Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
958 Documents
Analisis Semantik Makna Leksikal dalam Wacana Politik Indonesia: Lexical Meaning in Indonesian Political Discourse: A Semantic Study
Alivia Salsabila Herlina Sari;
Sonya Trikandi;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2569
Penelitian ini mengkaji makna leksikal dalam wacana politik Indonesia melalui pendekatan semantik. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa bahasa politik tidak bersifat netral, tetapi sering digunakan untuk membangun ideologi, membentuk persepsi publik, dan melegitimasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna leksikal dalam wacana politik Indonesia, mengidentifikasi pergeseran makna, serta menjelaskan fungsi pilihan leksikal dalam persuasi politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semantik leksikal dan analisis wacana kritis. Data bersumber dari pidato politik, pernyataan resmi, debat kandidat, dan teks berita politik daring. Analisis difokuskan pada makna denotatif dan konotatif, sinonimi, antonimi, medan makna, kohesi leksikal, serta pembingkaian ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon netral seperti rakyat, keadilan, perubahan, kesejahteraan, dan stabilitas mengalami penguatan, perluasan, atau penyempitan makna sesuai kepentingan politik. Implikasinya, makna leksikal berfungsi sebagai instrumen persuasi, legitimasi, polarisasi, dan reproduksi kekuasaan dalam komunikasi politik Indonesia.
Etika Berpendapat di Instagram: Analisis Pragmatik atas Batas Kesantunan dalam Kritik, Apresiasi, dan Serangan Personal: Ethics of Expressing Opinions on Instagram: A Pragmatic Analysis of Politeness Boundaries in Criticism, Appreciation, and Personal Attacks
Eka Permadanik;
Widya Gusvita;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2571
Penelitian ini mengkaji etika berpendapat di Instagram melalui analisis pragmatik terhadap batas kesantunan dalam kritik, apresiasi, dan serangan personal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan percakapan digital yang bergeser dari evaluasi isu atau tindakan menuju serangan terhadap identitas, latar sosial, dan karakter individu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penanda linguistik yang membedakan kritik substantif, respons mitigatif, apresiasi bernada ironi, dan serangan personal yang tidak santun. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan analisis wacana digital. Data berupa unggahan dan komentar Instagram yang terdokumentasi melalui tangkapan layar, kemudian ditranskripsikan, dianonimkan, dan dikodekan berdasarkan orientasi tuturan, sasaran evaluasi, strategi kesantunan dan ketidaksantunan, relevansi, serta fungsi pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetujuan tetap santun apabila berfokus pada tindakan, pilihan kata, kronologi, dan konteks yang dapat diverifikasi. Sebaliknya, kritik menjadi tidak santun ketika menyerang pendidikan, status ekonomi, atau karakter personal. Penelitian ini menawarkan model pengodean pragmatik-sivilitas untuk literasi berpendapat dan moderasi komunitas daring.
Konstruksi Makna Ilokusi dalam Wacana Komedi Publik: Studi Pragmatik pada Spesial “Mens Rea”: The Construction of Illocutionary Meaning in Public Comedy Discourse: A Pragmatic Study of the Special “Mens Rea”
Angel Vionika Saharani;
Diardana Prima Sintasari;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2572
Penelitian ini mengkaji konstruksi makna ilokusi dalam wacana komedi publik melalui analisis pragmatik terhadap spesial komedi tunggal Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono. Kajian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan komedi tunggal sebagai ruang komunikasi publik yang menyampaikan kritik sosial dan hukum melalui tuturan tidak literal, reflektif, dan humoris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan pola konstruksi makna ilokusi dalam pertunjukan tersebut. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa tuturan terpilih dari transkripsi pertunjukan yang dikumpulkan melalui teknik simak, transkripsi, dan catat. Data dianalisis menggunakan taksonomi tindak ilokusi Searle dengan mengidentifikasi konteks, daya ilokusi, fungsi komunikatif, dan pola retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ilokusi dikonstruksi melalui pola informatif-edukatif, reflektif-persuasif, dan evaluatif-kritis. Implikasinya, komedi publik dapat berfungsi sebagai media literasi hukum, refleksi sosial, dan komunikasi kritis dalam budaya digital.
Ekspresi Afektif dalam Cuplikan Lirik Lagu di Media Sosial: Analisis Multimodal dan Relevansinya bagi Pembelajaran Bahasa dan Sastra: Affective Expressions in Song Lyric Excerpts on Social Media: A Multimodal Analysis and Their Relevance to Language and Literature Learning
Hugo Dimas Ohsyahiba;
Pramisdi Winanto Saputro;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2574
Penelitian ini mengkaji ekspresi afektif dalam cuplikan lirik lagu yang dibagikan di media sosial serta relevansinya bagi pembelajaran bahasa dan sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh praktik penggunaan cuplikan lirik sebagai ekspresi visual-verbal tentang emosi, identitas, dan pemosisian diri dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna afektif dalam cuplikan lirik lagu, menjelaskan bagaimana unggahan Instagram Story merekontekstualisasikan makna emosional, serta merumuskan pemanfaatannya sebagai bahan refleksi pembelajaran. Penelitian menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan analisis isi terarah dan analisis wacana multimodal. Data berupa cuplikan lirik lagu Indonesia dan berbahasa Inggris serta tangkapan layar Instagram Story yang dianonimkan. Analisis difokuskan pada kategori afek, sumber kebahasaan, unsur visual-verbal, dan kemungkinan aktivitas kelas. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi kesedihan, kehilangan, kasih sayang, keterikatan, kekecewaan, kecemasan, dan harapan yang dibangun melalui metafora, pengulangan, pronomina, pertanyaan, perbandingan, dan kontras temporal. Implikasinya, lirik lagu dapat digunakan secara etis untuk mengembangkan interpretasi teks, literasi multimodal, dan tulisan reflektif.
Integrasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik: Kajian Pustaka Sistematis: The Integration of Indonesian Language Learning in Students’ Character Development: A Systematic Literature Review
Elva Meilani Sagita;
Prasmidi Winanto Saputro;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2575
Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki potensi kuat dalam mendukung pengembangan karakter peserta didik karena aktivitas berbahasa berkaitan erat dengan nilai, interaksi sosial, dan etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam pengembangan karakter peserta didik melalui kajian pustaka sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi, kategorisasi nilai karakter, sintesis tematik, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai empati, tanggung jawab, kejujuran, kesantunan, kerja sama, disiplin, kemandirian, integritas, dan etika komunikasi dapat diintegrasikan melalui teks naratif, teks argumentatif, pembelajaran sastra, proyek kolaboratif, serta literasi digital. Integrasi tersebut efektif apabila guru merancang pembelajaran berbasis genre teks, dialog reflektif, tugas kontekstual, keteladanan, dan pengalaman sosial peserta didik. Penelitian ini menawarkan model konseptual integrasi pendidikan karakter berbasis literasi kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Representasi Nilai Kemanusiaan Dalam Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Dan Teori Representasi: The Representation of Human Values in the Novel Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari: A Sociology of Literature and Representation Theory Study
Rizka Adelia Amanda;
Widya Gusvita;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2576
Penelitian ini mengkaji representasi nilai kemanusiaan dalam novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari melalui perspektif sosiologi sastra dan teori representasi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca sastra sebagai ruang refleksi atas merosotnya nilai kemanusiaan dalam praktik pembangunan yang koruptif, materialistis, dan berorientasi pada kuasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk nilai kemanusiaan yang direpresentasikan dalam novel serta menjelaskan keterkaitannya dengan konteks sosial-politik pembangunan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-kontekstual. Data berupa narasi, dialog, tindakan tokoh, dan peristiwa yang mencerminkan kejujuran, solidaritas, kepedulian, keadilan, integritas, dehumanisasi, dan resistensi moral. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis secara hermeneutik dengan menghubungkan unsur tekstual, struktur cerita, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan nilai kemanusiaan melalui solidaritas sosial, kritik terhadap dehumanisasi pembangunan, dan perlawanan moral terhadap sistem proyek yang korup. Implikasinya, sastra dapat berfungsi sebagai kritik etis dan media pendidikan karakter.
Strategi Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Mahasiswa dan Dosen: Tinjauan Integratif Pragmatik pada Komunikasi Tatap Muka dan Digital: Language Politeness Strategies in Student–Lecturer Interaction: An Integrative Pragmatic Review of Face-to-Face and Digital Communication
Dicky Rafly Pradana;
Sonya Trikandi;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2577
Penelitian ini mengkaji strategi kesantunan berbahasa dalam interaksi mahasiswa dan dosen melalui tinjauan integratif pragmatik pada komunikasi tatap muka dan digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran interaksi akademik dari ruang kelas ke WhatsApp, surel, dan konferensi daring yang memperluas akses komunikasi sekaligus memunculkan ketidakpastian norma kesantunan. Penelitian ini bertujuan memetakan strategi kesantunan, penanda linguistik, faktor kontekstual, serta implikasinya bagi komunikasi akademik. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur integratif terhadap artikel jurnal terpilih yang terbit pada 2018–2025. Data diekstraksi melalui matriks analisis dan dikodekan berdasarkan strategi kesantunan Brown dan Levinson, prinsip kesantunan Leech, kerja relasional, serta perspektif siberpragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan negatif dominan dalam permintaan digital, sedangkan kesantunan positif lebih menonjol pada interaksi kelas dan relasi akademik yang akrab. Sapaan, identitas, permohonan maaf, mitigasi, ucapan terima kasih, waktu pengiriman, dan penutup menjadi indikator utama. Penelitian ini menawarkan Model Kesantunan Akademik Multimodal untuk kajian pragmatik dan pembinaan komunikasi.
Representasi Nilai Persahabatan dan Perjuangan dalam Anime One Piece: Analisis Isi dan Relevansinya sebagai Media Pembelajaran Karakter: The Representation of Friendship and Struggle Values in the Anime One Piece: A Content Analysis and Its Relevance as a Character Education Medium
Siti Hamidah;
Rifa’atussalwa Hayati;
Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2579
Penelitian ini mengkaji representasi nilai persahabatan dan perjuangan dalam anime One Piece serta relevansinya sebagai media pembelajaran karakter. Kajian ini dilatarbelakangi oleh potensi edukatif budaya populer, khususnya anime, yang menyajikan nilai melalui narasi, dialog, tindakan tokoh, simbol visual, dan konflik emosional yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana nilai persahabatan dan perjuangan direpresentasikan dalam episode terpilih One Piece serta menjelaskan relevansi pedagogisnya bagi pembelajaran karakter. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan analisis isi terarah dan pendekatan semiotik. Data dikumpulkan melalui pengamatan berulang, dokumentasi adegan, dan pengodean berdasarkan indikator kesetiaan, kepedulian, pengorbanan, ketekunan, keberanian, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persahabatan direpresentasikan melalui penerimaan, kepercayaan, loyalitas, dan solidaritas, sedangkan perjuangan tampak melalui keteguhan moral, tindakan kolektif, dan perlawanan terhadap penindasan. Implikasinya, One Piece dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter yang kontekstual apabila dipilih secara kritis dan difasilitasi oleh guru.
Dominasi Ironi dalam Kritik Sosial-Politik pada Pertunjukan Stand-Up Comedy Mens Rea: Kajian Stilistika: The Dominance of Irony in Socio-Political Criticism in the Mens Rea Stand-Up Comedy Performance: A Stylistic Study
Muadz Al-Hafidz;
Fahruddin;
Amirudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2596
Penelitian ini bertujuan menjelaskan distribusi, realisasi, dan fungsi kritis gaya bahasa sindiran dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea. Metodologi penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data berupa transkrip lengkap tuturan verbal dalam pertunjukan, termasuk segmen pembuka, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mengandung ironi, sinisme, sarkasme, antifrasis, atau inuendo. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, penyimakan nonpartisipan, penayangan berulang, transkripsi, identifikasi, dan klasifikasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, penafsiran hubungan setup–punchline, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi menjadi strategi dominan, diikuti sinisme, sarkasme, inuendo, dan antifrasis. Ironi membangun kritik dengan mempertemukan ideal demokrasi, profesionalitas, dan akuntabilitas dengan realitas sosial-politik yang bertentangan. Kesimpulannya, sindiran dalam komedi politik bekerja sebagai strategi retoris berlapis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyempurnaan analisis stilistika melalui pengodean multilabel, identitas tuturan unik, dan perhatian terhadap struktur setup–punchline.
Konstruksi Narasi Konflik Internasional melalui Diksi dalam Pemberitaan Daring Sindonews (2023–2026): The Construction of International Conflict Narratives through Diction in Sindonews Online News Coverage (2023–2026)
Ari Musdolifah;
Elok Yulia Widayanti;
Evlyn Rara Pramesty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2625
Penelitian ini mengkaji konstruksi narasi konflik internasional melalui diksi dalam pemberitaan daring Sindonews periode 2023–2026, dengan fokus pada konflik Amerika Serikat dan Iran. Kajian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis diksi dalam jurnalisme digital, karena pilihan kata tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk framing, kesan emosional, dan persepsi pembaca terhadap eskalasi konflik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis diksi yang digunakan dalam berita Sindonews serta menjelaskan fungsinya dalam membangun makna konflik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari judul dan teks berita terpilih melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, penyajian, dan penarikan simpulan berdasarkan kategori diksi denotatif, diksi konotatif, kata umum, kata khusus, dan verba tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi seperti perang, ancaman, musuh, rudal, serangan, dan menghancurkan membangun narasi eskalasi, bahaya, agresi, dan urgensi militer. Implikasinya, diksi menjadi unsur utama dalam pembingkaian konflik internasional di media daring.