cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Pengaruh Brand Image, Kualitas Produk, dan Online Customer Review terhadap Keputusan Pembelian pada Brand Elzatta di Shopee Gheffira, Syifa; Gumilar, Dedi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4067

Abstract

Transformasi digital yang berkembang pesat telah mengubah pola konsumsi masyarakat modern, termasuk belanja produk fashion muslim secara online yang kini menjadi kebiasaan sehari - hari. Shopee menjadi salah satu platform yang paling diminati konsumen karena menawarkan kemudahan akses, sistem transaksi praktis, serta beragam pilihan produk, termasuk brand Elzatta yang populer di kalangan pengguna. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, pilihan konsumen dalam membeli produk bukan hanya ditentukan oleh preferensi pribadi, tetapi juga oleh elemen penting seperti Reputasi Merek, Mutu Produk, dan Ulasan Pelanggan Online yang membentuk keyakinan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel terhadap pilihan pembelian konsumen produk Elzatta di platform e-commerce. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif digunakan, melibatkan penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang pernah membeli produk Elzatta. Data dianalisis untuk menguji dampak ketiga variabel secara terpisah maupun bersamaan. Temuan menunjukkan bahwa Citra Merek dan Ulasan Pelanggan Online secara parsial tidak terbukti memengaruhi keputusan pembelian, sedangkan Mutu Produk memiliki dampak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel menunjukkan pengaruh signifikan dan mampu menjelaskan 66,1% variasi keputusan pembelian konsumen. Hal ini menegaskan bahwa Mutu Produk merupakan elemen utama yang mendorong pembelian, sementara Citra Merek dan Ulasan Online berperan sebagai faktor pendukung dalam pemasaran digital yang berkembang pada masa kini.
Pengaruh Penerapan Coretax dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Umkm Dengan Sosialisasi Perpajakan Sebagai Variabel Moderasi Rante, Fhebrisa; Toding, Ignatia Geby; Sartika, Nia; Mallisa, Mika; Palalangan, Carolus Askikarno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Coretax dan pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, serta menguji peran sosialisasi perpajakan sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian mencakup Wajib Pajak UMKM yang terdaftar di KPP Pratama Makassar Utara, dengan jumlah sampel 65 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penggunaan sistem administrasi perpajakan berbasis Coretax. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan SmartPLS 4, yang meliputi evaluasi model pengukuran untuk memastikan validitas dan reliabilitas instrumen, serta evaluasi model struktural untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Coretax berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sehingga kemudahan akses, efisiensi proses, dan transparansi yang ditawarkan sistem administrasi perpajakan digital terbukti mampu meningkatkan perilaku patuh wajib pajak UMKM. Selain itu, pengetahuan perpajakan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan, yang mengindikasikan bahwa pemahaman wajib pajak mengenai aturan, prosedur, dan fungsi perpajakan berperan penting dalam mendorong kepatuhan mereka. Namun demikian, sosialisasi perpajakan tidak terbukti memoderasi pengaruh penerapan Coretax maupun pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak, sehingga intensitas dan kualitas sosialisasi yang diterima wajib pajak belum cukup kuat untuk memperkuat hubungan antarvariabel. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas teknologi perpajakan serta penguatan literasi perpajakan untuk mendukung meningkatnya kepatuhan wajib pajak UMKM secara berkelanjutan.
Dampak Media Sosial, Citra Destinasi, dan Suvenir pada Revisit melalui Kepuasan di Cimory Dairyland Gowa Amin, Andi Nurzakiah; Tawe, Andi Amiruddin; Sulolipu, Andi Annisa; Amin, Andi Mustika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial marketing, citra destinasi, dan pengalaman berbelanja suvenir terhadap revisit intention melalui kepuasan wisatawan di Cimory Dairyland Gowa. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan 200 responden yang dipilih melalui purposive sampling, sementara analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM berbantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan seluruh indikator dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai AVE > 0,50 dan loading factor > 0,70. Model struktural menghasilkan R² sebesar 0,740 untuk kepuasan wisatawan dan 0,695 untuk revisit intention, yang menunjukkan kemampuan prediksi kuat. Secara empiris, citra destinasi merupakan prediktor paling dominan terhadap kepuasan wisatawan (β = 0,341; p = 0,001), diikuti souvenir shopping (β = 0,298; p = 0,007) dan media sosial marketing (β = 0,274; p = 0,004). Kepuasan wisatawan terbukti menjadi faktor paling berpengaruh terhadap revisit intention (β = 0,425; p = 0,000). Efek langsung media sosial marketing terhadap revisit intention signifikan, sedangkan pengaruh langsung citra destinasi dan souvenir shopping tidak signifikan. Namun, ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh tidak langsung signifikan melalui kepuasan wisatawan sebagai mediator, sehingga menjadikan kepuasan sebagai kunci pembentukan loyalitas kunjungan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan destinasi harus terintegrasi, mencakup optimalisasi konten media sosial, konsistensi kualitas fasilitas dan layanan, serta pengembangan produk suvenir yang bermakna untuk memaksimalkan kepuasan dan mendorong kunjungan ulang wisatawan.
Takut Ketinggalan Jadi Alasan Beli: Pengaruh FoMO, Content Marketing, dan Perceived Quality terhadap Keputusan Pembelian JennSkin di Bali Roziana, Komang Cesie Agnestia; Parasari, Nyoman Sri Manik; Basmantra, Ida Nyoman; Tirtayani, I Gusti Ayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4070

Abstract

This study aims to determine the influence of fear of missing out (FoMO), content marketing, and perceived quality, both partially and simultaneously, on purchasing decisions. The study sample consisted of 190 JennSkin consumers residing in Bali. Data analysis was conducted through a series of tests, including Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Multiple Linear Regression Analysis, Coefficient of Determination Test, F-Test, and t-Test. The results showed that the fear of missing out variable had a positive and significant effect on purchasing decisions, meaning that the higher a consumer's FoMO level, the more likely they were to make a purchase. Furthermore, content marketing also proved to have a positive and significant effect, where the more engaging and informative the content presented, the greater the consumer's likelihood of purchasing the product. Perceived quality was also found to have a positive and significant effect, indicating that the better consumers perceive JennSkin's product quality, the higher their purchasing decisions. Based on these findings, the researchers offer several recommendations for JennSkin management. The company is expected to create more attractive promotions that last longer to enhance consumer satisfaction. Furthermore, the presentation of information related to product quality needs to be more comprehensive, clear, and easy to understand. Innovations can also be made to packaging design to make it more visually appealing. During certain occasions, such as holidays, twin dates, or other special events, JennSkin can leverage these opportunities to run more intensive marketing campaigns to increase consumer purchasing decisions.
Strategi Manajerial Untuk Meningkatkan Daya Saing Klinik Non-BPJS Di Indonesia: Kajian Sistematis Literatur Nugroho, Jatmiko Wahyu; Hendriana, Heris; Kusnadi, Dadang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4071

Abstract

Perkembangan layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan perkembangan cukup pesat, terutama sejak hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan yang kini mencakup lebih dari 96,8% penduduk. Cakupan yang hampir menyeluruh ini menciptakan dinamika baru dalam pasar layanan kesehatan dan memberikan ancaman yang cukup besar bagi klinik non-BPJS. Tanpa dukungan skema kapitasi, klinik non-BPJS harus mengandalkan kemampuan manajerial dan strategi internal untuk tetap bertahan serta mempertahankan jumlah pasien. Penelitian ini berupaya merumuskan strategi manajerial yang relevan bagi klinik non-BPJS agar mampu meningkatkan daya saingnya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif melalui systematic literature review terhadap 20 sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan industri, dan regulasi kesehatan. Proses analisis dilakukan dengan memanfaatkan teknik tematik, SWOT, dan Porter’s Five Forces untuk menangkap pola, peluang, serta tantangan yang memengaruhi kinerja klinik non-BPJS dalam industri kesehatan yang semakin kompetitif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang secara konsisten muncul dalam literatur. Pertama, diferensiasi layanan, terutama melalui penguatan Unique Selling Point (USP), pengembangan layanan premium, dan peningkatan pengalaman pasien. Kedua, efisiensi operasional, termasuk optimalisasi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi kesehatan, serta pengendalian biaya operasional. Ketiga, kepatuhan terhadap regulasi, khususnya terkait standar akreditasi dan tata kelola klinik, yang menjadi dasar penting untuk membangun kepercayaan publik. Ketiga strategi tersebut, apabila diintegrasikan secara tepat, dapat membentuk model manajerial yang lebih adaptif sekaligus memperkuat posisi kompetitif klinik non-BPJS. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan manajemen layanan kesehatan, khususnya pada fasilitas yang beroperasi di luar skema BPJS.
Hubungan antara Motives dengan Problematic Smartphone Use (PSU): A Systematic Review Ramadhan, Rusydian; Rachmasari, Chintya; Sudrajat, Zahra Kayla; Mote, Elvine Semulin; Susanto, Audrey Valencia; Heng, Pamela Hendra; Idulfilastri, Rita Markus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4072

Abstract

Motives merupakan alasan seseorang melakukan perilaku yang mencerminkan kebutuhan dan keinginan untuk dipenuhi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa motives berperan penting dalam memunculkan problematic smartphone use (PSU). Namun, pemahaman mengenai perbedaan hubungan motives dengan PSU berdasarkan jenis kelamin maupun pengaruhnya terhadap penggunaan jenis konten smartphone tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan melakukan systematic review untuk menyatukan temuan yang ada terkait hubungan motives dengan PSU. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Semantic Scholar dengan rentang waktu 2024 hingga 2025, menggunakan kombinasi kata kunci terkait PSU dan motives. Seleksi artikel mencakup publikasi berbahasa Indonesia atau Inggris, berstatus full-text dan open access, serta terindeks pada jurnal Quartile 1 (Q1) hingga Quartile 4 (Q4) atau Sinta 1 (S1) hingga Sinta 4 (S4). Hasil analisis terhadap 17 artikel menunjukkan bahwa motives yang memicu PSU meliputi faktor psikologis seperti desire thinking dan rumination serta faktor lingkungan seperti cumulative ecological risk, insecure attachment, pola asuh negatif, dan pengalaman masa kecil yang buruk. Perbedaan berdasarkan jenis kelamin tampak pada perempuan yang lebih rentan terhadap disrupsi hubungan orangtua-anak akibat technoference, sementara laki-laki lebih mudah mengalami ketergantungan pada smartphone. Selain itu, motives tertentu berhubungan dengan penggunaan konten spesifik, seperti fear of missing out (FOMO) dan kebutuhan interaksi sosial pada media sosial, serta dorongan dokumentasi dan promosi diri pada Instagram. Kajian ini menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan basis data yang lebih luas, mempertimbangkan faktor demografis lain, dan mengeksplorasi berbagai platform digital agar pemahaman mengenai peran motives dalam terbentuknya PSU menjadi lebih komprehensif.
Transformasi Kebijakan Akuntansi Persediaan dalam Implementasi PSAK 202 dan Dampaknya terhadap Nilai Persediaan, Pengungkapan, serta Akuntabilitas Perusahaan Publik di Indonesia Ramadan, Rakhazia; Prawestri, Fatimah Azzahra; Mei, Linda Permatasari Loe Siu; Sayyidah, Hanna; Meidiyustiani, Rinny
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4073

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi kebijakan akuntansi persediaan dari PSAK No. 14, yang berbasis biaya perolehan, menuju PSAK No. 202 tentang Akuntansi Produk Agrikultur yang menggunakan pendekatan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (FVLCS). Perubahan ini dianalisis melalui metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 literatur primer periode 2021–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, ResearchGate, dan situs resmi IAI. Studi ini mengkaji proses transisi standar yang diadaptasi dari IAS 41 untuk meningkatkan relevansi dan kualitas pelaporan keuangan sektor agrikultur di Indonesia. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan PSAK 202 mampu meningkatkan relevansi nilai persediaan karena nilai yang disajikan lebih mencerminkan kondisi pasar terkini. Namun demikian, penggunaan nilai wajar menimbulkan volatilitas laba, terutama ketika estimasi didasarkan pada input Level 3 dalam Hierarki Nilai Wajar yang mengandung subjektivitas tinggi. Selain itu, terdapat tantangan implementasi seperti kesenjangan kompetensi SDM, keterbatasan data pasar, serta meningkatnya kebutuhan pengungkapan yang lebih detail dan transparan. Di sisi lain, PSAK 202 memberikan dampak positif berupa peningkatan transparansi dan akuntabilitas perusahaan melalui penguatan tata kelola perusahaan (GCG). Meski demikian, trade-off antara relevansi dan reliabilitas tetap menjadi isu utama dalam penerapannya. Penelitian ini menyimpulkan perlunya program pelatihan SDM, standardisasi data pasar oleh regulator seperti IAI dan OJK, serta penelitian empiris lanjutan untuk mengukur dampak agregat terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini berkontribusi pada penguatan harmonisasi standar akuntansi Indonesia dengan praktik internasional.
Tanggung Jawab Perusahaan dalam Memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menurut Hukum Perdata Sobahul, Fibrayir Dalika; Ariadi, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4074

Abstract

Penelitian ini membahas tanggung jawab perusahaan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menurut perspektif hukum perdata. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta konsekuensi hukum yang muncul apabila terjadi kelalaian dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai regulasi, antara lain KUHPerdata, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, serta Permenaker Nomor 11 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan dalam K3 merupakan kewajiban hukum bersifat preventif maupun represif. Tanggung jawab preventif diwujudkan melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan menyediakan perlindungan, alat keselamatan, pelatihan, dan evaluasi risiko. Sementara itu, tanggung jawab represif muncul ketika terjadi kecelakaan atau kerugian, yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum berupa sanksi perdata, pidana, maupun administratif. Kelalaian perusahaan dalam memenuhi standar K3 dapat memicu gugatan ganti rugi berdasarkan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, penerapan K3 yang komprehensif dan konsisten diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan melindungi hak tenaga kerja. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pengawasan pemerintah dan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagai instrumen untuk meminimalkan kecelakaan kerja, meningkatkan kepastian perlindungan hukum bagi pekerja, serta memastikan perusahaan menjalankan kewajiban hukumnya secara bertanggung jawab.
Keadilan Sosial dan Life Satisfaction: Studi tentang Perceived Social Justice Generasi Muda di Era Digital Rumangkang, Filadelfia; Pangkey, Wilfred Audric Clief; Hermawan, Chatlia Putri; Angow, Madeline Natali; Purba, Sherena Yemima; Dariyo, Agoes
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4075

Abstract

Era digital telah menghadirkan dinamika psikologis yang semakin kompleks, khususnya bagi generasi muda yang hidup dalam arus informasi tanpa batas. Media sosial memberikan akses yang luas terhadap isu-isu keadilan sosial, memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi, menyuarakan pendapat, dan membangun solidaritas. Namun, paparan informasi yang intens juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara persepsi keadilan sosial dan kepuasan hidup generasi muda dalam konteks era digital modern. Menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian melibatkan lima partisipan berusia 18–21 tahun yang aktif menggunakan media digital dan memiliki ketertarikan pada isu-isu keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan sosial dipandang sebagai landasan penting bagi terciptanya kepuasan hidup. Partisipan merasa lebih sejahtera ketika melihat nilai-nilai kesetaraan, penghargaan, dan perlindungan hak diterapkan secara adil dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, paparan berlebihan terhadap konten sosial, terutama mengenai ketidakadilan atau konflik, dapat memicu kelelahan emosional, frustrasi, serta penurunan kesehatan mental. Media digital sekaligus menjadi ruang pemberdayaan psikologis dan sumber stres, tergantung bagaimana individu berinteraksi dengan informasi tersebut. Selain itu, dukungan sosial dari komunitas, baik secara daring maupun luring, terbukti memperkuat kesejahteraan psikologis dan membantu individu menghadapi tekanan emosional. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital, kemampuan mengelola emosi, dan regulasi diri agar generasi muda mampu tetap seimbang dalam menghadapi arus informasi. Selain itu, nilai-nilai keadilan sosial perlu diterapkan melalui pendekatan yang inklusif dan adaptif sehingga relevan dengan tantangan era digital. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi edukatif dan dukungan komunitas untuk menjaga kesejahteraan psikologis generasi muda.
Implementasi Good Governance dan E-Government dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pelayanan Kepabeanan: Studi pada Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2006 Basjah, Fabiola Latifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4076

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip tata kelola yang baik serta e-government dalam memperkuat akuntabilitas layanan kepabeanan di Kantor Kepabeanan Tanjung Perak, Surabaya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta berbagai regulasi internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, penelitian ini mengevaluasi bagaimana tata kelola, sistem digital, dan mekanisme pengawasan diintegrasikan untuk memastikan transparansi, efektivitas, dan konsistensi pelayanan publik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pegawai dari berbagai bidang, observasi langsung proses layanan, serta analisis dokumen seperti SOP, Indikator Kinerja Utama (IKU), Laporan Kinerja (LAKIN), dan data sistem CEISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tata kelola telah diterapkan melalui kepatuhan terhadap SOP, pengawasan berlapis, serta penerapan manajemen risiko yang konsisten. Implementasi e-government berada pada tahap transaksional–terintegrasi melalui pemanfaatan CEISA, integrasi CEISA–INSW, fitur pelacakan layanan, jejak audit digital, serta pengelolaan tiket masalah melalui CEISA Care. Peningkatan akuntabilitas terlihat dari tersedianya jejak layanan digital, mekanisme tindak lanjut temuan pengawasan, serta pengukuran kinerja yang merujuk pada indikator resmi. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa sinergi antara tata kelola yang baik dan digitalisasi mampu memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan meningkatkan kualitas penyampaian layanan kepabeanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi pengguna layanan, optimalisasi fitur sistem digital, dan penguatan evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan keberlanjutan serta konsistensi akuntabilitas layanan kepabeanan.