cover
Contact Name
Nurlizawati
Contact Email
naradidik@ppj.unp.ac.id
Phone
+6285215445191
Journal Mail Official
naradidik@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Naradidik: Journal of Education & Pedagogy
ISSN : 28279670     EISSN : 2827864X     DOI : https://doi.org/10.24036/nara.v1i1.2
Core Subject : Education, Social,
Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (ISSN 2827-864X) is a scientific journal managed by the Department of Sociology Laboratories, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Padang. This journal facilitates publications for research related to the discussion of the structure and dynamics of educational institutions, curriculum development, learning models, classroom action research, school action research and the development of education in society. With an in-depth study, it is hoped that the articles in this journal will provide new ideas related to the development of existing concepts, models and theories in education science.
Articles 238 Documents
Uji Validitas Instrumen Sikap Literasi Kritis Berbasis YOLO Positif pada Siswa SMAN 3 Pangkalpinang Lisa Sumartini; Edi Istiyono
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.385

Abstract

Perkembangan teknologi dan digital yang berkembang telah membentuk generasi Z menjadi individu yang disebut dengan digital native, sehingga menjadikan mereka menjadi pribadi yang tidak terpisahkan dengan internet, media sosial, dan gaya hidup (life style). Gaya hidup yang sedang populer di kalangan Gen Z adalah YOLO (You Only Live Once). Gaya hidup YOLO yang cenderung positif dapat memberikan pandangan atau pola pikir yang kritis dalam menerjemahkan berbagai informasi yang diterimanya. Oleh karena itu, terdapat hubungan antara sikap gaya hidup YOLO dengan literasi kritis. Literasi kritis erat kaitannya dengan keterampilan siswa dalam mengolah suatu informasi yang diterimanya dari media sosial. Untuk mengukur korelasi antara kedua variabel tersebut, maka diperlukan suatu instrumen yang menyatakan hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas isi instrumen skala sikap literasi kritis serta adopsi perilaku positif gaya hidup YOLO pada siswa SMAN 3 Pangkalpinang. Tujuan dari validitas isi memastikan apakah instrumen yang digunakan memiliki indikator yang benar-benar mengukur aspek yang diamati pada kedua variabel tersebut. Instrumen disusun melalui indikator-indikator konstruksi sikap kritis dalam memahami informasi serta pengambilan keputusan positif dalam kerangka YOLO style. Validitas isi dilakukan melalui expert judgement dan diuji menggunakan metode V’Aiken. Berdasarkan tiga penilaian validator ahli (1 guru BK, 2 guru Bahasa Indonesia) terhadap kejelasan indikator, keakuratan bahasa, potensi bias yang muncul. Respon validator terhadap lima butir instrumen menghasilkan skor Aiken’s V sebagai berikut: butir 1 (0,89; validitas tinggi), butir 2–5 berada pada rentang 0,67–0,78; validitas sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid secara umum—dengan satu butir tidak memerlukan perubahan—sementara empat butir lainnya direkomendasikan perbaikan dalam skala kecil, terutama dari sisi bahasa dan kesesuaian indikator sehingga potensi bias tidak terjadi. Kesimpulannya, instrumen yang dikembangkan memiliki validitas isi yang memadai untuk mengukur sikap literasi kritis dan adopsi perilaku YOLO positif. Disarankan dilakukan revisi minor pada beberapa butir.
Hubungan Kebiasaan Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI F Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 2 Palembayan Jefri Indra Ardianto; Junaidi Junaidi
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa kelas XI F pada mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 2 Palembayan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes dan angket kebiasaan belajar kepada siswa. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson untuk mengetahui hubungan antara variabel kebiasaan belajar dan hasil belajar siswa. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori behavioristik yang menekankan bahwa proses belajar dipengaruhi oleh stimulus, respons, dan pembiasaan perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi. Semakin baik kebiasaan belajar siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh. Berdasarkan hasil uji hipotesis, tingkat korelasi antara kedua variabel berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari guru dan siswa untuk membangun kebiasaan belajar yang teratur, disiplin, dan efektif guna meningkatkan hasil belajar.
Pengaruh Model Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI F di SMAN 1 Enam Lingkung Dina Ramadhani; Junaidi Junaidi
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.414

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Enam Lingkung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (pretest-posttest control group design). Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda berjumlah 25 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen (86) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (80). Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,018 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan model Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa.
Phubbing Phenomenon in Education: Descriptive Study in SMA Negeri 3 Banda Aceh Dea Eka Safitri; Sudrajat Sudrajat
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.432

Abstract

The phenomenon of phubbing as a behavior of ignoring face-to-face interactions because of the focus on smartphones is increasingly prominent in the world of education, especially among secondary school adolescents. The high intensity of digital technology use has the potential to affect the quality of social interaction and the learning process at school. This study aims to describe in depth the phenomenon of phubbing in education among students of SMA Negeri 3 Banda Aceh, as well as identify its characteristics, causative factors, and implications for social interaction and learning. This research uses a descriptive qualitative approach with a literature study method. Data were obtained through searching scientific articles, theses, and research reports from various online databases with inclusion criteria published in 2020-2025 which are relevant to the context of secondary education. Data analysis was carried out through reduction, categorization, and synthesis of literature findings which were then contextualized with the conditions of SMA Negeri 3 Banda Aceh. The results showed that phubbing in students is influenced by the intensity of social media use, fear of missing out (FoMO), low self-regulation, and a digital environment that supports unlimited connectivity. This behavior has an impact on reducing the quality of social interactions, reducing academic engagement, and potentially weakening communication ethics in the school environment. It is concluded that phubbing is a social and pedagogical phenomenon that requires a comprehensive response through strengthening digital literacy, regulation of smartphone use, and character education based on social values and school culture.
Transformasi Pembelajaran IPS Melalui Penerapan Pedagogi Dialogis Paulo Freire Teguh Putra Socrates; Yuyun Sri Wahyuni; Sudrajat Sudrajat
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.438

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar IPS di Indonesia masih dikategorikan di dominasi dengan pembelajaran bersifat monoligs dan berfokus pada penyampaian konsep secara deskriptif semata. Hal ini menandakan adanya kemiripan konsep pendidikan gaya bank yang dikriitk oleh Paulo Freire, peserta didik diposisikan sebagai penerima pengetahuan secara pasif yang menjadikan ruang dialog kritis terhadap pengetahuan yang dibagikan terbatas. Kondisi ini memiliki potensi menghambat pengembangan kesadaran sosial dan kemampuan berpikir kritis khususnya pada pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran IPS melalui presepektif pedagogik dialog serta merumuskan model konseptual pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepusatakaan. Langkah penelitian dengan beberapa tahap diantaranya (1) pengumpulan bahan pustaka; (2) membaca dan mencatat; (3) mengeloh data seperti menyeleksi dan mengklasifikasi; dan (4) analisis dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pedagogik dialogis untuk pembelajaran IPS dapat diwujudkan melalui proses dengan diawali realitias sosial, problematisasi terkait kondisi sosial, penggunaan materi IPS sebagai alat analitis kritis, dan refleksi praksis terhadap realitas sosial. Transformasi menempatkan peserta didik hadir bukan sekedar penerima materi, tapi sebagai subjek aktif. Maka dari itu, pembelajaran IPS tidak terbatas pada penguasaaan konsep secara kritis. Temuan ini mengartikan jika pedagogi dialogis dapat dijadkan pendekatan konseptual yang relevan untuk merubah pembelajaran IPS dari konsep menjadi reflektif, kritis, dan kontekstual.
Efektivitas Model Pembelajaran Campuran (Blended Learning) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA: Suatu Kajian Systematic Literature Review: SLR Agustina Boka Sampebatu; Widiowati Widiowati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.439

Abstract

Pendidikan global saat ini menghadapi dinamika yang kompleks. Setelah pandemi COVID-19, perubahan dalam metode pengajaran telah mendorong adopsi model pembelajaran campuran juga dikenal sebagai blended learning secara luas. Dalam pendidikan kimia di sekolah menengah atas, model ini dianggap sangat relevan karena memungkinkan penggunaan media yang fleksibel dan interaktif untuk membantu siswa memahami materi abstrak. Namun masih sangat sedikit penelitian sistematis yang secara khusus mengevaluasi seberapa efektif pembelajaran campuran (blended learning) di tingkat SMA pada pembelajaran kimia. Penelitian ini menggunakan Metode Systematic Literature Rewiew (SLR) dengan pedoman PRISMA untuk memberikan Gambaran menyeluruh tentang seberapa efektif model pembelajaran campuran (blended learning) dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa di sekolah menengah atas. Dari 270 artikel awal yang ditemukan 8 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan tinggi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut setelah melalui proses penyaringan yang ketat dan ekslusi. Pencarian literatur menyeluruh melalui basis data ERIC, Scopus dan Google Scholar. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran campuran (blended learning) dapat meningkatkan prestasi akademik siswa, motivasi belajar dan kemampuan untuk belajar sendiri. Secara khusus penggunaan teknologi seperti laboratorium virtual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pada tingkat representasi simbolik, makroskopik dan molekuler. Pembelajaran campuran (blended Learning) merupakan model yang sangat berguna dan berpotensi mengubah pembelajaran kimia di sekolah menengah atas. Namun untuk menerapkannya dengan sukses dan berhasil, ada masalah dengan infrastruktur, pemerataan akses digital dan kesiapan guru.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Motivasi Belajar Matematika Siswa SD Berbasis Item Response Theory Yuliana Yuliana; Syukrul Hamdi; Risky Setiawan; Siswantoyo Siswantoyo; Edy Istiyono; Farida Agus Setiawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.442

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Namun, ketersediaan instrumen yang memiliki karakteristik psikometrik yang kuat untuk mengukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen motivasi belajar Matematika siswa sekolah dasar menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT). Jenis penelitian yang digunakan  adalah  penelitian dan pengembangan (R & D) dengan model pengembangan 4-D yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Sampel penelitian sebanyak 734 siswa kelas IV, V, dan VI berasal dari dua puluh satu sekolah dasar yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Sampel uji coba sebanyak 352 siswa dan sampel pengukuran sebanyak 382 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi uji validitas konten meggunakan indeks Aiken’s V, validitas konstruk melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan analisis butir menggunakan Graded Response Model (GRM) dalam kerangka IRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas konten yang sangat baik dengan indeks Aiken’s V antara 0,92 hingga 1,00 dengan sembilan orang ahli validator berasal dari dua orang dosen dan tujuh orang pengawas SD Kabupaten Belitung Timur. Validitas konstruk pada CFA menunjukkan 20 dari 25 butir pernyataan yang diuji memenuhi kriteria kelayakan model dengan indeks kecocokan yang baik (Chi-Square 0,000, CFI 0,991, TLI 0,989, RMSEA 0,044, dan SRMR 0,057). Hasil Graded Response Model menunjukkan bahwa parameter ambang kategori respons berfungsi secara berurutan dan sebagian besar butir memiliki daya diskriminasi yang memadai.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 72,7% siswa berada pada tingkat motivasi sedang, 14,2% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, dan hanya 13,1% siswa yang memiliki motivasi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik psikometrik yang baik sehingga valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai alat ukur motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar. Instrumen ini juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif sesuai dengan karakteristik motivasi belajar siswa.
Evaluasi Program Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam Mengembangkan Karakter dan Kreativitas Siswa SMK Kethy Inriani; Sudiyatno Sudiyatno; Widowati Pusporini
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.444

Abstract

Pendidikan karakter dan pengembangan kreativitas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan hal krusial mengingat lulusan SMK dituntut memiliki kompetensi teknis sekaligus soft skills yang kuat. Namun, pembelajaran formal di SMK cenderung berfokus pada hard skills, sehingga wadah pengembangan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam mengembangkan karakter dan kreativitas siswa SMK Negeri 1 Parittiga. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif melalui kuesioner skala Likert 1-4 dengan 40 item kepada 21 siswa aktif, dan data kualitatif melalui observasi partisipan sebanyak 6 kali serta wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 5 informan kunci (wakil kesiswaan, pembina, ketua SIKMA, dan dua guru mata pelajaran). Hasil penelitian menunjukkan program SIKMA sangat efektif dengan skor keseluruhan 3,34 dari skala 4,0 (83,5%) dan reliabilitas instrumen Cronbach's Alpha 0,696. Evaluasi konteks menunjukkan relevansi tinggi (M=3,31), evaluasi input memadai (M=3,41), evaluasi proses efektif (M=3,38), dan evaluasi produk signifikan (M=3,28). Temuan kualitatif mengungkapkan transformasi kepercayaan diri sebagai dampak terkuat, kultur kolaboratif yang solid (M=3,76), dan dampak tidak terduga berupa transfer learning ke pembelajaran akademik. Tantangan utama meliputi ketergantungan pada pembina, keterbatasan fasilitas fisik, dan partisipasi terbatas. Program SIKMA terbukti efektif sebagai model ekstrakurikuler seni yang layak dipertahankan dan dikembangkan dengan rekomendasi peningkatan dokumentasi sistematis, diversifikasi sumber pendanaan, dan integrasi dengan kurikulum formal.
Transformasi Pola Interaksi Sosial Antara Siswa dan Guru dalam Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Solok Selatan Putri Adilla; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.465

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) membawa perubahan pola interaksi sosial antara siswa dan guru di SMAN 1 Solok Selatan. Sebelum P5 dilaksanakan, interaksi sosial di sekolah berlangsung secara terbatas, bersifat formal, dan hanya terjadi saat proses belajar mengajar. Pelaksanaan P5 di SMAN 1 Solok Selatan mulai memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk membangun komunikasi yang lebih kolaboratif, aktif, dan bermakna melalui kegiatan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola interaksi sosial antara siswa dan guru dalam kegiatan P5. Hal ini menarik untuk diteliti karena perubahan satuan pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka, Khususnya dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menekankan kolaborasi dan pembentukan karakter siswa serta interaksi siswa dan guru. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tipe penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Kemudian penelitian ini dianalisis menggunakan teori Teori Struktural Fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons yang mana teori ini menjelaskan bahwa masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang tersusun atas bagian-bagian atau struktur yang saling berkaitan dan saling bergantung. Langkah penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang, dengan karakteristik informan yaitu, kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, guru, dan siswa dalam P5. Teknik analisis data dilakukan dengan skema Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 mampu menciptakan perubahan mendasar pada hubungan sosial antara siswa dan guru. Siswa mengalami pembentukan diri (self) yaitu melalui interaksi sosial, mengembangkan kemampuan role talking (pengambilan peran), serta menginternalisasikan nilai-nilai sosial melalui generalized other.
Upaya Wali Kelas dalam Menangani Dampak Bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir Ray Jordi; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya wali kelas dalam menangani dampak bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Bullying masih menjadi salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Korban bullying sering mengalami rasa takut, kurang percaya diri, menurunnya motivasi belajar, serta kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam konteks ini, wali kelas memiliki peran yang sangat penting karena berinteraksi secara langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran serta lebih mengetahui kondisi dan dinamika yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya yang dilakukan wali kelas dalam menangani dampak bullying di lingkungan sekolah. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, serta catatan dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan penanganan bullying di sekolah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru, yaitu wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta 5 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria guru yang terlibat langsung dalam penanganan kasus bullying dan siswa yang mengetahui atau pernah mengalami kejadian bullying di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan didukung dengan triangulasi sumber serta triangulasi metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam menangani dampak bullying melalui pendekatan personal kepada korban, memberikan pembinaan kepada pelaku, melakukan kerja sama dengan guru BK dan orang tua siswa, serta menciptakan lingkungan kelas yang positif, aman, dan kondusif. Melalui berbagai upaya tersebut, penanganan dampak bullying dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga membantu siswa mengatasi dampak psikologis dan sosial yang dialami serta mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah.