cover
Contact Name
Fauzi Nur Ilahi
Contact Email
fauzinurilahi29@gmail.com
Phone
+6285719086360
Journal Mail Official
fauzinurilahi29@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25802046     EISSN : 25802054     DOI : Prefix 10.26539
JURNAL TERAPUTIK : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling published original manuscripts relating to the following: School Counseling; Psychology Counseling; Career Counseling; Couple, Marriage and Family Counseling; Mental Health; Counseling Supervision; Theory Development; Professional Counseling Ethnic; International Counseling and Multicultural Issues; Program Applications; and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields. Islamic Guidance and Counseling Educational Psychology Educational media and technology Teaching and Learning The Role Of Assessment In Counseling
Articles 348 Documents
Penggaruh Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Self-Management Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Bengkulu Purnawati, Fitri; Ariani, Winda Ade; Sari, Widya Kartika
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833387

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam kajian ini adalah prokrastinasi akademik oleh peserta didik dalam menimbulkan dorongan kepada peneliti melakukan layanan bimbingan dengan cara berkelompok dibantu oleh Teknik Self Management terhadap prokrastinasi akademik siswa. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan dengan cara berkelompok menggunakan Teknik Self Management terhadap prokrastinasi akademik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan one group pretest-posttest . Dengan populasi kelas X 36 siswa dan sampel 10 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini, (1) prokrastinasi akademik siswa sebelum (pre-test) ada pada kategori tinggi yang memiliki nilai rata-rata 83,2 (2) prokrastinasi akademik siswa setelah (post-test) termasuk ke kategori rendah memiliki rata-rata 48 ,5 (3) terdapat suatu pengaruh dari layanan bimbingan dengan cara berkelompok menggunakan Teknik Self Management terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu dengan signifikansi 0,005 yang memiliki artian bahwa (0,005 < 0,05) Sehingga hipotesis Ha telah diterima dan hipotesis Ho tidak diterima (ditolak).
Penerapan Brainspotting Therapy untuk Melepas Rasa Duka dan Kehilangan Orang yang Dicintai Pardede, Sulastry
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833748

Abstract

Kehilangan orang yang dicintai merupakan pengalaman emosional yang kompleks, sering kali memicu berbagai reaksi psikologis seperti kesedihan mendalam, penyesalan, dan perasaan tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi Brainspotting (BSP) dalam membantu individu melewati proses berduka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (Single Case Design) terhadap seorang subjek wanita yang mengalami depresi sedang pasca kehilangan pasangan. Intervensi dilakukan melalui delapan sesi terapi BSP, dengan evaluasi kondisi psikologis menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor SRQ dan Subjektif Unit of Disturbance Scale (SUDs), mencerminkan perbaikan kondisi psikologis subjek. Subjek mampu menerima realita kehilangan, mengurangi rasa bersalah, dan memulihkan fungsi keseharian. Studi ini mendukung BSP sebagai pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi duka dan kehilangan.
Hubungan Kematangan Emosi Dengan Perilaku Agresif Siswa dI SMK Winaya Loka Depok Andriani, Riska; Rahmat, Candra Prasiska; Akhsania, Khayatun Nufus
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833559

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kematangan emosi, perilaku agresif dan hubungan kematangan emosi dengan perilaku agresif siswa di SMK Winaya Loka Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 82 orang siswa kelas X dan kelas XI SMK Winaya Loka Depok. Instrumen yang digunakan adalah skala kematangan emosi dan skala perilaku agresif yang telah diverifikasi validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi siswa berada pada kategori tinggi yaitu 95,1%, perilaku agresif siswa berada pada kategori tinggi yaitu 92,7% adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresif sebesar 0,493. Dapat disimpulkan bahwa jika kematangan emosi tinggi maka perilaku agresif siswa akan menurun dan sebaliknya jika perilaku agresif siswa tinggi maka kematanga emosi siswa menurun
Dampak Penggunaan Twitter Mempengaruhi Kesehatan Mental Generasi Z Manullang, Dian Kristin N; Veronica, Fitri; Anastasia, Elsa; Akailupa, Meksi; Chrisnawandi, Dhio; Gunawan, Ronny
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833609

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana Twitter memengaruhi kesehatan mental Generasi Z. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 15 artikel dari jurnal nasional dan internasional. Hasilnya, Twitter memberikan dampak yang beragam, baik positif maupun negatif. Dampak negatif meliputi meningkatnya stres, kecemasan, dan depresi akibat paparan konten seperti berita buruk, ujaran kebencian, dan cyberbullying. Selain itu, perbandingan sosial yang sering terjadi di platform ini dapat menurunkan rasa percaya diri pengguna. Namun, Twitter juga memiliki sisi positif, seperti membantu membangun komunitas daring yang mendukung melalui hashtag, meningkatkan kesadaran publik tentang kesehatan mental melalui kampanye seperti #MentalHealthAwareness, serta mempermudah akses ke layanan kesehatan mental. Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak sangat penting untuk mengurangi risiko dan memanfaatkan manfaatnya secara maksimal. Penelitian ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi individu, keluarga, dan pengambil kebijakan untuk menciptakan strategi mendukung kesejahteraan mental Generasi Z secara menyeluruh
Studi Fenomenologi : Marriage is Scary pada Generasi Z Tirta, Kania Dewi; Arifin, Sinta Nur
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833675

Abstract

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, berfungsi sebagai jendela akses informasi yang tak terhingga. Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial bukan lagi sekadar barang mewah, tetapi telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok. Dengan hanya satu sentuhan, seseorang dapat menjelajahi jutaan data dan informasi global dalam hitungan detik, menjadikan media sosial platform utama yang menawarkan kemudahan dalam berbagi informasi (Andriani et al., 2022). Namun, dampak media sosial tidak hanya sebatas penyebaran informasi. Platform ini juga memengaruhi cara individu berinteraksi dan membentuk pandangan mereka terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk institusi pernikahan. Dalam konteks ini, perubahan norma sosial dan budaya yang cepat telah melahirkan fenomena "marriage is scary," di mana pernikahan dipersepsikan sebagai sesuatu yang menakutkan. Fenomena ini mencerminkan kecenderungan generasi muda, terutama Generasi Z, untuk menunda atau menghindari komitmen pernikahan.Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IDN Research Institute dengan judul "Indonesia Gen Z Report 2024", Gen Z lebih tidak tertarik pada pernikahan bila dibandingkan dengan Milenial. Dari 602 responden yang tinggal di 10 kota berbeda, sebanyak 62% Gen Z melihat pernikahan sebagai tahap yang masih cukup jauh di masa depan dan belum terlalu memikirkannya. Pada survei lanjutan yang melibatkan 51 responden, tim IDN Media menanyakan keinginan mereka untuk menikah. Menariknya, pola jawaban lebih cenderung pada "mungkin" dibandingkan jawaban tegas "ya".73,7% menyatakan bersedia mempertimbangkan, 21,2% mungkin mempertimbangkan, dan 5,3% secara tegas menjawab "tidak" terhadap pernikahan. Tampaknya, saya sependapat dengan mayoritas jawaban gen Z pada survei ini  (Firdausi Adiwijaya, 2023)  Penurunan jumlah pernikahan di Indonesia menjadi perhatian utama dalam beberapa dekade terakhir. Survei yang dilakukan pada tahun 2017 oleh National Institute of Population and Social Security Research menunjukkan bahwa 22,6% wanita lajang dan 27,6% pria lajang tidak tertarik menjalin hubungan dengan orang yang sama jenisnya. Setelah itu, para peneliti melihat gejala resesi seks yang menjalar di Jepang. Indonesia terkena dampaknya.  Angka pernikahan di Indonesia juga menurun sejak 2024, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Misalnya, DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 4.000, sementara Jawa Barat mengalami penurunan sebanyak 29.000. Penurunan serupa terjadi di Jawa Tengah sebesar 21.000, dan di Jawa Timur sebesar 13.000. Menurut data BPS, jumlah pernikahan di Indonesia sebanyak 1.577.255 pada tahun 2023, turun sebanyak 128.000 dibandingkan dengan tahun 2022, dan penurunan sebesar 28,63 persen dalam sepuluh tahun terakhir (Asihlestari, 2024).Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital navites (Rastati, 2018) telah memperhatikan fenomena "Marriage Is Scary" atau ketakutan terhadap pernikahan. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, , cerita tentang ketakutan dan kekhawatiran tentang pernikahan semakin terdengar. Pengalaman individu tidak hanya diwakili oleh konten ini, mereka juga menciptakan ruang diskusi yang luas tentang masalah komitmen jangka panjang dan bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan pribadi seseorang. Selain itu, faktor-faktor seperti pendidikan, karir, gaya hidup, serta tekanan sosial dan budaya (Nanda Istiqomah, Winarto, 2024). Turut berperan dalam membentuk pandangan Generasi Z terhadap pernikahan. Pandangan mereka semakin dipengaruhi oleh perubahan nilai-nilai masyarakat yang meredefinisi makna dan tujuan pernikahan di era modern ini. Meskipun demikian, persepsi terhadap pernikahan tidak sepenuhnya negatif. Di satu sisi, tekanan untuk menikah di usia muda semakin berkurang, dan pernikahan pada usia yang lebih tua dianggap semakin lazim. Hubungan tanpa status pernikahan atau pacaran juga semakin diterima di masyarakat modern. Namun, di sisi lain masih ada faktor-faktor yang mendorong beberapa Generasi Z untuk menikah lebih cepat, seperti keinginan kuat untuk membangun keluarga dan pengaruh lingkungan sosial tempat mereka dibesarkan, yang mendorong mereka untuk mengikuti jejak orang-orang di sekitarnya (Riska Herliana & Khasanah Nur, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan teknologi, khususnya media sosial, membentuk persepsi Generasi Z terhadap pernikahan. Secara spesifik, penelitian ini akan mengkaji bagaimana fenomena "Marriage is Scary" muncul dan berkembang di kalangan Generasi Z, serta faktor-faktor yang mendasari pandangan mereka yang cenderung menghindari atau menunda pernikahan. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi implikasi lebih luas dari perubahan persepsi ini terhadap institusi pernikahan dan dinamika sosial budaya di masa depan. Dengan kata lain, penelitian ini ingin memahami secara mendalam apa yang melatarbelakangi perubahan signifikan dalam pandangan generasi muda terhadap pernikahan, serta bagaimana perubahan ini akan membentuk masa depan institusi pernikahan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana media sosial, nilai-nilai kontemporer, dan faktor lingkungan sosial membentuk pandangan Generasi Z terhadap fenomena "Marriage Is Scary". Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memahami apa yang mendorong atau menghalangi mereka untuk menikah, tetapi juga untuk mengeksplorasi dampak lebih luas dari perubahan perspektif ini terhadap institusi pernikahan itu sendiri. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai pergeseran persepsi di kalangan Generasi Z, kita dapat melihat bagaimana fenomena ini berpotensi mempengaruhi dinamika sosial dan budaya di masa depan
Perilaku nomophobia pada mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya Lamwa, Vensya Forget; Isyanawulan, Gita; Tahira, Nabila
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833666

Abstract

Perilaku nomophobia di kalangan mahasiswa jurusan sosiologi kampus indralaya menjadi fokus utama pada penelitian ini. Mengidentifikasi dan perilaku nomophobia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari perilaku nomophobia. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, data dikumpulkna melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Mahasiswa sosiologi yang mengalami nomophobia cenderung menggunakan smartphone secara berlebihan dengan durasi melebihi batas normal. Dampak terhadap perilaku tersebut, berkurangnya komunikasi dengan orang lain dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama perangkat elektronik. Faktor yang memicu perilaku nomophobia bersifat situasional, mahasiswa merasa cepat jenuh dan bosan pada waktu tertentu tetapi merasa nyaman dengan adanya smartphone. Smartphone mempengaruhi dimensi emosional dan kenyamanan, kurangnya control diri dapat mengakibatkan seseorang mengalami nomophobia.
Cyber Counseling in Responding to Educational Challenges in the Society 5.0 Era: A Literature Review Study Kurniati, Nadiya; Sari, Lyana Alvionita
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833554

Abstract

The Society 5.0 era sparks industrial activities that integrate advanced automation technologies with cyber technologies. It will affect every aspect of human life, especially in industry, health transportation, agriculture, and education. Education in the realm of guidance and counseling needs to innovate in adapting to the demands of the society 5.0 era. One form of innovation is the existence of cyber counseling services. A literature review study was used as a method in this study. The data collection process by examining various relevant reference sources related to cyber counseling from 28 articles published over the last 10 years. This study aims to examine the evolution of cyber counseling, as well as the innovation of guidance and counseling services required to address the challenges in education during the Society 5.0 era. The results show that in the implementation of cyber counseling services, there were several advantages and disadvantages that can be used as evaluation material in the development of cyber counseling service programs so that guidance and counseling are maintained in their existence in responding to educational challenges in the Society 5.0 Era.
Persepsi Guru BK terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Melalui Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Nur, Edil Wijaya; Amirullah, M; Haq, Nuzul
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap peningkatan kompetensi profesional mereka melalui Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Penelitian menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 41 guru BK dari tiga komunitas MGBK SMA di Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan menggunakan angket berisi 16 pernyataan skala Likert dan Focus Group Discussion (FGD). Instrumen penelitian terdiri dari angket daring untuk survei dan panduan wawancara untuk FGD. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun partisipasi dalam MGBK berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi teknis, pemahaman teori konseling, dan kepercayaan diri guru BK, hubungan antara frekuensi partisipasi dan peningkatan kompetensi terindikasi lemah. Faktor lain, seperti kualitas program dan relevansi materi, lebih berperan dalam mendukung pengembangan profesional. Selain itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkaya materi yang lebih spesifik dan aplikatif, seperti penanganan kasus keluarga, kecanduan, dan bullying. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas program MGBK sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Keefektifan Konseling Kelompok dengan Teknik Symbolic Modelling Untuk Mereduksi Verbal Abusive Pada Anak TPA Suryati, Suryati; Putra, Bela Janare; Oktaviana, Putri
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.913825

Abstract

Pendidikan merupakan proses mengajar yang melibatkan perpindahan pengetahuan, keterampilan, nilai, serta norma sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) adalah bentuk pendidikan nonformal yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur'an. Kekerasan verbal, atau verbal abusive, mengacu pada ucapan yang dapat melukai, merendahkan, atau mengandung diskriminasi seperti rasisme dan seksisme. Penelitian ini bertujuan mengurangi verbal abusive yang dialami anak-anak di TPA Ogan Baru RT.06. Kekerasan seperti ejekan dan komentar negatif berpengaruh buruk terhadap emosi, perilaku, dan rasa percaya diri anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah konseling kelompok dengan teknik symbolic modelling melalui media film animasi. Metode yang diterapkan berbentuk kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test-post-test, mengukur intensitas verbal abusive dengan skala tertentu. Setelah empat kali pertemuan, hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat verbal abusive dari M(SD) = 58 (4,79) menjadi M(SD) = 25 (1,58), dibuktikan melalui uji paired sample t-test dengan sig. 2-tailed sebesar 0,000.
Systematic Literature Review: Konseling Digital Kreatif Inovatif Modifikasi Kognitif Perilaku (KREIN-MKP) untuk Mencegah Perilaku Cyberbullying Larasati, Sectio Putri; Rismi, Ridho; Karneli, Yeni
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.913961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Creative Innovative Digital Counselling Cognitive Behaviour Modification (KREIN-MKP) dalam mencegah dan menangani perundungan siber (cyberbullying) pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, yang mengkaji berbagai studi sebelumnya terkait penerapan teknik Cognitive Behaviour Modification (CBT), dikombinasikan dengan elemen digital kreatif seperti konseling berbasis platform digital, permainan peran (role-playing), dan visualisasi. Temuan menunjukkan bahwa KREIN-MKP efektif dalam membantu individu mengelola emosi, mengubah perilaku negatif yang berkaitan dengan perundungan siber, serta meningkatkan keterampilan koping untuk menghadapi situasi sosial yang menantang. Selain itu, model ini mendorong perubahan sosial yang lebih luas dengan melibatkan komunitas dalam membangun budaya digital yang positif dan suportif. Kesimpulan dari studi ini KREIN-MKP memiliki potensi besar sebagai intervensi yang komprehensif dan fleksibel serta dapat diakses oleh khalayak luas. Model ini menawarkan solusi efektif untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan mengurangi dampak negatif dari perundungan siber. Pengembangan lebih lanjut dari KREIN-MKP dapat meningkatkan ketahanan individu dan komunitas dalam menghadapi tantangan sosial di era digital.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 3 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2023): TERAPUTIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 3 (2023): Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 3 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): TERAPUTIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 3 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 3 (2020): Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 3 (2019): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 3 (2018): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2017): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue