cover
Contact Name
Desrianti Sahida
Contact Email
dessabki14@gmail.com
Phone
+6281338860310
Journal Mail Official
dessabki14@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Depati Parbo. RT. 001/000. Desa Pendung Hiang. Kecamatan Tanah Kampung. Kota Sungai Penuh. Provinsi Jambi
Location
Kota sungai penuh,
Jambi
INDONESIA
Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27158861     DOI : https://doi.org/10.47827/jer
EDU RESEARCH : Jurnal Penelitian Pendidikan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies), dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak tiga bulan sekali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 515 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LINGGO SARI BAGANTI Azzahra Putri Al Akhya; Mohamad Hafrison
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.452

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Ketiga tujuan tersebut sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti sebelum menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti setelah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual. Ketiga, menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual terhadap keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Sampel yang digunakan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini hanya satu kelas. Berdasarkan penganalisisan data dan pembahasan, disimpulkan tiga hal. Pertama, keterampilan menulis teks cerpen sebelum menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti berada pada kualifikasi Cukup (C) dengan rata-rata 56,51. Kedua, keterampilan menulis teks cerpen setelah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti berada pada kualifikasi Baik (B) dengan rata-rata 81,12. Ketiga, hasil uji hipotesis yang dilakukan thitung > ttabel (9,22 > 1,67) pada taraf signifikansi a yaitu 0,05 dan taraf kepercayaan sebesar 95%. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual terhadap keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN NURUL HUDA BANGAI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Ari Irawan; Zainal Asril; Hidayati Hidayati
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.453

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data yang diperoleh dengan tidak adanya jumlah santri berdasarkan kategori penilaian mumtaz (sempurna) dalam kemampuan membaca kitab kuning dan didominasi dengan kategori penilaian dhoif (lemah). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: Seberapa besar pengaruh antara motivasi belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning. Antara minat belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning. Dan antara motivasi belajar dan minat belajar secara bersama-sama terhadap kemampuan membaca kitab kuning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif korelasional. Responden dalam penelitian peserta didik kelas IX Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Nurul Huda Bangai. Sampel penelitian diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada dengan jumlah 60 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan model skala Likert. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning dengan capaian sebesar 32,9%, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara minat belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning dengan capaian sebesar 21,9%, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar dan minat belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning dengan capaian sebesar 33,8%.
PENGARUH METODE ASY-SYAFI’I TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR NEGERI 33 KALUMBUK KOTA PADANG Burhanuddin Rambe; Zulheldi Zulheldi; Khadijah Khadijah
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.454

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SD Negeri 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca huruf yang sering tertukar misalnya: Alif (ا ) dengan ‘Ain (ع), mad thabii misalnya: ٱلَّذِينَ كَفَرُوا dan huruf Muqatha’ah misalnya صٓ, قٓ , كٓهيعٓصٓ. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad tabii dan membaca huruf yang tidak ber harakat di awal surat sebelum menggunakan metode Asy-Syafi’i. 2) Untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad tabii dan membaca huruf yang tidak ber harakat di awal surat sesudah menggunakan metode Asy-Syafi’i. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan metode Asy-Syafi’i terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an pada tahap membaca dua huruf yang sering tertukar, mad thabi’i dan membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimen, dengan rancangan penelitian Pretest Postetest Control Group Design. Populasinya 38 Peserta Didik. Teknik pengumpulan data melalui tes lisan kemampuan membaca Al-Qur’an. Pengolahan data dengan cara uji prasyarat ilmiah dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) Kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum diterapkan metode Asy-Syafi’i sebagai berikut: a) Membaca dua huruf yang sering tertukar memperoleh rata-rata kelas ekperimen 77,65 dan kelas kontrol 65,28., b) mad thabii memperoleh rata-rata kelas eksperimen 67,25 dan kelas kontrol 69,17., c) Membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat memperoleh rata-rata kelas eksperimen 68,50 dan kelas kontrol 61.11. Berdasarkan hasil tersebut kemampuan peserta didik masih berada dikategori rendah. 2) Kemampuan membaca Al-Qur’an sesudah diterapkan metode Asy-Syafi’i sebagai berikut: a) Membaca dua huruf yang sering tertukar memperoleh rata-rata kelas ekperimen 77.90 dan kelas kontrol 65,27., b) mad thabii memperoleh rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kelas kontrol 69,16., c) Membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat memperoleh rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kelas kontrol 69.11. Berdasarkan hasil tersebut kemampuan peserta didik meningkat setelah menggunakan metode Asy-Syafi’i. 3) Uji hipotesis dengan bantuan SPSS V 20. Setelah dilakukan uji pretest dan posttest dengan Independent Sampel T-test diperoleh sig. (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa metode Asy-Syafi’i berpengaruh terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDN 33 Kalumbuk Kota Padang dengan skor rata-rata sebagai berikut: a) membaca dua huruf yang sering tertukar rata-rata kelas eksperimen 77,90 dan kelas kontrol 65,28., b) membaca mad thabii rata-rata kelas eksperimen 83,55 dan kontrol 69,17., c) membaca huruf yang tidak berharakat di awal surat rata-rata kelas eksperimen 80,40 dan kontrol 65,56.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI Anisyah, Nur; Latif , Mukhtar; Taridi, Muhammad; Anwar, Fathul; Rosadi, Raihan
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.455

Abstract

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam membentuk karakter, keterampilan, dan pengetahuan dasar anak-anak, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Meskipun banyak penelitian yang telah menyoroti peran PAUD dalam perkembangan anak, masih diperlukan studi yang lebih mendalam tentang bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang memadai dapat memaksimalkan manfaat PAUD dalam konteks tertentu, seperti di daerah pedesaan yang sering kali menghadapi keterbatasan fasilitas. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan, terutama di lembaga PAUD, merupakan aspek penting dalam manajemen pendidikan. Manajemen ini bertujuan agar sarana dan prasarana pendidikan dapat digunakan secara efektif, terstruktur, dan efisien. Sarana dan prasarana pendidikan adalah komponen utama yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, khususnya di lembaga PAUD. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah atau pihak lain seharusnya dikelola dengan baik oleh pihak sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan sarana dan prasarana yang perlu dilakukan oleh sekolah meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, serta penghapusan fasilitas yang sudah tidak dapat digunakan atau diperbaiki lagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yang melibatkan pencarian dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, disertasi, tesis, dan karya ilmiah lainnya yang relevan dengan topik atau masalah yang diteliti
RELEVANSI PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Hendrizal; Wirma Datil Husna; Nurtika Syafitri; Dewi Oktavia; Titit putriani; Masidah Daulay
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.456

Abstract

Islamic Religious Education is one of the main components in the formation of the nation's character and personality. In this context, Islamic religious education does not only focus on the cognitive aspect, but also on the formation of noble morals that are the basis for daily life. This education plays a role in developing the moral and spiritual potential of individuals, as well as forming a wise mindset in facing the challenges of the times. The research methodology used in this study is the literature study method, in which the author collects, analyzes, and synthesizes relevant information from various written sources such as books, scientific journals, and articles related to Islamic education with the formation of the nation's character. The result of this research is that Islamic Education not only teaches religious science, but also focuses on internalizing the fundamental values of Islam in daily life. This education aims to shape character through the instillation of values such as honesty, justice, and responsibility, which must be integrated in various disciplines and behaviors. Character education is expected to form individuals with noble morals and good morals, which is reflected in social, spiritual, and ecological interactions. In the context of the nation, Islamic education plays an important role in strengthening the nation's character by introducing noble moral values, which will create peace and happiness in the community. Keywords: Islamic Education, Character and Nation
EVALUASI PROGRAM MAGANG GURU BERBASIS CSE-UCLA DI SMK NEGERI BALANIPA PUSAT KEUNGGULAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR Zakiah Al Munawarah; Sitti Mania; Muhammad Nur Akbar Rasyid
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi dan mendapatkan informasi terkait program magang guru SMK PK. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Evaluasi program dalam penelitian ini menggunakan model evaluasi CSE-UCLA yang dikembangkan oleh Alkin. Model evaluasi ini terdiri atas 5 (lima) komponen yang masing-masing mengukur tingkat ketercapaian program yaitu 1) analysis assessment pada aspek visi dan misi sesuai dengan tujuan program magang guru di SMK Negeri Balanipa Pusat Keunggulan serta adanya dasar hukum dan dukungan pihak sekolah. 2) program planning pada aspek ketersediaan struktur organisasi/SK kepanitiaan, kesiapan tim pelaksana, ketersediaan dana sudah terpenuhi, akan tetapi perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana di sekolah agar lebih lengkap serta mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran yang berbasis industri 3) program Implementation pada aspek sosialisasi magang guru, kesesuaian jadwal dengan pelaksanaan program, dan pelaksanaan monitoring dan evaluation sudah tercapai dan terlaksana dengan baik 4) program Improvement pada aspek ketersedian waktu, kesesuaian kurikulum dan pengelolaan anggaran sudah sesuai dan sebagian telah terpenuhi. Namun, masih terdapat aspek ketersediaan waktu yang membutuhkan perhatian lebih lanjut dalam optimalisasi waktu program dan penyelarasan kurikulum secara menyeluruh dan 5) program certification pada aspek kualitas program dan dampak dari program magang Secara kasat mata adanya program magang guru memberikan dampak yang signifikan terhadap kompetensi guru dan kualitas pembelajaran yang berbasis industri. Penelitian ini menyarankan bahwa evaluasi CSE-UCLA harus dilaksanakan selama program magang guru dilaksanakan untuk memastikan bahwa program tersebut memenuhi tujuan.
EVALUASI PROGRAM KOMUNITAS BELAJAR KI HAJAR DEWANTARA MENGGUNAKAN GOAL ORIENTED EVALUATION MODEL (GOEM) DI SMP NEGERI 1 MAJENE Ratna K; Sitti Mania; Muhammad Nur Akbar Rasyid
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Komunitas Belajar Ki Hajar Dewantara menggunakan Goal Oriented Evaluation Model (GOEM) di SMP Negeri 1 Majene. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan data utama yang didapatkan dari observasi, wawancara dan studi dokumen. Dengan model yan dikembangkan oleh Tyler ada tiga (3) komponen yang digunakan dalam GOEM untuk mengukur tingkat ketercapaian program yaitu tujuan, sasaran dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komponen tujuan program sudah sesuai dengan tujuan komunitas belajar itu sendiri yakni sebagai wadah guru dalam berkolaborasi dan belajar bersama sehingga terlihat dampak/pengaruh yang didapatkan dari adanya program tersebut, implementasi, konteks dan kebutuhan program yang sudah terlaksana. Dalam komponen sasaran program yang meliputi penetapan tujuan awal, tindak lanjut dan tahap penerapan program yang dilaksanakan sesuai dengan alur kegiatan yang sudah dibuat meskipun masih didapatkan beberapa kendala dalam penerapannya. Pada komponen hasil program yang terdiri dari Output dan Outcome terlihat jelas bahwa adanya program komunitas belajar membawa hasil dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pembelajaran guru sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Adapun sebagai rekomendasi peneliti agar melakukan pendampingan berkelanjutan oleh guru yang berkompeten guna memastikan implementasi hasil belajar di dalam kelas, melakukan evaluasi berkala yang melibatkan partisipasi aktif guru untuk mengidentifikasi hambatan dan peluang perbaikan pada program komunitas belajar, serta peningkatan kapasitas guru agar bisa lebih betul-betul memahami siklus dan tahapan komunitas belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 42 PADANG Aprilla Silfa Khotimah; Andria Catri Tamsin
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.459

Abstract

This research uses an experimental method with a Posttest Only Control Group design. The research population was 130 students in class VIII of SMP Negeri 42 Padang, with samples selected using purposive sampling: class VIII.2 as the control class (32 students) and class VIII.3 as the experimental class (33 students). The research variables include explanatory text writing skills without and with the Think Pair Share (TPS) model. Data is collected through performance tests. The research results show: (1) writing skills without TPS are in the Almost Sufficient category with an average of 55.21; (2) writing skills with TPS are in the More than Adequate category with an average of 66.92; (3) The t test shows a significant effect of the TPS model on writing skills (t_table < t_count, 1.79 < 16.1). The TPS model can be an alternative for learning to write explanatory texts.
THE IMPLEMANTATION OF JIGSAW TECHNIQUE ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN THE ELEVENTH GRADE OF SMAN 3 BUKITTINGGI Fadiah Lestari; Absharini Kardena; Loli Safitri; Elsi Amiza
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.460

Abstract

This research was motivated by the discovery of students who were less enthusiastic about reading and had difficulty understanding the text due to the lack of vocabulary they possessed. Students faced challenges in finding important information in the text. Therefore, the teacher used the jigsaw technique to facilitate knowledge sharing among peers. This study aimed to determine the implementation and constraints of the jigsaw technique. This research design was qualitative and conducted at SMAN 3 Bukittinggi. The informants in this study included an English teacher and two classes of eleventh-grade students. Data were collected through interviews and observations, which were then analyzed by gathering data, reducing data, and drawing conclusions. Based on the results of the research conducted, it was found that Teacher implemented 9 indicators, namely; (1) Divide the students into jigsaw groups of 5 or 6 participants. (2) Appoint one student as the leader for each group (3) Divide the day's lesson into five until six segments. (4) Each student is assigned to learn one chapter. (5) Give students time to read and familiarize themselves with their section, at least twice. (6) Shape temporary "expert groups". (7) Put the students back into their jigsaw groups. (8) Ask each student to present her or his chapter to the group. (9) Move from group to group, and watch the cycle. Teacher not implemented one indicator, namely; (1) Give a quiz on the content at the end of the session so that the students easily know that these sessions are not only fun and games but actually count. From the results of interviews with teachers and students, three problems were identified from five indicators: 1) Students lacked confidence in discussing the material with their peers; 2) Sufficient time and careful preparation were needed before this learning model could be effectively implemented; 3) The application of this method in larger classes (more than 40 students) proved to be very difficult.
REPRESENTASI MOTIVASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS Zainal Hartoyo
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan motivasi belajar fisika peserta didik Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan tipe Cross-Sectional Survey. Sampel penelitian ini terdiri dari 247 orang peserta didik dari lima sekolah menengah atas di Kabupaten Kerinci. Data dikumpulkan dari sampel menggunakan kuesioner motivasi belajar yang terdiri atas 5 aspek yang meliputi: intrinsic motivation, self-determination, self-efficacy, career motivation, dan grade motivation. Data dianalisis menggunakan uji-t dan efect sizes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar peserta didik perempuan lebih tinggi dari motivasi belajar peserta didik laki-laki dan motivasi belajar peserta didik laki-laki berbeda secara singnifikan dibandingkan dengan motivasi peserta didik perempuan. Selain itu, didasarkan pada aspek motivasi, ada 4 aspek motivasi (Career motivation, Self-determination, Self-efficacy, dan Grade motivation) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar peserta didik laki-laki dengan peserta didik perempuan, sedangkan pada aspek intrinsic motivation tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan penelitian ini merekomendasikan bahwa guru fisika harus mendesain pembelajaran fisika yang dapat memotivasi peserta didik dan memanimalisir perbedaan gender.