di pesantren modern Indonesia. Melalui studi longitudinal selama lima tahun di tiga pesantren modern, penelitian ini menganalisis implementasi model ADDIE, kontribusinya terhadap pengembangan da'i, serta implikasi jangka panjangnya. Metodologi kualitatif digunakan, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi da'i, terutama dalam aspek literasi digital (57.7%) dan pemahaman isu global (37.9%). Penerapan model ADDIE juga berkontribusi pada pembentukan karakter da'i yang lebih adaptif dan inovatif, dengan peningkatan tertinggi pada aspek keterbukaan (33.8%) dan kreativitas (29.4%). Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi meliputi komitmen pimpinan, kualitas pengajar, dan infrastruktur teknologi. Implikasi jangka panjang mencakup peningkatan relevansi dakwah, ekspansi jangkauan melalui media digital, dan kontribusi terhadap moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model ADDIE efektif dalam menghasilkan da'i yang kompeten, berkarakter kuat, dan mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer.
Peran Guru dalam Memberikan Motivasi Belajar Siswa MIN 1 Pali Asmuni; Afgani, Win; Afriantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the role of teachers in providing student learning motivation at MIN 1 Pali. Strengthening and instilling motivation to learn is in the hands of the teachers. Because apart from students, the most important element in learning activities is the teacher. Teachers are educators who play a role in pedagogical engineering. Who prepares learning designs and implements them in the teaching and learning proccess. Teachers are the core key in the learning process, both in improving the quality of education and in providing learning motivation to students. There are many factors why students are less motivated to learn, both external factors and factors within the students themselves. The type of research used is a qualitative descriptive method. This research was carried out in class 4 MIN 1 Pali, taking teachers and students as subjects. Data was obtained through observation, interviews, documentation and recording. The research results show that the teacher's role in providing learning motivation to students has been carried out optimally. The role of the teacher includes as a learning manager, the teacher is able to adjust to student conditions, the teacher as a guide, as a facilitator, as a mediator, as a motivator and as an evaluator. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam memberikan motivasi belajar siswa di MIN 1 Pali. Penguatan dan penanaman motivasi belajar berada di tangan para guru. Karena selain siswa, unsur terpenting yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru adalah pendidik yang berperan dalam rekayasa pedagogik. Yang menyusun desain pembelajaran dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Guru merupakan kunci inti dalam proses pembelajaran, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa. Banyak sekali faktor siswa kurang termotivasi untuk belajar, baik faktor dari luar maupun faktor dari dalam diri siswa itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 MIN 1 Pali dengan mengambil subjek guru dan siswa. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa sudah dilakukan secara maksimal. Peran guru meliputi sebagai pengelola pembelajaran, guru mampu menyesuaikan kondisi siswa, guru sebagai pembimbing, sebagai fasilitator, sebagai mediator, sebagai motivator dan sebagai evaluator.
Kompetensi tenaga pendidik: Analisis dampak rendahnya kualitas SDM Guru dan perbaikannya Saputra, Darwin Eka; Afriantoni; Afgani, Muhammad Win
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i5.16979

Abstract

Education is something that is very important for every individual and country, therefore it is very important for the country to pay attention to the quality of education provided to the community. In the education process, a teacher must have several competencies within himself as stated in Law No. 14 of 2005 concerning teachers and dosage. It is explained that competency is a set of knowledge, skills and behavior that must be possessed, internalized and mastered by teachers or lecturers in carry out their professional duties. The competencies that a teacher must have include pedagogical, personality, professional and social competencies. The facts on the ground are that currently in Indonesia there are a lot of educators or teachers who teach not in accordance with their academic qualifications, and currently the morals and behavior of the younger generation have become one of the government's focuses, through character education programs in schools, the government hopes that the nation's young generation Indonesia is becoming a young generation that has morals and character, according to the behavior of the Indonesian people who uphold politeness and politeness. This type of research is descriptive qualitative research, namely the data collected is in the form of words, images, not numbers. This research uses a case study approach where research is carried out by examining a case intensively, in depth, in detail and comprehensively. Teachers are a very important component in the learning process, teachers with high competence will certainly improve the quality of learning and ultimately will improve the quality of human resources produced by the learning process. The main problem that is developing is the low level of learning design competence and research competence as well as learning mastery. These problems can be overcome by taking steps to improve the learning system and implementing education and training for teachers. Abstrak Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap individu dan negara, oleh karena itu sangat penting bagi negara untuk memperhatikan kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam proses pendidikan seorang guru harus memiliki beberapa kompetensi dalam dirinya seperti yang tertuang dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Fakta di lapangan saat ini di Indonesia banyak sekali tenaga pendidik atau guru yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi akademik yang dimilikinya, dan dewasa ini akhlak dan tingkah laku generasi muda menjadi salah satu fokus pemerintah, melalui program pendidikan karakter di sekolah, pemerintah berharap generasi muda bangsa Indonesia menjadi generasi muda yang berakhlak dan berkarakter selayaknya tutur perilaku bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sopan dan santun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus di mana penelitian dilakukan dengan menelaah suatu kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif. Guru merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, guru dengan kompetensi tinggi tentunya akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan akhirnya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang dihasilkan oleh proses pembelajarannya. Masalah utama yang berkembang adalah rendahnya kompetensi desain pembelajaran dan kompetensi penelitian serta penguasaan pembelajaran. Masalah-masalah ini dapat diatasi dengan langkah-langkah perbaikan sistem pembelajaran dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan untuk para guru.

Page 10 of 22 | Total Record : 215