cover
Contact Name
Nurain Suryadinata
Contact Email
nurain.suryadinata@fkip.unila.ac.id
Phone
+6285269017688
Journal Mail Official
jurnal.ruangpengabdian@gmail.com
Editorial Address
Gedung G. Lantai 2 FKIP, Jl. Sumantri Brojonegoro No.1, Kecamatan Gedung Meneng , Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28072251     EISSN : 27989453     DOI : https://doi.org/10.23960/rp
Core Subject : Education,
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (RP) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matemarika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni, dan Desember. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Ruang Pengabdian meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang original. Jurnal Ruang Pengabdian menerima manuskrip atau naskah artikel hasil pengabdian kepada masyarakat pada bidang keilmuan yang Relevan dengan keilmuan matematika, Biologi, Fisika, Kimia dan Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Pendampingan Pengembangan STEM for Mathematics Learning bagi Guru Matematika Provinsi Lampung Noer, Sri Hatuti; Gunowibowo, Pentatito; Triana, Mella; Suryadinata, Nurain
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru matematika se-Provinsi Lampung dalam mengembangkan STEM for mathematics learning. Rangkaian kegiatan yang direncanakan adalah: (1) pretest untuk mengetahui pengetahuan guru tentang pendekatan STEM, cara membuat desain pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM, dan cara penerapan STEM dalam pembelajaran matematika; (2) pelatihan dan workshop pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM; (3) pendampingan guru membuat desain pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM; (4) pendampingan penerapan desain pembelajaran yang telah dirancang oleh beberapa guru model; dan (5) posttest untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan keterampilan guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman guru tentang STEM for mathematics learning sudah sangat baik, dengan rata-rata sebesar 89,15 dari skor ideal 100 dan skor minimum mengalami perubahan dari sebelumnya 17 menjadi 67. Selain itu peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang STEM for mathematics learning juga ditunjukkan dengan rata-rata skor N-Gain yaitu 0,71 atau 71% dan masuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: guru matematika; mathematics learning; pendampingan; STEM AbstractThis community service aims to provide knowledge and skills for mathematics teachers throughout Lampung Province in developing STEM for mathematics learning. The planned series of activities are: Pretest to determine teachers' knowledge about the STEM approach, how to create mathematics learning designs using a STEM approach, and how to apply STEM in mathematics learning. Mathematics learning training and workshops with a STEM approach. Teacher assistance in creating mathematics learning designs with a STEM approach. Assistance in implementing learning designs that several model teachers have designed. Posttest to determine the development of teacher knowledge and skills. The results of this activity show that teachers' knowledge and understanding of STEM for mathematics learning is excellent, with an average of 89.15 from the ideal score of 100, and the minimum score has changed from the previous 17 to 67. In addition, teachers' knowledge and understanding of STEM for mathematics learning is also shown by an average N-Gain score of 0.71 or 71% and is in the high category.  Keywords: accompaniment; mathematics learning; mathematics teacher; STEMDOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.76-82
Bimbingan Teknis Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah se-Provinsi Lampung Rosidin, Undang; Hasnunidah, Neni; Suyanto, Eko; Setiawati, Santy
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil analisis kebutuhan bahwa hanya 13,33% guru yang menunjukkan motivasi tinggi dalam menulis terutama artikel ilmiah. Namun demikian, 88,89% guru menyatakan membutuhkan kegiatan dalam meningkatkan keterampilannya dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perlu diselenggarakan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan bimbingan teknis yang bertujuan untuk memberikan kemampuan dan keterampilan bagi guru pendidikan dasar dan pendidikan menengah se-Provinsi Lampung dalam penulisan karya tulis ilmiah beserta publikaisnya. Rangkaian kegiatan pengabdian adalah: (1) pretest untuk mengetahui pengetahuan guru tentang karya tulis ilmiah, penelitian Tindakan kelas, artikel ilmiah, dan publikasi karya tulis ilmiah; (2) pelatihan dan workshop tentang karya tulis ilmiah; (3) bimbingan teknis penulisan artikel ilmiah dari karya tulis ilmiah; (4) bimbingan teknis publikasi artikel ilmiah; dan (5) posttest untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan keterampilan guru. Kegiatan telah dilaksanakan dengan pelatihan, workshop dan bimbingan teknis oleh ahli. Luaran yang ditargetkan berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penulisan karya tulis ilmiah, draf artikel ilmiah yang dibuat oleh guru/peserta, serta publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Hasil bimtek menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru sekolah dasar dan menengah tentang karya tulis ilmiah. Hal ini didasarkan terjadinya peningkatan pemahaman tentang karya tulis ilmiah pada setiap komponen pertanyaan. Kata Kunci: bimbingan teknis; guru; karya tulis ilmiah; publikasi AbstractThe results of the needs analysis show that only 13.33% of teachers show high motivation in writing, especially scientific articles. However, 88.89% of teachers stated that they needed activities to improve their skills in producing scientific papers. To answer this need, it is necessary to provide community service in the form of technical guidance activities which aim to provide abilities and skills for primary education and secondary education teachers throughout Lampung Province in writing scientific papers and their publications. The series of activities are: (1) pretest to determine the teacher's knowledge about scientific writing, classroom action research, scientific articles, and publication of scientific papers; (2) presentation of material regarding scientific papers; (3) technical guidance on writing scientific articles from scientific papers; (4) technical guidance for the publication of scientific articles; and (5) posttest to determine the development of teacher knowledge and skills. Activities have been carried out with training, workshops and technical guidance by experts. The targeted output is increasing teachers' knowledge and skills in writing scientific papers, drafting scientific articles created by teachers/participants, as well as publication in community service journals. The results of the technical guidance show that this training activity is effective in improving the understanding and skills of primary and secondary school teachers regarding scientific writing. This is based on an increase in understanding of scientific writing in each question component. Keywords: publications; scientific papers; , teachers; technical guidance  DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.46-51
Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berdiferensiasi Bagi Guru IPA SMP Kabupaten Lampung Selatan Jalmo, Tri; Lengkana, Dewi; Diawati, Chansyanah; Fadiawati, Noor
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang kurikulum Merdeka dan keterampilan mengembangkan pembelajaran bediferensiasi, khususnya LKPD berbasis proyek. Pelatihan diikuti oleh 26 orang guru IPA SMP yang tergabung dalam MGMP IPA SMP Kabupaten Lampung Selatan. Pelatihan menggunakan strategi scaffolding. Langkah yang digunakan adalah the teacher does it dan the group does it.  Sebelum pelatihan, peserta diminta melakukan self assessment tentang pemahaman pada kurikulum Merdeka dan kterampilannya mengembangkan LKPD berdiferensiasi.  Selanjutnya peserta secara klasikal akan dibimbing pelatih (the teacher does it) dan berinteraksi dengan teman-teman dalam satu kelompok (the group does it). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang kurikulum Merdeka mengalami peningkatan.  Setelah pelatihan jumlah  peserta   yang pemahamannya “sangat baik” meningkat 11,54 %, “baik” meningkat 19.23%.  LKPD yang dihasilkanpun telah memenuhi kriteria “baik”, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini mampu   meningkatkan   pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengem-bangkan keterampilan LKPD berdifrernsiasi. Kata Kunci: LKPD; pembelajaran berdiferensiasi; strategi scaffolding AbstractThis training aims to increase participants' understanding of the Merdeka curriculum and skills in developing differentiated learning, especially project-based LKPD. The training was attended by 26 middle school science teachers who are members of the South Lampung Regency Middle School Science MGMP. Training uses scaffolding strategies. The steps used are the teacher who does it and the group who does it. Before the training, participants were asked to carry out a self-assessment regarding their understanding of the Merdeka curriculum and their skills in developing differentiated LKPD. Next, participants will classically be guided by a trainer (the teacher Does it) and interact with friends in one group (the group Does it). The results of the training showed that participants' understanding of the Merdeka curriculum had increased. After the training the number of participants whose understanding was "very good" increased by 11.54%, "good" increased by 19.23%. The resulting LKPD has met the "good" criteria, so it can be concluded that this training is able to increase participants' understanding and skills in developing differentiated LKPD skills. Keywords: differentiated learning; LKPD; scaffolding strategy  DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.83-91
Bimtek Praktikum Fisika Berbantuan Sensor pada HP Android Bagi Guru-Guru Fisika SMA Di Lampung Suana, Wayan; Suyatna, Agus; Distrik, I Wayan; Nurulsari, Novinta
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLaboratorium dan peralatan praktikum adalah unsur penting dalam pendidikan, mendukung proses pembelajaran di sekolah. Guru, sebagai fasilitator, perlu mencari solusi agar pembelajaran tetap optimal, salah satunya dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sebagai langkah awal, pada 21 Agustus 2023, dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa bimbingan teknis melibatkan 21 guru fisika SMA di Lampung. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan praktikum fisika menggunakan HP Android. Metode ini menuntut guru untuk memiliki wawasan teoritis dan praktis tentang praktikum fisika SMA berbasis HP Android. Evaluasi pemahaman dan pengetahuan guru dilakukan dengan menggunakan instrumen tes yang dikembangkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru fisika SMA terkait aplikasi berbasis Android untuk praktikum. Sebagian besar guru (99%) berencana untuk terus mengintegrasikan elemen praktikum fisika berbasis Android dalam pembelajaran, menandakan bahwa aplikasi ini dianggap sangat membantu dan memiliki potensi untuk memotivasi siswa. Kata Kunci: android; bimbingan teknis; phypox; praktikum fisika sma AbstractLaboratories and practical equipment are essential facilities in education, supporting the learning process in schools. As facilitators, teachers need to find solutions to ensure optimal learning, one of which is by utilizing Information and Communication Technology (ICT). As a starting point, on August 21, 2023, a technical guidance activity was conducted involving 21 high school physics teachers in Lampung. The objective of this activity is to enhance teachers' abilities in designing, developing, and implementing physics experiments using Android smartphones. This method requires teachers to have both theoretical and practical insights into high school physics experiments based on Android. Evaluation of teachers' understanding and knowledge was carried out using a test instrument developed by the community service team, consisting of 19 multiple-choice questions. The results show an improvement in the understanding and knowledge of high school physics teachers regarding Android-based applications for experiments. Additionally, the majority of teachers (99%) plan to continue integrating Android-based physics experiments into their teaching, indicating that this application is considered highly beneficial and has the potential to motivate students. Keywords: android; high school physics practicum; phypox; technical guidanceDOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.52-61
Peningkatan Pemahaman Guru dalam Menyusun Asesmen Diagnostik Platform Merdeka Mengajar untuk Mengakomodasi Pembelajaran Berdiferensiasi Nurhanurawati, Nurhanurawati; Viyanti, Viyanti; Widyastuti, Widyastuti; Permadi, Dimas
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi proses pembelajaran mengungkap fakta bahwa: 52,35% pendefinisian tujuan pembelajaran matematika dan fisika berdasarkan kurikulum masih minim, 47,59% dokumen penilaian belum berkelanjutan, hanya 66,67% guru merespon kebutuhan ideal belajar siswa, serta 45,67% proses penilaian pembelajaran masih dilakukan secara terpisah-pisah. Terungkap juga adanya kebutuhan dalam peningkatan kompetensi guru terkait asesmen diagnostik untuk mengakomodasi pembelajaran berdiferensiasi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, diperlukan suatu kegiatan workshop yang bertujuan untuk melatih guru menyusun asesmen diagnostik kombinasi instrument platform merdeka mengajar bermutu. Target khusunya adalah memberikan pemahaman, pengalaman dan kesempatan melakukan desiminasi kepada guru tentang prinsip penyusunan, penggunaan, serta pengolahan hasil asesmen diagnostik kombinasi instrumen platform merdeka mengajar. Metode yang digunakan berbentuk workshop partisifatif dengan pemberian materi, pelatihan dan praktik menyusun butir soal. Pada hari kedua dan ketiga peserta melanjutkan menyusun butir soal diagnostik kombinasi instrumen platform merdeka mengajar. Workshop dilaksanakan di Gedung K FKIP Universitas Lampung dengan diikuti 33 peserta dari berbagai sekolah. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, diperoleh simpulan bahwa pengetahuan dan pemahaman guru SMP/MTs bidang matematika dan IPA mengalami peningkatan dan keterampilan guru SMP/MTs bidang matematika dan IPA meningkat terutama dalam penyusunan asesmen diagnostik. Sehingga dimungkinkan peserta dapat menyusun sendiri di sekolah masing-masing. Menindaklanjuti kegiatan ini, hendaknya perlu dilakukan kegiatan dengan jangkauan yang lebih luas dan adanya kesinambungan dan monitoring pasca kegiatan pengabdian ini. Sehingga guru-guru SMP/MTs dapat mempraktekan penggunaan asesmen diagnostik dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Kata Kunci: asesmen diagnostic; merdeka belajar; pembelajaran berdiferensiasi AbstractEvaluation of the learning process revealed the fact that: 52.35% of the definition of mathematics and physics learning objectives based on the curriculum is still minimal, 47.59% of assessment documents are not yet sustainable, only 66.67% of teachers respond to students' ideal learning needs, and 45.67% of the assessment process learning is still carried out separately. It was also revealed that there was a need to increase teacher competence regarding diagnostic assessments to accommodate differentiated learning. To answer this need, a workshop activity is needed which aims to train teachers to prepare diagnostic assessments using a combination of quality independent teaching platform instruments. The specific target is to provide understanding, experience and opportunities to disseminate to teachers about the principles of compiling, using and processing the results of diagnostic assessments using the independent teaching platform instrument combination. The method used is in the form of a participatory workshop with the provision of materials, training and practice in preparing question items. On the second and third days, participants continued to compose diagnostic questions on the combination of independent teaching platform instruments. The workshop was held in Building K, FKIP, University of Lampung, attended by 33 participants from various schools. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that the knowledge and understanding of SMP/MTs teachers in mathematics and science has increased and the skills of SMP/MTs teachers in mathematics and science have increased, especially in preparing diagnostic assessments. So it is possible for participants to arrange their own at their respective schools. Following up on this activity, it is necessary to carry out activities with a wider reach and provide continuity and monitoring after this service activity. So that SMP/MTs teachers can practice the use of diagnostic assessments in independent curriculum learning.Keywords: diagnostic assessment; freedom to learn; differentiated learningDOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.92-99
Pelatihan Penyusunan Instrumen Assesmen Diagnostik dalam Mengukur Dimensi Non Kognitif pada Kurikulum Merdeka bagi Guru-Guru MGMP IPA SMP di Kabupaten Lampung Selatan Priadi, Median Agus; Yolida, Berti; T. Marpaung, Rini Rita; Meriza, Nadiya
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada guru IPA SMP di Kabupaten Lampung Selatan untuk menyusun instrumen asessmen non kognitif siswa dalam pembelajaran IPA SMP di Kabupaten Lampung Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui ceramah, diskusi, dan proyek. Pada kegiatan ceramah pemateri meyampaikan materi tentang teknik penambangan instrumen asesmen sesuai dengan prosedur yang baku dilanjutkan dengan diskusi. Setelah diskusi, peserta pelatihan megerjakan tugas proyek berupa menyusun instrumen tes mata pelajaran, menganalisis secara kualitatif, mengujicobakannya. Berdasarkan hasil kegiatan, diperoleh simpulan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen asessmen diagnostik non-kognitif. Hal ini didasarkan pada peningkatan pemahaman guru-guru tentang perancangan pembuatan instrumen asessmen yang telah dilaksanakan oleh guru-guru IPA SMP di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan hasil evaluasi awal diketahui bahwa pemahaman awal guru-guru tergolong rendah. Pada akhir pelatihan, pemahaman dan kemampuan guru dalam memanfaatkan dan membuat instrumen aseessmen yang mengukur dimensi non kognitif siswa guru-guru lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan. Sebanyak 80% guru mampu membuat instrumen penilaian yang mengukur dimensi non kognitif siswa. Peningkatan pemahaman guru-guru perancangan pembuatan instrumen penilaian yang mengukur dimensi non kognitif siswa tergolong baik. Kata Kunci: asesmen diagnostik; dimensi non kognitif; kurikulum merdeka AbstractThe aim of this community service is to provide training to junior high school science teachers in South Lampung Regency to develop non-cognitive assessment instruments for students in junior high school science learning in South Lampung Regency. The method of implementing service activities is through lectures, discussions and projects. In the lecture activity the speaker delivered material about mining techniques for assessment instruments in accordance with standard procedures followed by discussion. After the discussion, the training participants carried out project assignments in the form of compiling subject test instruments, analyzing them qualitatively, testing them. Based on the results of the activity, it was concluded that this training activity was effective in improving teachers' abilities in creating Android application-based learning media. This is based on increasing teachers' understanding of the design of creating diagnostic assessment instrument for non-cognitive aspects  for junior high school science teachers in South Lampung Regency. Based on the results of the initial evaluation, it is known that the teachers' initial understanding was relatively low. At the end of the training, teachers' understanding and ability to utilize and create assessment instruments that measure the non-cognitive dimensions of student teachers is higher than before attending the training. As many as 80% of teachers were able to create assessment instruments that measured students' non-cognitive dimensions. Increasing teachers' understanding of the design of making assessment instruments that measure students' non-cognitive dimensions is considered good. Keywords: diagnostic assessment; curriculum of merdeka; non-cognitive dimensions DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v3i2.hal.70-75
Pembinaan Pranikah dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Rofiq, Muhammad Khoirur; Rohman, Muhammad Fathur; Asih, Agustin Fajariah; Fitri, Najma Kamila
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia ranks 8th in the world for the phenomenon of early marriage, based on UNICEF data until the end of 2022. In 2022, the Central Bureau of Statistics (BPS) reported that 33.76% of Indonesian youth married for the first time at the age of 19-21. This means that early marriage is still widely practised. Sidorejo Village is one of the villages with a high marriage rate in Warungasem Sub-district, Batang Regency, so early marriage is very possible. Based on the results of the pre-test, the participants' knowledge of early marriage was very low at 70%, so preventive action needs to be taken, namely through premarital coaching. The service aims to find out the participants' understanding of the definition of marriage, the limits of early marriage, the dangers of early marriage, and provide an understanding of marriage, such as marriage preparation, duties and responsibilities, and efforts to prevent early marriage. This service programme uses the Participatory Action Research (PAR) method, where participants are actively involved in every stage of the activity. The implementation is divided into several stages, namely: a) to Know, b) to Understand, c) to Plan, d) to Act, and e) to Change. The activity was attended by 20 participants, including 5 members of the NU Student Association, 5 members of the NU Student Association, and 10 members of the Youth Organisation. Data collection techniques in the form of questionnaires and data analysis techniques Miles and Huberman. The results of the service showed a significant increase in understanding as measured by the comparison of pre-test and post-test results, as well as an increase in participants' understanding of the dangers of early marriage and the steps taken to prevent it.Keywords: divorce; early marriage; marital bonding, marriage readiness; premarital coaching AbstrakIndonesia menempati posisi ke-8 di dunia atas fenomena pernikahan dini, berdasarkan data UNICEF hingga akhir tahun 2022. Pada tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sebanyak 33,76% pemuda Indonesia menikah untuk pertama kalinya pada usia 19-21 tahun. Artinya, pernikahan dini masih banyak dilakukan. Desa Sidorejo menjadi salah satu desa dengan tingkat pernikahan tinggi di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang sehingga sangat dimungkinkan terjadi pernikahan dini. Berdasarkan hasil pre test, pengetahuan peserta tentang pernikahan dini sangat rendah yakni sebesar 70% sehingga perlu dilakukan tindakan preventif, yakni melalui pembinaan pranikah. Pengabdian bertujuan, mengetahui pemahaman peserta mengenai pengertian pernikahan, batasan pernikahan usia dini, bahaya pernikahan usia dini, serta memberikan pemahaman tentang pernikahan, seperti persiapan pernikahan, tugas dan tanggung jawab, dan upaya mencegah pernikahan dini. Program pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), di mana peserta terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan. Pelaksanaan dibagi menjadi beberapa tahap, yakni: a) to Know, b) to Understand, c) to Planning, d) to Act, dan e) to Change. Kegiatan dihadiri 20 peserta mencakup 5 anggota Ikatan Pelajar NU, 5 anggota Ikatan Pelajar Putri NU, dan 10 angggota Karang Taruna. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan teknik analisis data Miles and Huberman. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan yang diukur melalui perbandingan hasil pre test dan post test, serta peningkatan pemahaman peserta terkait bahaya pernikahan dini dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegahnya.Kata Kunci: ikatan perkawinan; kesiapan pernikahan; pembinaan pranikah; perceraian; pernikahan dini
Program Kreativitas Anak Menggunakan Media Totebag Agustina, Rina; ES, Yeni Rahmawati; Suryadinata, Nurain
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children who study the Koran at the TPA often feel bored, especially when memorization activities are hampered by the lack of participants. To overcome boredom and increase their creativity, a tote bag making program was designed as an interesting and educational innovation. Tote bags, or handbags, were chosen as a simple medium to train children's art and craft skills. This Community Service Program (PkM) was implemented at the Nurul Amin Mosque TPA, Yosorejo District, with the main objective of increasing creativity, teaching the value of cooperation, and building a sense of ownership of their work. This activity involved a participatory method, with the main participants being the TPA children. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively to measure the results of the participants' skills and enthusiasm. The results of the program showed that the children succeeded in making tote bags with creative designs, reflecting their increased art skills. Participants also showed high enthusiasm, indicating reduced boredom and increased involvement. This program also encouraged good social interaction among children. The success of this activity is proof that the participatory method can be a model for other community empowerment programs.Keywords: creativity; media; totebag AbstrakAnak-anak yang mengaji di TPA sering merasa bosan, terutama saat kegiatan hafalan terkendala minimnya kehadiran peserta. Untuk mengatasi kejenuhan dan meningkatkan kreativitas mereka, program pembuatan tote bag dirancang sebagai inovasi yang menarik sekaligus mendidik. Tote bag, atau tas jinjing, dipilih sebagai media sederhana untuk melatih keterampilan seni dan kerajinan anak-anak. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di TPA Masjid Nurul Amin, Kecamatan Yosorejo, dengan tujuan utama meningkatkan kreativitas, mengajarkan nilai kerja sama, dan membangun rasa kepemilikan terhadap karya mereka. Kegiatan ini melibatkan metode partisipatif, dengan peserta utama adalah anak-anak TPA. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengukur hasil keterampilan dan antusiasme peserta. Hasil program menunjukkan anak-anak berhasil membuat tote bag dengan desain kreatif, mencerminkan peningkatan keterampilan seni mereka. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi, menandakan berkurangnya kejenuhan dan meningkatnya keterlibatan mereka. Program ini juga mendorong interaksi sosial yang baik di antara anak-anak. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa metode partisipatif dapat menjadi model untuk program pemberdayaan masyarakat lainnya.Kata Kunci: kreativitas; media; totebag DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v4i2.hal.56-65
Pelatihan Pembuatan Alat Praktikum pada Materi Pemisahan Campuran bagi Guru-Guru IPA di SMP Fadiawati, Noor; Diawati, Chansyanah; Herlina, Kartini; Priadi, Median Agus
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Practicums or experiments in laboratories are one of the main characteristics of Natural Sciences (IPA) learning in junior high schools, as a process of gaining knowledge and skills that students should experience. However, practical activities in schools often cannot be carried out, due to unavailability of equipment. One of the materials that basically requires students to do practical work is the material on separating mixtures. The aim of this activity is: to increase the knowledge and creativity of science teachers in creating/modifying practical tools. The methods used are lectures, discussions and practice testing tools. The target of this activity is 30 science teachers in junior high schools who are members of the Metro City Science Subject Teachers' Conference. The data collection technique in this activity uses a pretest and is then analyzed by calculating N-Gain. The results of the activities that have been carried out show an increase in teachers' understanding of mixture separation material, as indicated by the average n-gain between pretest and posttest of 0.73; increasing teacher insight regarding making practical tools, increasing teacher skills in designing practical tools. In addition, the average teacher satisfaction with the training activities carried out was 93% (very good category). Based on these results, it can be concluded that training activities are effective in increasing teachers' understanding and creativity in modifying practical tools.Keywords: practical tools; separation of mixtures; teacher training AbstrakPraktikum atau percobaan di laboratorium merupakan salah satu karakteristik utama pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP, sebagai suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan, dan keterampilan yang seyogyanya dialami oleh siswa. Akan tetapi, kegiatan praktikum di sekolah sering kali tidak dapat dilakukan, karena tidak tersedianya alat. Salah satu materi yang dasarnya mengharuskan siswa melakukan praktikum adalah materi pemisahan campuran. Tujuan dari kegiatan ini adalah: meningkatkan pengetahuan dan kreativitas guru IPA dalam membuat/memodifikasi alat praktikum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik uji coba alat. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru IPA yang berjumlah 30 orang di SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA Kota Metro. Teknik pengambilan data dalam kegiatan ini menggunakan pretest dan yang kemudian di analisis dengan menghitung N-Gain. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang materi pemisahan campuran, yang ditunjukkan dengan n-gain rata-rata antara pretest dan postest sebesar 0,73; meningkatnya wawasan guru terkait pembuatan alat praktikum, meningkatnya keterampilan guru dalam mendesain alat praktikum. Di samping itu, diperoleh rata-rata kepuasan guru terhadap kegiatan pelatihan yang dilaksanakan sebesar 93% (kategori sangat baik). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kreativitas guru dalam memodifikasi alat praktikum.Kata Kunci: alat praktikum; pelatihan guru; pemisahan campuran
Pelatihan Pengembangan LKPD Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Pendidik IPA SMP/MTs Se-Kabupaten Pringsewu Hasnunidah, Neni; Jalmo, Tri; Lengkana, Dewi; Herlina, Kartini
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP/MTs science educators in Pringsewu Regency face significant obstacles in implementing Independent Curriculum-based learning. One of the obstacles is related to educators' understanding and skills in developing differentiated LKPD that is in accordance with the basic competencies and learning objectives to be achieved. The aim of this training is to increase knowledge and insight about government policies and the theoretical basis of the Independent Curriculum as well as improve educators' abilities in compiling differentiated LKPD based on the Independent Curriculum. The method used in this training consists of workshops, lectures, discussions and questions and answers. The training participants were 30 SMP/MTs science educators in Pringsewu Regency who were accommodated in the MGMP. The data collected is in the form of initial and final test results as well as an assessment of skills in compiling LKPD. The data analysis was carried out descriptively qualitatively. The results of service activities show an increase in educators' understanding of differentiated SMP/MTs science LKPD based on the Independent Curriculum with final test results with good criteria increasing by 59.48% from initial test results with poor criteria. Educators' skills have increased, especially in compiling differentiated science worksheet worksheets based on the Independent Curriculum. Only some of the differentiated LKPD products which are the work of training participants are of sufficient quality (46%) and good (31%). Meanwhile, only a small portion of the LKPD quality is very good, poor or very poor (8%).Keywords: differentiated learning; independent curriculum; professionalism AbstrakPendidik IPA SMP/MTs di Kabupaten Pringsewu menghadapi kendala yang signifikan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Salah satu kendala terkait dengan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengembangkan LKPD berdiferensiasi yang sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang kebijakan pemerintah dan landasan teori tentang Kurikulum Merdeka serta meningkatkan kemampuan pendidik dalam menyusun LKPD berdiferensiasi berbasis Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari workshop, ceramah, diskusi dan tanya jawab. Adapun peserta pelatihan adalah 30 pendidik IPA SMP/MTs di Kabupten Pringsewu yang diwadahi dalam MGMP. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes awal dan tes akhir serta penilaian keterampilan dalam menyusun LKPD. Analisis data tersebut dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pendidik tentang LKPD IPA SMP/MTs berdiferensiasi berbasis Kurikulum Merdeka dengan hasil tes akhir dengan kriteria baik meningkat sebesar 59,48% dari hasil tes awal yang berkriteria kurang. Keterampilan pendidik meningkat terutama dalam menyusun LKPD IPA berdiferensiasi berbasis Kurikulum Merdeka. Produk LKPD berdiferensiasi yang merupakan hasil karya peserta pelatihan hanya sebagian yang berkualitas cukup (46%) dan baik (31%). Sementara itu, LKPD yang berkualitas baik sekali, kurang, dan kurang sekali hanya sebagian kecil saja (8%).Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran diferensiasi; profesionalitas DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v4i2.hal.16-31