cover
Contact Name
Rinda Fauzian
Contact Email
staimas.hes@gmail.com
Phone
+6281287949045
Journal Mail Official
rindafauzian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sagaranten, Km. 26, Buniayu, Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat (43196)
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 28298101     EISSN : 28292960     DOI : https://doi.org/10.69768
Core Subject : Economy, Social,
JThis journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 47 Documents
Analisis Potensi Sertifikasi Halal Lewat Kesiapan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Produk Unggulan Makanan dan Minuman di Madura Ahmad Makhtum; Muhammad Ersya Faraby
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.57

Abstract

Halal certification is an important part of creating an ecosystem for the halal product industry. The existence of halal certification will be an indicator of guaranteeing the availability of halal products for the community, as in Law No. 33 of 2014 concerning halal product guarantees. Therefore, product design for the implementation of halal product policies is an important part of building a halal product ecosystem, especially given the readiness of business actors. If the readiness of business actors, whose number is dominant in this case, is MSEs, then the process of implementing halal certification can be properly mapped and will become an important part of local design to create a halal product ecosystem to guarantee halal products. This research uses a qualitative method for explore readiness aspect for MSE’s in Pamekasan and Sampang districts, which are regencies in Madura, with Islamic nuances in everyday life. Some MSEs are ready to face the halal certification policy on the basis of business development and sustainability aspects.
Kebijakan Fiskal di Indonesia: Analisis Hukum Keadilan Ekonomi dan Implikasi bagi Pembangunan Berkelanjutan Hafizd, Jefik Zulfikar; Yadi Janwari; Sofian Al-Hakim
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.58

Abstract

Kebijakan fiskal merupakan instrumen vital dalam mencapai stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial. Kebijakan ini tidak hanya mengatur penerimaan dan pengeluaran negara, tetapi juga mempengaruhi pembangunan ekonomi melalui pengelolaan anggaran secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi konseptual, filosofis, dan hukum dalam pengaturan kebijakan fiskal di Indonesia, dengan fokus pada elemen dasar yang mendukung pengambilan keputusan kebijakan fiskal yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis, mengkaji literatur dan studi kasus terkait kebijakan fiskal dari perspektif historis dan teoretis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal yang tepat memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran negara, serta berperan penting dalam redistribusi kesejahteraan. Dari perspektif filosofis, kebijakan ini mencerminkan nilai keadilan sosial dan kesejahteraan, sedangkan dari perspektif hukum, kebijakan fiskal diatur oleh berbagai regulasi seperti Undang-Undang Dasar 1945, UU APBN, dan UU Pajak, yang memastikan bahwa penerimaan dan pengeluaran negara dikelola secara transparan dan akuntabel. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengaturan kebijakan fiskal yang berbasis pada prinsip keadilan dan efisiensi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta berperan dalam pembangunan ekonomi jangka panjang.
Ikhtilaf Ulama Kontemporer: Eksistensi Zakat Profesi Di Era Modern Ika Atikah; Ending Solehuddin; Ahmad Hasan Ridwan; Hadiat Hadiat
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.60

Abstract

Ikhtilaf or differences of opinion among scholars related to professional zakat are important topics in the context of contemporary Islamic law. Professional zakat, known as zakat on income from professional work, emerged along with the development of the modern economy which introduced various new professions. In the modern era, income earned from professions such as doctors, lawyers, and company employees is considered to be subject to zakat as a form of social and religious responsibility. However, contemporary scholars have different opinions regarding the provisions and laws of professional zakat, especially related to nisab (the threshold of wealth that must be zakati), the time of payment, and the type of income that must be subject to zakat. This article examines the various views of contemporary scholars regarding the existence of professional zakat in the modern era, as well as its legal and social implications for Muslims. The purpose of this study is to understand the dynamics of scholarly efforts regarding professional zakat and how these differences can be accommodated in the zakat legal system in the modern
Prinsip Etika Bisnis Islami; Menggali Pemikiran Yahya Bin Umar Fitri Sariningsih; Nur Irmandi
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.61

Abstract

Yahya bin Umar, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari mazhab Maliki, memainkan peran penting dalam merumuskan prinsip-prinsip etika bisnis Islami. Pemikirannya berfokus pada keadilan, kejujuran dan tanggung jawab sosial, dengan mengutamakan moralitas serta kesejahteraan masyarakat dari pada keuntungan materi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menganalisis karya utamanya, Ahkam al-suq, serta kajian modern terkait. Yahya bin Umar menekankan tiga prinsip utama: keadilan, transparansi dan tanggung jawab sosial, serta menolak monopoli, penimbunan dan penipuan. Ia juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam keadilan pasar. Pemikirannya memberikan landasan moral yang kuat bagi praktik bisnis Islami pada masanya dan dapat memberikan panduan etis bagi pelaku bisnis pada masa selanjutnya.
Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia; Telaah dan Rekomendasi Kebijakan Perspektif Syariah Agus Rojak Samsudin; Rizal Maulana; Syamsurijal; Premi Anggraeni
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.62

Abstract

Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia merupakan permasalahan sosial-ekonomi yang saling berkaitan dan masih menjadi tantangan besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi tersebut dari perspektif syariah serta mengevaluasi kebijakan yang ada, dengan merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, memanfaatkan data sekunder dari literatur akademik, laporan pemerintah, dan lembaga internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen keuangan syariah seperti zakat, wakaf, dan infaq memiliki potensi besar dalam mendukung penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, meskipun implementasinya di Indonesia masih terbatas. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya integrasi lebih mendalam antara prinsip-prinsip syariah dengan kebijakan publik untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Teori Ekonomi Al-Ghazali dan Adam Smith: Analisis Komparatif terhadap Mekanisme Pasar Aireni Ratnasari; Rumatiga, Hidayat; Amany Amany
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan Al-Ghazali dan Adam Smith tentang mekanisme pasar, mengeksplorasi konsep-konsep seperti nilai tukar, keadilan ekonomi, dan peran negara dalam mengatur ekonomi. Perbandingan antara pemikiran ekonomi Al-Ghazali dan Adam Smith menawarkan wawasan yang menarik dalam evolusi teori ekonomi dari perspektif Timur dan Barat. Al-Ghazali, seorang cendekiawan Muslim abad pertengahan, dan Adam Smith, ekonom terkenal dari era pencerahan Eropa, masing-masing menyumbangkan pandangan unik mereka tentang mekanisme pasar dan peran individu dalam ekonomi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka (library research), yang melibatkan pembacaan dan analisis berbagai sumber yang relevan dengan topik tersebut. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Al-Ghazali dengan landasan teori ekonomi Islam, menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam mekanisme pasar. Baginya, pasar bebas dapat diterima selama dipandu oleh prinsip-prinsip seperti transparansi, kejujuran, dan persaingan yang sehat, Sementara itu, Adam Smith dalam teori pasar bebasnya, menitikberatkan pada kepentingan pribadi dan utilitarianisme. Baginya, pasar seharusnya bekerja tanpa campur tangan yang signifikan dari pemerintah, membiarkan harga ditentukan oleh mekanisme pasar yang alami.
Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Pengundangan Hukum Ekonomi Syari’ah di Masyarakat Mabruri Andatu; Hilya Zulva; Rima Hafidz Ramadhani; Syahnur Aida Alifia; Alia Cahyani
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i1.66

Abstract

This study explores the opportunities and challenges in developing the codification of Islamic economic law. Key issues include low public literacy, limited infrastructure, and overlapping regulations that hinder sectoral growth. The research aims to analyze factors influencing the implementation of Islamic economic law and propose strategic solutions. Using the library research method, this study reviews literature on Islamic economic law, financial regulations, and socio-economic factors affecting its implementation.The findings highlight significant opportunities, such as strong regulatory support, the rapid growth of the Islamic financial industry, and the role of digital technology in policy dissemination. However, challenges remain, including low public awareness, infrastructure limitations, and a shortage of experts. A comprehensive strategy involving digital education, regulatory strengthening, and collaboration between the government, private sector, and society is crucial. These efforts will help ensure broader acceptance and sustainable implementation of Islamic economic law, supporting inclusive economic growth. Studi ini mengeksplorasi peluang dan tantangan dalam pengembangan kodifikasi hukum ekonomi Islam. Beberapa isu utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan infrastruktur, serta tumpang tindih regulasi yang menghambat pertumbuhan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum ekonomi Islam serta mengusulkan solusi strategis. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini meninjau literatur tentang hukum ekonomi Islam, regulasi keuangan, serta faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi penerapannya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peluang signifikan, seperti dukungan regulasi yang kuat, pertumbuhan pesat industri keuangan Islam, dan peran teknologi digital dalam penyebaran kebijakan. Namun, berbagai tantangan tetap ada, termasuk rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya tenaga ahli di bidang ini. Strategi komprehensif yang mencakup edukasi digital, penguatan regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan. Upaya ini akan membantu meningkatkan penerimaan dan penerapan hukum ekonomi Islam secara lebih luas serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Metodologi Al-Fiqh Al-Muqāran: Pendekatan dan Dampaknya Pada Perbedaan Pendapat Fiqh Wipkil Bashor; Muhammad Furqon Almurni; Sofyan Al-Hakim; Jajang Komaludin; Jajat Sudrajat
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i1.68

Abstract

This research focuses on exploring the methods used by scholars in studying comparative fiqh (al-Fiqh al-Muqāran), the reasons behind differing opinions among them, and the benefits that can be gained from studying comparative fiqh. Utilizing a literature study approach and descriptive analysis, this research reveals that: (1) The process of comparative fiqh is conducted through comparison and critique of contradictory opinions to achieve scientific clarity, which includes weighing, identifying similarities and differences, investigating the reasons for differences, and finding solutions through compromise or selecting the more argumentatively strong opinion. (2) Factors causing differences in opinion among jurists include differences in qirā’ah (recitations), irāb (grammatical inflection), ḥadīth narrations, text interpretation, sources of legal deduction (istinbāṯ), and methods of integrating and prioritizing contradictory evidence. (3) The benefits of studying al Fiqh al Muqāran include understanding the basic principles of fiqh schools, the ijtihad approach of the jurists, their method of legal reasoning (istinbāt), and their critique of evidence. Additionally, this study aids in developing fiqh skills, expanding the understanding of ijtihad and its flexibility, understanding the ethics of scholars in dealing with differing opinions to reach the truth, and appreciating the strong foundations behind these differences. This research offers significant insights into the importance of comparative fiqh in enriching Islamic understanding, valuing diversity of opinion, and promoting an attitude of tolerance and respect in the discourse of Islamic scholarship.
Al-Uqud Al-Murakkabah: Memahami Konsep dan Penerapannya dalam Hukum Islam di Indonesia Mintarsih, Mimin; Abdillah abdillah; Saehudin Saehudin
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i1.71

Abstract

This article discusses the concept of al-uqud al-murakkabah or complex contracts in Islamic law, focusing on its application in Indonesia. Al-uqud al-murakkabah refers to an agreement that combines various legal elements in one contract, different from a simple contract that involves only one type of transaction. Using a qualitative and descriptive-analytical approach, this research examines the theory and practice of al-uqud al-murakkabah in Islamic Law in Indonesia. Through a literature study, this article presents an in-depth understanding of the concept of complex contracts, its types such as ijarah muntahiya bittamlik, murabaha, tawarruq, musharakah, and mudharabah, and how they are applied in Islamic financial institutions in Indonesia. The research findings show that the application of al-uqud al-murakkabah in Indonesia faces challenges in terms of compliance with sharia principles and regulations, but also offers significant opportunities for the development of more flexible Islamic financial products. This article provides recommendations to improve the effectiveness of the application of complex contracts in the context of Islamic law and the Islamic financial system in Indonesia.
The Concepts of Wa’ad and Aqad in Islamic Economic Policy and Their Implications for Sharia Compliance in The Modern Banking System Atikah, Ika; Janwari , Yadi; Hasanuddin, M.
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i1.72

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fungsi wa’ad dan aqad dalam konteks kebijakan ekonomi Islam, khususnya dalam operasional perbankan modern, serta dampaknya terhadap kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Wa’ad diposisikan sebagai alat awal yang menjamin kepastian dan komitmen dalam transaksi, sedangkan aqad merupakan landasan hukum yang mengikat berdasarkan nilai-nilai syariah. Kedua konsep ini berperan penting dalam menciptakan transparansi, keadilan, serta pemenuhan aturan hukum Islam dalam praktik moneter dan fiskal di perbankan syariah. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa sinergi antara wa’ad dan aqad tidak hanya memperkokoh kepatuhan terhadap syariah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap: Minimnya risiko spekulatif akibat adanya kejelasan dalam perjanjian kontrak; Tumbuhnya kepercayaan nasabah melalui praktik transaksi yang transparan dan etis; Terjaganya stabilitas sistem perbankan syariah karena keselarasan dengan kebijakan ekonomi Islam. Oleh karena itu, kajian ini menegaskan bahwa wa’ad dan aqad tidak hanya penting dalam skala transaksi individu, namun juga berperan strategis dalam memperkuat kebijakan moneter dan fiskal Islam yang berkelanjutan.