Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
893 Documents
Kreativitas Bahasa dalam Iklan Digital sebagai Daya Tarik Audiens: Linguistic Creativity in Digital Advertising as a Means of Audience Appeal
Zulfa Nindia;
Retno Novita Sari;
Siti Koriah;
Ade Rosad
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2782
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi pemasaran melalui iklan digital yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menarik perhatian, membangun keterlibatan, dan memengaruhi perilaku audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kreativitas bahasa verbal dan visual dalam iklan digital serta fungsi komunikatifnya sebagai daya tarik audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana terhadap konten iklan digital pada platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook, serta didukung studi pustaka terkait kreativitas bahasa dan pemasaran digital. Data dianalisis melalui identifikasi unsur verbal dan visual, penafsiran makna pesan, serta pengaitan strategi bahasa dengan konteks komunikasi iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas bahasa diwujudkan melalui storytelling, permainan kata, humor, dan personalisasi bahasa, yang diperkuat oleh unsur visual berupa kontras, kesamaan, keterhubungan, dan gradasi. Implikasinya, kreativitas bahasa verbal dan visual berperan strategis dalam membangun kesadaran merek, diferensiasi produk, keterlibatan audiens, dan potensi niat pembelian.
Representasi Ketimpangan Gender dalam Film Gadis Kretek Sutradara Kamila Andini: Representasi Ketimpangan Gender dalam Film Gadis Kretek yang Disutradarai oleh Kamila Andini
Nita Ardiana;
Nur Lailiyah;
Andri Pitoyo
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2814
Penelitian ini membahas representasi ketimpangan gender dalam film Gadis Kretek sutradara Kamila Andini dengan pendekatan feminisme. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya budaya patriarki yang membatasi ruang gerak, hak, kesempatan, dan pengakuan terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketimpangan gender yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa dialog, adegan, dan tindakan tokoh dalam film yang dikumpulkan melalui teknik simak, transkripsi, catat, dokumentasi, pengelompokan, dan tabulasi data. Hasil penelitian menemukan 65 data ketimpangan gender, terdiri atas beban kerja 27 data, marginalisasi perempuan 12 data, kekerasan 11 data, stereotip 8 data, dan subordinasi 7 data. Temuan menunjukkan bahwa perempuan mengalami beban ganda, pembatasan akses, pelabelan negatif, dan perlakuan merendahkan. Implikasinya, film dapat menjadi media kritik sosial yang menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender dalam keluarga, pekerjaan, budaya, dan masyarakat luas. Penelitian ini juga memperkuat kajian feminisme dalam analisis film Indonesia.
Persepsi Dan Pemrosesan Sarkasme Digital Pada Mahasiswa Gen Z: Sebuah Tinjauan Psikolinguistik: Digital Sarcasm Perception and Processing among Generation Z University Students: A Psycholinguistic Review
Indah Setyo Putri;
Erlinda Bella Franciskha;
Welky Nostra Angelina;
Syifa’ul Jannah Nurlatifa;
Koraima Bintang Berbyana;
Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2819
Sarkasme digital menjadi gejala umum dalam komunikasi media sosial, tetapi pemaknaannya sering sulit karena interaksi daring kehilangan isyarat nonverbal seperti intonasi, ekspresi wajah, dan gestur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara mahasiswa Generasi Z memersepsikan dan memproses sarkasme digital melalui perspektif psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang didukung respons kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form kepada 39 mahasiswa aktif pengguna media sosial. Instrumen penelitian mencakup paparan dan kebiasaan, persepsi fungsi sarkasme, peran konteks, kemampuan interpretasi, penanda digital, respons afektif, strategi pemrosesan, dan risiko salah tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang sarkasme digital tidak hanya sebagai humor, tetapi juga sebagai kritik tidak langsung, ekspresi emosi, dan komentar sosial. Pemahaman sarkasme sangat dipengaruhi oleh konteks, emoji, tanda baca, huruf kapital, meme, serta strategi membaca ulang. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran kontekstual penting untuk mengurangi salah tafsir dalam komunikasi daring.
Makna Simbolik Lirik Lagu “Kalam Eineh” Karya Sherine Abdel Wahab: Kajian Semiotika Ferdinand de Saussure: The Symbolic Meaning of the Lyrics of “Kalem Eineh” by Sherine Abdel Wahab: A Ferdinand de Saussure Semiotic Study
Siti Sarifah;
Falah Ramadhani
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2825
Penelitian ini membahas makna simbolik dalam lirik lagu “Kalam Eineh” karya Sherine Abdel Wahab melalui perspektif semiotika Ferdinand de Saussure. Kajian ini dilandasi pandangan bahwa lirik lagu merupakan teks budaya yang menyampaikan emosi, simbol, dan nilai sosial melalui bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara penanda dan petanda dalam lirik, terutama pada simbol mata, hati, jiwa, bulan, matahari, dan senyuman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data penelitian berupa larik-larik pilihan yang memuat ungkapan simbolik tentang cinta, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi penanda, petanda, dan makna budayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata menjadi penanda dominan komunikasi cinta nonverbal, sedangkan hati dan jiwa merepresentasikan keterikatan emosional yang mendalam. Simbol bulan dan matahari melambangkan keindahan, kehangatan, serta idealisasi terhadap kekasih. Implikasinya, lirik lagu Arab populer membangun cinta sebagai pengalaman emosional, estetis, dan kultural.
Kepatuhan Bahasa Indonesia Ragam Resmi Dalam Surat Dinas Masuk Pemerintah Desa: Kajian Struktur Dan Etika Komunikasi Formal: Adherence to the Formal Register of Indonesian in Incoming Official Correspondence Received by Village Governments: A Study of Structure and Formal Communication Ethics
Sartika Uli Situmorang;
Renita Br Saragih;
Herti Paulina Tambunan;
Juanta Sinaga
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2836
Kelengkapan struktur dan penggunaan bahasa Indonesia ragam resmi dalam surat dinas masuk penting untuk mendukung tertib administrasi, keterlacakan dokumen, dan etika komunikasi formal di lingkungan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepatuhan struktur surat dinas masuk pemerintah desa serta mengidentifikasi unsur komunikatif yang belum dicantumkan secara konsisten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa delapan surat dinas masuk yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan desa, meliputi surat undangan, rapat koordinasi, bimbingan teknis, evaluasi program, dan pemberitahuan kegiatan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, pembacaan dokumen, pencatatan unsur surat, dan daftar periksa berdasarkan unsur kepala surat, leher surat, badan surat, kaki surat, serta prinsip bahasa Indonesia ragam resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur legal-administratif, seperti kop surat, nomor, tanggal, lampiran, perihal, alamat tujuan, isi, dan tanda tangan, telah terpenuhi. Namun, salam pembuka dan penutup tidak dicantumkan, sedangkan tembusan belum konsisten. Implikasinya, surat dinas perlu menyeimbangkan legalitas administratif dan etika komunikasi formal.
Framing Of Disability Representation in Story Books Chuskit Goes To School (2011)
Imelda Sari Manalu;
Mutiara Balqista Nurazmi;
Diva Dea Wildani;
Hikmah Alya;
Muhammad Yusuf
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2854
This study examines the representation of disability in the children’s storybook Chuskit Goes to School by Sujatha Padmanabhan. The study is grounded in the importance of children’s literature as a medium for shaping understanding of inclusion, educational rights, and acceptance of diversity. This research aims to describe how disability is framed in the story and how such framing contributes to the understanding of inclusive education. This study used a qualitative method with Gamson and Modigliani’s framing analysis model. The data consisted of dialogues, narratives, and visual elements related to disability, educational access, social responses, and Chuskit’s environment. The data were analyzed through framing devices and reasoning devices. The findings show that the story initially presents disability through limitation and exclusion, but gradually shifts toward an inclusive perspective by emphasizing Chuskit’s abilities, equal rights, and participation in education. The main barrier is not Chuskit’s physical condition, but an inaccessible environment. This study implies that the story reflects the social model of disability and presents inclusion as a shared responsibility.
Ambiguitas Pemaknaan Emoji Pada Komunikasi Antargenerasi: Studi Psikolinguistik Terhadap Mahasiswa Dan Orang Tua: Ambiguity in Emoji Interpretation in Intergenerational Communication: A Psycholinguistic Study of University Students and Their Parents
Anatasya Yuliyanti;
Desfita Nur Faizah;
Bunga Dewi Chasandra;
Nuzul Ramadhani;
Rizal Kurnia Akbar;
Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2861
Komunikasi digital menjadikan emoji sebagai media visual penting untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan makna interpersonal dalam interaksi daring. Akan tetapi, pemaknaan emoji tidak bersifat universal karena dipengaruhi oleh pengalaman digital, skema kognitif, dan lingkungan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemaknaan emoji antara mahasiswa dan orang tua serta mengidentifikasi faktor psikolinguistik yang menyebabkan ambiguitas dalam komunikasi antargenerasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 25 mahasiswa berusia 18–25 tahun dan 17 orang tua berusia di atas 40 tahun. Instrumen penelitian terdiri atas tujuh emoji yang berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi pola pemaknaan, bentuk ambiguitas, dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai emoji secara konotatif dan kontekstual melalui budaya internet, sedangkan orang tua memaknainya secara literal berdasarkan bentuk visual. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran metalinguistik diperlukan untuk mengurangi kesalahpahaman antargenerasi.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Berita Menggunakan Metode Pembelajaran Gamifikasi pada Siswa Kelas VII UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli: Improving News Text Writing Skills Using the Gamification Learning Method among Grade VII Students of UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli
Satriani Zega;
Noveri Amal Jaya Harefa;
Mastawati Ndruru;
Iman Sudi Zega
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2881
Pembelajaran menulis teks berita di SMP masih sering menghadapi persoalan rendahnya motivasi, keaktifan, dan kemampuan peserta didik dalam menyusun informasi faktual berdasarkan unsur berita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks berita melalui metode pembelajaran gamifikasi pada siswa kelas VII-B UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks berita, lembar observasi aktivitas peneliti, lembar observasi keaktifan peserta didik, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif melalui skor rata-rata dan ketuntasan klasikal, serta secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata meningkat dari 63,86 pada siklus I menjadi 78,06 pada siklus II, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 40% menjadi 90%. Implikasinya, gamifikasi efektif menciptakan pembelajaran menulis yang lebih partisipatif, terarah, dan memotivasi.
Eksistensial Tokoh Kamado Tanjiro Dalam Anime Demon Slayer: Infinity Castle Arc: Perspektif Rollo May: The Existential Dimension of Kamado Tanjiro in the Anime Demon Slayer: Infinity Castle Arc: Rollo May’s Perspective
Rizky Maulana;
Ririn Nurul Azizah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2899
Penelitian ini membahas dimensi eksistensial tokoh Kamado Tanjiro dalam anime Demon Slayer: Infinity Castle Arc melalui perspektif psikologi eksistensial Rollo May. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya narasi krisis eksistensial, pilihan moral, dan perjuangan mempertahankan keberadaan diri dalam situasi ekstrem. Penelitian bertujuan mendeskripsikan konsep being-in-the-world yang meliputi umwelt, mitwelt, dan eigenwelt, pemaknaan nonbeing, serta wujud intensionalitas, cinta, kepedulian, keinginan, dan kebebasan pada tokoh Tanjiro. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan, tindakan, dan ekspresi Tanjiro yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap adegan dalam anime. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan temuan berdasarkan konsep psikologi eksistensial Rollo May dan menafsirkannya secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjiro merepresentasikan keberanian menghadapi kematian, menjaga relasi sosial, mempertahankan integritas diri, mencintai secara altruistik, serta memilih kebebasan secara bertanggung jawab. Implikasinya, anime dapat dipahami sebagai teks sastra kontemporer yang kaya muatan psikologis.
Bahasa Sebagai Alat Kognitif Dan Pembentuk Kesadaran Budaya Mahasiswa PBSI: Kajian Psikolinguistik: Language as a Cognitive Tool and a Shaper of Cultural Awareness among Indonesian Language and Literature Education Students: A Psycholinguistic Study
Anjelina Sianturi;
Eka Putri Saptari Wulan;
Angriza Sihite;
E. M. Rivaldo Sinukaban
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2922
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai perangkat kognitif yang membentuk pola pikir dan kesadaran budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa dalam membentuk pola pikir dan kesadaran budaya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui perspektif psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 12 mahasiswa PBSI Universitas HKBP Nommensen. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa akademik dominan, bahasa daerah dipertahankan sebagai penanda identitas, sedangkan bahasa asing dan bahasa media sosial membentuk ruang negosiasi budaya. Kekayaan kosakata membantu mahasiswa menyusun gagasan secara kritis dan reflektif, sementara keterbatasan kosakata menghambat pengungkapan gagasan kompleks. Implikasinya, pembelajaran PBSI perlu mengintegrasikan literasi akademik, bahasa daerah, dan refleksi digital.