cover
Contact Name
Dessy RH
Contact Email
ihsj21@gmail.com
Phone
+6282233834069
Journal Mail Official
ihsj@gmail.com
Editorial Address
Jln. Diponegoro 11 Sampang
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Health Science Journal
ISSN : 27754553     EISSN : 27759288     DOI : https://doi.org/10.52298
Core Subject : Health, Science,
IHSJ: Indonesian Heatlh Science Journal is a scientific journal in the field of health published by Faculty of Health Sciences, Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang. The IHSJ: Indonesian Heatlh Science Journal is a scientific journal that publishes research articles, scientific papers, nursing case reports covering the fields of Nursing and health. Nursing Scientific Journal aims to be an authoritative scientific reference on the development of health science. The IHSJ: Indonesian Heatlh Science Journal accepts articles in the following fields: Emergency Nursing, Maternity Nursing, Psychiatric Nursing, Community Nursing, Gerontic Nursing, Adult Nursing, Pediatric Nursing, Basic nursing, Nursing Management and Leadership, and other health sciences.
Articles 69 Documents
Perbedaan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Agus Priyanto; Faridatul Istibsaroh; Mulihatul Hidayah
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v5i2.135

Abstract

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang telah memasuki tahap akhir kehidupan dan akan melalui proses yang disebut penuaan. Lansia adalah kelompok orang yang memiliki risiko besar mengalami berbagai jenis penyakit degeneratif, seperti asam urat, hipertensi, dan diabetes mellitus (DM). Hasil Studi Pendahuluan Masih adanya angka kejadian rendahnya nilai ABI pada lansia penderita Diabetes Mellitus 5 orang dengan PAP sedang dan 2 orang dengan PAP Berat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh buerger allen exercise (BAE) terhadap nilai ankle brachial index (ABI) pada lansia penderita diabetes mellitus di Posyandu Lansia Kelurahan Mlajah Bangkalan. Penelitian ini imenggunakan metode quasy eksperimental dengan menggunakan pre test post test with control grup desain. Dengan Populasi 50 orang dan sampel 30 orang menggunakan metode perposive sampling, variabel independen Buerger Allen Exercise dan variabel dependen Ankle Brachial Index dengan instrument penelitian Syphgmomanometer. Uji statistik menggunkan wilcoxon signed rank test (α=0,05) dan uji antar kelompok menggunakan mann-whitney (α=0,05). No uji layak etik 2122/ΚΕΡΚ/STIKES-ΝΗΜ/EX/V/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dengan uji wilcoxon didapatkan p value (0,001) < α (0,05) ada perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukan BAE. pada kelompok kontrol didapatkan p value (0,001) < α (0,05) terdapat perbedaan nilai abi setelah diberikan senam kaki diabetik dan uji antar kelompok menggunakan uji mann-whitney dengan hasil uji p value = (0,618) > α (0,05) yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhdap nilai ankle brachial index. Disarankan pada penderita DM secara rutin melakukan Buerger Allen Exercise agar pembuluh darah pada kaki menjadi lancar dan Nilai ABI normal.
Terapi Relaksasi Benson untuk Penurunan Kecemasan pada Ibu Postpartum: Studi Kasus Agustini Liviana Dwi Rahmawati; Meidiana Putri Utami
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.166

Abstract

Latar Belakang: Ibu postpartum sering mengalami kecemasan yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, seperti kurangnya keinginan untuk menyusui, penurunan bonding dengan bayi, serta meningkatnya risiko mastitis. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi baby blues hingga depresi postpartum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Terapi Relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif analitik pada tiga ibu postpartum dengan masalah kecemasan yang dirawat di Ruang Delima Rumah Sehat untuk Jakarta RSUD Pasar Rebo. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Intervensi Terapi Relaksasi Benson diberikan selama 15–20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah tiga hari intervensi. Skor kecemasan Ny. E menurun dari 12 menjadi 6, Ny. C dari 11 menjadi 5, dan Ny. M dari 10 menjadi 4. Terapi Relaksasi Benson menyebabkan vasodilatasi yang berdampak pada regulasi aliran darah dan tekanan darah. Teknik relaksasi ini juga memberikan efek kenyamanan dan ketenangan, sehingga membantu ibu mencapai keseimbangan pikiran serta meningkatkan kontrol emosional. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Pemberian terapi ini mampu membantu ibu mencapai kondisi rileks dan memberikan kenyamanan. Oleh karena itu, terapi ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan pada ibu postpartum.
Efektifitas Range of Motion Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke: Literature Review Patima, Patima; Fitri Arofiati; Emdat Suprayitno
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.167

Abstract

Latar belakang: Stroke adalah penyakit yang terjadi akibat kerusakan otak karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas range of motion terhadap kekuatan otot pada pasien stroke.  Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang dirancang dengan basis data PRISMA menggunakan basis data dari ScienceDirect, PubMed, ProQues dan Google Scholar yang difokuskan pada sepuluh tahun terakhir, yaitu 2017 hingga 2026. Data dipilih dengan mengacu pada aplikasi "Zotero dan Rayyan" secara independen untuk menyaring hasil penyaringan, hasil dipilih dengan mengaktifkan mode buta Rayyan. Kajian literatur merupakan pilihan untuk dapat mengidentifikasi percobaan latihan range of motion terhadap kekuatan otot pada pasien stroke.  Hasil: Hasil artikel menunjukkan signifikan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke.  Kesimpulan: Berdasarkan kajian literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa range of motion memiliki hasil positif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke.
Junk Food Consumption, Hypertension, and Heart Failure Risk: A Cross-Sectional Study in Tuban zian, Ahmad Fauziansyah; Arifin, Mohammad Fahrul Arifin; Intan, Dwi Intan Pakuwita AR; Risma Mega Mustika Dwi Milenia; Pramesti, Pramesti Dwi Cahyani
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.170

Abstract

Latar Belakang: Perubahan gaya hidup masyarakat modern ditandai dengan meningkatnya konsumsi junk food yang mengandung tinggi garam, lemak jenuh, dan kalori. Pola makan tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi, yang apabila tidak terkontrol dapat berkembang menjadi gagal jantung. Kabupaten Tuban menunjukkan prevalensi hipertensi yang relatif tinggi, sehingga diperlukan kajian ilmiah mengenai faktor risiko yang dapat dimodifikasi, khususnya pola konsumsi makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi junk food dengan kejadian hipertensi serta implikasinya terhadap risiko gagal jantung pada masyarakat di Kabupaten Tuban. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 200 responden dewasa yang dipilih sesuai kriteria inklusi  yaitu: (1) masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Tuban, (2) berusia ≥18 tahun, (3) bersedia menjadi responden dan menandatangani informed consent, serta (4) mampu berkomunikasi dan mengisi kuesioner dengan baik. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai frekuensi konsumsi junk food dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer dan stetoskop. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,0% responden sering mengonsumsi junk food dan 62,0% mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi junk food dan kejadian hipertensi (p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi junk food yang tinggi meningkatkan risiko hipertensi sebesar 2,63 kali (OR = 2,63; 95% CI: 1,48–4,68). Hipertensi juga terbukti sebagai faktor risiko signifikan terhadap terjadinya gagal jantung. Kesimpulan: Kesimpulannya, konsumsi junk food berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko gagal jantung. Upaya pengendalian pola makan dan penerapan gaya hidup sehat perlu diprioritaskan sebagai strategi pencegahan penyakit kardiovaskular di Kabupaten Tuban.
Penerimaan Diri Penderita Kusta Dengan Stigma: Studi Fenomenologi Mukhlish Hidayat; Arif Rahman Hakim; Edy Suryadi Amin; Nindawi; Sofyan; Novela Eka Candra Dewi
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.171

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada penderita kusta semakin meningkat akibat meningkatnya insidensi. Individu mengalami gangguan internal, seperti rasa tidak aman, malu, dan takut dihindari. Sedangkan yang berasal dari faktor eksternal seperti stigmatisasi, isolasi sosial, dan diskriminasi komunitas. Permasalahan tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi penerimaan diri penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Perubahan saat sakit dengan subtema perubahan interaksi social dan perubahan kondisis ekonomi, penerimaan diri penderita kusta dengan subtema bentuk dan waktu serta hambatan , dan optimisme dengan subtema keinginan penderita kusta. Kesimpulan: Penyakit kusta tidak hanya berdampak terhadap fisik akan tetapi juga berdampak terhadap psikososial dan status ekonomi, stigma merupakan salah satu hal yang mempengaruhi masalah tersebut dikarenakan masih ada stigma dan penolakan dari masyarakat yang mempengaruhi penerimaan diri pada masyarakat. Hal itu merupakan kemampuan individu dalam mengolah koping menjadi lebih baik yang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang optimal.
Persepsi Orang Tua tentang Vaksinasi Campak berdasarkan Model Keyakinan Kesehatan di Pedesaan Indonesia: Studi Cross-Sectional Hakim, Arif Rahman; Prastomo Suhendro; Anggeria Oktavisa Denta; Mohamad Nur; Kuzzairi; Bahilatul Hananiyah
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.173

Abstract

Latar Belakang: Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Persepsi orang tua berperan penting dalam pengambilan keputusan vaksinasi anak, dan dapat dipahami melalui pendekatan Health Belief Model (HBM).  Tujuan: Menganalisis persepsi orang tua tentang vaksinasi campak berdasarkan Model Keyakinan Kesehatan (Health Belief Model) di pedesaan Indonesia dengan pendekatan cross-sectional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di wilayah pedesaan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan melibatkan 55 ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun dan belum melakukan imunisasi campak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis HBM yang mencakup persepsi kerentanan, manfaat, dan hambatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa usia responden berhubungan signifikan dengan persepsi hambatan vaksin campak (p = 0,04), sementara tingkat pendidikan tidak berhubungan signifikan dengan seluruh konstruk persepsi. Pekerjaan berhubungan signifikan dengan persepsi manfaat vaksin campak (p = 0,05), dengan skor manfaat tertinggi ditemukan pada responden yang bekerja sebagai petani. Kesimpulan: Persepsi orang tua terhadap vaksin campak dipengaruhi oleh faktor usia dan pekerjaan dalam kerangka Health Belief Model. Persepsi hambatan dan manfaat merupakan konstruk utama yang berperan dalam penerimaan vaksin campak. Oleh karena itu, intervensi promosi kesehatan di wilayah pedesaan perlu difokuskan pada pengurangan hambatan yang dirasakan serta penguatan persepsi manfaat vaksin melalui edukasi yang kontekstual dan berbasis komunitas
Dampak Sleep Call Sebagai Social Support Pada Generasi Zoomer Dengan Kecendrungan Insomnia Elok Alfiah Mawardi; Atika Jatimi; Mery Eka Yaya Fujianti
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.174

Abstract

Latar Belakang:  Intensitas penggunaan screen time yang tinggi pada generasi zoomer seperti sleep call dapat berdampak pada kestabilan emosi individu serta durasi jam tidur  Tujuan: sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan kegiatan sleep call terhadap kecendrungan insomnia yang dialami oleh remaja.  Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan design cross-sectional. Responden dipilih menggunakan metode random sampling dalam rentang waktu Desember 2024 hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,462 menunjukkan bahwa hubungan antara pola sleep call dan kecenderungan insomnia berada pada kategori hubungan sedang dan bersifat positif. Kesimpulan: Kebiasaan sleep call dengan kecendrungan insomnia pada generasi zoomer berpengaruh terhadap tumbuh kembang individu dalam beberapa aspek sehingga dianggap perlu untuk dilakukan pencegahan
Interaksi Disfungsi Imun dan Determinan Sosial-Lingkungan dalam Aktivasi dan Persistensi Tuberkulosis Resisten Obat: Scoping Review Yayuk Endah Ernani; Herin Mawarti; Khotimah; Achmad Zakaria
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.176

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis resisten obat (TB-RO), termasuk MDR-TB dan XDR-TB, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan sosial. Selain faktor regimen terapi dan karakteristik Mycobacterium tuberculosis (Mtb), disfungsi imun host serta determinan sosial-lingkungan berperan penting dalam aktivasi, persistensi infeksi, dan transmisi strain Mtb resisten.Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai bentuk disfungsi imun dan faktor sosial-lingkungan yang berkontribusi terhadap mekanisme aktivasi dan persistensi TB-RO, serta menjelaskan hubungan interaktif keduanya terhadap risiko penularan. Metode: Penelitian ini menggunakan scoping review dengan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan pada proquest, Pubmed dan science direct (2017–2026) menggunakan kata kunci terkait TB resisten, disfungsi imun, dan determinan sosial dengan Boolean operators. Dari 26.273 artikel yang teridentifikasi, seleksi PRISMA melalui deduplikasi, skrining, dan penilaian full-text berdasarkan kriteria inklusi ketat menghasilkan 8 artikel yang relevan dan berkualitas. Studi yang dianalisis meliputi observasional (cross-sectional, kohort, case-control) dan terbatas klinis/eksperimental. Data diekstraksi dan disintesis secara deskriptif tematik serta dipetakan berdasarkan tema utama. Hasil: Hasil: Disfungsi imun meliputi penurunan imunitas seluler, peningkatan inflamasi, serta imunosupresi akibat HIV dan komorbid. Faktor sosial mencakup kemiskinan, malnutrisi, kepadatan hunian, stigma, perilaku berisiko, dan keterbatasan akses layanan. Interaksi keduanya meningkatkan kerentanan, keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan, dan kegagalan terapi yang memperpanjang penularan. Kesimpulan: TB-RO dipengaruhi interaksi erat faktor imunologis dan sosial. Pengendalian memerlukan integrasi intervensi klinis dan sosial untuk menekan aktivasi, persistensi, dan transmisi Mtb resisten.
Multimedia-Based Education to Improve Breast Self-Examination Knowledge among Women of Reproductive Age Norna Amalia Sholeha; Herin Mawarti; Masruroh; Nasrudin; Suyati
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.186

Abstract

Latar Belakang:  kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terdeteksi pada wanita usia produktif dan menduduki peringkat kedua penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Tujuan: menganalisis Pengaruh Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Melalui Multimedia Terhadap Pengetahuan Sadari Pada Ibu Usia Produktif. Metode:   Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan model pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 66 ibu usia produktif, Besar sampel 32 ibu, dibagi 2 kelompok perlakuan dan kontrol dengan teknik simple random sampling. Analisis menggunakan Uji t 2 sampel bebas α = 0,05. Hasil: Hasil uji paired t test nilai P = 0.000 berarti ada perbedaan pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi SADARI, pada kelompok kontrol nilai P=0,103 yang artinya tidak ada perbedaan. Nilai selisih pengetahuan kelompok intervensi yaitu ∆ ± (SD) = 2,5 ± (1,2)) dan kelompok kontrol yaitu ∆±(SD) = 0,8 ± (1,9). Hasil uji t 2 sampel bebas, P= 0.000, artinya ada perbedaan yang signifikan nilai selisih pengetahuan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan:  Pemberian Edukasi SADARI Melalui Multimedia dapat meningkatkan pengetahuan SADARI.