cover
Contact Name
Anak Agung Eka Suwarnata
Contact Email
1985.agungeka@gmail.com
Phone
+6285237240748
Journal Mail Official
jurnalabdiinovatif@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km.4, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor-16166
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 28297970     EISSN : 28296125     DOI : https://doi.org/10.31938/jai
Jurnal Abdi Inovatif memiliki fokus utama pada pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni menjadi produk yang diketahui secara langsung serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Lingkup tulisan dalam Jurnal Abdi Inovatif (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah seluruh hasil kegiatan pengabdian yang mencakup: 1. Pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni menjadi produk yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 2. Penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya menjadi produk yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Usaha ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti memberikan penyuluhan, menyediakan percontohan, memperagakan, dan menerbitkan media publikasi. 3. Penempatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara benar dan tepat sesuai dengan situasi masyarakat dan tuntutan pembangunan. 4. Pemberian bantuan kepada masyarakat dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi serta mencari alternatif pemecahannya dengan mempergunakan pendekatan ilmiah. 5. Pemberian jasa pelayanan profesional kepada masyarakat dalam berbagai bidang permasalahan yang memerlukan penanganan secara cermat dengan menggunakan keahlian dan keterampilan yang belum dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
PENYULUHAN ASPEK MORFOLOGI, PENYIMPANAN SALAK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK SALAK SUWARU (Salacca zallacca var Suwaru) di P4S INTAN Setyaningrum, Yahmi Ira; Nirbaya, Arindra; Putri, Sri Hapsari Suhartono
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.437

Abstract

AbstractSalak suwaru is one of the typical local potentials of Malang, which P4S Intan utilizes to make salak chips and lunkhead. P4S Intan is a training center for agricultural products, which is also a small business that produces various snacks from local potential. Based on the situation analysis, there needed to be material on the morphology and storage of salak in the training program. In addition, the packaging does not contain information on nutritional content. The purpose of this community service program is to increase knowledge about the morphology and storage of salak fruit and also to provide assistance with nutrient analysis. The method was conducted in an in-depth discussion until it compiled the morphology and storage of local salak suwaru. The ITKM Bachelor of Nutrition Science carried out nutritional content analysis assistance to complete information on the nutritional content of salak chips and salak dodol products. The results of this program can increase knowledge about the morphological aspects and storage of salak on the part of partners so that a handout can be used as additional material in the training program. The importance of including information on nutritional content on product packaging was also conveyed to partners. The results of the healthy content test are submitted to the P4S Intan owner, which is expected to be included in the packaging.Keywords: Salak, Morphology, Storage, Nutrition AbstrakSalak suwaru adalah salah satu potensi lokal khas Malang yang dimanfaatkan oleh P4S Intan untuk membuat keripik dan dodol salak. P4S Intan merupakan salah satu pusat pelatihan produk pertanian, yang juga UKM yang memproduksi berbagai cemilan dari potensi lokal. Berdasarkan analisis situasi didapatkan fakta belum ada materi morfologi dan penyimpanan salak dalam program pelatihan. Selain itu, pada kemasan belum tertera informasi kandungan gizi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang morfologi dan penyimpanan salak, dan juga memberikan pendampingan analisis zat gizi. Metode dilakukan secara diskusi mendalam sampai tersusun materi morfologi dan penyimpanan salak lokal suwaru. Pendampingan analisis kandungan gizi dilakukan oleh S1 Ilmu Gizi ITKM untuk melengkapi informasi kandungan gizi pada produk keripik salak dan dodol salak. Hasil program ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang aspek morfologi dan penyimpanan salak pihak mitra, sampai tersusun suatu hand out yang dapat digunakan sebagai materi tambahan dalam program pelatihan. Pentingnya pencantuman informasi kandungan gizi pada kemasan produk juga disampaikan pada pihak mitra. Hasil uji kandungan gizi disampaikan kepada pemilik P4S Intan yang selanjutnya diharapkan akan dicantumkan pada kemasan.Kata Kunci: Salak, Morfologi, Penyimpanan, Nutrisi.
BEL SEKOLAH OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM UPAYA PENDISIPLINAN SISWA SD NEGERI REJOSO PINGGIR JOMBANG Prihatiningtyas, Suci; Ino Angga Putra; Onie Meiyanto; Muhammad Firmansyah; Febby Indah Oktavia; Serly Amelia
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.456

Abstract

AbstractAn essential component in the education work that all school members must consider is discipline in teaching and learning activities. A timeline always marks one example of a field according to a predetermined schedule, including entry schedules, changing subjects, and going home. Change of time is observed by ringing the school bell. The problems faced by the partners are the regulation of changing the allocation of time for each subject contained in the learning system, which still uses a manual bell so that the process of changing learning hours is not maximized, and the timeliness of the officers in ringing the bell to change class hours. Bell ringing is still done manually, so there are still obstacles in its application, including delays in ringing the bell. This activity aims to apply appropriate technology for automatic school bells using Arduino to discipline students. The problem-solving method in Community Partnership Program activities is through observation to analyze the situation and design a mechanical school bell based on the Arduino Uno microcontroller. The results obtained from this activity can reduce the obstacles encountered while using the manual bell so that the bell function can be increased effectively with this new system. The automatic bell system developed at SDN Rejosopinggir is a system-based Arduino Uno microcontroller where the system is equipped with various kinds of sounds that have been determined so that it is easy to operate the bell. The work program research conducted at SDN Rejosopinggir positively impacts the discipline of students when changing study bells or activities.Keywords: Arduino, Automatic School Bell, Discipline, Appropriate Technology AbstrakKomponen penting dalam dunia pendidikan yang harus diperhatikan oleh seluruh warga sekolah adalah kedisiplinan waktu kegiatan belajar mengajar. Salah satu contoh kedisiplinan selalu ditandai dengan ketepatan waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan meliputi jadwal masuk, pergantian mata pelajaran, dan pulang. Pergantian waktu ditandai dengan pembunyian bel sekolah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pengaturan pergantian alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada sistem pembelajaran masih menggunakan bel manual, sehingga dalam melakukan proses pergantian jam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal, dan ketidaktepatan waktu oleh petugas dalam membunyikan bel tanda pergantian jam pelajaran. Pembunyian bel masih dilakukan secara manual sehingga masih ada kendala dalam penerapannya, diantaranya adalah keterlambatan dalam membunyikan bel. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna bel sekolah otomatis menggunakan Arduino sebagai upaya untuk mendisiplinkan siswa. Metode pendekatan penyelesaian masalah dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dilakukan melalui observasi untuk menganalisis situasi, lalu merancang bel sekolah otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Hasil dari kegiatan ini dapat mengurangi kendala yang dihadapi selama menggunakan bel manual, sehingga penerapan sistem yang baru ini dapat meningkatkan fungsi bel secara efektif. Sistem bel otomatis yang dikembangkan di SDN Rejosopinggir ini adalah sistem berbasis mikrokontroler Ardiano Uno. Sistem tersebut dilengkapi dengan berbagai macam suara yang telah ditentukan sehingga sangat memudahkan dalam mengoperasikan bel tersebut. Pelaksanaan program kerja yang dilakukan di SDN Rejosopinggir ini memberikan dampak positif bagi kedisiplinan para siswa di saat pergantian bel belajar atau kegiatan.Kata Kunci: Arduino, Bel Sekolah Otomatis, Disiplin, Teknologi Tepat Guna
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD UNTUK GURU-GURU DI SDN KEDUNGREJO MEGALUH DAN IMPLEMENTASINYA PADA PESERTA DIDIK Ma'arif, Iin Baroroh; Nur, Luluk Choirun Nisak; Denoena Hanifah; Firda Nur Laili
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.459

Abstract

AbstractAt the elementary school level, English is one of the mandatory local content for students. Several factors in learning English at school lead to low memory and understanding of English vocabulary at the elementary school level. One is that the media used in some schools could be more varied, so it does not attract students' interest in learning. This PKM program was carried out by the academic community of KH University. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. This PKM program aims to increase the interest and enthusiasm of students and is accompanied by an increase in their English vocabulary. The method used in this PKM program is Community Based Research (CBR). Based on the results of observations and implementation, the training provided makes it easier for teachers to teach English to their students. This can be seen from students' responses during the learning process and the questionnaire results given to 20 grade 4 students at SDN Kedungrejo Megaluh. The result is an increase in students' memory of English vocabulary from their activity when given some questions to provoke their memory of the material being taught. The PKM activities can be a reference for teachers to create an innovation in a learning system so that students can easily understand the subjects they are studying.Keywords: Training, Learning Media, Flashcard AbstrakPada jenjang Sekolah Dasar, mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu muatan lokal wajib bagi peserta didik. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya daya ingat dan pemahaman kosakata bahasa Inggris di jenjang Sekolah Dasar salah satunya yaitu media yang digunakan di beberapa sekolah terlalu monoton, sehingga kurang menarik minat peserta didik terhadap pembelajaran. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan oleh sivitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang. Program PKM ini bertujuan untuk membuat minat dan antusiasme peserta didik menjadi meningkat, serta disertai dengan adanya peningkatan perbendaharaan kosa kata bahasa Inggrisnya. Metode yang digunakan dalam program PKM ini adalah Community Based Research (CBR). Berdasarkan hasil observasi serta implementasi yang dilakukan, dapat dilihat bahwa pelatihan yang diberikan memudahkan guru-guru mengajarkan bahasa Inggris kepada peserta didiknya. Hal ini dapat dilihat dari respon peserta didik selama proses pembelajaran dan hasil angket yang diberikan kepada 20 peserta didik kelas 4 SDN Kedungrejo Megaluh. Hasilnya adalah terlihat adanya peningkatan daya ingat peserta didik terhadap kosakata bahasa Inggris dari keaktifan mereka ketika diberikan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk memancing daya ingat mereka dari materi yang diajarkan. Kegiatan PKM yang dilakukan dapat menjadi acuan bagi guru-guru untuk membuat suatu inovasi dalam suatu sistem pembelajaran agar peserta didik dapat dengan mudah memahami mata pelajaran yang mereka pelajari.Kata Kunci: Pelatihan, Media Belajar, Flashcard
PEMANFAATAN ARANG AKTIF TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DI SENTRA PRODUKSI TAHU KAMPUNG IWUL, BOGOR Maslahat, Mamay; Srikandi, Srikandi; Yuliani, Nia; Arrisujaya, Dian
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.460

Abstract

AbstractTofu is one of the highly nutritious food ingredients, a source of vegetable protein that is needed by the community, has a relatively low price so that it can be reached by the community, and can replace rather expensive animal protein sources. Bojong Sempu Village, Parung District, Bogor Regency, is a tofu production centre village with business actors included in the Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) criteria. One of the partners' problems is the need for a wastewater treatment plant (IPAL) for tofu liquid waste. This service informs tofu artisans about processing liquid waste by adsorbing activated charcoal from empty palm oil bunches (Arif-Takosa). The activities carried out in the implementation of community service are counselling, filling out pretest and post-test questionnaires for participants, submitting drums for processing tofu liquid waste, stainless steel pans, Arif-Takosa and monitoring liquid waste storage and tofu liquid waste disposal channels. The results achieved by counselling on making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste increased the knowledge and understanding of tofu artisans about making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste. We have seen this from the post-test after counselling. Each tofu artisan was given a drum and Arif-Takosa for processing tofu liquid waste at the factory. Based on monitoring at partner locations, the liquid waste from tofu production had not been processed and was immediately discharged into the environment.Keywords: Adsorption, Arif-Takosa, Tofu Artisans AbstrakTahu merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi, sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yang memiliki harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat dan dapat menggantikan sumber protein hewani yang relatif mahal. Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor adalah salahsatu desa sentra produksi tahu dengan pelaku usaha termasuk dalam kriteria Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu permasalahan UMKM tahu ini sebagai mitra adalah belum ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair tahu. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para pengrajin tahu tentang pengolahan limbah cair tahu secara adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit (Arif-Takosa). Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan, pengisian kuisioner pretest dan post test peserta, penyerahan drum untuk pengolahan limbah cair tahu, panci stainless steel, Arif-Takosa, dan pemantauan penampungan limbah cair dan saluran pembuangan limbah cair tahu. Hasil yang dicapai dengan dilakukannya penyuluhan pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pengrajin tahu tentang pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu, hal ini ditunjukkan dari post test setelah penyuluhan. Para pengrajin tahu masing-masing diberikan 1 buah drum dan Arif-Takosa yang dapat digunakan pada pengolahan limbah cair tahu di pabriknya karena berdasarkan pemantauan di lokasi mitra, limbah cair produksi tahu belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan.Kata Kunci: Adsorbsi, Arif-Takosa, Pengrajin Tahu
PENDAMPINGAN PETANI HUTAN KELOMPOK TANI RIMBA LESTARI DALAM AGROFORESTRI TANAMAN KOPI PADA LAHAN MIRING DI DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG Rusli, Abdul Rahman; Kustin Bintani Meiganati; Ina Lidiawati; Messalina L Salampessy; Sunardi; Imelda Indah Sari; Fathia Nazma; Rizki Ramdani; Risa Noviandi
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.473

Abstract

AbstractNyungcung Village is at the foot of Mount Halimun Salak and is directly adjacent to the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) area. It has the responsibility to participate in conserving forest areas. The steep topography with an average slope of 50% (45ᵒ) is prone to flooding and landslides. Therefore, land management must consider soil and water conservation to meet people's food needs. The condition of the land and the people in Nyungcung village require assistance from the parties so that the community can obtain solutions to existing problems. UNB, together with partners in the village, namely the Rimba Lestari Farmers Group (KT Rimba Lestari), organized activities aimed at increasing community knowledge about terracing planting techniques and coffee cultivation, assisting in the provision of seeds and coffee seeds to build Village Forests in Malasari Village; assisting in the process of planting coffee plant seeds and providing infrastructure for coffee plant agroforestry activities for KT Rimba Lestari. This PKM activity includes three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation and monitoring stage. The results obtained by the partners have: (1) Increased public insight and knowledge about planting techniques on sloping land and coffee cultivation by an average of 28%, (2) Increased facilities and infrastructure in cultivating land with an agroforestry system which can later improve people's welfare, (3) Contribute to soil and water conservation and can be developed into a tourist destination.Keywords: Agroforestry, Coffee Plants, Fruits Plants, Nyungcung Village AbstrakKampung Nyungcung berada di kaki Gunung Halimun Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan kawasan hutan. Topografi yang terjal dengan kelerengan rata-rata 50% (45ᵒ) merupakan lahan yang rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sangat penting memperhatikan konservasi tanah dan air. Kondisi lahan dan masyarakat yang ada di kampung Nyungcung membutuhkan pendampingan dari para pihak agar masyarakat dapat memperoleh solusi dari masalah yang ada. Pihak UNB bersama dengan mitra di kampung tersebut, yaitu Kelompok Tani Rimba Lestari (KT Rimba Lestari) menyusun kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman secara terasering dan tentang budidaya tanaman kopi; membantu penyediaan bibit dan benih kopi untuk membangun Hutan Desa di Desa Malasari; mendampingi dalam proses penanaman bibit tanaman kopi dan penyediaan sarana prasarana kegiatan agroforestry tanaman kopi untuk KT Rimba Lestari. Kegiatan PKM ini meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dan monitoring. Hasil yang diperoleh mitra diantaranya: (1) Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman di lahan miring dan budidaya kopi rata-rata sebesar 28%, (2) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menggarap lahan dengan system agroforestry yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (3) Memberikan kontribusi pada konservasi tanah dan air serta dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.Kata Kunci: Agroforestri, Kampung Nyungcung, Tanaman Buah, Tanaman Kopi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL MELALUI PROGRAM PENANAMAN POHON DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR Ekomila, Sulian; Malau, Waston; Supsiloani, Supsiloani; Naibaho, Zanrison; Sihombing, Natalia; Safira, Nabila
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.458

Abstract

The people of Ronggur Nihuta village often experience drought, which causes the soil structure to become barren and the number of trees decrease significantly. It is due to land or forest degradation in the Ronggur Nihuta Village area. These problems form the basis for implementing a community service program based on research results by a team of lecturers and students from the Anthropology Education Study Program, at Medan State University. The method of service activities is carried out by socializing and assisting in tree planting and educating the public on the importance of tree planting. Tree seeds planted include red shoots (Syzygium oleana), mahogany (Swietenia macrophylla), laban/anti-api (Vitex pinnata), and suren/surian (Toona ciliata). The activity results in the formation of village community empowerment through social networks in collaborative activities between academics and the community. Tree planting activities are a form of action to improve and anticipate land and forest degradation in the Ronggur Nihuta village area to preserve the local community's economic, social, and cultural life. The impact of activities can be seen in the preservation of nature with the growth of lush trees to support the ecological resilience of the region. Keywords: Social Networking, Empowerment, Tree Planting Abstrak Masyarakat Desa Ronggur Nihuta sering mengalami kekeringan yang mempengaruhi struktur tanah menjadi gersang dan berkurangnya jumlah pepohonan secara signifikan. Hal ini dikarenakan terjadinya degradasi lahan (land degradation) atau degaradasi hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta. Permasalahan tersebut menjadikan dasar pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil penelitian oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Medan. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan pendampingan penanaman pohon serta mengedukasi masyarakat pentingnya penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam antara lain pucuk merah (Syzygium oleana), mahoni (Swietenia macrophylla), laban/anti api (Vitex pinnata), dan suren/surian (Toona ciliata). Hasil kegiatan yaitu terbentuknya pemberdayaan masyarakat desa melalui jaringan sosial dalam kegiatan kerja sama antara akademisi dengan masyarakat. Kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu bentuk tindakan dalam memperbaiki dan mengantisispasi degradasi lahan dan hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta, untuk kelestarian kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat. Dampak kegiatan tampak dari terjaganya kelestarian alam dengan tumbuhnya pepohonan yang subur untuk mendukung ketahanan ekologis wilayah. Kata Kunci: Jaringan Sosial, Pemberdayaan, Penanaman Pohon
PELATIHAN DIGITAL MARKETING MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN MARKETPLACE BAGI PELAKU UMKM DESA KALIKEJAMBON, JOMBANG Fahimah, Mar'atul; Satiti, Wisnu Siwi; Fadhli, Khotim; Listiani, Anis; Putri, Aprilliyanti Utami; Santoso, Thomas Aji
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.481

Abstract

The development of information technology has had a significant influence on various aspects of life, one of which is people's consumption patterns. For people who initially depended on offline markets, digital marketing has become inseparable from people's consumption patterns. Therefore, business actors, especially Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), should use digital marketing optimally. To help business actors in digital marketing, digital marketing outreach and training activities are a form of community service (abdimas). Partners in this activity are MSMEs in Kalikejambon Village, Tembelang District, Jombang Regency, East Java, consisting of MSMEs making salted eggs, mask artisans, frame artisans, and catfish breeders. Carrying out service activities applies the Community Based Research (CBR) method focusing on socialization and digital marketing training using social media Instagram and the GoFood and Shopee marketplaces. The activity results showed that the movement effectively increased participants' knowledge about digital marketing, features, and how to use social media, Instagram, and marketplaces (GoFood and Shopee) in digital marketing. With this training, MSME players are also helped in technical matters ranging from registration to marketplace management. This socialization and training also change MSME business patterns, namely that stores can be accessed every hour, and the promotional reach is wider at minimal costs. Keywords: Community service, MSMEs, Digital marketing, Marketplace Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah membawa pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya, yaitu pola konsumsi masyarakat. Masyarakat yang pada awalnya tergantung pada pasar offline, kini pemasaran secara digital telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pelaku usaha, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hendaknya memanfaatkan pemasaran digital secara optimal. Sebagai upaya membantu pelaku usaha dalam pemasaran digital, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital yang merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Mitra dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang terdiri dari UMKM pembuat telur asin, pengrajin topeng, pengrajin pigura, dan peternak ikan lele. Pelaksanakan kegiatan pengabdian menerapkan metode Community Based Research (CBR) dengan fokus pada sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial Instagram dan marketplace GoFood dan Shopee. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang pemasaran digital, fitur, dan cara menggunakan media sosial Instagram dan marketplace (GoFood dan Shopee) dalam pemasaran digital. Dengan adanya pelatihan ini, pelaku UMKM juga terbantu dalam hal teknis mulai dari pendaftaran sampai pengelolaan marketplace. Sosialisasi dan pelatihan ini juga memberikan perubahan dalam pola bisnis UMKM, yaitu toko dapat diakses setiap jam nya dan jangkauan promosi lebih luas dengan biaya minimal. Kata Kunci: Pengabdian kepada masyarakat, UMKM, Pemasaran digital, Marketplace
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI PUPUK ORGANIK BOKASHI DI DUSUN KATOANG, DESA BONTOMATINGGI, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS Hala, Dian Magfirah; Poleuleng, Andi Besse; Chadijah, St.; Kafrawi
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.486

Abstract

The potential for corn and rice production in Katoang hamlet, Bonto Matinggi Village, Tompobulu District, Maros Regency is significant. It can reach more than 40 and 70 tons/year, respectively. This considerable production potential will produce by-products like straw, leaves, stems, and corn cobs. These by-products are usually not utilized properly due to a lack of education among the public regarding agricultural waste. Using agricultural waste in Bokashi organic fertilizer is one effort to overcome this problem. This activity aims to educate the public and increase people's skills in utilizing agricultural waste in an environmentally sound manner by utilizing the help of microorganisms. The method used is counseling and training in making Bokashi organic fertilizer from agricultural waste. Community service using agricultural waste in Bokashi Organic Fertilizer has gone well and smoothly. After participating in outreach activities, the community was able to make Bokashi organic fertilizer and could apply Bokashi organic fertilizer to plants. This activity makes the participants more enthusiastic and motivated to manage their agricultural waste. Keywords: Bokashi, Agricultural Waste, Organic Fertilizer Abstrak  Potensi produksi jagung dan padi di Dusun Katoang, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros cukup besar, yaitu masing-masing dapat mencapai lebih dari 40 dan 70 ton/tahun. Potensi produksi yang besar tersebut akan menghasilkan sampingan berupa jerami, daun, batang dan tongkol jagung. Hasil sampingan ini biasanya tidak termanfaatkan dengan baik karena kurangnya edukasi pada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah hasil pertanian. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik Bokashi merupakan salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat dan menambah keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme. Metode yang digunakan adalah penyuluhan serta pelatihan pembuatan pupuk organik Bokashi dari limbah pertanian. Pengabdian pada masyarakat dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik Bokashi telah berjalan dengan baik dan lancar. Setelah mengikuti sosialisasi pada kegiatan, masyarakat sudah mampu untuk membuat pupuk organik Bokashi dan dapat mengaplikasikan pupuk organik Bokashi pada tanaman. Adanya kegiatan ini membuat para perserta lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengelola limbah pertanian mereka. Kata Kunci: Bokashi, Limbah Pertanian, Pupuk Organik
PENYULUHAN PENENTUAN KESUBURAN TANAH DI LAPANGAN DAN HASIL ANALISIS LABORATORIUM DALAM MENENTUKAN KUALITAS TANAH DI DESA KERSAMENAK, TAROGONG KIDUL, GARUT Yulina, Henly; Ryana Devi, Wiara Sanchia Grafita; Laila, Fadhillah; Mardatila, Farida
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v3i1.582

Abstract

The decline in rice yields is a problem that is often experienced by farmers. The problem had experienced by the Mukti Tani III Farmer Group in Kersamenak Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency was decrease rice production due to decreased soil quality and excessive use of fertilizers that are not adapted to plant needs. The aim of this activity was introduced and increased farmers' understood of how to determined soil fertility in the field and identified the results of soil analysis in the laboratory in determining soil quality, how to apply soil fertility determination methods in the field, and soil identifiers in the category of healthy, moderate or dificiency. So that the need for fertilizer could be determined according to the needs of the plant. The methods used are counseling, discussion, and evaluation. Activities are carried out in several stages. The first stage was coordinating and socializing with the Kersamenak Village government and conducting Focus Group Discussion (FGD) activities and filling out the pre test. The second stage is discussion (question and answer), and the third stage is evaluation through filling out the post test. The results of the evaluation showed that the technique for determining soil fertility in the field and the results of soil analysis in the laboratory became a solution for the Mukti Tani III Farmers Group in regulating the application of fertilizer so that it does not add too much fertilizer to the soil, so that rice plant growth is more optimal. From the results of the pre-test and post-test questionnaires, there was an average increase in general knowledge about how to determine soil fertility by 21.72%. Knowledge of how to determine soil fertility in the field increased 39.13% and knowledge of how to determine soil fertility in the laboratory increased 26.09%. This shows that the extension activities that have been carried out have had a positive impact in increasing farmer knowledge about how to determine soil fertility in the field and identification the results of analysis in the laboratory to improve soil quality. Keywords: soil fertility, productivity, physical properties, chemical properties of soil Abstrak Penurunan produksi padi merupakan masalah yang sering dihadapi petani. Permasalahan kelompok tani Mukti Tani III di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul adalah penurunan hasil padi akibat kualitas tanah serta penggunaan pupuk berlebihan yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman petani tentang cara menentukan kesuburan tanah di lapangan dan mengidentifikasi hasil analisis tanah di laboratorium untuk menentukan kualitas tanah. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan ceramah, Focus Group Discussion FGD, dan evaluasi dengan metode tes, yaitu membandingkan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan tahap pertama, melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pemerintah Desa Kersamenak, melakukan FGD, dan pengisian kuesioner awal. Tahap kedua adalah diskusi, dan tahap ketiga evaluasi melalui pengisian kuesioner akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peserta memahami cara menentukan kesuburan tanah di lapangan dan cara mengidentifikasi hasil analisis tanah di laboratorium. Pemahaman peserta tentang cara menentukan kesuburan tanah secara langsung dan tidak langsung meningkat, dengan nilai post test untuk pengetahuan umum meningkat sebesar 21,72%. Pengetahuan tentang cara menentukan kesuburan tanah di lapangan meningkat 39,13%, dan pengetahuan  tentang  cara menentukan kesuburan tanah di laboratorium meningkat 26,09%. Kata Kunci: kesuburan tanah, produktivitas, sifat fisika, sifat kimia tanah  
SOSIALISASI EKONOMI SIRKULAR BAGI MASYARAKAT DESA CICADAS BOGOR Efendri; Harahap, Ludwina
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.583

Abstract

The challenges society faces in the 21st century are increasing, especially with the decreasing resources for human survival. So far, economic life has followed a linear economic model: take, make, and waste. A linear economy causes an increase in garbage and decreased resources used continuously without control. The circular economy model is a new economic model that tries to improve the previous concept. The concept of a circular economy needs to be socialized to the public to raise awareness of protecting the environment so that the sustainability of the ecosystem can be maintained. Problems that arise in society due to a lack of concern for environmental sustainability include the increasing amount of plastic waste. Through the community service program (PKM), Trilogi University has conducted socialization of the circular economy concept for the community in Cicadas Village, Bogor. This activity aims to raise public awareness of the importance of implementing the circular economy concept in everyday life to reduce plastic waste in society and other social issues. The PKM method is carried out through several activities: exploring cooperation, preparing work plans (planning) and creating socialization materials, implementing activities (socialization and education), evaluation, and reflection. Most participants needed to learn about the circular economy and gain awareness of protecting the environment and managing plastic waste. Through this outreach activity, participants are starting to understand the circular economy concept and its application in everyday life. It can be seen from the participants' enthusiasm in answering every question given and by providing real-life examples. Apart from that, several questions asked by participants after participating in the socialization showed that the material provided was still remembered and understood by the participants. Overall, the objectives of the socialization activities can be achieved, and the activities run according to the expected plans and targets, namely providing education and raising public awareness to implement a circular economy in life to reduce plastic waste in society. Keywords: Circular Economy, Environment, Community, Sustainability Abstrak Tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di abad ke-21 semakin meningkat, terutama dengan semakin berkurangnya sumber daya bagi kelangsungan hidup manusia. Selama ini kehidupan ekonomi berjalan mengikuti model ekonomi linear, yaitu take, make dan waste. Ekonomi linear menyebabkan semakin bertambahnya sampah dan berkurangnya sumber daya yang digunakan secara terus menerus tanpa kendali. Model ekonomi sirkular menjadi model ekonomi baru yang mencoba untuk memperbaiki konsep sebelumnya. Konsep ekonomi sirkular perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan agar keberlangsungan ekosistem dapat terjaga. Persoalan yang muncul di masyarakat akibat kurang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan diantaranya adalah sampah plastik yang semakin banyak. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Trilogi telah mengadakan sosialisasi konsep ekonomi sirkular bagi masyarakat di Desa Cicadas, Bogor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu upaya mengurangi masalah sampah plastik di masyarakat dan permasalahan sosial lainnya. Metode PKM dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu penjajakan kerjasama, menyusun rencana kerja (perencanaan) dan pembuatan materi sosialisasi; pelaksanaan kegiatan (sosialisasi dan edukasi); evaluasi dan refleksi. Sebagian besar peserta belum mengetahui tentang ekonomi sirkular, dan masih kurang tingkat kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah plastik. Melalui kegiatan sosialisasi ini terlihat peserta mulai mengetahui konsep ekonomi sirkular dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan dan dengan memberikan contoh-contoh nyata yang ada dalam kehidupan. Selain itu, dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta setelah mengikuti sosialisasi menunjukkan bahwa materi yang diberikan masih diingat dan dipahami oleh peserta. Secara keseluruhan tujuan dari kegiatan sosialisasi dapat tercapai dan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang diharapkan, yaitu memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan ekonomi sirkular dalam kehidupan sebagai upaya mengurangi sampah plastik di masyarakat. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Lingkungan, Masyarakat, Sustainability

Page 2 of 4 | Total Record : 35