cover
Contact Name
Muhammad Amin
Contact Email
jurnalalkifayahriau@gmail.com
Phone
+6285278684453
Journal Mail Official
jurnalalkifayahriau@gmail.com
Editorial Address
LPPM STAI Al-Kifayah Riau: Jalan Uka Kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 28303318     EISSN : 28302532     DOI : 10.53398/ak
Core Subject : Science, Education,
Focus: This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring in education curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of teachers with the aim to advance our knowledge of education theory and practice. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education. Scope: In addition to original articles, the journal features the following special sections: 1. Learning 2. Issues and Trends 3. Learning in Everyday Life 4. Teacher Education 5. Comments and Criticism
Articles 105 Documents
Penguatan Karakter Religius melalui Tradisi Maulid: Analisis Holistik Berbasis Aswaja an-Nahdliyah Asfaroni, Asfaroni; Subaidi, Subaidi
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v4i2.866

Abstract

This article discusses the strengthening of religious character education through the tradition of commemorating the birthday of the Prophet Muhammad SAW with a holistic approach based on the Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah. This study aims to analyze the role of the Maulid tradition as a means of internalizing the values of faith, sharia, and morals in forming a strong, harmonious, and integrity-based religious character. The research method used is qualitative with a case study, including data collection through interviews, participatory observation, and literature study. The results of the study show that the Maulid tradition is effective in strengthening religious character education by combining spiritual, social, cultural, and psychological aspects comprehensively. This tradition not only strengthens the spiritual bonds of the Nahdliyyah community, but also fosters values of moderation, tolerance, compassion, and social responsibility that are contextual to community life. In conclusion, the commemoration of the Prophet Muhammad's birthday is a strategic medium for Islamic character education that is sustainable and relevant to the challenges of the times, especially in building a generation with character based on the Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah
Makna Pendidikan Profetik Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di SDIT Sangkot Abdullah Efendi Harahap; Najmul Kaira; Indika Yahsifa; Muharis Baihaqi; Indah Astuti
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1004

Abstract

Pendidikan profetik merupakan paradigma pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kenabian, yaitu humanisasi (memanusiakan manusia), liberasi (pembebasan dari keterikatan dan ketertindasan), serta transendensi (penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna pendidikan profetik dalam membentuk akhlak siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) melalui pendekatan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research. Data penelitian diperoleh melalui kajian kritis terhadap berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal ilmiah, skripsi, serta dokumen yang relevan dengan konsep pendidikan profetik, pendidikan akhlak, dan pendidikan karakter di lingkungan SDIT. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pendidikan profetik memiliki peran strategis dalam pembentukan akhlak siswa melalui internalisasi nilai-nilai kenabian yang tercermin dalam konsep keteladanan guru, pembiasaan sikap religius, penguatan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta integrasi nilai profetik dalam kurikulum dan budaya sekolah. Dengan demikian, pendidikan profetik dapat dijadikan sebagai landasan konseptual dalam pengembangan pendidikan akhlak dan karakter siswa di SDIT.
Analisis Pemikiran Linguistik Al-Jurjānī Dalam Pengembangan Ilmu Nahwu Wazifi Salwah Suherman; Haniah Haniah; Amrah Kasim
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1005

Abstract

Classical Arabic linguistic studies have made a significant contribution to the development of contemporary linguistic theory, one of which is reflected in the thought of ʿAbd al-Qāhir al-Jurjānī. This study aims to analyze al-Jurjānī’s linguistic thought and its relevance to the development of functional nahwu (nahwu waẓīfī), which emphasizes function and meaning in language use. The focus of the study is directed toward the concept of an-naẓm, which positions syntactic structure as the primary determinant of meaning, as well as the relationship between grammatical elements and semantic context. This research employs a qualitative approach using a library research method, analyzing al-Jurjānī’s major works, such as Dalā’il al-Iʿjāz and Asrār al-Balāghah, along with other relevant supporting literature. The findings indicate that al-Jurjānī’s thought is conceptually aligned with the fundamental principles of functional nahwu, particularly in viewing grammatical rules as a means to understand meaning, function, and communicative purpose, rather than merely as formal regulations. Therefore, al-Jurjānī’s linguistic thought makes an important contribution to the development of a more contextual, functional, and applicative paradigm of nahwu in contemporary Arabic linguistic studies
Integrasi Konsep Tarbiyah, Ta'lim, dan Ta'dib dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Penri Anto; Yundri Akhyar; Parlindungan Simbolon
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1015

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tiga konsep utama yang saling berkaitan, yaitu tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Namun, dalam praktiknya ketiga konsep ini sering dipahami secara parsial sehingga tujuan pendidikan Islam belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, perbedaan konseptual, serta hubungan fungsional antara tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib dalam membentuk manusia berilmu dan berakhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif melalui proses kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’lim berfokus pada proses pemberian ilmu pengetahuan, tarbiyah pada pembinaan dan pengembangan kepribadian secara komprehensif, sedangkan ta’dib menekankan pembentukan adab dan moralitas. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang utuh dalam sistem pendidikan Islam. Kesimpulannya, pendidikan Islam ideal harus mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan moral secara harmonis melalui penerapan konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib secara simultan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reorientasi kurikulum, metode pembelajaran, dan tujuan pendidikan Islam agar lebih menekankan pembentukan manusia berilmu, berakhlak, dan beradab sesuai nilai-nilai Islam.
Konsep Kurikulum Pendidikan Berbasis Hadits dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital Penri Anto; Muhammad Syaifuddin; Miftahurrahman Miftahurrahman
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1017

Abstract

Hadits Nabi Muhammad ﷺ merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memuat prinsip dasar pendidikan, baik tujuan, materi, metode maupun evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum pendidikan yang terkandung dalam hadits serta relevansinya dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis isi terhadap teks-teks hadits yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu, pembinaan akhlak, pendidikan ibadah, serta pembentukan kepribadian muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan dalam perspektif hadits bersifat integral, mencakup dimensi keimanan, keilmuan, dan amal saleh secara seimbang. Materi kurikulum tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, serta pembentukan akhlak mulia. Hadits juga menekankan pentingnya metode pendidikan yang humanis seperti dialog, keteladanan, motivasi, dan pembelajaran bertahap sesuai kemampuan peserta didik. Prinsip lain yang ditemukan adalah universalitas pendidikan, kewajiban belajar sepanjang hayat, serta keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan kurikulum modern yang menekankan pendidikan karakter, life skill, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, hadits dapat dijadikan landasan normatif dan filosofis dalam merumuskan kurikulum pendidikan Islam di era sekarang agar mampu melahirkan generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Implementasi nilai-nilai kurikulum berbasis hadits diharapkan dapat memperkuat identitas pendidikan Islam sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman.
Relevansi Kajian Fonetik dan Fonologi dari Al-Aswat al-Lughawiyyah terhadap Pembelajaran Bunyi Bahasa Arab pada Pembelajar Indonesia Annisa Lutfiyah; Haniah Haniah; Amrah Kasim
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1024

Abstract

Arabic has a complex sound system, and many of its phonemes do not have direct equivalents in Indonesian, often causing Indonesian learners to experience difficulty in producing accurate pronunciation. Previous studies consistently indicate phonological problems such as sound substitution, difficulty distinguishing long and short vowels, and challenges in pronouncing emphatic, guttural, and uvular consonants. However, most of these studies remain descriptive and have not been sufficiently linked to a modern Arabic phonetic framework that may support pedagogical improvement. This study aims to analyze the relevance of Ibrāhīm Anīss phonetic and phonological concepts in Al-Aṣwāt al-Lughawiyyah to the teaching of Arabic sounds among Indonesian learners. This research employs a qualitative approach using library research and content analysis of Anīss primary text alongside secondary empirical studies and modern phonetic literature. The findings show that Anīss phonetic framework including articulation mechanisms, sound classification, and acoustic characteristics has significant relevance as a pedagogical foundation for explaining sound production scientifically and systematically rather than relying solely on memorization and imitation. The study recommends integrating Anīss phonetic perspectives into Arabic language instruction in Indonesia to help teachers design more effective pronunciation learning aligned with Indonesian learners phonological characteristics.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Etnomatematika Pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Ratna Herawati; Ellen Proborini
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1167

Abstract

Higher education institutions are expected to produce graduates with strong academic competencies and higher-order thinking skills. However, learning outcomes in the Discrete Mathematics course of the Informatics Study Program remain relatively low due to the abstract nature of the subject matter and the dominance of lecturer-centered instruction. This study aimed to examine the effect of an ethnomathematics-based Discovery Learning model on students’ learning outcomes in Discrete Mathematics. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed. The sample consisted of 40 students selected through cluster random sampling, comprising 20 students in the experimental class and 20 students in the control class. Data were collected using a learning achievement test that had met validity and reliability requirements. Data analysis was conducted through normality, homogeneity, and t-tests. The findings revealed a significant difference between the learning outcomes of students taught using the ethnomathematics-based Discovery Learning model and those taught through direct instruction (tcount = 2.614 > ttable = 1.999). The mean score of the experimental group was 71.94, which was higher than that of the control group (61.37). These findings indicate that integrating Discovery Learning with ethnomathematics effectively improves students’ learning outcomes. The study implies that culturally responsive and contextual learning approaches can serve as innovative strategies to facilitate the understanding of abstract mathematical concepts while enhancing student engagement and active participation in higher education learning environments
Pembiasaan Tilawah Al-Quran Pagi Hari sebagai Setrategi Penguatan Karakter Religius Akhlak Siswa MTS Antariksa Sukabumi Alvia Dalilatul Rahmah; Yolanda Rasyid; Egie Ramadhani Oktavia; Wiradia Wiradia; Muhamad Ibnu Malik
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1191

Abstract

Pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari menjadi strategi strategis dalam penguatan karakter religius dan akhlak siswa di madrasah, namun efektivitasnya masih bervariasi tergantung pada konsep, implementasi, dan faktor pendukung di masing-masing sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, menganalisis implementasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari sebagai strategi penguatan karakter religius dan akhlak siswa di MTs Antariksa Cidahu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif (narrative inquiry) dan jenis penelitian lapangan (field research), dengan subjek satu guru dan satu siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model naratif restorying dan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pembiasaan tilawah dirancang sebagai program terstruktur yang mengintegrasikan aspek ritual, edukatif, dan pembentukan karakter secara simultan. Implementasi program memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan ketenangan, kedisiplinan, ketertiban kelas, dan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Quran di kalangan siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, antusiasme siswa, dan fasilitas yang memadai, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, cuaca, kurangnya semangat sebagian siswa, dan minimnya dukungan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari terbukti efektif memperkuat karakter religius dan akhlak siswa, dengan modifikasi teori berupa "Model Pembiasaan Terintegrasi" yang mengombinasikan tilawah, bimbingan tajwid, dan penguatan pesan moral sebagai satu kesatuan strategi.
Implementasi Pendidikan Akhlakul Karimah Melalui Pembiasaan Sikap Sopan Santun Dan Tolong Menolong Di PAUD SPS TP Cendana 3 Cidahu Naylatush Shofa Azzahra; Intania Elfa kamila; M. Iskandar Tohir; Mia Mia; Muhammad Ibnu Malik
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1192

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini di tengah tantangan moral yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan akhlakul karimah melalui pembiasaan sikap sopan santun dan tolong-menolong di PAUD SPS TP Cendana 3 Cidahu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif, dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2026, dengan satu guru sebagai informan utama melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dilakukan melalui kegiatan pembiasaan harian seperti mengucapkan salam, bersalaman, berdoa, mengantre, mencuci tangan, membuang sampah, merapikan mainan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, berbagi, dan saling membantu. Guru menggunakan metode pembiasaan konsisten, keteladanan, bercerita, serta pendekatan santun dalam menangani konflik. Kolaborasi dengan orang tua menjadi faktor keberhasilan program. Simpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan akhlakul karimah melalui pembiasaan terbukti efektif membentuk karakter anak. Implikasinya, program pembiasaan perlu dipertahankan, kompetensi guru ditingkatkan, orang tua dilibatkan secara aktif, dan penelitian lanjutan dengan metode kuantitatif direkomendasikan.
Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran Akhlak Anak Usia Dini di Pondok Pesantren Salafiyah Nurhidayah Desa Bencah Kelubi Erlina Rosni Putriadi Harahap; Zubaidah Amir MZ
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1204

Abstract

This study aims to analyze and develop a learning evaluation system for early childhood moral (akhlaq) education at Pondok Pesantren Salafiyah Nurhidayah, Riau. The research subjects consisted of the kiai, ustadz, and ustazah, while the research object was the evaluation system and moral assessment instruments for early childhood students (santri). A descriptive qualitative approach was employed, with data collection techniques comprising participatory observation, in-depth interviews, and documentation of non-test instruments. Data analysis techniques applied the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings concluded that the learning evaluation system for early childhood moral education in this Islamic boarding school was developed through three main mechanisms that address two research questions: 1) The evaluation system is applied in an integrated manner through the division of conceptual evaluative roles by the kiai (macro-spiritual evaluation), ustadz (evaluation of cognitive manners and discipline), and ustazah (evaluation of affect and social interaction); 2) Instrument development is carried out through a non-test authentic assessment model that integrates daily anecdotal records, rubrics for performance assessment of manners, and participatory observation sheets of students' emotional development. The synergy of this system produces a valid, comprehensive, and sustainable child character development assessment model that aligns with early childhood psychology within the salaf pesantren ecosystem

Page 10 of 11 | Total Record : 105