cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra@unima.ac.id
Phone
+6282284463589
Journal Mail Official
jurnalparadigmajsre@unima.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNIMA: Jl. Unima, Tounsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 95619 Email: jurnalparadigmajsre@unima.ac.id
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
ISSN : -     EISSN : 27746984     DOI : https://doi.org/10.53682/jpjsre.v3i2
Core Subject : Education, Social,
We welcome research articles, theoretical, policy reviews, or methodological reviews, to be submitted to our journals within the following research areas: Learning, Teaching and Educational Development Social Change, Cultural, and Community Development Rural and Urban Ecological Societies Family, Gender Equality and Social Inclusion
Articles 673 Documents
Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Terintegrasi: Pendekatan Sosiokultural pada Pengajaran Keempat Keterampilan Berbahasa di Ruang Kelas Akhir, Muhammad; Rinaldi , Rinaldi; Afdal, Muhammad
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.12666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran interaksi sosial dalam pembelajaran bahasa terintegrasi dengan pendekatan sosiokultural pada pengajaran keempat keterampilan berbahasa di ruang kelas mengidentifikasi mekanisme mekanisme interaksi sosial yang memfasilitasi pembelajaran dan memahami implikasi pedagogisnya dalam konteks pendidikan bahasa Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis menganalisis publikasi akademik dari berbagai basis data termasuk Google Scholar ERIC dan JSTOR yang fokus pada interaksi sosial dalam pembelajaran bahasa dari perspektif sosiokultural Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari literatur terkait dengan praktik interaksi sosial dalam pembelajaran keempat keterampilan berbahasa secara terintegrasi Hasil penelitian mengidentifikasi tiga mekanisme utama interaksi sosial yang memfasilitasi pembelajaran bahasa terintegrasi yaitu dialog eksploratif yang memungkinkan konstruksi pengetahuan kebahasaan secara kolektif melalui reasoning eksplisit dan eksplorasi kolaboratif scaffolding< em> dalam zona perkembangan proksimal yang memberikan dukungan responsif untuk mencapai performansi optimal dan negosiasi makna dalam interaksi autentik yang menciptakan kesempatan untuk input comprehensible dan umpan balik korektif Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi efektif dari pendekatan sosiokultural dalam pembelajaran bahasa terintegrasi memerlukan transformasi peran guru menjadi fasilitator interaksi sosial berkualitas tinggi desain tugas pembelajaran yang memicu berbagai bentuk interaksi produktif dan pengembangan kemampuan peserta didik dalam dialog dan kolaborasi untuk pembelajaran keempat keterampilan berbahasa secara holistik< p>
Agama Sebagai Pilar Kekuatan Individu Melawan Bunuh Diri Nanga, Brigitha Prizelia
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.12668

Abstract

Agama memiliki peran pelindung atau protektif bagi individu dari risiko perilaku bunuh diri Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan peran protektif agama dalam pencegahan perilaku bunuh diri di level individu komunitas dan institusi Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana peran protektif agama bekerja dengan kerangka konseptual terintegrasi dari Berkman et al 2000 yang berpijak pada perspektif sosiologi dari mile Durkheim sebagai landasan teori utama Beberapa konsep kunci dari kerangka konseptual ini yang muncul dalam pembahasan antara lain jaringan sosial mekanisme psikososial dan dampak mekanisme tersebut terhadap kesehatan mental individu nbsp;Systematic literature review < em> SLR diterapkan untuk mencapai tujuan penelitian Kajian dilakukan secara sistematis terhadap 14 artikel penelitian yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2020 2025 Penelitian ini menemukan bahwa peran protektif agama dalam pencegahan bunuh diri dapat dilihat dari kontribusinya dalam membangun kekuatan internal di level individu dan menyediakan dukungan eksternal di level komunitas dan institusi Dukungan eksternal ini menopang kekuatan internal individu Berdasarkan kerangka konseptual Berkman et al 2000 agama menyediakan jaringan sosial yang memungkinkan mekanisme psikososial terjadi Mekanisme ini hadir dalam tiga bentuk yaitu dukungan sosial pengaruh sosial dan akses ke sumber daya Ketiga bentuk mekanisme tersebut memengaruhi perilaku kesehatan dan psikologis seseorang ke arah yang positif sehingga dirinya dapat terhindar dari risiko masuk ke dalam kontinum perilaku bunuh diri ideasi rencana percobaan hingga bunuh diri selesai < p>
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Partisipasi Remaja pada Organisasi Karang Taruna Desa Muara Penimbung Ulu Kecamatan Indralaya Komaria, Komaria; Henny, Helmi; Aswasulasikin, Aswasulasikin
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.12669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat remaja dalam berpartisipasi pada organisasi karang taruna serta untuk mengetahui upaya yang dapat meningkatkan partisipasi remaja pada Organisasi Karang Taruna desa Muara Penimbung Ulu Untuk mengetahui faktor pendukung remaja dilihat dari tiga indikator yaitu kemauan kemampuan dan kesempatan dan faktor penghambat partisipasi remaja diliat dari indikator yaitu pekerjaan tingkat pendidikan dan jenis Kelamin serta upaya yang dapat meningkatkan partisipasi dilihat dari 4 indikator yaitu program kegiatan yang menarik memperbaiki sarana dan fasilitas keterlibatan remaja dalam perencanaan program serta dukungan dan tanggung jawab dari pemerintah desa Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi Informan pada penelitian ini adalah Perangkat desa Ketua karang taruna Pengurus inti karang taruna Anggota karang taruna aktif Anggota karang taruna tidak aktif dan Orang tua remaja karang taruna Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Pengumpulan data Reduksi data Penyajian data dan Penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga indikator yang mendukung partisipasi remaja pada organisasi karang taruna yakni adanya waktu luang adanya kemampuan remaja untuk berpartisipasi serta adanya kesempatan berpartisipasi dan merancang program Sedangkan faktor yang menghambat partisipasi remaja pada organisasi karang taruna yaitu sulitnya membagi waktu untuk berpartisipasi karena pekerjaan dan pendidikan serta pandangan yang berbeda mengenai peran gender Adapun upaya dalam meningkatkan partisipasi remaja pada organisasi karang taruna adalah membuat program yang menarik pelibatan remaja dalam perencanaan program perbaikan sarana dan fasilitas untuk menunjang organisasi karang taruna < p>
Business Dispute Resolution Through Arbitration: Effectiveness and Challenges in Practice Pajow, Roof Oudy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.12671

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness and challenges of arbitration as a mechanism for resolving business disputes in Indonesia The research focuses on evaluating the effectiveness of arbitration in terms of time and cost identifying institutional and regulatory challenges and analyzing factors influencing the success of business arbitration The research method uses a qualitative approach with literature study techniques that examine various academic literature sources laws and regulations and official documents of arbitration institutions Data analysis was conducted through content analysis and thematic analysis to identify patterns and categories of findings The results show that arbitration has significant advantages in time efficiency 6 12 months vs 2 5 years of litigation and cost effectiveness for large value disputes but faces challenges in geographical accessibility standardization of service quality and inconsistent legal interpretation Key factors for arbitration success include the quality of arbitration clause drafting arbitrator competence commitment of the parties and support from the legal system The study concludes that although arbitration offers an effective alternative for resolving business disputes optimizing its effectiveness requires institutional reform regulatory harmonization and increased human resource capacity within the Indonesian arbitration ecosystem < p>
Hubungan Lingkungan Sosial Masyarakat terhadap Perilaku Sosiopatik Remaja di Desa Seri Kembang III Ogan Ilir Kasman, Fadel; Saputra, Ardi; Shomedran, Shomedran
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/az3w7t05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan sosial masyarakat terhadap perilaku sosiopatik remaja di Desa Seri Kembang III Kabupaten Ogan Ilir Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional Jumlah Responden sebanyak 67 dan jumlah sampel sebanyak 67 orang remaja yang dpilih secara random sampling< em> adapun pengumpulan data yang dilakukan dengan kusioner Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial masyarakat terhadap perilaku sosiopatik remaja di tunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0 000 dan koefisien korelasi sebesar 0 527 yang berarti pada kategori positif Uji determinasi R Square< em> menunjukkan bahwa lingkungan sosial memberikan kontribusi sebesar 55 terhadap perilaku sosiopatik remaja sedangkan sisanya di pengaruhi faktor lain seperti kondisi psikologis krisis identitas dan pengalaman traumatis Temuan ini menunjukkan pentingnya peran lingkungan sosial yang positif dalam mencegah munculnya perilaku sosiopatik remaja Oleh karena itu diperlukan sinergi antara keluarga sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi perkembangan psikososial remaja < p>
Implementasi Kegiatan Manjhe’ (Bertani Padi) dalam Menstimulasi Kemandirian Anak Usia Dini di KB Miftahul Ulum Sukowono Adawiyah, Afita; Trianggono, Mochammad Maulana; Triana, Rizki Sevi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pnsayd58

Abstract

Pendidikan anak usia dini PAUD memainkan peran kunci dalam membentuk kemandirian anak Melalui PAUD anak anak diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai hal sendiri sehingga meningkatkan rasa percaya diri mereka Mereka juga belajar cara memecahkan masalah mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain Ini tidak hanya membantu mereka dalam kehidupan sehari hari tetapi juga meletakkan fondasi yang kuat untuk pendidikan formal dan masa depan mereka Oleh karena itu Pendekatan pembelajaran inovatif sangat diperlukan untuk menumbuhkan kemandirian anak dan salah satu caranya adalah dengan melibatkan mereka dalam kegiatan manjhe bertani padi Penelitian ini menerapkan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan fokus pada anak anak kelompok usia 4 5 tahun serta melibatkan guru tenaga pendidik dan kepala sekolah di KB Miftahul Ulum Sukowono sebagai subjek penelitian Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama yaitu observasi wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang fenomena yang diteliti Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang efektif tentang cara menstimulasi kemandirian anak yang tercermin dari kemampuan mereka menyelesaikan tugas menanam berani mencoba hal baru dan memecahkan masalah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mendukung kemandirian anak Selain itu kegiatan manjhe bertani padi diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi pendidik dan orang tua sebagai salah satu metode atau strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia dini < p>
Kebijakan Publik di Era Digital: Peran Media Sosial dalam Sosialisasi Kebijakan Publik Essing, Ismiati; Mowilos, Rebecca Christy; Sinaga, Floren Agnesia
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/rrvrmp50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara pemerintah berinteraksi dengan masyarakat, terutama dalam proses penyusunan dan sosialisasi kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mendukung sosialisasi kebijakan publik di era digital dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan partisipasi publik, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas kebijakan. Namun, penggunaan media sosial juga menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, polarisasi opini, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengembangkan strategi komunikasi publik yang adaptif dan berbasis data untuk memastikan efektivitas sosialisasi kebijakan di ruang digital.
Membangun Kesadaran Literasi Digital: Keamanan Siber pada Layanan Tabungan Emas Pegadaian Manado Pontorondo, Immanuel; Sinaga, Floren Agnesia; Walangitan, Misael Aldo; Behuku, Jitro
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/94dwzg12

Abstract

Transformasi digital dalam sektor jasa keuangan telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pelayanan dan interaksi antara lembaga keuangan dengan nasabah. Dalam konteks tersebut, urgensi perlindungan data pribadi menjadi semakin penting, terutama pada layanan Tabungan Emas Pegadaian Manado yang berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan data pribadi nasabah serta telaah peran literasi digital sebagai upaya preventif dalam mewujudkan keamanan informasi. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara dengan pihak Pegadaian dan nasabah aktif guna memperoleh data mengenai kebijakan, implementasi, serta persepsi masyarakat terhadap pengelolaan data pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan data tidak hanya bersumber dari kelemahan teknis sistem, tetapi juga dari rendahnya tingkat kesadaran digital nasabah. Oleh karena itu, Pegadaian perlu memperkuat tata kelola internal melalui penerapan prosedur layanan literasi digital, pembentukan petugas literasi siber, dan pengawasan rutin terhadap praktik perlindungan data di setiap wilayah kerja. Upaya ini bukan hanya berfungsi sebagai langkah hukum preventif, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan hukum masyarakat digital. Dengan demikian, perlindungan data pribadi nasabah harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara lembaga dan pengguna layanan, guna menciptakan sistem yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan.
Tata Kelola Pelayanan Publik pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resor Karimun Putri, Inez Setia; R.F.S, Harapan Tua; Zulkarnaini, Zulkarnaini
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/eq5b3n39

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengetahui bagaimana Tata Kelola Pelayanan Publik di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Karimun yang telah menerima berbagai penghargaan nasional serta kepuasan masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan oleh personil Polres Karimun sangat baik. Tujuan penelitian adalah bagaimana Tata Kelola Pelayanan Publik pada SPKT Polres Karimun serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung yang memengaruhi pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mengutamakan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Good Governance dari Sedarmayanti (2014) dengan lima indikator utama sebagai kerangka analisis: Partisipasi, Transparansi, Akuntabilitas, Efektivitas, dan Penegakan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata kelola pelayanan publik SPKT Polres Karimun telah memenuhi lima indikator good governance Sedarmayanti secara efektif, yaitu: partisipasi melalui personil yang ramah dan komunikatif dalam menjelaskan prosedur; transparansi dengan pemasangan banner biaya dan waktu pelayanan; akuntabilitas melalui penerapan SOP konsisten tanpa keluhan pelapor; efektivitas dengan SDM terstruktur, sarana prasarana memadai, dan koordinasi stakeholder yang luas; serta penegakan hukum berdasarkan prinsip keadilan, perlindungan hak masyarakat, dan pengawasan ketat personel. Faktor-faktor pendukung utama adalah komitmen personil SPKT Polres Karimun yang profesional dan disiplin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, teknologi informasi dan media sosial secara optimal, serta dukungan regulasi dan kebijakan yang jelas dan terstruktur dengan adanya landasan hukum,aturan, serta pedoman tertulis yang tegas dan transparan untuk mengatur setiap proses pelayanan publik. Saran yang diberikan adalah Teknologi harus selalu dioptimalkan untuk menjadikan pelayanan yang mudah serta memberikan penghargaan atau reward kepada personil yang berprestasi (bestpolri), mempertahankan pelayanan yang baik dan meningkatkan transparansi pelayanan lebih lanjut.
Peningkatan Kesadaran Hukum bagi Guru PPKn untuk Mewujudkan Sekolah Sadar HAM Di SMAS Gajah Mada Kota Medan Wahyudi, Arief; Hadiningrum, Sri; Ibrahim, Maulana; Iqbal, M.; Sihaloho, Oksari
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/raf6jh61

Abstract

Pendidikan Hak Asasi Manusia HAM merupakan pilar fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk warga negara yang demokratis dan beradab Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memegang peranan strategis dalam internalisasi nilai nilai HAM Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn berada di garda terdepan dalam proses ini di mana kesadaran hukum mereka menjadi faktor penentu efektivitas pembelajaran dan pembudayaan HAM di lingkungan sekolah Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi peningkatan kesadaran hukum bagi guru PPKn serta perannya dalam mewujudkan konsep Sekolah Sadar HAM di SMAS Gajah Mada Kota Medan Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara mendalam dengan guru PPKn kepala sekolah dan siswa serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan kebijakan sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum guru PPKn memiliki korelasi positif yang signifikan dengan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan prinsip prinsip HAM ke dalam proses belajar mengajar serta dalam menangani potensi pelanggaran hak di kalangan siswa Ditemukan bahwa pemahaman guru yang belum komprehensif terhadap peraturan perundang undangan terkait HAM dan perlindungan anak secara langsung Namun tantangan seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan hukum kontemporer dan kurangnya forum diskusi profesional masih menjadi kendala Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran hukum bagi guru PPKn bukan hanya sekadar pelengkap kompetensi melainkan sebuah kebutuhan mendesak urgensi untuk mengakselerasi terwujudnya Sekolah Sadar HAM Diperlukan adanya program pengembangan profesional berkelanjutan yang terstruktur bagi guru untuk memperkuat basis pengetahuan hukum mereka demi menciptakan generasi yang sadar dan menjunjung tinggi hak asasi manusia< p>