cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
jpcsunism@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Pemurus Luar Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmaceutical Care and Sciences
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : -     EISSN : 28284828     DOI : https://doi.org/10.33859/jpcs.
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmaceutical Care and Sciences published by the LPPM Sari Mulia UniversityPharmacy department of Sari Mulia University offers a forum for publishing the original research related to pharmaceutical science and clinical research. our focus and scope are Pharmaceutical Technology, Pharmacology & Toxicology, Drug Delivery Development, Pharmacokinetic & Biopharmaceutics, Pharmacoeconomy, Pharmacoepidemiology, Pharmacovigilance, Clinical Pharmacy, Community Pharmacy, Chemical Pharmacy, and Chemical Analysis.
Articles 177 Documents
Biosintesis Nanosilver Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum) L. Di Bawah Iradiasi Sinar Matahari Ibrahim, Ibrahim; Utami, Umi Baroroh Lili; Mustikasari, Kamilia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.815

Abstract

Latar belakang: Pengembangan metode sintesis nanosilver yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Biosintesis menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai agen pereduksi menawarkan alternative yang menarik karena prosesnya yang sederhana, biaya rendah, dan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan limbah pertanian yang berpotensi mengandung senyawa bioaktif, seperti senyawa fenolik, yang dapat berperan sebagai agen pereduksi dalam sintesis nanopartikel logam. Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi dalam proses sintesis juga sejalan dengan prinsip kimia hijau. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanosilver menggunakan ekstrak kulit buah rambutan dan mengkarakterisasinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan SEM-EDS. Metode: Kulit buah rambutan dimaserasi dengan aquades pada suhu 80℃ selama 15 menit. Ekstrak yang diperoleh di karakterisasi dengan Spektrofotometer UV-Vis. Biosintesis nanosilver dengan cara mencampurkan larutan AgNO3 50 mM dengan ekstrak kulit rambutan dengan variasi 1:1, 1:2, 2:0.5 dan 2:1. Campuran dihomogenkan dan diberikan paparan sinar matahari selama 15 menit kemudian didiamkan selama 24 jam pada ruang gelap. Nanosilver yang terbentuk di karakterisasi dangan spektofotometer UV-Vis dan SEM-EDS. Hasil:  Nanosilver yang terbentuk dengan ukuran pori 78.8-204 nm dan cenderung berbentuk bulat. Puncak serapan dari surface plasmon resonance (SPR) pada rentang 360−413 nm. Analisis EDS menunjukkan keberadaan unsur perak (Ag) dalam sampel yang artinya sintesis nanosilver berhasil dilakukan. Simpulan:  Nanosilver yang terbentuk memiliki pori 78.8-204 nm bentuknyaa cenderung bulat dengan puncak serapan SPR 360-413 nm.
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Dan Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Dengan Metode DPPH Meisa, Devina; Rohama, Rohama; Rahmadani, Rahmadani; Nastiti, Kunti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.816

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional diantaranya daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang terbukti mengandung antioksidan dan secara empiris sebagai pereda nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IC50 ekstrak kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Metode:  Pada penelitian ini simplisia daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada masing-masing ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DDPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 528 nm dengan baku pembanding yang digunakan adalah Vitamin C. Hasil: Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol secara tunggal daun cocor bebek dan daun kratom mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 17,96 ppm dan 14,43 ppm. Kombinasi dengan perbandingan 2:1 memperoleh nilai IC50 terendah yaitu, sebesar 10,60 ppm dibandingkan 1:1 dengan IC50 15,14 ppm dan 1:2 dengan IC50 12,72 ppm. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahwa aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada kombinasi ekstrak etanol daun cocor bebek dan daun kratom perbandingan 2:1 dengan IC50 10,60 ppm lebih kecil dibandingkan ekstrak tunggal.
Review Jurnal Daun Sembung (Blumea balsamifera) Sebagai Tanaman Obat Modern Putri, Jelita Annisa; Hakim, Ali Rakhman; Amanda, Era Dea; Ihyadin, Hafiz; Irpiana, Irma; Putri, Lidia Risma
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.818

Abstract

Latar belakang: Penggunaan tanaman obat tradisional di Indonesia telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat, salah satunya adalah daun sembung (Blumea balsamifera). Tanaman ini dikenal luas karena kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, minyak atsiri, triterpenoid, dan alkaloid yang berperan dalam aktivitas antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, hingga potensi antikanker. Tujuan:  Artikel ini bertujuan mengkaji hasil-hasil penelitian terkini mengenai kandungan kimia dan aktivitas biologis daun sembung melalui metode tinjauan pustaka. Metode: Review Jurnal dengan  mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah yang membahas daun sembung Hasil:  Berdasarkan analisis dari beberapa studi, daun sembung terbukti memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan tinggi, serta potensi sebagai agen antikanker dan antiinflamasi. Namun, meskipun manfaatnya telah dibuktikan secara in vitro, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam pengobatan modern. Tinjauan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan obat herbal berbasis daun sembung di masa depan. Simpulan:  Daun sembung (Blumea balsamifera) merupakan tanaman obat yang memiliki potensi besar dalam pengobatan modern.  Selain itu, penggunaan tradisionalnya yang luas menambah bukti kebermanfaatannya dalam pengobatan herbal
Analisis Rasionalitas Penggunaan Obat Anticemas Pada Pasien Gangguan Cemas Menyeluruh Di Poli Jiwa Rawat Jalan Rumah Sakit Swasta X Kota Bekasi Anggarany, Ariska Deffy; Kartika, Elsa
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.881

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan emosi dasar yang normal muncul dalam kelangsungan hidup setiap individu manusia. Kecemasan yang meningkat secara patologis dapat dianggap sebagai gangguan kecemasan umum yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berkepanjangan dan berlebihan yang dapat terjadi tanpa batas waktu dalam keadaan tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan obat anti-kecemasan pada pasien dengan gangguan kecemasan umum di salah satu Rumah Sakit Swasta Kota Bekasi pada periode 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, non-probability study dengan data retrospektif. Sampel yang digunakan adalah 85 rekam medis pasien dengan gangguan kecemasan umum dengan mayoritas pasien adalah perempuan (53%). Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk persentase, tabel dan grafik. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan Evaluasi penggunaan obat pasien dengan gangguan kecemasan komprehensif menunjukkan penggunaan obat tunggal sebanyak 2 pasien dan obat kombinasi sebanyak 83 pasien, pengobatan didominasi oleh SSRI, Antipsikotik, dan Benzodiazepin. Penilaian akurasi berdasarkan 4 parameter, yaitu indikasi tepat (100%), obat tepat (79%), dosis tepat (67%), ketidaktepatan obat (21%) dan ketidaktepatan dosis (33%). Simpulan: Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan ketepatan dosis dan manajemen pengobatan. Penelitian di masa mendatang sebaiknya menggunakan desain prospektif untuk menilai dosis, durasi, efek samping, dan interaksi obat untuk perawatan pasien yang lebih komprehensif.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Jakarta Charles, Charles; Rianto, Leonov; Sari, Liska Marlinda; Yulita, Yulita
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.989

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan biaya tinggi. Analisis efektivitas biaya (Cost Effectiveness Analysis, CEA) digunakan untuk menentukan pilihan terapi yang efisien antara biaya dan hasil klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi antidiabetik oral yang paling cost-effective pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional cross sectional dengan data retrospektif dari rekam medis pasien bulan November 2024. Sampel meliputi 250 pasien BPJS dan 47 pasien umum. Analisis dilakukan terhadap biaya medis langsung (obat, laboratorium, konsultasi) dan efektivitas penurunan kadar gula darah sewaktu (GDS). Nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) digunakan untuk menentukan terapi yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien BPJS, terapi Glimepiride monoterapi memiliki nilai ACER terendah (Rp1.103,05) dan efektivitas 100%. Kombinasi Metformin–Glimepiride menunjukkan ACER Rp1.934,14 dan efektivitas 69,44%. Pada pasien umum, kombinasi Glucophage XR–Glimepiride memiliki ACER Rp5.128,10 dan efektivitas 100%.. Kesimpulan: Terapi Glimepiride merupakan regimen paling cost-effective untuk pasien BPJS, sedangkan kombinasi Glucophage XR–Glimepiride paling efisien untuk pasien umum.
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Di RSUD Sultan Imanuddin Menggunakan Metode Gyssens Muzdalifah, Siti; Irawan, Yogie; Makani, Mawaqit
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.995

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri tersering yang membutuhkan terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi dan menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menggunakan metode Gyssens. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap data rekam medik pasien ISK rawat inap tahun 2024. Sampel sebanyak 83 pasien diambil dengan purposive sampling. Evaluasi rasionalitas dilakukan menggunakan metode Gyssens berdasarkan ketepatan indikasi, dosis, interval, rute, dan durasi. Hasil: Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin (95,0%) dengan Ceftriaxone (70,4%) sebagai jenis terbanyak, diikuti Cefotaxime (16,0%) dan Cefixime (4,9%). Berdasarkan metode Gyssens, sebanyak 41 pasien (49,6%) tergolong rasional (kategori 0) dan 42 pasien (50,4%) tidak rasional, dengan ketidaktepatan terutama pada lama pemberian dan pemilihan antibiotik. Simpulan: Pola penggunaan antibiotik pada pasien ISK masih didominasi sefalosporin. Berdasarkan metode Gyssens, tingkat rasionalitas penggunaan antibiotik sebesar 49,6%, menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan terapi antibiotik di rumah sakit.
Uji Ketoksikan Akut Ekstrak Etanol Combretum indicum (L.) DeFilipps Metode Fixed Dose Hadi, Samsul; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi; Ulfah, Nahdiati; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.1012

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang