cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Implementasi Hukum Perlindungan Konsumen dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Prayuti, Yuyut; Mardianti, Alis; Adam, Faisal; Maisyaroh, Sitti; Fitria, Fitria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4026

Abstract

Implementasi hukum perlindungan konsumen dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia dijalankan terutama melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), yang menegaskan bahwa pasien merupakan konsumen yang berhak menerima pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta memperoleh informasi yang lengkap dan jujur mengenai kondisi medis maupun tindakan yang akan dilakukan. UUPK juga memberikan jaminan bahwa pasien berhak menuntut ganti rugi apabila mengalami kerugian akibat kelalaian medis, termasuk tindakan malpraktik. Rumah sakit sebagai pelaku usaha berkewajiban memenuhi standar pelayanan, memastikan prosedur informed consent dilaksanakan oleh dokter, memberikan akses terhadap rekam medis, dan menyediakan mekanisme kompensasi sebagaimana diatur dalam Pasal 19 UUPK serta diperkuat oleh ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Banyak pasien belum memahami hak-haknya, sehingga sering kali tidak mempertanyakan prosedur atau tindakan medis yang diberikan. Beban kerja rumah sakit yang tinggi menyebabkan proses informed consent dilakukan terburu-buru dan tidak mendalam. Selain itu, dominasi tenaga perawat dalam kegiatan administratif terkadang membuat peran dokter dalam komunikasi medis menjadi kurang optimal. Rumah sakit juga kerap kesulitan memenuhi standar karena keterbatasan sumber daya dan lemahnya komunikasi internal. Meski mekanisme pengaduan serta gugatan perdata maupun pidana telah tersedia melalui Pasal 45 UUPK, penguatan pelaksanaan UUPK tetap diperlukan. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui sosialisasi hak pasien, peningkatan kualitas komunikasi dokter-pasien, pemanfaatan teknologi rekam medis untuk meningkatkan transparansi, serta penerapan pendekatan keadilan restoratif yang didukung oleh majelis disiplin profesi untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Effectiveness and Efficiency of Medical Check-Up Service Quality With The Use of Terra (Survey Study at Harapan Keluarga Hospital, Mataram City) Siar, Cindy Advenia; Mulyani, Sri Rochani; Sofia, Etty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4028

Abstract

Periodic health checks represent a key behavioral pattern among both health service users and health providers within a healthcare facility. The present study aims to analyze the effectiveness and efficiency of Medical Check Up (MCU) service quality using the TERRA framework—Tangibles, Empathy, Reliability, Responsiveness, and Assurance—at Harapan Keluarga Mataram Hospital, one of the leading private hospitals in Mataram City. This research employed a descriptive qualitative design, in which data were collected through direct observation, in-depth interviews, documentation reviews, and the study of relevant literature. Informants included hospital directors, physicians, nurses, patients, and subject-matter experts selected to provide comprehensive insights into the MCU service process. Data analysis was conducted using NVivo12 software through Matrix Coding and Project Map Node visualization to identify dominant factors influencing service performance. The findings indicate that reliability, empathy, and assurance constitute the most influential dimensions in determining the effectiveness and efficiency of MCU service quality. These factors strongly shape patient trust, perceived professionalism, and overall satisfaction. Conversely, the dimensions of tangibles and responsiveness were found to have an influence, but their contribution was relatively less significant compared to the other three dimensions. Based on these results, efforts to improve MCU service quality should prioritize sustaining high levels of reliability, empathy, and assurance, as these components form the core determinants of service excellence. Strengthening all five dimensions collectively is essential because the TERRA framework functions as an integrated set of complementary elements that jointly support optimal healthcare service delivery.
Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 105/PUU XXII/2024 Terhadap Keberlakuan Pasal 240 KUHP Dalam Konteks Negara Demokratis Ardiansyah, Heskey; Suhartono, Slamet
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4029

Abstract

Reformasi hukum pidana melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menandai upaya modernisasi hukum nasional dari warisan kolonial menuju sistem yang lebih selaras dengan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Namun, keberadaan Pasal 240 KUHP yang mengatur tindak pidana “penghinaan terhadap pemerintah yang sah” kembali memunculkan perdebatan mengenai batas-batas kriminalisasi ekspresi serta potensi pembatasan terhadap kebebasan berpendapat. Ketentuan ini dianggap memiliki rumusan yang longgar dan berpotensi menimbulkan penafsiran yang sewenang-wenang, terutama dalam konteks politik dan kritik terhadap pejabat negara. Hampir pada waktu yang bersamaan, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 105/PUU-XXII/2024 menegaskan bahwa tindak pidana pencemaran nama baik dalam UU ITE hanya melindungi individu, bukan lembaga negara, korporasi, maupun jabatan publik. Putusan ini memperkuat prinsip bahwa institusi publik harus lebih terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dalam negara demokratis. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 105/PUU-XXII/2024 memiliki implikasi langsung terhadap interpretasi dan penerapan Pasal 240 KUHP. Pasal tersebut harus ditafsirkan secara restriktif agar tidak melanggar asas legalitas (lex certa) dan tidak mengkriminalisasi kritik yang sah. Karena itu, hanya ekspresi yang benar-benar menimbulkan ancaman nyata terhadap ketertiban umum yang dapat dikenai sanksi pidana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan parameter penafsiran Pasal 240 KUHP yang selaras dengan prinsip negara demokratis yang berdasarkan atas hukum.
Analisis Pengaruh Suku Bunga, Kurs, dan Jumlah Suku Bunga Modal Kerja terhadap Indeks Produksi Industri di Indonesia (Studi Time Series Bulanan 2017-2020) Malihati, Lely; Febriati, Fadia; Habibah, Lillah; Latifa, Cahaya; Arsitamira, Melinda Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4031

Abstract

Indeks Produksi Industri (IPI) merupakan indikator penting yang mencerminkan perubahan output sektor industri dan menjadi rujukan utama dalam membaca kondisi perekonomian jangka pendek. Pergerakan IPI dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, khususnya suku bunga acuan, nilai tukar, dan biaya pembiayaan modal kerja yang dibutuhkan perusahaan untuk mendukung aktivitas produksinya. Penelitian ini menganalisis pengaruh BI Rate, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan suku bunga modal kerja terhadap IPI di Indonesia selama periode Januari 2017 hingga Desember 2020, meliputi masa sebelum pandemi, periode kontraksi akibat COVID-19, dan tahap awal pemulihan industri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder bulanan dari BPS dan Bank Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang dilengkapi uji asumsi klasik untuk menjamin validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap IPI. Secara parsial, BI Rate dan nilai tukar rupiah memberikan pengaruh positif signifikan, sedangkan suku bunga modal kerja berpengaruh negatif signifikan. Nilai determinasi sebesar 0,911 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 91,1 persen variasi IPI. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kurs, konsistensi kebijakan suku bunga, serta ketersediaan pembiayaan modal kerja yang terjangkau guna memperkuat ketahanan industri. Hasil penelitian juga dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merespons perubahan ekonomi dengan lebih adaptif.
Pelaksanaan Audit Kepatuhan Dalam Meningkatkan Kinerja Pada Koperasi Syariah Harapan Surabaya Wulandari, Amalia Devi; Bayangkara, Ida Bagus Ketut
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4032

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan audit kepatuhan pada Koperasi Syariah Harapan Surabaya serta menilai kontribusinya terhadap peningkatan kinerja koperasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk menggali praktik operasional dan mekanisme pengawasan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi telah menerapkan beberapa prinsip dasar kepatuhan syariah, antara lain pencatatan transaksi setelah akad sah, pemisahan dana anggota dan dana operasional, serta penetapan margin melalui musyawarah antara pihak koperasi dan anggota. Penerapan prinsip tersebut memberikan dasar tata kelola yang lebih akuntabel dan sesuai dengan konsep keuangan syariah. Namun demikian, penelitian menemukan bahwa koperasi belum memiliki sistem audit kepatuhan formal yang terstruktur dan masih menggunakan PSAK ETAP sebagai acuan pelaporan keuangan. Kondisi ini menyebabkan implementasi PSAK Syariah belum berjalan optimal, terutama dalam hal pengungkapan transaksi syariah secara komprehensif. Pengawasan internal yang dilakukan pengelola koperasi dinilai mampu meningkatkan ketelitian dalam pencatatan, memperbaiki dokumentasi, serta mendorong transparansi proses keuangan. Meskipun demikian, pengawasan internal belum mampu menggantikan fungsi audit kepatuhan yang seharusnya dilakukan secara independen, sistematis, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan terhadap audit kepatuhan formal sangat penting untuk memperkuat tata kelola koperasi, memastikan kesesuaian operasional dengan prinsip syariah, serta meningkatkan kinerja koperasi secara berkelanjutan. Audit kepatuhan diharapkan menjadi instrumen yang mendorong profesionalisme pengelolaan, memperkuat kepercayaan anggota, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan koperasi berjalan sesuai regulasi syariah dan standar akuntansi yang berlaku.
Implementasi Fuzzy C-Means Clustering dalam Segmentasi Pelanggan dengan RFM Model sihombing, yoel michael; Rahayu, Eka Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4034

Abstract

Strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan profitabilitas. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah segmentasi pelanggan berbasis model RFM (Recency, Frequency, Monetary), yang memungkinkan perusahaan mengelompokkan pelanggan berdasarkan pola perilaku pembelian mereka. Namun, untuk meningkatkan akurasi segmentasi, diperlukan metode clustering yang andal. Penelitian ini mengusulkan implementasi algoritma Fuzzy C-Means (FCM) untuk segmentasi pelanggan berbasis model RFM guna mengoptimalkan strategi pemasaran. Metode FCM merupakan teknik clustering yang lebih fleksibel dibandingkan metode clustering konvensional seperti K-Means karena mampu menangani data dengan ketidakpastian dan memberikan keanggotaan ganda bagi setiap data dalam beberapa klaster dengan derajat keanggotaan tertentu. Dalam penelitian ini, dataset pelanggan dianalisis menggunakan tiga parameter utama model RFM, yaitu Recency (seberapa baru transaksi dilakukan), Frequency (seberapa sering pelanggan bertransaksi), dan Monetary (jumlah uang yang telah dikeluarkan oleh pelanggan). Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, meliputi pengumpulan data transaksi pelanggan, normalisasi data, penerapan algoritma FCM untuk clustering, serta analisis hasil segmentasi yang diperoleh. Hasil clustering dibandingkan dengan metode lain seperti K-Means untuk menilai efektivitas FCM dalam menghasilkan klaster yang lebih akurat. Dari hasil penelitian, diperoleh beberapa klaster pelanggan yang memiliki karakteristik berbeda, seperti pelanggan loyal, pelanggan potensial, pelanggan baru, dan pelanggan yang berisiko churn pelanggan kabur atau tidak kembali lagi. Implementasi FCM dalam segmentasi pelanggan berbasis RFM diharapkan mampu memberikan hasil segmentasi yang lebih presisi dibandingkan metode clustering konvensional.
Pengaruh Persediaan Bahan Baku, Kapasitas Mesin, dan Tenaga Kerja terhadap Volume Produksi CV. Sakamico Industri Erdi, Erdi; Asral, Asral
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persediaan bahan baku, kapasitas mesin, dan tenaga kerja terhadap volume produksi pada CV. Sakamico Industri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data persediaan bahan baku, kapasitas mesin, tenaga kerja, dan volume produksi yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik perusahaan serta dokumentasi internal terkait proses produksi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui beberapa tahapan, yaitu pemilihan model terbaik, uji asumsi klasik, uji regresi data panel, dan uji hipotesis untuk melihat pengaruh masing-masing variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa model yang paling sesuai untuk penelitian ini adalah model fixed effect karena memberikan hasil pengujian yang paling konsisten. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa variabel persediaan bahan baku (X1), kapasitas mesin (X2), dan tenaga kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap volume produksi (Y) dengan nilai Fhitung > Ftabel (8,66 > 2,89). Namun secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa persediaan bahan baku tidak berpengaruh signifikan terhadap volume produksi. Sebaliknya, kapasitas mesin dan tenaga kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap volume produksi CV. Sakamico Industri. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja produksi lebih dipengaruhi oleh efisiensi penggunaan tenaga kerja dan optimalisasi kapasitas mesin dibandingkan ketersediaan bahan baku semata..
The Impact of Employee Engagement and Organizational Culture on Employee Performance Mediated by Job Satisfaction: Evidence from Bhayangkara Hospital Surabaya Rousita, Nor Handiah; Sundjoto, Sundjoto; Rahayu, Sri; Fitrianty, Rifda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4036

Abstract

The performance of hospital employees plays a pivotal role in ensuring efficient service delivery, patient satisfaction, and overall organizational effectiveness. Bhayangkara Hospital Surabaya requires a workforce that is engaged, culturally aligned, and satisfied with their roles to achieve high performance standards. This study examines the effects of employee engagement and organizational culture on performance outcomes, incorporating job satisfaction as a mediating variable. Using a quantitative explanatory design, 70 respondents were randomly selected from a population of 234 non-medical staff, ensuring proportional representation across different hospital units. Data were collected using validated Likert-scale instruments and analyzed through multiple linear regression and path analysis. Findings show that both engagement and organizational culture significantly enhance job satisfaction, explaining 59.9% of its variance. Additionally, engagement and culture directly impact employee performance, accounting for 47.6% of variation, while job satisfaction strongly mediates performance outcomes, explaining 64.1% of its variability. These results emphasize that a combination of strong engagement, supportive organizational culture, and high job satisfaction fosters superior productivity, motivation, and work quality among hospital staff. The study offers practical guidance for hospital management, highlighting the importance of creating work environments that encourage employee involvement, uphold shared cultural values, and nurture satisfaction to improve overall performance. Further research is recommended to explore other influential factors, including leadership style, emotional intelligence, and workplace climate, to develop comprehensive strategies for enhancing employee effectiveness in healthcare organizations.
Pengaruh Suku Bunga, Inflasi, dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Sholihah, Riayatus; Yulianingsih, Rizki Eka; Bela, Adinda Thalia Salsa; Sujianto, Agus Eko
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia sejak tahun 2014-2024. Penelitian ini didasari oleh fakta bahwa pasar modal Indonesia kini lebih terhubung dengan kondisi ekonomi dunia, sehingga perubahan indikator ekonomi dalam negeri tidak selalu memengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Bursa Efek Indonesia. Data tersebut dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta uji asumsi klasik untuk memastikan keandalan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif terhadap IHSG dengan koefisien –4,293, namun tidak signifikan secara statistik (sig. 0,118). Variabel inflasi memiliki koefisien positif sebesar 3,749 dan menjadi variabel yang paling mendekati signifikan, meskipun nilai signifikansinya masih berada di atas batas 0,05 (sig. 0,062). Sementara itu, PDB menunjukkan koefisien positif sebesar 1,496 dengan nilai signifikansi 0,354 yang menandakan tidak adanya pengaruh signifikan terhadap IHSG. Secara simultan, hasil uji F menghasilkan nilai signifikansi 0,155, yang menunjukkan bahwa ketiga variabel makroekonomi tersebut tidak berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap IHSG. Temuan ini menegaskan bahwa pergerakan IHSG lebih dipengaruhi faktor eksternal global dan sentimen pasar internasional dibandingkan variabel makroekonomi domestik.
The Impact of ICT-Integrated Learning on High School Students’ Achievement in Mathematics: A Data-Driven Analysis Miftachurohmah, Nisa; Nasruddin, Nasruddin; Palobo, Markus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4039

Abstract

This study investigates the impact of Information and Communication Technology (ICT)-integrated learning on high school students’ mathematics achievement through a comprehensive, data-driven quantitative approach. Utilizing a correlational research design, the study involved a sample of 230 students drawn from three public high schools in Southeast Sulawesi, Indonesia. Data were obtained from two primary sources: a validated questionnaire assessing the extent and quality of ICT usage in mathematics classrooms, and students’ semester examination scores, which served as indicators of academic achievement. Descriptive statistical analysis was used to outline general patterns of ICT implementation, followed by Pearson correlation and multiple regression analyses to explore and quantify the relationship between ICT integration and student performance in mathematics. The findings demonstrate a significant positive correlation between ICT-integrated learning and students’ academic outcomes (r = 0.48, p < 0.01). Regression results further reveal that ICT usage accounts for approximately 23% of the variance in mathematics achievement, indicating a substantial contribution of technology-enhanced learning to students’ performance. These results suggest that effective incorporation of ICT tools—such as GeoGebra, Desmos, and various online learning platforms—can strengthen students’ conceptual understanding, promote deeper engagement, and facilitate more interactive learning experiences. The study underscores the importance of enhancing teachers’ digital pedagogical competencies and encourages the adoption of ICT-based instructional strategies that support active, interactive, and personalized learning within mathematics education.