cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Analisis Putusan Perlindungan Hak WNI dalam Perkawinan Campuran melalui Perjanjian Perkawinan pundarika, Yonikken gautami; Tarigan, Deby Teresya Br; Conrad, Michael
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3830

Abstract

Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 terkait perlindungan hak konstitusional Warga Negara Indonesia (WNI) dalam perkawinan campuran melalui mekanisme perjanjian perkawinan. Permasalahan berawal dari kerugian yang dialami WNI ketika menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), khususnya dalam hal kepemilikan hak milik atas tanah dan bangunan yang dibatasi oleh Pasal 21 ayat 3 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Sebelum adanya putusan ini, harta yang diperoleh selama perkawinan campuran otomatis menjadi harta bersama, sehingga berpotensi melanggar larangan kepemilikan tanah oleh WNA dan pada akhirnya mengakibatkan WNI kehilangan hak konstitusionalnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus terhadap Putusan MK No. 69/PUU-XIII/2015 serta menelaah doktrin dan asas-asas hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi memperluas pengertian perjanjian perkawinan sehingga dapat dibuat tidak hanya sebelum atau pada saat perkawinan, tetapi juga setelah perkawinan berlangsung sepanjang disepakati para pihak dan tidak merugikan pihak ketiga. Putusan ini menegaskan kedudukan perjanjian perkawinan sebagai instrumen strategis untuk menjamin pemisahan harta dalam perkawinan campuran sekaligus melindungi hak konstitusional WNI atas tanah. Dengan demikian, putusan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan hukum perkawinan dan hukum agraria Indonesia karena mengintegrasikan asas kepastian hukum, persamaan di hadapan hukum, nasionalitas, dan perlindungan hak asasi manusia bagi WNI pelaku perkawinan campuran.
Efektivitas Asas Cepat, Sederhana, dan Biaya Ringan dalam Peradilan Tata Usaha Negara melalui Sistem E-Court di Era Digital Krismamita, Maximiliania; Fadhilah, Nabila Sanina; Faza, Dzulfikar; Pramesti, Luthfia Putri; Gustomi, Moh Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3831

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas penerapan asas cepat, sederhana, dan biaya ringan dalam peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) melalui pemanfaatan sistem E-Court sebagai bagian dari modernisasi peradilan di era digital. Asas tersebut merupakan amanat konstitusional yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang wajib menjamin akses keadilan bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. Dalam praktiknya, proses beracara di PTUN masih menghadapi hambatan seperti birokrasi administrasi yang panjang, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala geografis yang menyulitkan para pihak untuk hadir di pengadilan. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara konsep normatif asas peradilan dengan implementasi dalam penyelesaian sengketa tata usaha negara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui penelaahan peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen resmi Mahkamah Agung mengenai penerapan E-Court. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Court, melalui fitur e-filing, e-payment, e-summons, dan e-litigation, mampu mempercepat proses administrasi, menyederhanakan prosedur beracara, dan menekan biaya yang harus ditanggung pencari keadilan. Selain itu, digitalisasi peradilan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan aksesibilitas layanan pengadilan bagi masyarakat. Meskipun demikian, tantangan masih terdapat dalam bentuk keterbatasan literasi digital, kesiapan infrastruktur teknologi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur pengadilan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa E-Court berperan penting dalam memperkuat implementasi asas cepat, sederhana, dan biaya ringan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan peradilan di lingkungan PTUN pada era digital.
Konten Youtube sebagai Collateral Fidusia: Pendekatan Mitigasi Droit de Suite terhadap Ancaman Copyright Strike Platform Niendy, Annora Himahta; Septiani, Cicik; Setianingrum, Esther; Mu’amanah, Mu’amanah; Dafa, Daniashara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3832

Abstract

Perkembangan ekonomi digital mendorong perubahan cara pandang dalam hukum perdata, terutama terkait pengakuan kekayaan intelektual sebagai objek jaminan dalam perjanjian utang-piutang. Konten YouTube, sebagai karya cipta audio-visual yang dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui adsense, sponsorship, hingga monetisasi pihak ketiga, pada dasarnya memenuhi unsur objek jaminan fidusia sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, Undang-Undang Jaminan Fidusia, dan Undang-Undang Hak Cipta. Namun, penerapannya sebagai jaminan tidak berjalan mulus karena sejumlah hambatan struktural yang masih belum teratasi. Tantangan utama muncul dari belum adanya standar valuasi yang jelas terhadap nilai ekonomi konten digital, ketidakpastian mekanisme eksekusi ketika debitur wanprestasi, serta tingginya risiko hilangnya objek jaminan secara tiba-tiba akibat kebijakan platform seperti copyright strike, content removal, atau penonaktifan kanal. Situasi ini menciptakan kerentanan hukum bagi kreditur maupun debitur karena objek yang dijaminkan dapat lenyap bukan karena tindakan para pihak, tetapi karena intervensi platform. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan statute dan konseptual untuk menilai kelayakan konten YouTube sebagai objek fidusia serta menggali kemungkinan penerapan konsep droit de suite sebagai pendekatan mitigasi. Konsep ini menekankan bahwa hak kebendaan tetap mengikuti objeknya, sehingga dapat menjadi dasar perlindungan ketika konten berpindah bentuk, dialihkan, atau terkena tindakan administratif dari platform. Temuan penelitian menunjukkan perlunya perumusan kerangka fidusia digital yang lebih adaptif, termasuk mekanisme penilaian nilai ekonomi konten, perlindungan terhadap risiko kontrol platform, serta kepastian eksekusi ketika terjadi wanprestasi. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kekayaan intelektual dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai jaminan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Nescafe Di Siwalankerto Surabaya Fahmi, Nazzu; Achmad, Fidan; Arman, Ferdy; Kusmayati, Nindya Kartika; Latifah, Nunuk; Susanto, Ratno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3833

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap keputusan pembelian produk kopi Nescafé di wilayah Siwalankerto, Surabaya. Strategi pemasaran yang dianalisis mencakup empat komponen utama, yaitu kualitas rasa, tampilan serta desain produk, harga, dan ketersediaan produk di berbagai titik penjualan. Sementara itu, keputusan pembelian diukur melalui manfaat yang dirasakan konsumen, persepsi terhadap mutu produk, dan preferensi lokasi pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 39 konsumen aktif Nescafé di daerah tersebut. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai korelasi (R) sebesar 0.893 dan nilai R² sebesar 0.797 mengindikasikan bahwa strategi pemasaran mampu menjelaskan 79,7% variasi dalam keputusan pembelian. Selain itu, nilai t-hitung sebesar 12.062 dengan signifikansi 0.000 (<0.05) menegaskan bahwa semakin efektif strategi pemasaran yang diterapkan, semakin tinggi kecenderungan konsumen untuk membeli produk Nescafé. Secara teoritis, temuan ini mendukung konsep Marketing Mix (4P) dan teori Stimulus–Response, yang menekankan bahwa rangsangan pemasaran berperan penting dalam membentuk persepsi, preferensi, dan tindakan konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian perilaku konsumen serta menjadi rujukan bagi pelaku industri minuman dalam merancang strategi pemasaran yang lebih adaptif dan relevan bagi masyarakat urban muda.
Penerapan Metode First In First Out pada Sistem Self Service E-Order Berbasis QR Code Harahap, Ranggi Daud; Sadikin, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3834

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap berbagai sektor, termasuk industri kuliner yang membutuhkan pelayanan cepat, akurat, dan efisien. Pada Only One Coffee sebagai objek penelitian, proses pemesanan masih dilakukan secara konvensional sehingga menimbulkan berbagai kendala, seperti antrean panjang, keterlambatan penyajian, serta kesalahan pencatatan menu. Kondisi ini sering menyebabkan pesanan pelanggan yang datang lebih awal tertunda dan didahului oleh pelanggan lain, sehingga menurunkan tingkat kepuasan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan sistem Service E-Order berbasis QR Code dengan metode First In First Out (FIFO) dalam pengelolaan antrean. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, serta pemodelan UML. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-Order berbasis QR Code memudahkan pelanggan melakukan pemesanan langsung dari meja, sementara metode FIFO efektif dalam mengatur urutan pemesanan sehingga pesanan yang masuk lebih awal diproses terlebih dahulu. Uji coba sistem juga memperlihatkan penurunan waktu tunggu, peningkatan akurasi pencatatan, dan minimnya kesalahan penyajian. Selain itu, sistem membantu kasir dan dapur dalam mengelola pesanan melalui pencatatan otomatis pada basis data. Dengan demikian, penerapan QR Code dan metode FIFO terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan, efektivitas manajemen antrean, dan kepuasan pelanggan.
Ekonomi Politik Anggaran dan Penyaluran Bantuan Sosial di Indonesia: Analisis Kepentingan Politik dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Damara, M. Deni; Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan; Ananda, Bunga; Armin Rahmansyah nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3835

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ekonomi politik dalam penganggaran dan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia selama periode 2014–2024 dengan menekankan bagaimana kepentingan politik memengaruhi kebijakan fiskal dan implementasi program sosial. Dalam rentang waktu tersebut, anggaran bansos mengalami peningkatan yang sangat signifikan, terutama pada masa pandemi COVID-19 serta menjelang Pemilu 2024, sehingga menimbulkan dugaan adanya political budget cycle ketika pemerintah meningkatkan belanja sosial untuk memperoleh dukungan elektoral. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini membahas bagaimana penyusunan anggaran dan mekanisme penyaluran bansos sering kali tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan masyarakat rentan, melainkan dipengaruhi oleh agenda politik jangka pendek yang berpotensi menggeser orientasi kebijakan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi politik tidak hanya memicu lonjakan anggaran pada tahun politik, tetapi juga menyebabkan berbagai distorsi seperti ketidaktepatan sasaran, pendataan yang tidak akurat, personalisasi bantuan, serta munculnya relasi patronase antara pemerintah dan penerima manfaat. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif terhadap efektivitas program perlindungan sosial karena distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola bansos melalui transparansi anggaran, perbaikan basis data, peningkatan kapasitas pengawasan, serta keterlibatan publik agar penyaluran bansos kembali berfungsi optimal dan bebas dari kepentingan elektoral yang dapat merugikan masyarakat.
Pengalaman Produsen Tiongkok dalam Menghadapi Perubahan Permintaan Pasar Global: Transisi dari “Pabrik Dunia” ke “Inovator Global” Alawiyah, Khairani; Febiola, Lilis; Nasution, Nazira Maulidia; Lubis, Andina Febriana; Nasution, Ibtisaam Ashiil Zidane
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan peran industri manufaktur Tiongkok dari posisi sebelumnya sebagai "Pabrik Dunia" menuju peran strategis sebagai "Inovator Global" dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat terhadap permintaan pasar internasional. Perubahan tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya tekanan terhadap biaya produksi, tuntutan terkait keberlanjutan, serta kebutuhan akan inovasi teknologi yang semakin mendesak dalam persaingan global. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus serta pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan oleh perusahaan besar di Tiongkok. Strategi ini mencakup pergeseran model bisnis dari produksi berdasarkan pesanan (OEM) ke produsen menengah (OBM), peningkatan investasi dalam riset dan pengembangan, serta penerapan teknologi Industri 4.0 seperti otomatisasi, Internet of Things , big data , dan kecerdasan buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nasional seperti Made in China 2025 memiliki peran penting dalam mempercepat proses modernisasi industri dan mendorong inovasi di berbagai sektor manufaktur. Meskipun demikian , hambatan struktural seperti ketergantungan pada teknologi inti, persyaratan standar keberlanjutan global, serta tekanan dari sektor geopolitik tetap menjadi tantangan utama dalam mencapai kemandirian teknologi secara penuh. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Tiongkok dalam melakukan transformasi industri bergantung pada kombinasi inovasi yang berkelanjutan, kerja sama antar pihak terkait, serta komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem teknologi yang solid. Hasil penelitian ini juga memiliki makna penting bagi negara-negara berkembang yang ingin melakukan modernisasi industri berbasis inovasi.
Analisis Perilaku Konsumen dalam Pemilihan Layanan Kesehatan: Eksplorasi Konflik Antara Kebutuhan Medis dan Moral Hazard yang Dipengaruhi oleh Gaya Hidup Calista, Cita Putri; Putra, Firzan Achriansyah Izazi; Maulita, Felliza; Zahra, Mahirah; Syakirah, Nasywa Aurellia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3838

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku konsumen dalam memilih layanan kesehatan dengan menyoroti ketegangan antara kebutuhan medis objektif dan kecenderungan moral hazard yang dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Melalui pendekatan meta-analisis terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional, penelitian ini mengintegrasikan temuan empiris terkait pola konsumsi layanan kesehatan, dinamika moral hazard pada pasien maupun penyedia layanan, serta peran gaya hidup dalam meningkatkan kebutuhan medis. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan konsumen tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan klinis yang rasional, tetapi juga oleh persepsi terhadap kualitas layanan, aspirasi status sosial, preferensi gaya hidup, serta perlindungan finansial yang diberikan oleh skema asuransi kesehatan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi munculnya moral hazard, yang terlihat dari meningkatnya konsumsi layanan kesehatan yang tidak mendesak, melemahnya komitmen terhadap upaya pencegahan penyakit, serta praktik supplier-induced demand oleh penyedia layanan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan stres kronis terbukti meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga memperbesar ketergantungan pada layanan kesehatan dan memperparah potensi moral hazard. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku konsumen, gaya hidup, dan sistem pembiayaan kesehatan saling berinteraksi secara kompleks. Pemahaman holistik mengenai hubungan tersebut penting untuk merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu merespons perubahan perilaku masyarakat di era modern.
Mewujudkan Pertumbuhan Yang Merata: Analisis Literatur Ekonomi Pembangunan Indonesia Syafitri, Livia Dinda; Putri, Syifa Say; Manumpil, Precillia; Ambarwati, Nursela Hanifah; Romarina, Arina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3839

Abstract

Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan, serta peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini menganalisis perkembangan ekonomi pembangunan di Indonesia dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan studi literatur, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika, tantangan, dan peluang dalam proses pembangunan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia hingga kini masih menghadapi berbagai hambatan struktural, seperti ketimpangan pendapatan antarwilayah, pengangguran terselubung, tingkat kemiskinan yang masih signifikan, serta ketergantungan pada sektor-sektor tertentu seperti komoditas sumber daya alam. Kondisi ini menyebabkan proses pembangunan berjalan tidak merata dan kurang optimal dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Meskipun demikian, peluang untuk mempercepat pembangunan ekonomi masih terbuka lebar. Inovasi teknologi, digitalisasi ekonomi, penguatan sektor UMKM, peningkatan daya saing industri, serta optimalisasi kualitas sumber daya manusia menjadi faktor strategis yang dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju arah yang lebih produktif dan inklusif. Kajian ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat berjalan efektif tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator, sektor swasta sebagai penggerak produktivitas dan pencipta lapangan kerja, serta masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Dengan sinergi yang baik, pembangunan ekonomi Indonesia diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Dengan Masa Kerja Sebagai Variabel Moderator Lestari, Puji; Wicaksono, Dani Agung; Liliyanti, Mita Ayu; Ton, Sefri; Prayitno, Salvian Setyo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan di Rumah Makan Ayam Betutu Mbak Timah di Kabupaten Banyuwangi, dengan mempertimbangkan masa kerja sebagai variabel moderator. Peneliti menggunakan empat variabel independent yaitu hubungan antar karyawan, komunikasi, lingkungan kerja dan masa kerja. populasi pada penenlitian ini adalah semua karyawan rumah makan ayam betutu mbak Timah, sampel yang di ambil yaitu sebanyak 35 karyawan responden dengan Teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Analisis data yang di gunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis datanya meliputi uji melibatkan uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t dan uji F, serta uji koefisien determinasi (R2). Hasil Penelitian berdasarkan uji F menunjukan bahwa nilai Fhitung = 3,682 > nilai Ftabel 2,90 yang berarti variabel hubungan antar karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, komunikasi dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji T menunjukan bahwa variabel hubungan antar karyawan dengan nilai -2,039 berpengaruh signifikan, komunikasi dengan nilai 2,208 berpengaruh signifikan, lingkungan kerja memiliki nilai 1,995 yang berarti tidak signifikan terhadap kinerja, serta masa kerja dengan nilai 4,7 % yang berarti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.