cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTU BOOK CREATOR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENDUKUNG KURIKULUM MERDEKA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sonia Yulia Friska; Wiwik Okta Susilawati; Retma Restiara
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3245

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar berupa E-Modul pembelajaran Pendidikan Pancasila khususnya, guna menambah bahan ajar yang ada di sekolah dan menghasilkan pengembangan E-Modul di kelas IV sekolah dasar yang valid, praktis dan efektif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SDN 14 Koto Baru. Model yang digunakan yaitu pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis) yaitu analisis materi, analisis kebutuhan peserta didik dan analisis karakteristik peserta didik. Tahap perancangan (design) meliputi perancangan terhadap bahan ajar E-Modul yaitu rancangan instrumen dan rancangan kerangka. Tahap pengembangan (development) yaitu tahap pengembangan dilakukannya uji validitas oleh ahli. Tahap implementasi (implementation) yaitu tahap uji coba praktikalitas dan tahap evaluasi (evaluation) yaitu tahap evaluasi dilakukan uji efektivitas dilakukan di SDN 14 Koto Baru. Hasil penilaian validasi E-Modul pembelajaran Pendidikan Pancasila pada uji validitas oleh tiga orang ahli mendapatkan skor rata-rata 84% termasuk dalam kategori sangat valid, artinya E-Modul Pendidikan Pancasila sudah sesuai dengan isi, kelayakan konstruk dan komponen bahasa, uji praktikalitas dengan skor rata-rata 87,5% dikategorikan sangat praktis, artinya E-Modul sudah dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, sedangkan hasil efektivitas E-Modul pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan skor rata-rata 87,5% dikategorikan sangat efektif, artinya E-Modul dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERCERITA MAHASISWA TAHUN PERTAMA STIE-SAK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK RETELLING TAHUN AJARAN 2022/2023 Al-Padli Al-Padli; Sukarta Kartawijaya
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keterampilan berbicara mahasiswa yang diajarkan menggunakan retelling dan yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci. Ada dua kelas yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest, kemudian setelah diberikan tes akan dilakukan penelitian dengan mengajarkan kedua kelas dengan teknik yang berbeda yaitu teknik retelling dan teknik konvensional untuk melihat bagaimanakah ketrampilan mahasiswa setelah diterapkan teknik retelling. Setelah itu masing-masing kelas akan diberikan diberi posttest. Hal itu dilakukan dengan dua kelas yang diajar menggunakan teknik menceritakan kembali dan satu kelas lainnya diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini kan digunakan tes berbicara. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Dengan. Teknik Retelling adalah teknik yang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara mahasiswa karena teknik ini membantu mahasiswa dalam memberikan ide sehingga mempermudahkan mereka untuk berbicara. Oleh karena itu, peneliti akan menggunakan Retelling untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam berbicara. Jadi peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Ketrampilan Bercerita Mahasiswa Tahun Pertama STIE-SAK Dengan Menggunakan Teknik Retelling Tahun Ajaran 2022/2023”
TEORI KARIR DONALD E SUPER DAN IMPLEMENTASINYA PADA KARIR CONTENT CREATOR DI ERA MILENIAL Suhartati Wahyu; Afdal Afdal; Rezki Hariko
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3254

Abstract

Pilihan karir generasi milenial saat ini identik dengan dunia teknologi, seperti content creator, youtuber, gamer, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, belajar tidak menghalangi mereka untuk mengejar karir di dunia teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori karir Donald E Super pada content creator di era milenial saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada salah satu mahasiswa yang menggeluti karir sebagai content creator dengan puluhan karya video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa ini telah menjadi content creator sesuai dengan bakat, minat, dan potensi diri yang dimilikinya. Inilah yang dimaksud Donald E Super dengan self-concept positif, yang membantu membentuk pola karir sepanjang hidup seseorang. Hal ini ditunjukkan secara keseluruhan dalam setiap karya yang dibuatnya, (2) mahasiswa ini berada di tahap eksploratory, yaitu usia sekitar 15 sampai 25 tahun, di mana mereka telah mampu memahami karir berdasarkan minat bakat mereka meskipun ada kemungkinan bahwa hal itu akan berkembang ke arah yang berbeda.
RANCANG BANGUN E-SKRIPSI MENGGUNAKAN PEMODELAN UML DI STAI SOLOK Rizalina Rizalina; Melly Rindhani Aditia; Syelfia Dewimarni; Anggi Hadi Wijaya
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3180

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam proses bimbingan skripsi yang mana masih dilakukan secara manual. Berdasarkan hal itu maka peneliti mengusulkan pembuatan eskripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa dan desain berorientasi objek dengan pemodelan menggunakan Unified Modelling Language (UML) sedangkan construction dengan bahasa pemograman PHP dan basisdata MySQL. Dari pengujian yang dilakukan ternyata pemodelan dengan uml sangat membantu dalam menentukan requirement dalam pembuatan e-skripsi, Sedangkan pengujian terhadap aplikasi yang dihasilnya membuktikan bahwa e-skripsi sangat membantu dalam memantau aktivitas bimbingan serta pendokumentasian data bimbingan di Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah.
SCRUTINIZATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE CURRICULUM MERDEKA IN ELEMENTARY SCHOOLS: A LITERATURE REVIEW Deni Yuliani; Eka. Supriatna; Henny Sanulita; Elva Refariza; Dwi Hadita Ayu; Wily Mohammad
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3489

Abstract

The study aims to scrutinize the implementation of the Curriculum Merdeka in elementary schools. The type of research used in research is qualitative research, namely research that does not use quantitative data or statistical measurement tools. Under the object of this thesis, this type of research is in the category of library research (library research), namely a series of studies using library research. The Curriculum Merdeka also supports project-based learning strategies. Through this strategy, students are expected to be able to apply the material learned through projects and case studies. Later, the projects and case studies carried out by students will be known as the Strengthening Pancasila Student Profile Project. The project is implemented so that students can achieve the Pancasila Student Profile. The Pancasila student profile itself is a character and ability that is built in everyday life and exists within every student. This includes faith and devotion to God Almighty, global diversity, cooperation, creativity, independence and the quality of critical reasoning. Pancasila student profiles can be built through educational cultural institutions, curricular learning, Pancasila student profile improvement programs, and extracurricular activities. The implementation of independent elementary school level courses prioritizes project-based learning to achieve the Pancasila student profile. This is also very relevant to learning in the 21st century, where learning does not only focus on knowledge but also emphasizes the acquisition of character, literacy, skills and technology. Independent study will again be subject-based.
MEMANFAATKAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY DALAM PERAWATAN KECANDUAN NARKOBA PADA REMAJA YANG PUTUS SEKOLAH: MEMBERDAYAKAN REMAJA DALAM PEMULIHAN Denia Syapitri; Netrawati Netrawati; Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat Solution-Focused Brief Therapy dalam penanganan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah. Metode yang digunakan untuk pengkajian ini adalah studi literatur yang bersumber dari catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal terkait kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, remaja putus sekolah, dan terapi singkat yang berfokus pada solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solution-Focused Brief Therapy berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan kecanduan narkoba pada remaja putus sekolah untuk memberdayakan remaja dalam pemulihan. Hal ini karena SFBT menggunakan serangkaian strategi tertentu untuk membuat penyesuaian kecil yang menguntungkan yang kemudian mengalir ke seluruh sistem klien untuk menghasilkan perubahan yang lebih signifikan dan tahan lama. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa remaja yang sudah putus sekolah dapat menggunakan pendekatan ini dengan bantuan seorang konselor. Teknik yang dapat digunakan seperti kalimat pengecualian, pertanyaan ajaib, pertanyaan skala, metode untuk mengalokasikan tugas ke sesi utama, dan terapi umpan balik/pujian klien.
FACILITIES AND INFRASTRUCTURE MANAGEMENT IN SERVICE IMPLEMENTATION GUIDANCE AND COUNSELING IN INDONESIAN SCHOOLS Suhartati Wahyu; Neviyarni Neviyarni; Firman Firman; Muhammad Asyraf Bin Che Amat
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3246

Abstract

Facilities and infrastructure function as a support for the implementation of learning and guidance and counseling services in schools. Currently, guidance and counseling facilities and infrastructure in Indonesian schools are not utilized effectively and efficiently so that the implementation of guidance and counseling services is still not successful, in other words it has not achieved the expected goals. Guidance and counseling facilities and infrastructure in schools are not fully supported, thus making it difficult for guidance and counseling personnel to work together in the implementation of guidance and counseling services. Therefore, there is a need for full utilization by guidance and counseling personnel of the available facilities and infrastructure. The purpose of this research is to find out the management of counseling facilities and infrastructure in order to create conducive, comfortable and stable counseling services. This research is a Qualitative Research with the method of literature review (literature review). The results of the study show that the success of counseling services in schools is supported by adequate facilities and infrastructure that are utilized effectively and efficiently. For this reason, the profile of these facilities and infrastructure must be utilized as well as possible.
THE ROLE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) AT SCHOOL LEARNING Aristanto Aristanto; Eka Supriatna; Hanna Maria Panggabean; Eka Apriyanti; Hartini Hartini; Nur Indah Sari; Wahyu Kurniawati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3437

Abstract

Services using AI can be found everywhere, such as Google Assistant, Siri, Google Translate, Computer Games, and so on. The purpose of this research is to find out the role of Artificial Intelligence (AI) in learning in schools. This research uses a descriptive qualitative approach with the literature study method. Sources of data were obtained through research journal articles, proceeding articles and books that were relevant to the research objectives. The results of this study found that AI can assist in analyzing individual student data and produce learning recommendations that are tailored to the needs and abilities of each student. Thus, AI can help teachers to provide a more personal and effective approach to the learning process. Adaptable Teaching: AI can be used to develop adaptive teaching systems, where learning materials can be adapted to students' level of understanding. For example, AI can provide additional exercises or additional explanatory material to students who are having difficulty understanding a particular topic
REBT Untuk Mereduksi Inferiority Feeling Siswa Obesitas Iqbal Arrahman; Netrawati Netrawati; Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3015

Abstract

SSF
PERAN BUDAYA TERHADAP PROSES KONSELING Salsabila Arsih; Rezki Hariko; Yeni Karneli
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan layanan bimbingan dan konseling dengan mempertimbangkan latar belakang budaya dalam proses konseling. Keanekaragaman budaya membutuhkan konselor yang kompeten secara multikultural. Saat proses konseling menghadapi tantangan dari keragaman budaya, kebutuhan intervensi yang akurat yang menghormati perbedaan budaya, dan keinginan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (liberary research) dengan melakukan pengumpulan data sekunder. Analisis data menggunakan teknik analisis isi. Agar proses konseling dapat mencapai keberhasilan dengan berbagai budaya, konselor harus kompeten, sikap, dan keterampilan berdasarkan dimensi budaya. Konseling harus mempertimbangkan perbedaan budaya, kebutuhan untuk metode yang tepat, dan kebutuhan untuk mempertahankan budaya.