cover
Contact Name
Suwanto
Contact Email
info@nafatimahpustaka.org
Phone
+6281235775561
Journal Mail Official
info@nafatimahpustaka.org
Editorial Address
Pt Nafatimah Gresik Pustaka, DESA PALEBON RT 04 RW 02, Kab. Gresik, Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
ISSN : 30250145     EISSN : 29863163     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pemberdayaan masyarakat nusantara merupakan jurnal nasional yang mempublikasikan hasil kegiatan pemberdayaan masayarakat nusantara yang telah dilakukan oleh dosen, peneliti, dan pemerhati pendidikan sehingga dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat nusantara. Jurnal pemberdayaan masyarakat nusantara dikelolah oleh PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA diterbitkan 4 kali setiap tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember Artikel yang dipublikasikan pada jurnal tersebut meliputi bidang ilmu antara lain : kesehatan, ekonomi dan bisnis, pendidikan, sains, teknik, sosial humaniora, dan pertanian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POSYANDU BERBASIS DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KABUPATEN BANDUNG BARAT MENUJU ZERO NEW STUNTING Rahmiyati, Ayu Laili; Susilowati; Akmal, Dzul; Marlina, Dini
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6%. Kabupaten Bandung Barat menempati urutan ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani stunting. Namun, pencatatan manual di Posyandu Gelatik RW 12 menghambat kecepatan dan akuratan pelaporan data. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah sosialisasi pencatatan dan pelaporan data stunting berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan Google Form, serta pendampingan dalam implementasi sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan kader menggunakan teknologi digital, dengan 85% kader mampu melakukan pencatatan secara digital. Waktu pengolahan data yang semula memakan waktu hingga tiga hari berkurang menjadi satu hari dengan akurasi lebih tinggi. Pembahasan menunjukkan bahwa sistem ini mempercepat akses dan analisis data, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pengambilan keputusan. Kesimpulannya, penerapan sistem ini efektif dalam meningkatkan efisiensi posyandu. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah memperluas implementasi ke posyandu lain dan memperkuat infrastruktur teknologi.
POLA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI ANAK USIA DINI UNTUK MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Kasmiati; Indryani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri siswa menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan mereka secara optimal. Penelitian ini berfokus pada peran guru dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tercapainya kebutuhan tersebut. Dengan memenuhi kebutuhan seperti penghargaan, otonomi, dan motivasi berprestasi, siswa dapat belajar secara maksimal dan mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjadi tempat yang dirancang guna mengakomodasi kebutuhan siswa, baik dalam proses pembelajaran maupun pengembangan diri. Guru diharapkan mampu memahami kebutuhan siswa dan memilih metode pembelajaran yang tepat, sehingga proses pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendukung pertumbuhan siswa secara emosional dan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi antara guru dan siswa memegang peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan pendekatan yang tepat, kebutuhan siswa dapat terpenuhi, sehingga mereka dapat berkembang menjadi individu yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
PENERAPAN METODE SOSIALISASI DALAM MENGURANGI PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI TK PEMBINA 2 Pangaribuan, Tumewa; Yusra, Affan; Kasmiati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendukung perkembangan sosial anak perlu adanya wadah/tempat untuk tempat berlatih mengembangkannya, salah satu yaitu sekolah. Pada usia dini atau disebut juga dengan usia pra sekolah, segala pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Akhir-akhir ini perkembangan sosial anak-anak sudah mulai tidak berkembang secara optimal termasuk didalamnya anak usia dini/pra sekolah/TK. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknlogi yang sangat pesat seperti samrtphone yang menimbulkan dampak yang sangat luas seperti kecanduan game, individualis dan tidak peduli dengan lingkungannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode sosialisasi dalam mengurangi pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak usia dini di TK pembina 2 Kota Jambi. Sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru TK Pembina 2 Kota Jambi yang akan dilatih dalam menerapkan metode sosialisasi pada anak didik. Jenis pengabdian ini adalah studi kasus dengan menggunakan metode sosialisasi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan ini didapatkan hasil bahwasanya pelaksanaan kegiatan ini dapat membantu pemahaman guru TK Negeri Pembina 2 tentang pemanfaatan metode sosialisasi dalam mengurangi pengaruh gadget pada anak. kecanduan. Selain itu, Pemahaman dan keterampilan guru TK Negeri Pembina 2 berkembang sehingga dapat membantu pelaksanaan kegiatan di TK Negeri Pembina 2 mengenai cara pengurangan pengaruh gadget pada anak TK dengan metode sosialisasi.
PELATIHAN KETERAMPILAN DIALECTICAL BEHAVIOR THERAPY BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI DINAS PENDIDIKAN MUARO JAMBI Rasimin; Yusra, Affan; Annisa Walindarahma, Sri; Puspita Sari, Ega
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muaro Jambi terdapat Sebagian telah memiliki guru bimbingan dan konseling, namun terdapat pula sekolah yang guru bimbingan dan konseling nya bukan berlatar belakang bimbingan dan konseling dan terdapat juga sekolah yang belum memiliki guru bimbingan dan konseling. beberapa guru bimbingan dan konseling berpendapat bahwa rendahnya: 1. pemahaman hakikat dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah paradigma baru dan 2. keterampilan bimbingan kelompok merupakan masalah yang paling urgen untuk segera diselesaikan. Adapun metode yang digunakan metode worksop suatu bentuk kegiatan yang mana ada beberapa orang ahli bidang tertentu dan berkumpul dengan sekelompok orang dengan latar belakang maupun profesi yang sama serta melakukan kegiatan interaksi secara bersama untuk membahas suatu masalah tertentu. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan workshop ini biasanya akan lebih fokus untuk membahas berbagai masalah tertentu yang disertai dengan pelatihan. Para peserta di dalamnya akan mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat dan juga bisa diterapkan sesuai dengan bidang profesi yang dimilikinya.
PENGEMBANGAN DESA WISATA PANTAI KANTALA DESA POROAN KABUPATEN BANGGAI MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT Abdul Karim, Wahyudin; Nabila Lige, Firga; Kurniawan Djibran, Agung; Fahri Haruna, Moh.; Muin Kenta, Abdul; Kartika Koida, Dewi; Molomban, Mulyadi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Poroan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Lamala yang memiliki luas wilayah sebesar 919 m2 dan memiliki jarak 1 km ke ibu kota kecamatan serta memiliki jarak 64 km ke ibu kota Kabupaten (Luwuk). Pemanfaatan desa wisata dengan keindahan alam pantainya belum dikelola dengan baik. Dengan adanya desa wisata ini akan membuka peluang usaha baru dari semua sektor usaha kecil dan menengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dengan pemerintah Desa, pelaku usaha, wisatawan, dan warga masyarakat. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Kesimpulan melalui hasil yang didapatkan menggunakan analisis SWOT kesimpulan yang dapat diambil yakni pengembangan desa wisata pantai kantala memiliki beberapa kendala yakni keterbatasan biaya, Keterbatasan biaya angaran pengembangan objek wisata, kurangnya sarana prasarana, akses jalan masih rusak, kurangnya perawatan terhadap objek wisata dan fasilitas yang sudah ada, lokasi masih dimiliki oleh beberapa warga, bukan milik pemerintah desa dan kurangnya Sumber Daya Manusia yang belum mendapat pelatihan mengenai pembuatan desa wisata serta kurangnya melihat peluang yang begitu besar akan dampak apabila wisata dibuka.
WUJUDKAN SISWA BERWAWASAN ISLAM WASATHIYYAH MELALUI TALKSHOW INSPIRATIF “HARMONI MULTIKULTURAL: MODERASI BERAGAMA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM KONTEKS MASYARAKAT KONTEMPORER” Sa’adatul Athiyyah, Vina; Ulia Rahma, Putri; Junaidi; Nursha Kusuma Husada, Yansar; Muhsina, Zahrotul; Fakhri Rosyadi, Wildan; Izzani Fathi Musaqqaf, Bunayya
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Indonesia merupakan negara multikultural dengan beragam suku bangsa, budaya, dan agama yang dimiliki. Keberagaman Indonesia yang majemuk dapat menjadi modal sosial kekayaan kultur budaya, akan tetapi dapat memicu konflik apabila dalam masyarakat tidak lagi menanamkan prinsip toleran. Moderasi beragama atau Islam wasathiyyah adalah konsep Islam dengan keseimbangan, toleran, dan berada di tengah, sehingga dapat mengayomi kemajemukan dan kearifan lokal. Pelaksanakan program KKM oleh Mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh Jombang, adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Talk Show Inspiratif “Harmoni Multikultural: Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal dalam Konteks Masyarakat Kontemporer”, yang dapat bermanfaat dalam mendalami wawasan moderasi beragama untuk mewujudkan keharmonisan di tengah perbedaan. Sehingga, turut andil peran dengan mencetak santri yang mampu membangkitkan peradaban dengan melestarikan budaya kesatuan.
EDUKASI PENATALAKSANAAN KETIDAKNYAMANAN IBU HAMIL TRIMESTER II DENGAN PENDEKATAN GENERAL CONTENT OBJECTIVE APPROACH Rasyidah; Laylatul Hasanah; Sri Sumarni; Abd. Wahid; Suprayitno, Emdat
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Errabu merupakan salah satu desa dari 20 Desa yang berada di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep dengan luas wilayah mencapai 126.928 ha. Posyandu yang dimiliki Desa Errabu sangat aktif dan memiliki posyandu untuk masing masing dusun. Desa Errabu juga sering diberikan edukasi dan sosialisasi yang berhubungan dengan ibu hamil dan balita, namun masih belum ada edukasi terkait penanganan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, penulis menemukan bahwa sebagian ibu hamil tidak mengetahui bahwa striae gravidarum dan nyeri punggung merupakan bagian dari ketidaknyamanan ibu hami. Adapun tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil di Posyandu yang berada di Desa Errabu Bluto, Kabupaten Sumenep tentang ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester II dan penanganan yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendekatan General Content Objective Approach, yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu. Saat pretest, 15 ibu hamil (75%) berada pada kategori "kurang" dan 5 ibu hamil (25%) dalam kategori cukup. Dengan pendekatan General Content Objective Approach, materi yang disampaikan lebih efektif dan memudahkan peserta memahami beberapa ketidaknyamanan yang muncul selama kehamilan, yaitu nyeri punggung dan striae gravidarum. Dengan memberikan penjelasan yang rinci dan solusi praktis, program ini dapat menjawab kebutuhan peserta, yang berkontribusi terhadap efektivitas dan keberlanjutan dampak edukasi. Pada saat dilakukan evaluasi proses dan hasil, sebagian besar peserta menunjukkan respons positif terhadap metode penyampaian materi yang interaktif. Hal ini terlihat dari hasil posttest yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta (55%) mencapai kategori "cukup", yaitu 11 ibu hamil, yang masuk dalam kategori baik sebanyak 7 ibu hamil (35%) dan yang masih kurang hanya 2 ibu hamil (10%).
PENYULUHAN HERBAL KOMPLEMENTER ANTIHIPERTENSI KEPADA LANSIA DI WILAYAH DESA CERME KIDUL, KABUPATEN GRESIK Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan; Zahroh, Roihatul; Rahimah, Syan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita hipertensi secara umum tidak mengetahui bahwa terapi komplementer dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan pengabdian masyaraakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama kelompok lansia tentang tanaman herbal komplementer yang dapat digunakan sebagai obat non farmakologis anti hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juli 2024 di Posyandu Lansia Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, kabupaten Gresik. Pada hari pertama tim pelaksana melakukan persiapan dan pada hari ke dua tim pelaksana melakukan penyuluhan tentang konsep penyakit hipertensi, herbal komplementer antihipertensi, dan demonstrasi pembuatan jus herbal komplementer. Sebelum penyuluhan tim membagikan kuisioner pretest dan setelah penyuluhan tim membagiakn kuisioner posttetst sebagai evaluasi hasil penyuluhan. Penyuluhan ini diikuti oleh 20 lansia yang mempunyai riwayat hipertensi. Hasil pegabdian kepada masyarakat menunjukkan pengetahuan lansia sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar pada kategori kurang (65,0%) dan setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori cukup (50,0%) dan baik (40,0%). Pemberian penyuluhan tentang herbal komplementer antihipertensi kepada lansia terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan obat herbal antihipertensi. Diharapkan Puskesmas dapat membuat program penyuluhan dan pemanfaatan tanaman herbal antihipertensi sebagai tanaman obat keluarga yang dimiliki oleh setiap keluarga sehingga penderita hipertensi dapat menggunakan tanaman tersebut dengan mudah dan murah.
SINERGI GURU DAN ORANG TUA: MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN PARENTING Nisaa', Choirun; Zailani, Rinawati; Maimunah, Siti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah mempengaruhi pola perilaku anak, termasuk penurunan moral dan nilai-nilai spiritual. Pendidikan anak usia dini, khususnya pada usia 5-6 tahun, menjadi masa krusial dalam pembentukan karakter spiritual anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak melalui sinergi antara guru dan orang tua di TK ABA Siti Mariyah 3 Bantul. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap: sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Sosialisasi meliputi penyuluhan dan workshop mengenai kecerdasan spiritual dan metode parenting Islami. Tahap pendampingan melibatkan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menerapkan aktivitas spiritual harian di rumah dan sekolah. Evaluasi dilakukan melalui observasi, refleksi orang tua, dan pertemuan evaluasi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai pentingnya kecerdasan spiritual dan perubahan positif pada perilaku anak. Kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua menjadi kunci dalam pembentukan karakter anak yang spiritual dan berakhlak mulia.
PEMERIKSAAN TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 1–5 TAHUN DI WILAYAH KELURAHAN KOTA BARU, KECAMATAN PASAR REBO, JAKARTA TIMUR Syaripah, Rosita; Fauziah Amizuar, Yulia; Dian Marlina, Endah; Munawarah, Raudhatul; Junengsih; Mardeyanti; Delmafainis; Dwi Wahyuni, Elly; Lubis, Rosni; Karningsih
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Juni - Agustus 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang optimal merupakan proses tercapainya tumbuh kembang yang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak, untuk melakukan deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan skrining gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita. Sehingga dilakukan kegiatan pengabdiam Masyarakat yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia 1- 5 tahun di Wilayah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, Kegiatan ini menggunakan metide Observasional Deskriptif, dengan menilai Berat Badan, Panjang Badan/ Tinggi Badan, Lingkar Kepala. Serta penilaian perkembangan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dengan jumlah responden 30 anak, Hasil pemeriksaan menunjukkan 97% Anak memiliki pertumbuhan normal, 2% pertumbuhan kurang, dan 1 % dengan status gizi kurang (BB/U) dan TB/U <2 SD), sedangkan untuk hasil pemeriksaan perkembangan dengan kuesioner (KPSP) 70% menunjukkan perkembangan sesuai usia dan 6,7% memiliki hasil penyimpangan. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran orang tua, bidan, kader posyandu untuk dapat pemantauan tumbuh kembang.