cover
Contact Name
Nora Usrina
Contact Email
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260777585
Journal Mail Official
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh Kab Aceh Besar Telp : +62 852-6077-7585
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah
ISSN : 1978631X     EISSN : 26556723     DOI : doi.org/10.30867/nasuwakes.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Journal Nasuwakes was created and developed by Health Polytechnic of the Ministry of Health of Aceh. This journal is published regularly 2 times a year in May and November which publishes research articles in the field of health in general. Articles submitted will be selected by editors and bestari partners. Nasuwakes in its next publication will receive all research articles, reviews, and case studies in the field of health science.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2025): September" : 9 Documents clear
Dampak Pola Konsumsi Ibu Hamil Terhadap Panjang Dan Berat Badan Bayi Baru Lahir Usrina, Nora; Yasni, Hilma; Rasima, Rasima; hidayana, hidayana; Orisinal, Orisinal; Sasmita, Yenni
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1043

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah. Di Indonesia, angka BBLR mencapai 6,2%. Lebih lanjut, proporsi panjang badan lahir <48 cm mencapai 22,7%. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis dampak pola konsumsi ibu hamil trimester III dengan panjang dan berat badan bayi baru lahir. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan study cohort. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berjumlah 31 orang. Data analisis dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regress. Hasil penelitian menunjukkan berat dan panjang badan bayi baru lahir berhubungan secara signifikan dengan asupan zat energi dan zat besi. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi, karbohidrat, protein, kalsium, zat besi dan asupan zink berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir (p<0.05) dan panjang badan bayi saat lahir (p<0,05). Pada analisis multivariat, asupan zat besi dan lemak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan bayi baru lahir. Asupan zink dan karbohidrat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap panjang badan bayi baru lahir. Kesimpulan yaitu asupan makanan baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro selama hamil mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir. Perlu adanya penyuluhan dan penambahan suplementasi untuk pemenuhan gizi ibu selama hamil.
Formulasi, Evaluasi Fisik, Iritasi, dan Hedonik Masker Clay Kombinasi Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) dan Asam Salisilat Mailisa, Wiska; Nasma, Intan Maulida; Chairunnisa, Chairunnisa; Munira, Munira
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1052

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi akibat infeksi bakteri dan produksi sebum berlebih. Salah satu upaya pencegahan dan perawatannya adalah penggunaan masker clay berbahan aktif alami yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, seperti ekstrak daun mimba (Azadirachta indica). Kombinasi dengan asam salisilat diharapkan meningkatkan efek pembersihan pori, mengurangi minyak, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengevaluasi masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat. Penelitian bersifat eksperimental dengan kadar asam salisilat 0,5% dan variasi konsentrasi ekstrak daun mimba F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, uji iritasi kulit, dan uji kesukaan. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki bentuk pasta homogen berwarna hijau dengan aroma mint, pH 6,1–6,3, waktu pengeringan 15–18 menit, dan daya sebar 4,5–4,7 cm yang sesuai standar. Tidak ditemukan reaksi iritasi pada enam responden. Uji kesukaan menunjukkan formula F3 memperoleh nilai tertinggi pada parameter warna, aroma, dan tekstur. Dengan demikian, masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat dapat diformulasikan dengan karakteristik fisik yang baik, aman, dan disukai panelis.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kualitas Penerapan Service Excellence Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar Putra, Eridha; Halizasia, Gadis; Riansyah, Ferdi; Ibrahim, Nurul
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1053

Abstract

Perawat pelaksana memiliki peran strategis dalam menjamin mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Beban kerja yang tinggi sering kali menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan, termasuk dalam penerapan service excellence. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner beban kerja perawat dan penerapan service excellence. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan penerapan service excellence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat pelaksana berusia 31–35 tahun, berpendidikan Diploma III Keperawatan, dan telah bekerja kurang dari lima tahun. Sebagian besar memiliki beban kerja kategori berat (64,7%) dan kualitas penerapan service excellence pada kategori cukup (47,1%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,242 (>0,05), menandakan tidak ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan penerapan service excellence, meskipun secara deskriptif terlihat kecenderungan bahwa semakin berat beban kerja, semakin rendah kualitas pelayanan prima yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional guna mempertahankan kualitas pelayanan prima. Peningkatan kompetensi dan motivasi perawat melalui pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat penerapan service excellence meskipun dalam kondisi beban kerja yang tinggi.
Pengaruh Media Edukasi Kesehatan APE (Alat Permainan Edukasi) Terhadap Pengetahuan Dokter Kecil Tentang Obat-Obatan Yang Terdapat Pada Kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar Maulida, Maulida; Rimadeni, Yeni
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1057

Abstract

Dokter kecil merupakan peserta didik yang dipilih karena memenuhi kriteria dan dilatih untuk ikut melaksanakan usaha dalam peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Termasuk dalam pemberian obatobatan yang baik dan benar. Namun, pada usia dokter kecil pengetahuan mengenai obat-obatan masih sangat kurang sehingga diperlukan adanya pembekalan lebih lanjut. Terdapat banyak jenis kegiatan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran salah satunya yaitu menggunakan media permainan edukasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media edukasi kesehatan menggunakan Alat Permainan Edukasi (APE) tentang obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K. penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode pre-eksperimen, perencanaan yang digunakan adalah one grup, pretest dan posttest design yaitu melakukan satu kali pengukuran didepan (pretest) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post test). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i MIN 27 Kabupaten Aceh Besar yang terdaftar sebagai anggota dokter kecil yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa/i sebelum diberikan penyuluhan yaitu 6.83 dan pengetahuan siswa/i sesudah dilakukan penyuluhan menjadi 14.68, adanya peningkatan pengetahuan siswa/i sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan selisih 7,82. Dari hasil penelitian yang didapat dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan Alat Permainan Edukasi (APE) terhadap pengetahuan dokter kecil mengenai obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar.
Efektivitas Mengunyah Buah Apel Malang dan Pepaya sebagai Self Cleansing Terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Siswa Kelas V SDN 2 Lamcot Cut Aja Nurasikin; Fazira, Mela
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1059

Abstract

Makanan berserat dan kesehatan mulut yang baik merupakan faktor penting dalam pencegahan penyakit gigi dan mulut. Makanan berserat adalah makanan yang mempunyai daya pembersih gigi yang baik seperti nanas, pir, apel, stroberi, pepaya, semangka dan bengkoang mengandung banyak air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas mengunyah apel malang dan papaya sebagai self cleansing terhadap status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas V SDN 2 Lamcot. Jenis penelitian ini dilakukan menggunakan metode quasi eksperiment pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa kelas V SDN 2 Lamcot. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Penelitian ini dilakukan selama 2 hari pada tanggal 02 s.d 03 Mei 2025. Hasil penelitian analisis data menggunakan uji paired sample T-test rata-rata PHP-M indeks sebelum mengunyah buah apel malang (38,88), sesudah mengunyah buah apel malang (19,12) dan sebelum mengunyah buah pepaya rata-rata PHP-M indeks (42,77), sesudah mengunyah buah pepaya (29,00). Diperoleh adanya efektivitas mengunyah buah apel malang dan pepaya terhadap penurunan status kebersihan gigi dan mulut dengan nilai signifikasi p = 0,000 (<0,05) untuk perlakuan mengunyah apel malang dan nilai signifikasi p = 0,002 (<0,05) untuk perlakuan mengunyah pepaya, namun perlakuan mengunyah apel malang lebih efektif.
Efektivitas Terapi Okupasi Berbasis Berkebun dalam Menurunkan Gejala Halusinasi Pendengaran pada Penderita Skizofrenia: Studi Kasus di Aceh Fahmi Adha, Mohd. Rizal; Qarimah, Siti Nurafifah; Fitria, Fitria; Kartikasari Nst, Komala; Fonna, Rhiesqi Chintia
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1068

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu manifestasi klinis dari gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan persepsi sensorik, seperti mendengar suara-suara yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan rangsangan eksternal. Intervensi nonfarmakologis menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi gejala tersebut, salah satunya adalah melalui terapi okupasi dengan aktivitas berkebun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan melalui terapi okupasi berkebun dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Studi ini dilaksanakan di wilayah Aceh selama lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi berkebun memberikan dampak positif terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran. Hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol serta mengelola halusinasi setelah menjalani terapi. Pada subjek I, skor tanda dan gejala halusinasi yang awalnya sebesar 88 persen mengalami penurunan sebesar 33 persen setelah intervensi dilakukan. Sementara itu, pada subjek II, dengan skor awal yang sama, terjadi penurunan sebesar 44 persen setelah mengikuti terapi berkebun. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi berkebun dapat digunakan sebagai salah satu metode nonfarmakologis yang efektif dalam penanganan halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan jiwa
Hubungan Pertumbuhan Pribadi, Hubungan Positif dengan Orang Lain, dan Penerimaan Diri dengan Stres Mahasiswa Penyusun Tugas Akhir Universitas Teuku Umar 2024 Duana, Maiza; Azrina Sufi Nasution; Idarul Hafni; Safrida, Safrida; Muliane, Muliane
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 93 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) dan skala tingkat stres, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PWB yang tinggi (57,0%), dengan dimensi pertumbuhan pribadi menjadi aspek yang paling menonjol, sementara hubungan positif dengan orang lain masih merupakan aspek yang perlu ditingkatkan. Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang (57,0%), dan hasil analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PWB dan tingkat stres (p = 0,033), di mana mahasiswa dengan PWB tinggi cenderung mengalami stres ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri berperan sebagai faktor pelindung terhadap stres akademik. Oleh karena itu, penguatan PWB melalui pengembangan diri, peningkatan kualitas interaksi sosial, serta penyediaan dukungan psikologis sangat penting untuk mendorong kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.
Efektifitas Hidroterapi Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia di Gampong Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Nazari, Nuri; Yennizar, Yennizar; Maulida, Maulida; Sari Morian, Popy Citra; Andriani, Nv
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1077

Abstract

Efektifitas hideroterapi terhadap penurunan hipertensi merupakan topik penelitian yang dapat menjelaskan dampak penggunaan hidroterapi sebagai metode non-farmakologis dalam mengelola hipertensi pada populasi lansia.Lansia sering menghadapi masalah yang dapat mempengaruhi tekanan darah mereka. Hideroterapi adalah terapi yang melibatkan penggunaan air dalam berbagai bentuk untuk memperbaiki kesehatan.Penelitian semacam ini menyelidiki dapatkah hidroterapi membantu menurunkan hipertensi pada lansia. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui tekanan darah pada lansia sebelum dilakukan hidroterapi dan sesudah dilakukan hidroterapi dan untuk melihat pengaruh Efektifitas hidroterapi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Desa Pasi Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Metode penelitian ini yang digunakan adalah quasy eksperiment design dengan menggunakan rancangan Pre and post test without control (control diri sendiri) pada desain ini peneliti hanya melakukan intervensi pada dua kelompok dengan perbandingan. hasil uji Independen T Test diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,000  < 0,05, yang artinya bahwa ada perbedaan rata-rata nilai kelompok hidroterapi air dingin denngan kelompon hidroterapi air hangat, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hidroterapi air hangat lebih efektif daripada hidroterapi air dingin terhadap penurunan tekana darah pada lansia. Diharapkan agar penelitian ini bisa menambah wawasan yang nantinya akan dapat dipraktikan oleh diri sendiri dan mahasiswa mengenai Efektifitas hidroterapi terhadap penurunan hipertensi pada lansia.
Hubungan Pola Makan Dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Mahasiswa Di Universitas X Putri, Trisna Isnanda; Yani, Evi Dewi; Hanum, Nisrina; Usman, Said; Juliana, Cut; Rimadeni, Yeni; Sari Morian, Popy Citra
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1088

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada mahasiswa dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani. Pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan tinggi lemak atau pedas, serta tingkat stres akademik yang tinggi menjadi faktor risiko yang berperan dalam meningkatkan kejadian GERD. Hasil survei awal pada mahasiswa di Universitas X menunjukkan 46% responden mengalami gejala GERD, sebagian besar disertai kebiasaan makan yang kurang sehat dan beban akademik yang memicu stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease pada mahasiswa di Universitas X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif di Universitas X sebanyak 484 mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 241 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 16-26 Mei 2025. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner pola makan, GERD-Q dan PSS-10. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (p = 0,000) dan tingkat stres (p = 0,000) dengan kejadian GERD pada mahasiswa di Universitas X. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan tingkat stres dengan kejadian GERD pada mahasiswa. Upaya pencegahan melalui edukasi gizi seimbang dan manajemen stres perlu diintegrasikan dalam program kesehatan kampus untuk menurunkan risiko GERD pada populasi mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9