Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
958 Documents
Kontestasi Legitimasi Program Makan Bergizi Gratis dalam Pernyataan Menteri HAM dan Ketua BEM UGM: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Tvonenews.com dan Tempo.co: Contesting the Legitimacy of the Free Nutritious Meals Program in Statements by the Minister of Human Rights and the Chair of UGM’s Student Executive Board: A Norman Fairclough Critical Discourse Analysis of Tvonenews.com and Tempo.co
Aam Amelia;
Firly Azkiya Rahmania;
Tantie Imeldha;
Sintha Novela;
Syifa Suci Ramadhina;
Asep Muhyidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2816
Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memperdebatkan implementasi kebijakan, tetapi juga dasar legitimasi negara dalam mengalokasikan sumber daya dan memenuhi hak warga. Penelitian ini menganalisis bagaimana pernyataan Menteri HAM dan Ketua BEM UGM direkontekstualisasi dalam dua berita daring Tvonenews.com dan Tempo.co menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengkaji dua teks berita melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil menunjukkan bahwa Tvonenews.com menonjolkan kontra-legitimasi melalui diksi evaluatif seperti “panas” dan “dirampas”, serta oposisi pendidikan–stunting; sedangkan Tempo.co menonjolkan legitimasi pemerintah melalui proposisi kategoris yang mengaitkan penolakan MBG dengan HAM dan kewajiban negara atas kebutuhan dasar. Perbedaan tersebut memperlihatkan kontestasi antara rasionalitas prioritas pendidikan dan rasionalitas kesejahteraan-hak. Temuan ini menegaskan bahwa pemberitaan MBG menjadi arena perebutan definisi kepentingan publik, tetapi kesimpulan dibatasi pada dua teks dan tidak merepresentasikan keseluruhan orientasi kedua media.
Ketimpangan Akses dan Kualitas Pendidikan Masyarakat Menengah ke Bawah dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra: Inequality in Access to and Quality of Education among Lower-Middle-Class Communities in Andrea Hirata’s Novel Guru Aini: A Sociology of Literature Study
Balqis Sabrina;
Nurhayati Harahap;
Bambang Riyanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2823
Penelitian ini mengkaji ketimpangan akses dan kualitas pendidikan masyarakat menengah ke bawah dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata melalui pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi pendidikan sebagai persoalan sosial yang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh keterbatasan ekonomi, norma sosial, kondisi sekolah, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketimpangan pendidikan dalam novel serta menjelaskan bagaimana ketimpangan tersebut membangun kritik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data berupa kata, kalimat, dialog, dan narasi yang merepresentasikan hambatan akses serta kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi ketimpangan yang saling berkaitan, yaitu hambatan ekonomi dalam mengakses pendidikan tinggi, hambatan sosial dan gender yang membatasi aspirasi pendidikan, ketidakstabilan kurikulum yang membebani guru, serta kesenjangan institusional berupa ketidaksesuaian kualifikasi guru dan keterbatasan kapasitas sekolah. Implikasinya, Guru Aini mengkritik peluang pendidikan yang belum setara bagi masyarakat marginal.
Revitalisasi Pojok Baca untuk Mendukung Literasi di SMP: Akses, Koleksi, dan Tata Kelola Partisipatif
Alea Kholifah Muhtasyani;
Fadlwa Ar Rizqa;
Laela Rahmadani;
Winanti Hapsari;
Edo Abdul Rizki;
M. Kafa Bw;
Refangga Azqa Mukti;
Leli Triana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2824
Stagnasi pojok baca dapat muncul ketika kedekatan fisik buku tidak diikuti relevansi koleksi dan tata kelola yang mendorong tanggung jawab siswa. Penelitian ini mengevaluasi hambatan dan merumuskan strategi revitalisasi pojok baca di SMP Muhammadiyah 2 Tegal. Studi kualitatif deskriptif menggunakan observasi partisipatif, wawancara purposif dengan unsur sekolah dan siswa, serta dokumen kunjungan SLiMS dan inventaris koleksi Januari–Mei 2026; data dianalisis secara interaktif. Temuan menunjukkan tiga persoalan yang saling terkait: perpustakaan di lantai dua membatasi akses sebagian siswa, koleksi belum sepenuhnya sesuai preferensi remaja terhadap fiksi aksi, horor, dan teka-teki, serta lemahnya kontrol kelas berhubungan dengan kerusakan buku. SLiMS mencatat 1.217 kunjungan; kelas VII menyumbang 44,95%, sedangkan Maret terendah (72 kunjungan). Dukungan anggaran dan hibah alumni tersedia, tetapi belum mengatasi ketimpangan akses. Studi ini merumuskan desentralisasi terpimpin: pojok baca lantai bawah, rotasi koleksi, Duta Literasi, dan akses e-library berbasis QR sebagai strategi yang perlu diuji efektivitasnya lebih lanjut.
Proses Pembentukan Kata pada Istilah Internet (BTW, OOT, dan POV) dalam Perspektif Morfologi
Alya Nur janah;
Nuzul Ramadhani;
Erinda Lois Anindita;
Mulyono;
Hari Kusmanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2830
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses pembentukan kata pada istilah internet, khususnya BTW, OOT, dan POV, dalam perspektif morfologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meluasnya penggunaan istilah internet dalam komunikasi digital, terutama di kalangan remaja dan pengguna aktif media sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi terhadap penggunaan istilah internet pada Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dianalisis menggunakan metode agih dan identifikasi morfem untuk mengklasifikasikan bentuk, struktur, dan proses morfologisnya. Hasil penelitian menunjukkan tiga proses dominan, yaitu pemendekan melalui pengambilan huruf awal, pembentukan akronim, dan penggabungan suku kata. POV, BTW, dan OOT termasuk initialism; LOL dan OMG termasuk akronim; sedangkan baper, mager, dan japri terbentuk melalui blending. Kesimpulannya, bahasa internet berkembang secara sistematis, kreatif, dan adaptif. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian morfologi bahasa Indonesia digital.
Model Aktan dan Fungsi Kisah Michelle dalam Novel The Girls of Riyadh
Nurlaila Jihadah;
Asri Aulia Nuriyani;
Dadan Firdaus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan skema aktansial dan struktur fungsional kisah tokoh Michelle dalam novel Girls Of Riyadh karya Rajaa Alsanea berdasarkan perspektif naratologi A.J. Greimas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Girls Of Riyadh karya Rajaa Alsanea terbitan PT. Elex Media Komputindo, yang merupakan terjemahan dari naskah asli berbahasa Arab berjudul Banat Al-Riyadh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan Adalah Teknik Simak dan catat. Sementara itu, Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis isi. Dari penelitian ini, ditemukan lima skema aktansial yang sempurna. Sementara itu, struktur fungsional dalam kisah Michelle novel Girls Of Riyadh memiliki alur cerita yang lengkap, yaitu situasi awal, transformasi, dan situasi akhir. Situasi akhir dalam penelitian ini berwujud harmoni baru yang lebih bermakna yaitu tekad dalam penerimaan diri dan optimisme dalam mendapatkan hubungan yang sehat.
Konflik Keluarga dalam Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia: Kajian Sosiologi Sastra
Naurah Nazihah;
Nurhayati Harahap;
Bambang Riyanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2833
Konflik keluarga dalam karya sastra tidak hanya memperlihatkan pertengkaran antaranggota keluarga, tetapi juga dapat menyingkap negosiasi otoritas, tanggung jawab, dan kebutuhan akan pengakuan. Penelitian ini mengkaji bentuk dan faktor penyebab konflik keluarga dalam novel Warung Bujang karya Jessica Carmelia serta menafsirkan makna sosialnya melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data utama berupa dialog, narasi, dan monolog yang merepresentasikan pertentangan antaranggota keluarga maupun konflik yang muncul dalam pengelolaan Warung Bujang. Data dipilih berdasarkan adanya pertentangan verbal, perbedaan kepentingan, ketegangan emosional, perselisihan peran, atau tindakan yang mengganggu relasi keluarga dan kerja kolektif. Hasil menunjukkan bahwa konflik orang tua dan anak, konflik antarsepupu, konflik sosial di sekitar usaha keluarga, serta konflik pribadi saling berkaitan. Tuntutan orang tua, ketidakpercayaan, ketidakcocokan tujuan, dan rendahnya kemampuan beradaptasi memperkuat konflik. Novel ini terutama merepresentasikan benturan antara otoritas keluarga dan otonomi individu, persaingan memperoleh pengakuan, serta persoalan pembagian kerja dalam ruang ekonomi keluarga.
Fungsi dan Proses Pembentukan Bahasa “F” pada Generasi Z: The Functions and Formation Process of “F” Language among Generation Z
Hany Alful Layly;
Intan Widyawati;
Tiara Dyuti Adzra;
Mulyono;
Hari Kusmanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2841
Penelitian ini mengkaji fungsi dan proses pembentukan bahasa “F” atau Bahasa Fufu pada Generasi Z di media sosial melalui perspektif morfologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ragam bahasa informal digital yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan kreativitas linguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan Bahasa Fufu, mengidentifikasi pola pembentukan katanya, serta menganalisis proses morfologis yang terjadi di dalamnya. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggabungkan data angket mahasiswa di Jawa Timur dan dokumentasi tuturan pada kolom komentar TikTok serta X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z umumnya memahami pola dan tujuan penggunaan Bahasa Fufu, meskipun pemakaiannya bersifat situasional. Secara morfologis, Bahasa Fufu dibentuk melalui penyisipan fonem /f/ pada suku kata dengan tetap mempertahankan proses afiksasi bahasa Indonesia, seperti prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi. Implikasinya, Bahasa Fufu mencerminkan inovasi linguistik yang terstruktur dalam komunikasi digital.
Representasi Totalitas Cinta dalam Lirik Lagu Inni Uhibbuka Karya Walaa Al Jundi: Analisis Semiotika Roland Barthes
Neng Nida Ankhofiya;
Alifah Raihani;
Siti Ayumi Nur Khujaimi;
Dadan Firdaus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2862
Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi totalitas cinta dalam lirik lagu Inni Uhibbuka karya Walaa Al-Jundi melalui analisis semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada makna denotatif, konotatif, dan mitos yang membentuk cinta sebagai penyerahan emosional, kesetiaan, pengorbanan, dan pengabdian eksistensial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Barthes. Data utama berupa teks lirik lagu Inni Uhibbuka yang diperoleh dari lirik resmi pada platform YouTube. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna literal, menafsirkan asosiasi emosional dan kultural, serta mengungkap mitos cinta dalam wacana budaya Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa totalitas cinta direpresentasikan melalui penyerahan diri, penempatan kekasih sebagai pusat eksistensi, penerimaan penderitaan, kerinduan, kecemburuan, perlindungan, dan keyakinan pada takdir ilahi. Kesimpulannya, cinta dalam lirik ini bukan sekadar perasaan, melainkan penyerahan total keberadaan kepada orang yang dicintai. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian semiotika musik populer Arab dan pemaknaan budaya dalam teks lirik.
Pemenuhan Kebutuhan Psikologis Tokoh Utama dalam Cerpen Terpilih Aku, Kamu, dan IPM: Perspektif Determinasi Diri: The Fulfillment of the Main Character’s Psychological Needs in the Selected Short Story Aku, Kamu, dan IPM: A Self-Determination Perspective
Eky Fahmi Sjahranie;
Akhmad Fauzan;
Eko Sri Rahayu;
Mulasih Tary;
Onok Yayang Pamungkas
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2863
Penelitian ini mengkaji pemenuhan kebutuhan psikologis tokoh utama dalam cerpen terpilih pada antologi Aku, Kamu, dan IPM melalui perspektif Teori Determinasi Diri. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya perhatian terhadap karya sastra pelajar, khususnya yang merepresentasikan pengalaman berorganisasi dan perkembangan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan pada tokoh utama dalam cerpen terpilih. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data berupa kutipan naratif dan dialog yang mencerminkan kebutuhan psikologis dalam konteks organisasi pelajar. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan Teori Determinasi Diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi direpresentasikan melalui pilihan sadar dan komitmen berorganisasi, kompetensi melalui tanggung jawab serta pengembangan diri, dan keterhubungan melalui dukungan sosial, kehangatan emosional, serta penerimaan. Implikasinya, karya sastra pelajar dapat merepresentasikan perkembangan psikologis remaja secara bermakna.
Kecenderungan Penggunaan Tingkat Tutur Ngoko dan Krama pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang: Kajian Sosiolinguistik: Tendencies in the Use of Ngoko and Krama Speech Levels among Students at Universitas Negeri Semarang: A Sociolinguistic Study
Raja Nusantara;
Muhammad Mughni Labib;
Muhamad Rizki Akbar
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2872
Penelitian ini mengkaji kecenderungan penggunaan tingkat tutur Ngoko dan Krama pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang melalui perspektif sosiolinguistik. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dinamika penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa dalam interaksi akademik modern, ketika mahasiswa berkomunikasi dengan teman sebaya, dosen, tenaga administrasi, dan pejabat struktural dalam konteks sosial yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pilihan penggunaan Ngoko dan Krama berdasarkan jenis kelamin lawan tutur, tempat, usia, jabatan, penampilan, dan tinggi badan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain survei potong lintang. Partisipan penelitian adalah 90 mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui kuesioner situasional dan dianalisis menggunakan frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Krama dominan dalam konteks formal dan hierarkis, terutama ketika berinteraksi dengan pejabat struktural, dosen, dan ruang administrasi. Sementara itu, Ngoko dominan dalam interaksi sebaya, lebih muda, sesama jenis, dan ruang kelas. Implikasinya, tingkat tutur Jawa masih aktif secara kontekstual dalam komunikasi perguruan tinggi.