cover
Contact Name
Regita Nissa Ainun
Contact Email
infoarkainstitute@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
infoarkainstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jatinangor No.21A, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45367
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum
Published by Arka Institute
ISSN : 28300092     EISSN : 28300106     DOI : https://doi.org/10.55904/cessie.v1i2
Core Subject : Education, Social,
1. Criminal law 2. Civil law 3. International law 4. Constitutional law 5. Administrative Law 6. Islamic law 7. Economic Law 8. Medical Law 9. Customary law 10. Environmental Law and other sections related to contemporary issues in law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 144 Documents
Implementasi hak perawatan tahanan pada Rutan Perempuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan Hassanah, Nurul
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/3mrkfm63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya implementasi pemenuhan hak kesehatan jiwa bagi tahanan perempuan, meskipun secara normatif telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Fenomena di Rutan Perempuan Kelas IIA Bandung menunjukkan tingginya indikasi depresi dan kecemasan di kalangan tahanan, disertai keterbatasan tenaga kesehatan jiwa serta fasilitas yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan pelaksanaan pemenuhan hak atas kesehatan jiwa bagi tahanan perempuan serta mengidentifikasi kendala dan upaya penanggulangannya. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap sumber hukum primer, sekunder, dan tersier, penelitian ini menemukan bahwa implementasi hak kesehatan jiwa bagi tahanan perempuan belum terlaksana secara optimal, yang berakibat dari keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan pemasyarakatan. Meskipun telah dilakukan beberapa upaya seperti skrining awal, konseling, dan pembinaan spiritual, hasilnya masih bersifat administratif dan belum menyentuh aspek psikologis secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tenaga ahli kesehatan jiwa, peningkatan pelatihan petugas, serta kerja sama dengan psikolog dan psikiater guna memastikan layanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Rutan Perempuan.
Sistem garansi keaslian sebagai perlindungan hukum bagi konsumen atas produk palsu di platform Lazada Alfiyah, Wiwid; Khaerudin, Ariy; Suparwi, Suparwi
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 6 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i6.2131

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari belanja konvensional di toko fisik menjadi transaksi elektronik melalui marketplace. Perubahan ini mempermudah akses barang dan memperluas pilihan produk bagi konsumen. Namun, kemajuan tersebut memunculkan persoalan baru, terutama maraknya peredaran barang palsu yang ditawarkan oleh penjual di platform e-commerce. Kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi, ancaman keselamatan, dan melemahkan kepastian hukum bagi konsumen. Platform marketplace seperti Lazada merespons persoalan ini melalui penerapan garansi keaslian sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen terhadap barang tiruan. Garansi keaslian memberikan jaminan bahwa barang yang dibeli merupakan produk asli dan konsumen berhak atas pengembalian dana atau kompensasi bila terbukti palsu.Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme penerapan garansi keaslian di Lazada dan mengevaluasi efektivitasnya dalam melindungi hak konsumen. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah peraturan perundang-undangan, doktrin, literatur hukum, serta kebijakan platform terkait perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Analisis difokuskan pada aspek normatif perlindungan konsumen, tanggung jawab hukum penyelenggara marketplace, dan mekanisme klaim garansi keaslian.
Pertanggungjawaban perdata atas perbuatan melawan hukum dalam kasus perusakan lingkungan hidup di Indonesia Daniella, Christabel; Parhusip, Naomi Inly; Mongkaw, Marchya Gwenervee
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i5.1947

Abstract

Penelitian ini mengkaji penegakan hukum lingkungan melalui mekanisme perdata berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dan hak gugat organisasi lingkungan dalam Pasal 90–93 UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH. Kajian penelitian berfokus pada pertanggungjawaban perdata atas perbuatan melawan hukum lingkungan dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar No. 678/Pdt.G/LH/2023 antara Yayasan PELITA dan PT. Danone Indonesia. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual dengan menganalisis peraturan, putusan pengadilan, serta prinsip-prinsip hukum lingkungan. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Penggugat mendalilkan bahwa Danone bertanggung jawab atas pencemaran plastik produk Aqua berdasarkan laporan Sungai Watch tahun 2022 dan menuntut penerapan prinsip Extended Producer Responsibility (EPR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum membuka ruang gugatan bagi organisasi lingkungan, pembuktian hubungan kausal antara aktivitas korporasi dan kerusakan ekologis menjadi hambatan utama. Hakim menilai bahwa tanggung jawab tidak dapat dibebankan pada satu produsen saja, sehingga keseluruhan gugatan ditolak. Penelitian ini menegaskan bahwa penegakan perdata memerlukan penguatan pembuktian ilmiah dan penerapan tegas prinsip tanggung jawab produsen.
Implementasi restorative justice dalam penanganan perkara kecil (tipiring) di Unit Reskrim Kantor Kepolisian Batangkuis Silalahi, Donni; Sihotang , Januari
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i5.2029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan perkara tindak pidana ringan di Unit Reskrim Polsek Batangkuis, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya optimalisasi penerapannya. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan penyidik dan studi dokumen perkara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif telah berjalan secara sistematis dengan berpedoman pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021, melalui tahapan evaluasi perkara, mediasi penal, dan kesepakatan damai yang berorientasi pada pemulihan korban. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala internal berupa keterbatasan kompetensi mediasi penyidik dan kendala eksternal berupa resistensi masyarakat terhadap penyelesaian perkara di luar pengadilan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Polsek Batangkuis melakukan strategi berupa peningkatan kapasitas internal, pelibatan tokoh masyarakat sebagai pihak netral, serta sosialisasi kepada masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa keadilan restoratif efektif mendorong keadilan substantif dan efisiensi penanganan perkara, meskipun memerlukan penguatan kapasitas dan legitimasi sosial secara berkelanjutan.