Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
958 Documents
Variasi Leksikal Bahasa Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi: Kajian Dialektologi: Lexical Variation in the Pakpak Dairi Language in Dairi Regency: A Dialectological Study
Astri Indah Manalu;
Dwi Widayati;
Rosliana Lubis
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2695
Penelitian ini mengkaji variasi leksikal bahasa Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi melalui pendekatan dialektologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh situasi kontak multibahasa antara bahasa Pakpak Dairi, bahasa Indonesia, Batak Toba, dan bahasa daerah lain yang berpotensi memengaruhi perbedaan leksikal antarkomunitas tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan persebaran variasi leksikal, mengidentifikasi kosakata tanpa variasi, serta menentukan status perbedaan antartitik pengamatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif-kuantitatif. Data dikumpulkan pada empat titik pengamatan melalui metode cakap, teknik cakap semuka, dan teknik catat berdasarkan kosakata Swadesh serta kosakata budaya. Data dianalisis menggunakan metode padan, teknik Pilah Unsur Penentu, Hubung Banding Membedakan, pemetaan isoglos, dan dialektometri. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi leksikal dan fonologis, meskipun sebagian besar glos tetap tidak bervariasi. Perhitungan dialektometri menunjukkan bahwa perbedaan antartitik pengamatan berada dalam kategori tidak berbeda. Implikasinya, bahasa Pakpak Dairi memiliki keragaman leksikal tanpa membentuk dialek terpisah.
Analisis Wacana Kritis tentang Kekerasan Seksual dalam Film Demi Nama Baik Kampus: A Critical Discourse Analysis of Sexual Violence in the Film Demi Nama Baik Kampus
Arel Rizky Pratama;
Rizki Setiawan;
Haryono
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2709
Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kekerasan seksual dalam film Demi Nama Baik Kampus melalui Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dengan fokus pada dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penayangan film berulang, transkripsi dialog, dokumentasi visual, wawancara terstruktur, dan dokumentasi komentar audiens. Data berupa dialog, adegan, dan unsur visual yang merepresentasikan kekerasan seksual, pembungkaman, relasi kuasa, dan respons institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual dikonstruksi melalui bahasa yang mengobjektifikasi tubuh, bentuk imperatif, ancaman reputasional, dan ketimpangan hak bicara antara dosen, mahasiswa, dan pimpinan kampus. Secara diskursif, film berfungsi sebagai media edukasi, sedangkan respons audiens memperlihatkan penafsiran yang beragam. Secara sosiokultural, frasa “demi nama baik kampus” menghubungkan konflik personal dengan hierarki akademik, kepentingan institusi, patriarki, dan victim blaming. Kesimpulannya, film ini mengkritik pembungkaman korban oleh institusi. Kontribusi penelitian terletak pada penghubungan bahasa mikro, produksi-konsumsi meso, dan struktur kuasa kampus makro.
Konstruksi Citra Sosial Perempuan dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja: Perspektif Feminisme: The Construction of Women’s Social Image in Wregas Bhanuteja’s Film Budi Pekerti: A Feminist Perspective
Vinanda Ariyani;
Marista Dwi Rahmayantis;
Moch. Muarifin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji konstruksi citra sosial perempuan dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja melalui perspektif feminisme. Kajian ini dilatarbelakangi oleh relevansi film dengan budaya digital masa kini, ketika identitas dan posisi moral perempuan dapat dibentuk, dihakimi, serta digeser melalui opini publik di media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra sosial Bu Prani sebagai tokoh utama perempuan dalam konteks keluarga dan masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme. Data dikumpulkan melalui kegiatan menonton film secara berulang, teknik simak-catat, dan dokumentasi tangkap layar terhadap adegan serta dialog yang merepresentasikan peran sosial perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bu Prani direpresentasikan sebagai istri, ibu, penjaga emosi keluarga, penopang ekonomi, guru, subjek moral, sekaligus korban penghakiman digital. Citra sosialnya bergeser dari pendidik yang dihormati menjadi objek kesalahan publik. Implikasinya, Budi Pekerti mengkritik budaya digital yang kerap membungkam suara perempuan dan mengabaikan kebenaran kontekstual.
Analisis Sintaksis Kalimat Majemuk dalam Teks Berita Daring pada Media Detik.com: A Syntactic Analysis of Compound Sentences in Online News Texts on Detik.com
Salsabila Islami;
Seyina Salsabila;
Zahra Sabilla Mukarom;
Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2743
Penelitian ini mengkaji struktur sintaksis kalimat majemuk dalam teks berita daring Detik.com berjudul “Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Adies Kadir Tak Diterima MKMK”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ketepatan sintaksis dalam bahasa jurnalistik, khususnya dalam menyajikan informasi secara jelas, efisien, dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kalimat majemuk, menganalisis hubungan antarklausa, serta menjelaskan perannya dalam membangun informasi berita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Data berupa kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa, kemudian diklasifikasikan berdasarkan hubungan sintaksis, meliputi koordinasi, subordinasi, dan struktur klausa campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat majemuk bertingkat dengan hubungan subordinatif mendominasi teks berita, sedangkan kalimat majemuk campuran digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih berlapis. Implikasinya, struktur kalimat majemuk berperan penting dalam mendukung kejelasan, ketepatan, dan efektivitas penyampaian informasi dalam wacana jurnalistik daring.
Variasi Kalimat Majemuk dalam Teks Digital Kompas.com: Perbandingan Sintaksis pada Kanal News, Kolom, dan Skola: Variation of Compound Sentences in Kompas.com Digital Texts: A Syntactic Comparison of the News, Kolom, and Skola Channels
Devi Hayati Padilah;
Hera Ramadani;
Muhamad Fauzani Shofyan;
Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2766
Teks digital memadatkan informasi melalui relasi antarklausa, tetapi identifikasi kalimat majemuk sering mencampurkan hubungan klausa dengan koordinasi frasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi kalimat majemuk dan hubungan makna antarklausa pada tiga artikel Kompas.com dari kanal News, Kolom, dan Skola. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif komparatif dengan dokumentasi, baca-catat, metode agih, dan teknik bagi unsur langsung. Dua puluh enam kandidat pada naskah sumber diaudit melalui uji predikasi, pelesapan unsur, dan fungsi penghubung. Hasil menunjukkan 20 konstruksi valid: 10 koordinatif dan 10 subordinatif. Kanal News memuat lima koordinatif dan lima subordinatif, Kolom satu dan tiga, sedangkan Skola empat dan dua. Enam kandidat dikeluarkan karena hanya berupa koordinasi frasa atau konstruksi preposisional. Relasi dominan ialah penambahan pada koordinasi serta hasil, syarat, atributif, tujuan, komplementasi, dan perbandingan pada subordinasi. Penelitian menyimpulkan bahwa fungsi komunikatif artikel berkaitan dengan pilihan hubungan klausal. Kontribusinya ialah prosedur audit klausa untuk meningkatkan ketepatan analisis sintaksis media digital secara komparatif.
Representasi Makna Kehilangan dalam Lirik Lagu “Sesi Potret” Karya Enau feat. Ari Lesmana: Analisis Semiotika Roland Barthes: The Representation of Loss in the Lyrics of “Sesi Potret” by Enau feat. Ari Lesmana: A Roland Barthes Semiotic Analysis
Nasywa Nur Aulian Nisaa;
Rohanda Rohanda
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2794
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi makna kehilangan dalam lirik lagu “Sesi Potret” karya Enau feat. Ari Lesmana dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitos membangun pengalaman emosional kehilangan orang terkasih. Penelitian menggunakan metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan semiotika Barthes. Data primer berupa unit-unit lirik yang merepresentasikan kepulangan, ketidakhadiran, ingatan, jejak sensorik, jarak, keikhlasan, foto keluarga, dan penyesalan. Analisis dilakukan melalui empat tahap, yaitu mengidentifikasi makna denotatif, menafsirkan makna konotatif, mengelompokkan konotasi berulang menjadi mitos, dan memverifikasi tafsir dalam keseluruhan struktur lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan direpresentasikan melalui eufemisme kematian, absensi sensorik, penyesalan yang tertunda, perubahan susunan keluarga, dan proses penerimaan yang belum selesai. Kesimpulannya, kehilangan dalam lirik tidak hadir sebagai emosi tunggal, tetapi sebagai perubahan relasi terhadap waktu, ruang, indera, dan hubungan sosial. Kontribusi penelitian ini adalah mengintegrasikan semiotika Barthes dengan kajian eufemisme kematian dan duka sensorik dalam musik populer Indonesia.
Majas Perbandingan dalam Kumpulan Lagu FSTVLST: Kajian Stilistika: Comparative Figures of Speech in FSTVLST’s Song Collection: A Stylistic Study
Puji Rahmawati;
Evi Chamalah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2800
Penelitian ini mengkaji bentuk dan pola distribusi majas perbandingan dalam lirik FSTVLST serta fungsi stilistika yang tampak pada data representatif. Studi deskriptif kualitatif dengan analisis isi digunakan terhadap korpus lirik FSTVLST yang dipilih berdasarkan kandungan bahasa figuratif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, pembacaan intensif, identifikasi, dan klasifikasi dengan taksonomi Tarigan. Hasil menunjukkan 96 temuan pengodean yang mencakup sepuluh kategori: metafora, perumpamaan, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis, pleonasme, perifrasis, prolepsis, dan koreksio. Perifrasis memiliki frekuensi tertinggi (11), tetapi selisihnya hanya satu dari delapan kategori yang masing-masing berjumlah 10; koreksio paling sedikit (5). Analisis contoh metafora, perumpamaan, personifikasi, dan depersonifikasi menunjukkan bahwa pembandingan figuratif mengartikulasikan simbol takdir, perubahan, kritik sosial, dan ketegangan moral. Temuan ini menegaskan fungsi majas sebagai perangkat pembentukan makna, dengan generalisasi terbatas pada korpus terpilih.
Analisis Bentuk dan Fungsi Alih Kode dalam Komentar Pengguna pada Base @tanyarlfes di Platform X: Kajian Sosiolinguistik: An Analysis of the Forms and Functions of Code-Switching in User Comments on the @tanyarlfes Base on X: A Sociolinguistic Study
Dina Wulandari;
Niar Syabila;
Rahma Amaliyatul Hidayah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2802
Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi alih kode dalam komentar pengguna pada base @tanyarlfes di platform X melalui perspektif sosiolinguistik. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan komunikasi digital yang memungkinkan pengguna multilingual berpindah dari bahasa Indonesia ke bahasa daerah maupun bahasa asing untuk membangun makna, keakraban, dan identitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis alih kode serta mendeskripsikan fungsi komunikatifnya dalam interaksi digital anonim. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data berupa komentar tertulis pada unggahan @tanyarlfes yang mengandung alih kode. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, deskripsi, penafsiran fungsi, dan penarikan simpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk alih kode, yaitu alih kode intern antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa serta alih kode ekstern antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fungsinya meliputi mengakrabkan diri, mengekspresikan emosi, menegaskan pernyataan, memberikan motivasi, dan menunjukkan identitas sosial.
Penggunaan Afiks -in dalam Bahasa Gaul di Media Sosial X serta Padanan Bentuk Bakunya dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfologi: The Use of the -in Affix in Indonesian Slang on the Social Media Platform X and Its Standard Indonesian Equivalents: A Morphological Study
Dimas Andik Ardiansyah;
Hari Kusmanto;
Mulyono;
Indah Setyo Putri;
Tiara Dluha Tarumaning Jannah;
Asyam Amajid
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2811
Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan afiks -in dalam bahasa gaul di media sosial X serta mengidentifikasi padanan bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia formal. Kajian ini berpijak pada bidang morfologi, khususnya afiksasi informal dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi digital terhadap unggahan X yang memuat sufiks -in, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas kata, pola afiksasi, fungsi gramatikal, dan kesepadanan dengan bentuk baku bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan enam pola afiksasi informal yang sistematis, meliputi verba + -in, nomina + -in, adjektiva + -in, per- + verba + -in, serta konstruksi pasif di- + verba + -in. Bentuk-bentuk tersebut berpadanan dengan pola baku seperti meN- + -i, meN- + -kan, dan di- + -kan. Kesimpulannya, afiks -in menyederhanakan bentuk morfologis tanpa menghilangkan makna dasar. Kontribusi penelitian ini adalah memperkuat kajian morfologi bahasa gaul digital dan memetakan hubungan bentuk informal–formal dalam bahasa Indonesia.
Ragam Bahasa Digital dalam Unggahan Media Sosial Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan
Difa Aprilia Marpaung;
Tiara Simanjuntak;
Ruth Elisa Tarigan;
Mayratmini Herti Hulu;
Muhammad Anggie Januarsyah Daulay
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji pola variasi dan bentuk nonbaku yang ditemukan dalam unggahan media sosial berbahasa Indonesia oleh mahasiswa Generasi Z Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan. Dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik purposive sampling, penelitian ini menganalisis 34 unggahan media sosial (caption postingan Instagram, story Instagram, dan story WhatsApp) yang bersumber dari 15 mahasiswa pada bulan Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengidentifikasi empat pola yang berulang dalam korpus, yaitu deviasi ejaan dan penulisan kata dari kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), penggunaan kosakata tidak baku, bahasa gaul, dan onomatope, campur bahasa atau penyisipan unsur bahasa asing, serta struktur kalimat yang tidak lengkap atau ambigu. Deviasi ejaan yang sesungguhnya seperti pengulangan huruf yang tidak konvensional, kesalahan penulisan kata depan, dan penggunaan huruf kapital yang tidak konsisten merupakan pola yang paling sering ditemukan dalam korpus.