cover
Contact Name
Nurain Suryadinata
Contact Email
nurain.suryadinata@fkip.unila.ac.id
Phone
+6285269017688
Journal Mail Official
jurnal.ruangpengabdian@gmail.com
Editorial Address
Gedung G. Lantai 2 FKIP, Jl. Sumantri Brojonegoro No.1, Kecamatan Gedung Meneng , Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28072251     EISSN : 27989453     DOI : https://doi.org/10.23960/rp
Core Subject : Education,
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (RP) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matemarika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni, dan Desember. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Ruang Pengabdian meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang original. Jurnal Ruang Pengabdian menerima manuskrip atau naskah artikel hasil pengabdian kepada masyarakat pada bidang keilmuan yang Relevan dengan keilmuan matematika, Biologi, Fisika, Kimia dan Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN ABAD 21 BAGI GURU SD SE -KOTA BANDAR LAMPUNG Patuan Raja; Sunyono Sunyono; Viyanti Viyanti; Fitri Daryanti
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.311 KB)

Abstract

Perkembangan Abad 21 menuntut kesiapan guru dalam berkontribusi dan berkompetisi dalam persaingan dunia global. Guru dituntut memfasilitasi pembelajaran yang didorong oleh perkembangan abad 21, meliputi: (1) capaian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) beragam materi ajar yang lebih kompleks dan sulit, (3) standard proses pembelajaran, dan (4) transformasi aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru SD di Kota Bandar Lampung dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis keterampilan abad 21. Metode yang digunakan yaitu metode informatif-partisipatif, yaitu metode yang menghendaki para guru untuk memiliki wawasan secara teoritis dan praktis dalam penyusunan perangkat pembelajaran berbasis keterampilan abad 21 melalui tahap kegiatan penyajian informasi, diskusi dan simulasi atau latihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa capaian kemampuan akhir peserta pelatihan mencapai 83,2% baik sekali, 12,47 baik dan peserta kemampuan akhirnya kurang sekitar 4,33%. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pelatihan telah berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis keterampilan abad 21. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i2.hal.88-95
PELATIHAN IMPLEMENTASI STANDAR PENILAIAN BAGI GURU KELOMPOK MATA PELAJARAN ADAPTIF DAN PRODUKTIF Undang Rosidin; I Wayan Distrik; Chandra Ertikanto; Agus Suyatna; Margaretha Karolina Sagala
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.121 KB)

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kemampuan guru kelompok mata pelajaran adaptif dan produktif SMK se-Bandarlampung dalam mengimplementasikan standar penilaian Kurikulum 2013 revisi, dan (2) Meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru kelompok mata pelajaran adaptif dan produktif SMK se-Bandarlampung dalam mengimplementasikan standar penilaian Kurikulum 2013 revisi. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 Oktober 2018. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah 34 orang guru kelompok mata pelajaran adaptif dan produktif SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMK se-Bandarlampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, workshop, dan pelatihan dengan menerapkan strategi kontekstual, mengaitkan teori dengan praktik yang disampaikan dengan metode praktik terbimbing, yaitu sistem pengajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi sebagian besar guru kelompok mata pelajaran adaptif dan produktif SMK se-Bandarlampung. Berdasarkan hasil pretest, posttest, dan survei kepuasan peserta, maka dapat diketahui bahwa tujuan pelatihan ini dapat tercapai. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah peserta yang mengalami peningkatan dari pretest ke posttest, yaitu sebanyak 100% tidak ada nilai posttest di bawah 60. Secara umum, peserta dapat menguasai Implementasi Standar Penilaian bagi Guru Kelompok Mata Pelajaran Adaptif dan Produktif Sekolah Menengah Kejuruan.DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i1.hal.1-5
BIMTEK PENGEMBANGAN SOAL BERSTANDAR TIMSS/PISA BAGI GURU IPA SE-KABUPATEN TANGGAMUS Undang Rosidin; Dina Maulina; M Setyarini; Dimas Permadi; Nina Kadaritna
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.177 KB)

Abstract

Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk: (1) memberikan keterampilan kepada guruguru IPA di Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan bank soal kemapuan literasi berstandar TIMS/PISA; (2) memberikan keterampilan kepada guru-guru IPA di Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan bank soal kemapuan numerasi berstandar TIMS/PISA; (3) memberikan keterampilan kepada guru-guru IPA di Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan bank soal kemapuan sains berstandar TIMS/PISA. Peserta kegiatan bimtek ini adalah guru IPA di Kabupaten Tanggamus. Peserta pelatihan, panitia, dan narasumber melakukan kegiatan dengan menerapkan protocol pencegahan covid-19 yaitu menjaga jarak aman 1,5-2 meter dan menggunakan masker/faceshield. Evaluasi keberhasilan pelatihan akan dilakukan pada: (1) Awal kegiatan, yaitu pretes, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta bimtek tentang asesmen, PISA/TIMSS, literasi sains dan numerasi, serta analisis butir soal; (2) akhir kegiatan yaitu postes, berisikan pertanyaan yang sama dengan tes awal, untuk mengetahui tingkat keberhasilan, sehingga dapat diterapkan oleh setiap peserta. Berdasarkan hasil pretes dan postes diketahui terdapat peningkatan pemahaman guru dengan kategori sedang (Ngain = 0,42). Berdasarkan hasil feedback yang diberikan peserta diharapkan dilaksanakan kegiatan lanjutan dari kegiatan pelatihan ini. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i2.hal.53-61
WORKSHOP HAPPINESS LEARNING DAN KECEMASAN MATEMATIKA GENERASI DIGITAL PADA TATANAN KEHIDUPAN BARU M Coesamin; Tina Yunarti; Tia Agnesa; Santy Setiawati
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.561 KB)

Abstract

Menurunnya kemampuan akademis di bidang matematika dan munculnya kecemasan matematika di benak siswa merupakan dampak dari memahami konsep-konsep matematika dengan pembelajaran daring. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membantu dan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran yang menyenangkan bagi generasi digital menuju tatanan kehidupan baru dan memfasilitasi guru agar mampu menganalisis kecemasan matematika yang dialami siswa dan mampu mengatasinya agar siswa dapat belajar dengan optimal. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan mulai tanggal 25 s.d. 27 Oktober 2020 secara daring (online) melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings. Kegiatan ini melibatkan 17 orang guru Sekolah Dasar di Kota Bandar Lampung. Guru mengungkapkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran daring sebanyak 53% kurang memuaskan. Guru pun mengutarakan mengatasi siswa yang kesulitan dalam pembelajaran matematika dengan memberikan bimbingan, perhatian khusus dan mengulang-ulang penjelasan. Setelah guru mengikuti pemaparan materi dan penyusunan media pembelajaran yang mendukung pembelajaran menyenangkan untuk mengatasi kecemasan matematis, 82% guru mengungkapkan lebih mudah menyusun lagu matematika, dikarenakan mudah dikaitkan dengan lagu yang dikenal anak-anak. Wawasan guru dalam media pembelajaran matematika harus lebih beragam lagi. Penyusunan media pembelajaran selanjutnya diperlukan secara digital mengingat tatanan kehidupan baru semenjak terjadinya pandemi Covid-19. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i2.hal.96-99
PEMBINAAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PTK BAGI GURU MATEMATIKA Sri Hastuti Noer; Pentatito Gunowibowo; Mella Triana
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.315 KB)

Abstract

Pengembangan profesi guru dilakukan dengan berbagai hal diantaranya dengan melaksanakan kegiatan penelitian di bidang pendidikan. Kegiatan pengembangan diri ini memiliki sumbangan angka kredit yang besar pada setiap jenjang kepangkatan. Sementara itu, tidak sedikit guru yang kurang mampu melaksanakan penelitian dan menyajikan hasil penelitiannya dalam bentuk karya tulis ilmiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan untuk mengimplementasikan, dan menyosialisasikan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) bagi guru-guru matematika SMPN Kecamatan natar Kabuaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menerapkan strategi kontekstual, yaitu mengaitkan antara teori dengan praktik yang disampaikan dengan metode praktik terbimbing. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua tahap yaitu pelatihan dan pendampingan. Luaran dari kegiatan ini adalah proposal penelitian tindakan kelas yang disusun oleh guru peserta. Hasil evaluasi pelatihan dan pendampingan PTK kepada guru matematika SMP di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yaitu: 1) skor kenaikan (gain) antara nilai tes awal dan nilai tes akhir pada materi prinsip PTK sebesar 0,48 dan nilai ini menurut klasifikasi Hake terkategori sedang; 2) skor kenaikan (gain) antara nilai tes awal dan nilai tes akhir pada materi penyusunan proposal PTK, sebesar 0,46 dan nilai ini menurut klasifikasi Hake terkategori sedang.DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i1.hal.6-13
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) BAGI GURU BAHASA LAMPUNG JENJANG SMA Se-KOTA BANDARLAMPUNG Tuntun Sinaga; Eka Sofia Agustina; Khoerotun Nisa Liswati
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this community service is to improve the ability of Lampung Language Subject Teachers throughout Bandar Lampung City in managing HOTS-based learning (Higher Order Thinking Skills). The methods used in this training are lectures, questions and answers, discussions, demonstrations, and assignments. The target participants in this training are 30 teachers, but in practice, the number of participants involved in this training activity is 8 teachers. This activity was carried out at SMA YP Unila for three days in October 2021. Furthermore, this HOTS-based learning development training implemented active training, in which all participants learned through their experiences so that the planned goals could be obtained optimally. This training uses a practical approach through guided training. The results of this service indicate that the HOTS learning development training for Lampung Language Teachers shows an enthusiastic attitude and increased ability to develop HOTS-based Lampung language learning tools.Keywords: hots (higher order thinking skills); lampung language; learning toolsAbstrakTujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan para Guru Mata Pelajaran Bahasa Lampung se-Kota Bandar Lampung dalam mengelola pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan pemberian tugas. Adapun target peserta dalam pelatihan ini adalah 30 guru, tetapi dalam pelaksanaannya jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 8 guru. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA YP Unila dalam tiga hari pada bulan Oktober 2021. Selanjutnya, pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis HOTS ini menerapkan pelatihan aktif, yakni seluruh peserta turut belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan  yang telah  direncanakan  dapat  diperoleh  secara  optimal.  Pelatihan  ini  menggunakan pendekatan praktik melalui pelatihan terbimbing. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan pembelajaran HOTS bagi Guru Bahasa Lampung menunjukkan sikap antusias dan meningkatnya kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran bahasa Lampung yang berbasis HOTS.DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i1.hal.48-55
PENGUATAN KEMAMPUAN GURU IPA SMP DI LAMPUNG SELATAN DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL ARGUMENT-DRIVEN INQUIRY Neni Hasnunidah; Arwin Surbakti; Median Agus Priadi; Wisnu Juli Wiono
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan profesionalitas guru terutama harus didasarkan pada kebutuhan individu guru itu sendiri, selain kebutuhan institusi dan kelompok guru. Selama ini terindikasi bahwa guru terutama pada jenjang SMP/MTs mengalami kendala dalam menyusun program pembelajaran berbasis pendekatan saintifik, apalagi dalam mengimplementasikannya. Kegiatan Pelaksanaan Iptek bagi Masyarakat (IbM) telah diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru IPA SMP di Kabupten Lampung Selatan dalam mengembangkan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI). Dosen sebagai nara sumber sekaligus pakar pendidikan dalam sistem pembinaan profesional guru mengkoordinir pelaksanaan program dan implementasinya. Hasil kegiatan IbM ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang perancangan bahan ajar IPA SMP berbasis pendekatan saintifik dengan model pembelajaran argument-driven inquiry. Keterampilan guru meningkat terutama dalam menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA SMP berbasis pendekatan saintifik dengan model ADI. Dengan demikian, kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berjalan secara efektif dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kata Kunci: argument-driven inquiry; pendekatan saintifik; profesionalitas AbstractThe development of teacher professionalism must primarily be based on the individual needs of the teacher himself, in addition to the needs of the institution and group of teachers. So far, it has been indicated that teachers, especially at the SMP/MTs level, have problems in developing a scientific approach based learning program, especially in implementing it. The implementation of Science and Technology for Society (IbM) has been held to improve the understanding and skills of junior high school science teachers at South Lampung in developing teaching material based on scientific approach with the Argument-Driven Inquiry learning model. Lecturers as resource persons and education experts in the development of teacher professionalism coordinate the implementation of the program and its implementation. The results of the implementation this IbM indicate an increase in teacher understanding of the design of junior high school science teaching materials based on the scientific approach with the Argument-Driven Inquiry learning model. Teacher skills are improved, especially in compiling a Science Worksheet for Students in a Junior High School based on a scientific approach with argumentation. Therefore, the implementation of IbM carried out effectively and in accordance with the expected results. Keywords: argument-driven inquiry; professionalism; scientific approach DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i1.hal.10-25
WORKSHOP INTERNASIONAL STEM EDUCATION: INTEGRASI SCIENCE, TECHNOLOGY, SOCIETY, AND ENVIRONMENT UNTUK MENINGKATKAN TPACK GURU Agus Suyatna; Abdurrahman Abdurrahman; I Wayan Distrik; Hervin Maulina; Novinta Nurulsari
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) education has recently become the most trending issue in the world of education. STEM education is considered to be able to overcome real problems that occur in society. Integrating Science, Technology, Engineering, and Mathematics into the learning and teaching process is inevitable in this modern world, so all teachers need to master Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK) with confidence. Unfortunately, the approach to teacher education programs in many countries, particularly in Indonesia, has not yet integrated TPACK into the curriculum. To improve the quality of in-service teacher teaching competencies, the TPACK framework can be used as a reference and adoption in learning. Therefore, an international workshop on STEM education was held: integrating science, technology, society, and the environment for the development of TPACK activities for in-service teachers. The result of this workshop is an increase in inservice physics teacher TPACK (as a participant) in integrating science, technology, society, and the environment. STEM education can be done by conducting a kind of workshop that explains clearly and provides experience for all participants. In addition, it can be seen that the supporting and inhibiting factors for the implementation of the inservice physics teacher workshop in integrating science, technology, society, and the environment in STEM education with respect are knowledge and technology and the inhibiting factor is that in-service teachers do not have enough time to carry it out, especially during the pandemic covid-19.Keywords: inservice physics teacher; STEM; TPACK AbstrakPendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics  (STEM) akhir-akhir ini menjadi isu yang paling trending di dunia pendidikan. Pendidikan STEM dinilai mampu mengatasi permasalahan nyata yang terjadi di masyarakat. Mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics  ke dalam proses pembelajaran dan pengajaran tidak dapat dihindari di dunia modern ini, sehingga sangat penting bagi semua guru untuk menguasai Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (TPACK) dengan percaya diri. Sayangnya, pendekatan terhadap program pendidikan guru di banyak negara, khususnya di Indonesia, belum mengintegrasikan TPACK ke dalam kurikulum. Untuk meningkatkan kualitas kompetensi mengajar inservice teacher, kerangka TPACK dapat menjadi acuan dan adopsi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diadakan lokakarya internasional pendidikan STEM: mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, dan lingkungan untuk pembinaan kegiatan TPACK guru inservice. Hasil dari workshop ini adalah peningkatan inservice physics teacher TPACK (sebagai peserta) dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, dan lingkungan Pendidikan STEM dapat dilakukan dengan melakukan semacam workshop yang menjelaskan secara jelas dan memberikan pengalaman bagi semua peserta. Selain itu, dapat diketahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan workshop inservice physics teacher dalam mengintegrasikan sains, teknologi, masyarakat, dan lingkungan dalam Pendidikan STEM dengan hormat adalah pengetahuan dan teknologi dan faktor penghambatnya adalah guru dalam jabatan tidak memiliki cukup waktu untuk melaksanakannya terutama di masa pandemi covid-19. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i1.hal.56-65
PELATIHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF DENGAN LIVE STREAMING BAGI GURU MATEMATIKA SMP KOTA METRO Sri Hastuti Noer; Widyastuti Widyastuti; Mella Triana; Pentatito Gunowibowo
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas menghadirkan tantangan baru bagi guru matematika untuk memberikan pengalaman yang setara kepada siswa baik yang hadir di sekolah maupun yang belajar secara virtual. Live stream sebagai proses transfer data melalui tahapan yang kompleks, menuntut pengetahuan dan keterampilan guru dalam penggunaan perangkat teknologi, pengembangan konten, perekaman konten, juga penyiaran secara langsung dengan media tertentu sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unila sebagai LPTK, memiliki tanggung jawab untuk membantu guru-guru meningkatkan kompetensi dirinya. Demikian pula Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kompetensi guru-guru di wilayahnya, menjadikan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui 4 tahapan kegiatan yaitu (1) persiapan, (2) pemaparan materi oleh narasumber terkait teknologi minimal untuk live stream pembelajaran, (3) pendampingan teknis pelaksanaan live stream pembelajaran, dan (4) pelaporan. Evaluasi yang dilakukan adalah pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta dan posttest untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan ini. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan guru. Berdasarkan hasil analisis, rekapitulasi hasil n-gain pemahaman guru tentang implementasi live streaming dalam pembelajaran, disimpulkan bahwa peningkatan keterampilan guru gain terkategori sedang. Dengan demikian, kegiatan ini cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru untuk melaksanakan pembelajaran interaktif dengan menggunakan live streaming. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i1.hal.26-33
PELATIHAN PEMANFAATAN PAGUYUBAN KELAS BAGI GURU-GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI TK FRANSISKUS XAVERIUS BANDAR LAMPUNG Erimson Siregar; Nurain Suryadinata; Risma Margaretha Sinaga; Widyastuti Widyastuti
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the impacts felt in the world of education by the COVID-19 virus pandemic is the cessation of the face-to-face teaching and learning process and being replacement by distance learning. Therefore, an effective communication model is needed so that teachers and students have the same perception of learning objectives through online materials and assignments given by teachers to kindergarten children through messages to parents. One of the models that can be used is the class association, which creates collaboration between parents, teachers, and students to be empowered to learn in dealing with emergencies due to covid 19. The method of implementing the service is carried out offline because there are only 7 participants. An introduction to the material, what and why class associations are, and how to use class associations in online learning during the COVID-19 pandemic. The AJEL (Active, Joyful, Effective Learning) principle was applied in the training. In its implementation, the instructor will act as a facilitator. The results of the process evaluation showed that the participants were very active and enthusiastic. The results of the comparison between the pretest and the posttest show that this training can increase the knowledge of teachers regarding classroom associations.Keywords: class associations; online learning; teacherAbstrakSalah satu dampak yang dirasakan dalam dunia pendidikan oleh pandemi virus covid-19 adalah terhentinya proses belajar mengajar secara tatap muka dan digantikan pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu diperlukan model komunikasi yang efektif agar antara guru dan siswa memiliki persepsi yang sama akan tujuan pembelajaran melalui materi dan tugas daring yang diberikan guru bagi anak-anak TK melalui pesan kepada orangtua. Salah satu model yang yang dapat dimanfaatkan adalah paguyuban kelas, sehingga tercipta kolaborasi orangtua, guru murid untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat covid 19. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan secara luring karena peserta hanya 7 orang. Pengenalan tentang materi, apa dan mengapa paguyuban kelas, dan bagaimana memanfaatkan paguyuban kelas dalam pembelajaran daring pada masa pandemic covid 19. Dalam pelatihan diterapkan prinsip AJEL (Active, Joyfull, Efective Learning). Dalam pelaksanaannya, instruktur akan berperan sebagai fasilitator. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa peserta sangat aktif dan antusias. Hasil perbandingan antara pretes dan postes menunjukkan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan para guru terkait paguyuban kelas.DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i1.hal.66-75