cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 253 Documents
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TENTANG INVESTASI Khoir, Fatihul; Al Hamzah, M. Habibie; Apriliasari, Riadini
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1318

Abstract

Kegiatan investasi merupakan salah satu hal yang berkembang di era modern saat ini. mulai dari kalangan generasi milenial sampai orang dewasa pun mulai belajar untuk berinvestasi. Berinvestasi adalah hobi yang popular dan menarik untuk dipelajari, terutama di kalangan pengguna internet di era modern saat ini. Jika ingin terlibat dalam aktivitas investasi, hanya perlu install aplikasinya. Karena kurangnya edukasi tentang topik ini, banyak umat Islam di Indonesia menginvestasikan uang mereka pada usaha tradisional yang melibatkan riba dan perjudian. Ketidaktahuan masyarakat umum tentang investasi, khususnya investasi Islam, merupakan isu utama yang perlu diselidiki dalam penelitian ini. Penelitian ini mengandalkan riset kepustakaan, yang mencakup penelusuran berbagai sumber terkait subjek untuk mendapatkan materi yang relevan. Menurut penelitian ini, umat Islam memiliki sejumlah pilihan investasi, seperti reksa dana Islam, obligasi Islam, dan pasar saham Islam. Bentuk-bentuk akad lain seperti musyarakah, mudharabah, ijarah, kafalah, dan wakalah juga termasuk dalam investasi Islam. Sehingga masyarakat bisa melaksanakan investasi sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Agama Islam.
HUKUM JUAL BELI LELE JUMBO SEBAGAI SARANA GALATAMA LELE KOLAM PANCING BATU PERSPEKTIF SADD ADZ-DZARIAH : (STUDI KASUS TEMBUNG PASAR 3 KOTA MEDAN) Zarkawi, Ahmad Farhan; Efendi, Rahmad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1322

Abstract

Penelitian ini mengkaji hukum jual beli lele jumbo yang digunakan sebagai sarana galatama dalam perspektif sadd adz-dzarī‘ah. Fenomena jual beli lele jumbo untuk keperluan galatama berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari aktivitas hiburan berhadiah, namun praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum karena mengandung unsur perjudian (maisir) dan potensi penganiayaan terhadap hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan transaksi jual beli lele jumbo serta menilai implikasi hukumnya berdasarkan prinsip sadd adz-dzarī‘ah dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penjual, pembeli, serta pihak penyelenggara galatama di Kolam Pancing Batu Tembung Pasar 3 Kota Medan. Sementara itu, data sekunder bersumber dari literatur fikih muamalah, ekonomi syariah, serta pandangan ulama kontemporer yang relevan dengan kajian perjudian dan perlakuan terhadap hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jual beli lele jumbo pada dasarnya merupakan transaksi yang dibolehkan, namun penggunaannya sebagai sarana galatama menyebabkan perubahan status hukum transaksi tersebut. Berdasarkan prinsip sadd adz-dzarī‘ah, jual beli lele jumbo yang secara dominan ditujukan untuk kegiatan galatama dinilai tidak diperbolehkan karena berfungsi sebagai sarana menuju perbuatan yang diharamkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian fikih muamalah kontemporer serta menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariat Islam.
PENGATURAN PERAN KPAD DALAM PERDA KOTA TASIKMALAYA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENANGANI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Salimah, Soraya; Suntana, Ija; Alamsyah, Taufiq
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1311

Abstract

Perda Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2015 menempatkan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) pada posisi pengawas dan pemberi rekomendasi, fokus tulisan ini adalah menguji ketegasan normatif desain kewenangan tersebut dan implikasinya terhadap realisasi prinsip maqasid syari’ah khususnya hifdz nafs dan hifdz nasl serta konsepsi otoritas hukum dalam negara hukum. Analisis menunjukkan bahwa karakter rekomendatif KPAD menciptakan jurang antara tujuan perlindungan anak sebagai kewajiban negara dan kapasitas normatif untuk memaksa tindak lanjut tanpa mekanisme pemaksaan administratif, kewajiban institusional menjadi bersifat moral administratif semata sehingga mengurangi kepastian perlindungan korban kekerasan seksual. Dari perspektif siyasah dusturiyah, kebijakan yang gagal menjamin perlindungan jiwa dan keturunan tidak memenuhi syarat maslahat substantif, dari teori otoritas hukum, norma tanpa daya paksa kehilangan efektivitas sebagai instrumen pengaturan sosial. Tulisan ini mengajukan argumen konseptual bahwa siyasah dusturiyah layak diposisikan bukan sebagai legitimasi retoris tetapi sebagai alat kritik arsitektural norma, mengukur kecukupan kewenangan melalui kriteria kemampuan memaksa, akuntabilitas, dan kepastian tindak lanjut. Secara normatif, diperlukan reformulasi instrumen perda dan peraturan pelaksana yang memasukkan kewajiban respons, mekanisme pemaksaan administratif, dan jaminan sumber daya agar perda menjadi instrumen protektif yang substantif bukan simbolik.
DEKONSTRUKSI ISLAM PROGRESIF: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN HASAN HANAFI DAN ASGHAR ALI ENGINEER DALAM LITERATUR KEISLAMAN Najib, Muhammad Afifun; Nurkayati, Siti; Syaifulloh, Ahmad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Islam progresif dalam pemikiran Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer melalui pendekatan dekonstruksi. Studi ini menyoroti landasan epistemologis dan metodologis kedua tokoh dalam membongkar pemikiran Islam normatif-tradisional serta relevansinya terhadap problem sosial kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif terhadap karya utama Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer, serta sumber pendukung berupa buku, skripsi, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Hanafi menekankan rekonstruksi epistemologi Islam melalui pendekatan historis-filosofis yang berorientasi pada transformasi sosial, sedangkan Asghar Ali Engineer lebih menekankan praksis teologi pembebasan yang berfokus pada keadilan sosial, kesetaraan, dan perlindungan kelompok tertindas. Meskipun memiliki perbedaan metodologis, keduanya sama-sama berkontribusi dalam mengembangkan Islam progresif sebagai paradigma kritis dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer relevan untuk memperkuat diskursus Islam kontemporer yang kontekstual, transformatif, dan berorientasi pada keadilan sosial.
FIQH JINAYAH IN THE DIGITAL ERA: ANSWERING THE CHALLENGES OF DEEPFAKE PORNOGRAPHY FROM THE PERSPECTIVE OF MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH Sitonra, M. Yushlih Dg.; Anwar, Alfiansyah; Saidah, Saidah; Thamrin, Azlan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1324

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has given rise to the deepfake phenomenon, an audio-visual manipulation that mimics a person's face and voice with a high degree of similarity. The misuse of deepfakes in the creation of pornographic content raises serious issues related to privacy violations, the destruction of dignity, and the lack of legal norms. National regulations such as the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) and the Pornography Law do not specifically address AI-based digital crimes, so an Islamic legal perspective is needed to provide a more comprehensive normative approach. This study aims to analyze the phenomenon of deepfake pornography through the framework of Islamic jurisprudence (fiqh jinayah) by emphasizing the principle of maqāṣid al-syarī‘ah, particularly the protection of honor (ḥifẓ al-‘ird). The research method used is qualitative with a normative-juridical approach through a literature study of Islamic legal sources and contemporary legal studies. The results of this study indicate that Islamic jurisprudence (fiqh jinayah) has high flexibility in responding to new crimes unknown in classical literature through the concept of ta'zīr and the principle of benefit (maṣlaḥah mursalah). The maqāṣid al-syarī‘ah approach strengthens the ethical basis to emphasize that the distribution of deepfake pornography content is a violation of human dignity and must be sanctioned based on the principles of substantive Islamic justice. Thus, Islamic jurisprudence (fiqh jinayah) and maqāṣid al-syarī‘ah can be an alternative paradigm in formulating contemporary Islamic legal policies to protect human dignity in the digital era.
GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MA SWASTA NURUL FADHILLAH Najah, Nadiah; Nasution, Inom
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan instruksional kepala madrasah, menganalisis dampaknya terhadap kinerja guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di MA Swasta Nurul Fadhillah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologis. Partisipan penelitian terdiri atas tujuh guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran melalui supervisi akademik yang rutin, pembinaan profesional guru, pengawasan kurikulum, komunikasi kolaboratif, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam seluruh mata pelajaran. Kepemimpinan instruksional yang diterapkan berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, khususnya dalam aspek kedisiplinan administrasi pembelajaran, kesiapan mengajar, penguasaan materi, pengelolaan kelas, inovasi metode pembelajaran, serta penguatan profesionalisme melalui partisipasi dalam pelatihan dan MGMP. Faktor pendukung implementasi kepemimpinan instruksional meliputi komitmen kepala madrasah, budaya religius yang kuat, koordinasi kurikulum yang sistematis, komunikasi terbuka, serta dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi yang tinggi, keterbatasan waktu supervisi, serta perbedaan kemampuan adaptasi guru terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian kepemimpinan instruksional pada konteks madrasah swasta serta rekomendasi praktis bagi peningkatan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STAD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK Pamungkas, Bayu; Makbuloh, Deden; Mustofa, Muhammad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap keaktifan belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment, yang melibatkan dua kelompok penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran STAD, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Problem Basic Learning (PBL). Subjek penelitian terdiri atas 52 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket keaktifan belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,646, sehingga instrumen dinyatakan layak digunakan. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu dianalisis melalui uji prasyarat. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data keaktifan belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Namun, hasil uji homogenitas varians menggunakan uji Levene menunjukkan bahwa varians data tidak homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan uji Independent Samples t-Test dengan asumsi varians tidak sama (Welch’s t-test). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,022, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
KONSEP WAKALAH DALAM TRANSAKSI ONLINE: STUDI KASUS SHOPEE AFFILIATE MELALUI PERSPEKTIF SURAH AL-KAHFI AYAT 19 BERDASARKAN TAFSIR AL-MUNIR Wiwana, Aisyatur Rahmah; Drajat, Amroeni
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1337

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep wakah dalam transaksi online dalam shopee affiliate melalui perspektif surah al-kahfi ayat 19 yang diambil dari tafsir Al-munir. Artikel ini menggunakan metode kepustakaan atau library research dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber terpercaya seperti buku referensi, jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta artikel penelitian yang secara langsung membahas objek kajian. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari sumber pendukung berupa laporan penelitian, prosiding seminar, skripsi, tesis, disertasi, dan sumber daring yang kredibel. Dalam artikel ini terdapat beberapa penemuan, yaitu dalam surah al-kahfi ayat 19 dijelaskan bahwa seorang wakil dalam konsep wakālah haruslah memiliki sifat amanah, jujur, serta bertanggung jawab. Dan muwakkil harus memiliki hak atas objek yang diwakilkan, cakap bertindak hukum, memberi kuasa dengan kerelaan, menjelaskan tugas secara rinci, menguasakan urusan yang memang boleh diwakilkan. Konsep Wakālah pada surah al-kahfi ayat 19 relevan dengan transaksi online shopee affiliate dimana seorang affiliator mesti memiliki sifat profesional dan penuh tanggung jawab. Hal ini merupakan inti dari Wakālah itu sendiri.
INTEGRASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN MODEL INSIDE OUTSIDE CIRCLE DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI QUASI-EKSPERIMEN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMK Agustina, Serly; Akmansyah, Muhammad; Wahyudi, Waluyo Erry
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1348

Abstract

Minat belajar peserta didik merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun dalam praktiknya pembelajaran masih didominasi metode ekspositori yang cenderung membatasi partisipasi aktif peserta didik. Selain itu, penelitian yang mengintegrasikan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks PAI pada pendidikan kejuruan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berdiferensiasi melalui model Inside Outside Circle (IOC) terhadap minat belajar PAI peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental post-test only control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Kotabumi yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test, serta dilengkapi dengan analisis effect size menggunakan Cohen’s d untuk mengetahui kekuatan pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), dengan rata-rata minat belajar kelompok eksperimen sebesar 70,20 dan kelompok kontrol sebesar 51,43. Perhitungan effect size menghasilkan nilai Cohen’s d sebesar 3,96 yang menunjukkan kategori pengaruh sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan model IOC secara signifikan dan kuat meningkatkan minat belajar peserta didik. Oleh karena itu, strategi ini dapat menjadi alternatif pedagogis yang efektif untuk menciptakan pembelajaran PAI yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik, khususnya pada konteks pendidikan kejuruan.
WEWENANG DEWAN PENGAWAS KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) TERHADAP KINERJA KPK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN WEWENANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Chandra Dimuka Suharno; Yana Sutiana; Budi Tresnayadi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1297

Abstract

Pembentukan Dewan Pengawas KPK melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas lembaga antikorupsi. Namun, kewenangan Dewan Pengawas yang luas, khususnya dalam pemberian izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan, menimbulkan persoalan terhadap independensi dan efektivitas kinerja KPK. Penelitian ini menganalisis kedudukan Dewan Pengawas dari perspektif hukum tata negara dan siyāsah dustūriyyah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kewenangan Dewan Pengawas berpotensi menimbulkan intervensi dan tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip kemaslahatan dan pengawasan ideal.