cover
Contact Name
Suwandi
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+628551515511
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Waru no. 15 Rawamangun Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Published by CV ALIMS PUBLISHING
ISSN : 29853737     EISSN : 29643430     DOI : https://doi.org/10.59024/jpma.v1i2.97
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali (Januari, April, Juli dan Oktober)
Articles 131 Documents
Menuju Energi Hijau: Sosialisasi Kualitas Batubara dan Upaya Mitigasi Dampak Lingkungan Wahyuni Wahyuni; Enni Tri Mahyuni; Franita Leonard; Khaidir Noor; Ilham Samanlangi; Hasanuddin Hasanuddin; Malik Malik; Amran Amran; Muhammad Adam; Dyah Ayu Kencana Rukmi; Dian Pratiwi Malik; Yustin Paisal
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2484

Abstract

This community service program on the socialization of coal quality and environmental mitigation efforts was conducted to enhance green energy literacy and strengthen local capacity in addressing energy and environmental challenges. Indonesia remains heavily dependent on coal as its primary energy source, yet the low quality of domestic coal, characterized by high sulfur, ash, and moisture content, contributes significantly to carbon emissions, air pollution, and solid waste residues. The study employed a qualitative descriptive approach with participatory action research (PAR), actively involving the community in problem identification, planning, implementation, and reflection. The results revealed an increase in public knowledge regarding the relationship between coal quality and environmental impacts, alongside the emergence of collective awareness to propose relevant mitigation measures. Furthermore, the program emphasized the importance of adopting coal upgrading technology as a technical solution to reduce sulfur content and enhance calorific value, thereby improving combustion efficiency and reducing environmental burdens. The integration of scientific analysis, energy policy, and community participation positions this program as a strategic model of community service that supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 7 (Affordable and Clean Energy) and Goal 13 (Climate Action).
Pelatihan Peningkatan Kualitas Fisik, Kimia Dan Mikrobiologi Sumber Air Dan Edukasi Rumah Sehat Desa Namobintang Kecamatan Pancur Batu Haesti Sembiring; Jernita Sinaga; Susanti Br Perangin Angin; Halimah Fitriani Pane
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2492

Abstract

Sumur gali merupakan salah satu sumber air bersih masyarakat di Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu. Kondisi air sumur gali berwarna kuning, berbau karat, dan terdapat lapisan berminyak pada permukaannya sehingga belum memenuhi persyaratan kualitas air. Kondisi sanitasi rumah masyarakat juga masih kurang baik, ditandai dengan kebersihan yang rendah dan penataan barang rumah tangga yang tidak teratur. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rumah menjadi sempit serta berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti nyamuk dan kecoak, serta binatang pengganggu seperti tikus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai air bersih yang berkualitas, sanitasi rumah sehat, serta pencegahan vektor dan binatang pengganggu. Selain itu, kegiatan bertujuan melatih masyarakat membuat dan merawat saringan air secara mandiri untuk meningkatkan kualitas sumber air. Metode kegiatan dilakukan melalui analisis situasi, sosialisasi, edukasi, pelatihan pembuatan dan perawatan saringan air, pengujian kualitas air, serta monitoring dan evaluasi. Pengujian kualitas air meliputi parameter fisik, kimia, dan biologi sebelum dan sesudah proses penyaringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas air setelah penyaringan, dengan nilai TDS menurun dari 179 mg/L menjadi 100 mg/L dan kadar Fe menurun dari 6,593313 mg/L menjadi 0,036476 mg/L. Bakteri E. coli tidak ditemukan baik sebelum maupun setelah penyaringan. Kegiatan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan air sumur dan penerapan sanitasi rumah sehat. Persentase masyarakat dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 64,17% sebelum pelatihan menjadi 88% setelah pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menyediakan air yang lebih berkualitas serta menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan bebas dari vektor penyakit.
Penguatan Kapasitas UMKM Melalui Digital Branding dan Pemanfaatan QRIS Berbasis Fintech Halal di Ranting ‘Aisyiyah Kalilopo Yayuk Mundiyastutik; Tuti Nadhifah; Dian Rosita; Anisa Sholikhati; Heni Risnawati; Rahman Abdillah; Naila Husna
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2321

Abstract

This community service activity aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the ‘Aisyiyah Branch of Kalilopo Village through strengthening digital branding, utilization of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), and improving halal fintech and data security literacy. The main challenges faced by participants include low digital literacy, limited digital marketing strategies, and minimal use of cashless payment systems. The program was implemented through four stages: preparation, implementation, monitoring and evaluation, and reporting. The core activities consisted of socialization, training, and hands-on assistance in using digital platforms and QRIS. Evaluation was conducted using pre-test and post-test methods involving 25 participants. The results showed a significant improvement with an average increase of 36%, including digital branding understanding (48% to 86%), QRIS usage (42% to 88%), halal fintech literacy (50% to 82%), and data security awareness (55% to 83%). These findings indicate that practice-based educational approaches are effective in improving MSMEs’ digital literacy and skills. This program contributes to fostering adaptive, inclusive, and sustainable digital transformation among MSMEs.
Penguatan Jiwa Teknopreneur Berdampak melalui Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat pada Siswa SMA Negeri 3 Batam Okta Veza; Albertus Laurensius Setyabudhi; Nofri Yudi Arifin; Nabila Husnul Khotimah; Said Nurdian Syah; Timor Alex Chandra Ian Qurnia; Rofi Zakirahmad; M. Riski; Kamiruddin Kamiruddin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2330

Abstract

Impact-driven technopreneurship is a technology-based entrepreneurial orientation that creates not only economic value but also social and environmental value in support of the Sustainable Development Goals (SDGs). This community service activity aims to foster and strengthen the spirit of impact-driven technopreneurship among senior high school students, whose understanding of entrepreneurship is generally still limited to conventional buying and selling. The activity was conducted at the Wan Sri Beni Hall of SMA Negeri 3 Batam and attended by 102 tenth- and eleventh-grade students. The method was participatory, comprising preparation, classical delivery of material built on three pillars (empathy, technology utilization, and sustainability), interactive case-based discussion, and observational evaluation of participation and comprehension. The results show that participants were highly engaged, able to identify real problems in their surroundings, and able to formulate simple technology-based solution ideas relevant to community needs. The activity strengthened students' awareness of innovation, creativity, and social responsibility, and reinforced university-school collaboration as a sustainable entrepreneurship-learning ecosystem. Continued mentoring and idea incubation are recommended so that the ideas generated can be developed into applicable and sustainable solutions.
Pengembangan Sistem Evaluasi Program Pendidikan Madrasah Berbasis Continuous Improvement Soim Soim; Agus Tohawi; Imam Khowim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v1i1.2551

Abstract

Latar belakang: Evaluasi program pendidikan madrasah masih bersifat administratif, belum sistematis, dan belum berbasis siklus perbaikan berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan hasil evaluasi kurang dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis dan peningkatan mutu. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan sistem evaluasi program pendidikan madrasah berbasis continuous improvement melalui pendampingan. Metode: Pendampingan dilaksanakan secara partisipatif melalui FGD, workshop, penyusunan instrumen, uji coba, refleksi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil: Kegiatan menghasilkan dokumen sistem evaluasi, instrumen evaluasi, SOP, siklus PDCA/continuous improvement, serta meningkatnya kapasitas tim evaluasi madrasah dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, dan menindaklanjuti evaluasi secara sistematis. Implikasi: Model pendampingan ini dapat direplikasi pada madrasah lain untuk memperkuat budaya mutu, mendorong pembelajaran organisasi, dan menjadikan evaluasi sebagai bagian integral dari tata kelola madrasah. Keberlanjutan program memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem evaluasi, serta monitoring dan evaluasi berkala.
Optimalisasi Fungsi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling dalam Pengelolaan Madrasah melalui Pendampingan Manajerial Nurul Azizah Rizkiyatuz Zaien; Moh. Siswanto; Soim Soim; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 1 No. 2 (2023): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v1i2.2552

Abstract

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan berkelanjutan dalam menjalankan fungsi manajerial POAC planning, organizing, actuating, dan controlling. Kajian ini bertujuan mengoptimalkan fungsi-fungsi tersebut melalui pendampingan manajerial. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan menggabungkan focus group discussion, workshop, coaching, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Peserta meliputi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang secara aktif mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan menerapkan perangkat manajerial dalam konteks lembaganya. Temuan menunjukkan peningkatan pada dokumen perencanaan, struktur organisasi, pelaksanaan program, dan supervisi madrasah. Perencanaan menjadi lebih sistematis dan terukur, struktur organisasi serta uraian tugas menjadi lebih jelas, pelaksanaan program lebih terkoordinasi dan akuntabel, dan supervisi lebih teratur, berbasis data, serta berorientasi perbaikan. Peserta juga melaporkan meningkatnya kepercayaan diri dan kapasitas kolaboratif dalam mengelola operasional harian. Implikasinya, model pendampingan manajerial ini praktis dan adaptif serta dapat direplikasi pada madrasah lain yang ingin memperkuat fungsi POAC. Namun, keberhasilan replikasi memerlukan penyesuaian konteks, fasilitasi berkelanjutan, dan komitmen kepala madrasah serta otoritas pendidikan terkait. Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa pendampingan partisipatif dan berkelanjutan dapat secara efektif meningkatkan kinerja manajerial madrasah dan mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam secara lebih luas.
Pengembangan Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Guru Madrasah Muhamad Ali Anwar; Riduwan Riduwan; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i1.2553

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong guru madrasah memanfaatkannya untuk perencanaan pembelajaran, administrasi, dan penilaian. Namun, pemanfaatan tersebut belum disertai pedoman etis yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga berisiko pada aspek kejujuran, keadilan, tanggung jawab, amanah, dan akhlak dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan etika pemanfaatan AI berbasis nilai-nilai Islam bagi guru madrasah melalui pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan guru, kepala madrasah, dan pengawas. Tahapan kegiatan mencakup focus group discussion (FGD), workshop, studi kasus, simulasi, coaching, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang etika AI, tersusunnya kode etik pemanfaatan AI, pedoman praktis penggunaan AI, serta integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran. Guru lebih mampu menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Implikasinya, model pendampingan ini dapat direplikasi dan diadaptasi untuk memperkuat kompetensi etis digital guru madrasah, baik pada tingkat lokal maupun nasional, serta menjadi rujukan kebijakan pengembangan profesionalisme guru di lingkungan madrasah. Model ini menekankan refleksi nilai, dialog, dan praktik nyata sehingga guru tidak hanya terampil teknis tetapi juga berakhlak dalam memanfaatkan AI.
Penguatan Kompetensi Guru PAI melalui Program Reflective Teaching Berbasis Komunitas Praktisi Lubabah Umil Fadhl; Uzi Zainal Muhyiddin; Muhamad Ali Anwar; Imam Khowim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 2 (2024): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i2.2554

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan kompleks dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian seiring tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi guru PAI melalui program reflective teaching berbasis komunitas praktisi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan siklus refleksi, observasi sejawat, focus group discussion (FGD), dan komunitas praktisi. Kegiatan melibatkan guru PAI yang secara kolaboratif merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan praktik pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan memperbaiki pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Guru juga lebih mampu mengidentifikasi masalah pembelajaran, merumuskan alternatif solusi, serta berbagi praktik baik dalam komunitas. Implikasi kegiatan ini adalah model pendampingan reflective teaching berbasis komunitas praktisi dapat direplikasi dan diadaptasi dalam forum MGMP/KKG PAI untuk pengembangan profesional berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi guru PAI secara utuh dan berkelanjutan.
Pengembangan Model Dialog Keagamaan bagi Remaja sebagai Strategi Pencegahan Polarisasi Sosial Mastur Mastur; Fathur Rochim; Soim Soim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 2 (2025): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i2.2555

Abstract

Remaja rentan terhadap polarisasi sosial melalui media sosial, hoaks, ujaran kebencian, ruang gema, dan narasi keagamaan eksklusif. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan model dialog keagamaan bagi remaja sebagai strategi pencegahan polarisasi sosial. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui FGD, workshop, simulasi dialog, pelatihan fasilitator, peer mentoring, praktik dialog, serta monitoring-evaluasi. Kegiatan melibatkan remaja sekolah/madrasah, guru, tokoh agama, dan komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan tersedianya model dan modul dialog keagamaan, meningkatnya toleransi, empati, mendengarkan aktif, serta menurunnya prasangka antarkelompok. Remaja lebih mampu mengelola perbedaan pandangan, menolak hoaks dan ujaran kebencian, serta membangun komunikasi lintas keyakinan yang damai. Implikasinya, model ini dapat diterapkan di sekolah, madrasah, komunitas remaja, dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat moderasi beragama dan kohesi sosial.
Penguatan Islamic Parenting melalui Pendampingan Pengelolaan Penggunaan Gadget Pada Anak Sony Eko Adisaputro; Muhamad Ali Anwar; Agus Tohawi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i1.2558

Abstract

Penggunaan gadget pada anak meningkat pesat dan sering tidak terkendali, sehingga orang tua menghadapi tantangan dalam mengatur screen time, konten, dan pendampingan anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat Islamic parenting melalui pendampingan pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui focus group discussion (FGD), workshop, konseling keluarga, coaching, role play, home visit, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat di lingkungan madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil pendampingan menunjukkan meningkatnya pemahaman orang tua tentang prinsip Islamic parenting, tersusunnya kesepakatan keluarga tentang penggunaan gadget, terkendalinya screen time anak, dan tumbuhnya komunikasi keluarga yang Islami. Orang tua lebih mampu mendampingi anak dalam menggunakan gadget secara bijak, selektif, dan sesuai nilai-nilai Islam. Implikasinya, model pendampingan ini dapat diterapkan di madrasah, sekolah, dan komunitas parenting untuk memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan digital.