cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Pengaruh Persepsi Harga dan Place terhadap Minat Berkunjung di Floating Market Lembang Salsabila, Syahla; Sarah, Siti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4281

Abstract

Pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi ketertarikan wisatawan menjadi hal yang diperlukan di tengah meningkatnya persaingan destinasi. Pada kasus Floating Market Lembang, minat berkunjung wisatawan masih tergolong rendah, terlihat dari tidak tercatatnya destinasi ini sebagai tempat wisata yang paling diminati maupun banyak dicari secara online. Dari sisi persepsi harga, biaya tiket masuk dan wahana tambahan dianggap belum sepenuhnya sebanding dengan harapan pengunjung. Faktor place juga menghadapi hambatan, seperti kemacetan menuju kawasan Lembang dan terbatasnya transportasi umum yang membuat aksesibilitas kurang optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan layanan agar daya tarik destinasi dapat meningkat secara lebih konsisten. Studi yang dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif melalui penerapan desain deskriptif dan explanatory, serta analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian mencakup individu yang belum pernah berkunjung namun memiliki potensi berkunjung, dengan teknik purposive sampling dan batas usia minimal 17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berkunjung ada dalam kategori kurang baik, sementara persepsi harga dan place berada pada kategori baik. Secara verifikatif, kedua variabel berdampak positif serta signifikan baik secara parsial maupun simultan, dengan kontribusi sebesar 20,3%. Persepsi harga menjadi faktor paling dominan dalam mendorong minat berkunjung, sehingga peningkatan nilai dan kualitas pengalaman yang dirasakan pengunjung perlu diprioritaskan sebagai strategi pengembangan destinasi.
Analisis Kontribusi Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Pekalongan Putri, Ayu Septiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekalongan selama periode 2020–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kontribusi tersebut. Penelitian menggunakan data sekunder yang dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yaitu pengambilan data dari laporan resmi pemerintah daerah, yaitu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) khususnya Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Catatan atas Lporan Keuangan (CaLK) Kota Pekalongan tahun 2020–2024. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan fokus pada analisis perbandingan realisasi penerimaan retribusi daerah terhadap total PAD selama kurun waktu lima tahun. Populasi penelitian mencakup seluruh data realisasi penerimaan retribusi dan PAD, sedangkan sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria ketersediaan data tahunan yang relevan pada periode penelitian, sehingga menghasilkan sepuluh observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kontribusi retribusi daerah terhadap PAD Kota Pekalongan berada pada kategori rendah sepanjang periode penelitian. Rendahnya kontribusi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain penurunan aktivitas ekonomi selama masa pandemi COVID-19, penerapan sistem pemungutan retribusi yang belum sepenuhnya terdigitalisasi, ketidakoptimalan pendataan objek retribusi, tingkat kepatuhan wajib retribusi yang masih rendah, serta tingginya biaya operasional penyelenggaraan layanan public. Selain itu, struktur PAD Kota Pekalongan yang lebih didominasi oleh pendapatan pajak daerah turut memperkecil proporsi kontribusi retribusi daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi tata kelola retribusi melalui digitalisasi pemungutan, peningkatan pendataan objek retribusi, serta penguatan kesadaran wajib retribusi guna meningkatkan kontribusi retribusi bagi PAD di masa mendatang.
Pengaruh Keamanan, Kemudahan dan Kepercayaan terhadap Keputusan Masyarakat dalam Membayar Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) Online melalui Fitur Byond by BSI (Studi pada Masyarakat Kota Kalianda Lampung Selatan) Karna, Arnesa Dewi; Saefurrohman, Ghina Ulfah; Saputra, Andika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4286

Abstract

Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan menjadi semakin vital, termasuk dalam praktik ibadah keagamaan seperti zakat, infak dan sedekah (ZIS). Khususnya, aplikasi mobile kini memegang peranan penting, yang berpotensi besar mengubah cara umat beragama dalam memenuhi kewajiban zakat, infak dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan juga menganalisis ada atau tidaknya pengaruh secara parsial maupun secara simultan pada variabel Keamanan, Kemudahan, Kepercayaan dan Keputusan Masyarakat dalam membayar ziswaf melalui fitur Byond By BSI. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian secara kuantitatif. Pada penelitian ini teknik yang digunakan adalah Nonprobability sampling dengan rumus slovin yang menghasilkan jumlah sampling sebanyak 100 responden. Data dianalisis menggunakan teknik SPSS 26 Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keamanan terhadap keputusan membayar zakat diperoleh ????ℎ???????????????????? sebesar 8.533> 1.984 Ttabel dengan taraf signifikansi sebesar 0,000< 0,05 yang dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Variabel Kemudahan diperoleh ????ℎ???????????????????? sebesar 5.105> 1.984 Ttabel dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. variabel Kepercayaan memperoleh ????ℎ???????????????????? sebesar 4.876 > 1.984 Ttabel dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Serta keamanan, kemudahan, dan kepercayaan secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan masyarakat Karena nilai F hitung > F tabel (29.056 > 2,69) maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan ada pengaruh antara Keamanan, Kemudahan dan kepercayaan terhadap keputusan masyarakat dalam membayar zakat melalui fitur Byond By BSI
Pemahaman Akuntansi Forensik, Persepsi Whistleblowing, dan Moralitas Individu terhadap Pencegahan Kecurangan di Ditjen Bina Bangda Tzalinggar, Ayudyasiwi; Setyowati , Hasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4304

Abstract

Kecurangan masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia, baik dalam sektor publik maupun swasta. Berbagai kasus kecurangan yang sering terjadi mencakup korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan uang publik. Pencegahan kecurangan secara fundamental menuntut adanya kolaborasi antara faktor kognitif (pengetahuan), persepsi (sikap), dan nilai etis (moralitas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi forensik, persepsi whistleblowing, dan moralitas individu terhadap pencegahan kecurangan di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi forensik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan, yang menegaskan bahwa semakin baik pemahaman pegawai mengenai konsep, teknik, dan prosedur akuntansi forensik, semakin efektif upaya mendeteksi manipulasi dan mencegah penyimpangan. Persepsi whistleblowing tidak berpengaruh positif dan signifikan, karena meskipun persepsinya baik, tindakan pelaporan memerlukan dukungan sistem pengendalian, budaya organisasi yang aman, serta perlindungan pelapor. Moralitas individu menunjukkan pengaruh positif dan signifikan paling dominan. Integritas, kejujuran, dan nilai moral menjadi faktor internal yang kuat dalam membentuk perilaku antikecurangan, karena individu bermoral tinggi lebih mampu mengendalikan tindakan melanggar aturan dan memahami dampak negatif kecurangan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki berdampak positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan di Ditjen Bina Bangda, dengan nilai koefisiensi determinasi sebesar 82,1%, sedangkan sisanya 17,9% disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini (R2 = 0,821).
Pengaruh Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan dan Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan Aditya, Alysa Nur; Sicillia, Mita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis laporan tahunan serta laporan keuangan perusahaan sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan yang dipublikasikan secara resmi oleh perusahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan dengan lima tahun pengamatan dan total 55 observasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kebijakan dividen (X1), ukuran perusahaan (X2), dan perencanaan pajak (X3) sebagai variabel independen, serta nilai perusahaan (Y) sebagai variabel dependen. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak E-Views versi 12 untuk memperoleh hasil yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Secara simultan, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun secara parsial, kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan perencanaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dalam penelitian ini.
Evaluasi Ketahanan Electronic Nose Berbasis MOS terhadap Kontaminasi Silang Senyawa Volatil dalam Identifikasi Kualitas Daging Sapi Amalia, Aslikha; Rahayu, Anisa Esti; Putra, Ekananda Sulistyo; Ni’matuzzahroh, Ludia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4307

Abstract

Keamanan pangan dan kualitas daging adalah faktor penting yang memengaruhi kesehatan pelanggan. Degradasi biologis yang terjadi pada daging sapi selama penyimpanan menghasilkan senyawa volatil organik seperti amonia (NH3), hidrogen sulfida (H2S), dan berbagai jenis VOC lainnya, yang dapat digunakan sebagai pengukur tingkat pembusukan. Metode inspeksi konvensional, seperti uji organoleptik, kimiawi, dan mikrobiologi, masih memiliki kekurangan karena bersifat subjektif, destruktif, membutuhkan waktu lama, dan memerlukan fasilitas laboratorium khusus. Elektronik Nose (E-nose) berbasis sensor MOS telah menjadi solusi yang lebih cepat dan non-destruktif. Namun, belum banyak penelitian yang melakukan uji ketahanan E-nose terhadap kontaminasi silang yang berubah-ubah dalam kondisi penyimpanan nyata. Penelitian ini mengevaluasi ketahanan E-nose berbasis sensor MQ-137, MQ-136, dan TGS2602 untuk mengidentifikasi kualitas daging sapi dengan menggunakan algoritma Probabilistic Neural Network (PNN). Pengujian dilakukan pada kondisi terkontrol dan skenario interferensi volatil, dengan jarak antara sampel segar dan busuk 25-100 cm. Model PNN menunjukkan akurasi 100% pada kondisi tanpa gangguan. Namun, pengujian pada kondisi prediksi sampel daging segar dengan jarak interferensi sampel daging busuk ≤50 cm, menyebabkan false positive dan penurunan akurasi menjadi 66,7%, artinya pola aroma sampel segar berubah karena difusi volatil pembusukan. Sebaliknya, prediksi sampel busuk tetap stabil di seluruh jarak pengujian. Hasil ini menunjukkan bahwa distribusi volatil di lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keandalan E-nose dan jarak lebih dari 50 cm dapat dijadikan batas operasional untuk menghindari interferensi silang. Temuan ini dapat membantu dalam pengembangan sistem inspeksi mutu daging yang portable, cepat, dan andal untuk aplikasi keamanan pangan.
Pengaturan Hukum terhadap Frasa ‘Penduduk yang Agamanya Belum Diakui’ dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Amelia, Vina; Michael, Tomy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4322

Abstract

Isu pengaturan hukum mengenai status agama di Indonesia merupakan topik penting mengingat masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari segi keyakinan. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah penggunaan frasa “penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan” dalam sejumlah regulasi. Frasa ini memiliki konsekuensi hukum yang signifikan karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak atas kebebasan beragama sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 serta berbagai instrumen hukum nasional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengaturan terhadap frasa tersebut dalam berbagai aturan hukum di Indonesia sekaligus menganalisis implikasi yang ditimbulkannya bagi individu yang menganut agama atau kepercayaan di luar enam agama yang secara administratif diakui negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif yang berfokus pada analisis dokumen hukum, termasuk undang-undang, peraturan pemerintah, putusan pengadilan, dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konstitusi Indonesia menegaskan jaminan kebebasan beragama, implementasi pengakuan tersebut masih menghadapi ambiguitas. Frasa mengenai agama yang belum diakui seringkali menimbulkan ketidakpastian bagi pemeluk kepercayaan atau agama minoritas, terutama dalam urusan administrasi kependudukan, hak sipil, dan perlindungan hukum. Kondisi ini berpotensi menyebabkan diskriminasi terselubung dan pelanggaran terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya penyempurnaan regulasi dengan melakukan klarifikasi hukum yang lebih tegas serta memperkuat jaminan perlindungan bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan. Perlu adanya harmonisasi peraturan dan kebijakan agar prinsip kebebasan beragama benar-benar terwujud dalam sistem hukum Indonesia.
Representasi Komunikasi Anak Autisme Sebagai Saksi Di Persidangan Dalam Film “Innocent Witness” : Sebuah Kajian Semiotika John Fiske Indrayani, Ni Kadek Ayu; Winayanti, Ratna Devy; Haes, Putri Ekaresty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4355

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi komunikasi anak autisme sebagai saksi di persidangan dalam film Innocent Witness dengan menggunakan teori semiotika John Fiske. Fokus penelitian terletak pada bagaimana tanda-tanda verbal maupun nonverbal dalam film merepresentasikan dinamika komunikasi anak autisme dalam konteks sosial dan hukum. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tujuan menggambarkan serta menafsirkan makna tanda yang muncul melalui adegan, dialog, dan ekspresi karakter. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi film, wawancara dengan ahli komunikasi dan psikologi anak, serta studi dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi komunikasi anak autisme dalam film ini ditampilkan melalui cara tokoh Ji-woo memberi respons terhadap stimulus sosial, penggunaan bahasa tubuh yang khas, serta keterbatasan dalam kemampuan verbalnya. Melalui konsep level realitas, representasi, dan ideologi dari John Fiske, film ini memperlihatkan bahwa komunikasi anak autisme sangat dipengaruhi oleh cara masyarakat mendefinisikan “normalitas” dalam interaksi. Film tersebut juga menekankan bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukanlah bentuk penyimpangan, melainkan variasi yang perlu dipahami. Selain itu, film ini menyoroti pentingnya empati dan penerimaan dalam proses komunikasi, terutama di ruang persidangan yang menuntut akurasi, kejujuran, dan kejelasan pernyataan saksi. Melalui representasi ini, Innocent Witness memberikan gambaran bahwa pemahaman terhadap karakteristik komunikasi autistik sangat diperlukan agar proses hukum dapat berlangsung secara adil dan inklusif.
Penerapan Asas Ultimum Remidium Terhadap Implikasi Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Daerah Yang Mengalami Kerugian Naftali, Angel May Marta; Michael, Tomy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4359

Abstract

Penerapan asas ultimum remedium dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) memiliki urgensi tinggi, terutama ketika kerja sama pemanfaatan BMD menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah. Asas ini menempatkan hukum pidana sebagai upaya terakhir setelah mekanisme administratif, perdata, dan penyelesaian internal ditempuh secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana asas ultimum remedium diterapkan dalam menangani kerugian yang timbul dari kerja sama pemanfaatan BMD, serta mengevaluasi efektivitas instrumen non-pidana dalam memulihkan kerugian dan mencegah kriminalisasi kebijakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan BMD, perjanjian kerja sama, serta doktrin hukum administrasi dan pidana. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerugian yang timbul akibat kesalahan administratif, kelalaian pegawai, atau ketidakseimbangan perjanjian seharusnya diselesaikan melalui mekanisme administratif seperti penilaian kembali nilai aset, renegosiasi kontrak, penjatuhan sanksi administratif, Penerapan hukum pidana hanya dapat dilakukan apabila terdapat bukti kuat mengenai kesengajaan, penyalahgunaan wewenang, atau perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara secara nyata, sebagaimana diatur dalam regulasi tindak pidana korupsi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan ultimum remedium tidak hanya relevan dalam konteks hukum pidana, tetapi juga strategis dalam memperkuat manajemen aset daerah dan mencegah penyelesaian yang terburu-buru melalui jalur pidana yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan menghambat inovasi kebijakan di daerah.
Pengaruh Work Life Balance dan Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Provinsi Sulawesi Selatan Fiqram, Muh Haikal; Burhanuddin, Burhanuddin; Dipoatmodjo, Tenri Sayu Puspitaningsih; Haeruddin, M. Ikhwan Maulana; Ruma, Zainal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4363

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh work life balance dan stres kerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Provinsi Sulawesi Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Secara teoretis, work life balance mencerminkan kemampuan pegawai menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan personal, sedangkan stres kerja merupakan respon terhadap tekanan kerja yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan eksplanatori dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 96 pegawai dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa work life balance dan stres kerja berpengaruh positif signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan kerja pegawai. Work life balance menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling dominan, menggambarkan bahwa semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang dirasakan pegawai, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang mereka alami. Stres kerja juga menunjukkan pengaruh positif signifikan ketika organisasi mampu mengelola tekanan kerja melalui pembagian tugas yang wajar, dukungan atasan, serta lingkungan kerja yang kondusif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepuasan kerja dapat dicapai melalui penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan hidup, pengelolaan stres kerja yang efektif, dan pemberian dukungan organisasi yang memadai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan dan produktivitas pegawai.