cover
Contact Name
Raden Muhamad Firzatullah
Contact Email
firza.bogor@gmail.com
Phone
+6282125664824
Journal Mail Official
firza.bogor@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sabar Jaya No.116, Mariana, Kec. Banyuasin I, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan 30962
Location
Kab. banyuasin,
Sumatera selatan
INDONESIA
IWTJ : International Water Transport Journal
ISSN : 27233294     EISSN : 27233294     DOI : https://doi.org/10.54249/iwtj
International Waterways Transport Journal (IWTJ) is a journal which handled by Inland Water and Ferries Transport Polytechnic of Palembang (Poltektrans SDP Palembang) of record for the towing and barge industry on the inland waterways of the Palembang, Indonesia chiefly the watershed of the Musi River and its tributaries and the Gulf Intracoastal Waterway. Our customers are the barge companies, ports, terminals, fleets, shipyards, refuelers, shippers, suppliers and marine contractors that form the inland waterways transportation industry.
Articles 131 Documents
Pengaruh Perawatan Fresh Water Cooler Terhadap Kinerja Mesin Induk di Kapal KMP. Portlink III Lopulalan, P Marcello; Sidharta, Driaskoro Budi; Ananda, Frisca Rizky
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Perawatan Fresh Water Cooler Terhadap Kinerja Mesin Induk Di Kapal KMP. Portlink III, (Dibimbing oleh p. Marcello Lopulalan, M.Pd, M.Mar.E dan Driaskoro Budi Sidharta, M.Sc). Mesin induk merupakan suatu pesawat yang memiliki peranan yang sangat penting di atas kapal untuk menunjang pengoperasian kapal, sehingga kapal dapat beroperasi dengan baik. Dalam mendukung kinerjanya mesin induk, terdapat beberapa sistem di dalamnya dan salah satunya adalah sistem pendingin air tawar. Sistem ini berfungsi untuk mencegah panas yang berlebih pada mesin induk karena mesin induk dapat menghasilkan energi gerak dan energi panas pada saat proses pengoperasiannya. Gagalnya fresh water cooler mendinginkan mensin dapat berdampak pada kerusakan mesin. Perawatan fresh water cooler merupakan tindakan yang dapat mengembalikan kemampuan fresh water cooler dalam mendinginkan mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengarauh perawatan fresh water cooler terhadap kinerja mesin induk di atas kapal. Penelitian ini dilakukan di atas KMP. Portlink III selama dua belas bulan. Data yang digunakan berupa data primer yang diambil secara langsung oleh peneliti saat melaksanakan praktek. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya kotoran yang terbawa oleh air laut pada fresh water cooler, sehingga penyerapan panas menjadi berkurang, ditambah lagi kapasitas air pendingin yang berkurang, yang mengakibatkan proses penyerapan panas tidak maksimal.
EVALUASI TARIF PENUMPANG PADA KAPAL FERRY DI LINTASAN BATULICIN-TANJUNG SERDANG KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sutrisno, Slamet Prasetyo; Diani, Oktrianti; Sinambela, Guido Laurensius
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Batulicin melayani dua lintasan yaitu lintasan Batulicin – Tanjung Serdang dan Lintasan Batulicin – Garongkong . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan tarif penumpang pada rute BatulicinTanjung Serdang, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Evaluasi tarif penumpang memastikan bahwa tarif yang berlaku sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada dan memberikan manfaat yang optimal bagi pengguna ferry.Metode penelitian yang digunakan dalam karya iniF adalah metode deskriptif analitik. Informasi tarif penumpang untuk rute Batulicin-Tanjung Serdang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti perusahaan ferry, pemerintah daerah dan pengguna ferry. Selain itu, informasi tentang kebutuhan dan preferensi penumpang diperoleh melalui survei dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan.Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, ditentukan pola penggunaan, pemanfaatan kapasitas dan kebutuhan penumpang ferry. Pandangan dan harapan penumpang tentang tarif penumpang dipahami secara kualitatif. Hasil evaluasi harga penumpang memberikan informasi berharga untuk merumuskan kebijakan harga yang lebih efisien dan efektif. Hasil studi ini diharapkan dapat membantu pemerintah kota dan perusahaan penyeberangan untuk meningkatkan layanan dan memenuhi kebutuhan penumpang dengan lebih baik.
Evaluasi Standar Pelayanan Minimal Penumpang KM.Dharma Ferry II Pada Lintasan Semarang-Ketapang Pelabuhan Tanjung Emas Provinsi Jawa Tengah Yulianto, Andri; Latuheru, Paulina M; Ardiansyah, M Rakheen
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi Standar Pelayanan Minimal Penumpang merupakan hal yang sangat penting dilaksanakan guna menunjang kepastian dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat pengguna jasa angkutan penyeberangan yang aman, nyaman, tertib dan lancar serta sesuai dengan daya jangkau masyarakat .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Standar Pelayanan Minimal Penumpang di atas Kapal KMP Dharma Ferry 2 Penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan angkutan penyeberangan dan untuk mengetahui aspek apa saja yang harus di tingkatkan pada pelayanan penumpang,pemuatan kendaraan dan pengoperasian kapal agar sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor 62 Tahun 2019 Berdasarkan hasil penelitian tingkat kesesuaian pada pelayanan penumpang 63,1%,pelayanan pemuatan kendaraan 71,4% dan pelayanan operasional kapal 75%,sehingga pelayanan KMP.Dharma Ferry 2 tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal. Aspek yang harus ditingkatkan agar memenuhi Standar Pelayanan Minimal yaitu:(1)Keamanan,kemudahan,kesetaraan pada pelayanan penumpang kemudahan akses penumpang pada pelayanan pemuatan dan (3) Keteraturan jadwal operasional kapal
Tinjauan Terhadap Pencegahan Pencemaran Dalam Pengoperasian Kapal Pada Pelabuhan Penyeberangan Lintasan Bakauheni - Merak Sulistiyono, Noor; Dzulfi, Isman; Zikri, Muhammad
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Lintasan Bakauheni - Merak memiliki peranan krusial dalam menghubungkan dua pulau besar di Indonesia yaitu, Sumatera dan Jawa. Kapal-kapal yang beroperasi di pelabuhan ini seringkali menghadapi risiko pencemaran lingkungan. Berdasarkan kondisi dipelabuhan ditemukan masih banyaknya sampah yang mengapung di perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan prosedur pengumpulan sampah di atas kapal. Metode yang digunakan dalam menganalis adalah gap analisis dimana peneliti membandingkan kondisi sebenarnya dipelabuhan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kondisi di KMP. Portlink V sudah menerapkan semua aturan yang di tetapkan oleh pihak PT. ASDP Ferry Indonesia ( Persero ) Cabang Bakauheni maupun Marrine Pollution (MARPOL) Lampiran V Peraturan Tentang Pencegahan Pencemaran yang di akibatkan oleh sampah dari kapal
OPTIMALISASI PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR DENGAN INDONESIA PORT INTEGRATION SYSTEM (INAPORTNET) UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KANTOR KSOP KELAS II PALEMBANG Widjatmoko, Eko Nugroho; Kartini, Sri; Riyanti, Nadya
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementrian Perhubungan di wilayah perairan Palembang dan sekitarnya yang berada dibawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian penggunaan Indonesia Port Integration System (INAPORTNET) dalam pelayanan Clearance In dan Clearance Out di wilayah Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang. Permasalahan ini mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 93 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Angkutan Laut, Peraturan Menteri Nomor 93 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Terkait Dengan Angkutan Di Perairan, dan Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui INAPORTNET. Hasil dari penelitian ini adalah: Penerapan penggunaan Inaportnet oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang dalam pelayanan penerbitan SPB belum optimal karena terdapat hambatan-hambatan dalam penerapanya, hambatan yang dihadapi pihak agensi perusahaan kapal dan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang dalam penggunaan Inaportnet dalam melakukan pelayanan SPB antara lain Dokumen yang kadaluarsa, Kurangnya pelatihan dan sosialisasi, dan Lemahnya jaringan internet,upaya yang dapat dilakukan pihak agensi perusahaan kapal dan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang dalam mengoptimalkan hambatan yang terjadi antara lain dengan menambah koneksi internet, membuat layanan customer service, memperpanjangan sertifikat yang kadaluarsa agar pada saat mengunggah sertifikat ke dalam sistem Inaportnet tidak terjadi masalah yang dapat menghambat proses penerbitan SPB dan diadakanya sosialisasi termasuk pelatihan agar pengguna jasa layanan Inaportnet tidak merasakan kebingungan dalam tahapan penggunaan layanan Inaportnet serta dapat menambah kecepatan internet supaya tidak terjadi masalah yang berkaitan dengan jaringan internet ketika proses mengunggah data dalam sistem Inaportnet.
Evaluasi Operasional Kapal Penyeberangan pada Lintasan Lembar – Padang Bai Khairani, Muhammad; Utami, Fisca Dian; Andilla, Tasya Kharisma
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Lembar beroperasi selama 24 jam dengan lintasan Lembar Padang Bai dan Lembar-Ketapang. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan angkutan penyeberangan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah trip kapal, usulan penggantian/penambahan jumlah kapal, penambahan waktu pelabuhan penyeberangan dan usulan penambahan jumlah dermaga sesuai dengan kondisi eksisting pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2681/AP.005/DRJD/2006 tentang Pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan. Metode yang digunakan untuk prediksi penumpang dan kendaraan menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) dengan menggunakan data produktivitas 3 tahun terakhir dan dianalisis menggunakan analisis frekuensi kebutuhan kapal, analisis kebutuhan jumlah kapal dan analisis penjadwalan. Berdasarkan hasil analisis bahwa dengan banyaknya jumlah trip yang ada sebenarnya telah memenuhi kebutuhan dari pengguna jasa, namun sering kali kapal berangkat tidak sesuai jadwal jam keberangkatan dan berangkat dalam keadaan tidak memenuhi kapasitas yang tersedia. Sehingga kapal masih harus menunggu muatan penumpang dan kendaraan setiba kapal telah sandar didermaga. Untuk itu, perlu adanya pengurangan operasional jumlah kapal, mengurangi trip keberangkatan dan perubahan jadwal keberangkatan kapal agar tidak ada lagi kapal sandar lama di pelabuhan melebihi waktu yang sudah ditentukan oleh pihak Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Lembar.
Upaya Peningkatan Kelengkapan Dokumen dan Sertifikasi Kapal Motor Tradisional di Pelabuhan Batang Serai Guna Peningkatan Aspek Keselamatan Ilham, Chairul Insani; Santoso, Santoso; Putra, Dedy Juliansyah
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Pelabuhan Batang Serai Kabupaten Deli Serdang, masih banyak perusahaan/pemilik kapal yang tidak menyadari pentingnya surat-surat kelengkapan kapal yang berfungsi sebagai legalitas atau sahnya kapal untuk berlayar dan keterampilan awak kapal atau nahkoda dalam mengoperasikan kapal, serta hal yang lainnya menyangkut dengan syaratsyarat kelaikan kapal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang nantinya akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati menurut pendapat mereka. Data-data yang dikumpulkan yaitu berasal dari wawancara, observasi langsung dan dokumen resmi yang terkait lainnya dan hasilnya dalam bentuk opini atau pendapat dari orang lain dengan berdasarkan objek yang sedang diamati. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Pelabuhan Batang Serai Kabupaten Deli Serdang, kapal yang beroperasi belum melengkapi sertifikasi. Kondisi yang direncanakan adalah semua kapal yang beroperasi di Pelabuhan Batang Serai Kabupaten Deli Serdang harus melengkapi sertifikat untuk menjamin keselamatan penumpang. Perlu adanya pelatihan/diklat mengenai sertifikasi dan registrasi kapal angkutan sungai dan danau yang diikuti oleh sumber daya manusia khusunya di BPTD Kelas II Sumatera Utara, selanjutnya dilaksanakannya sosialisasi pentingnya sertifikasi dan dilakukan razia berkala mengenai kelengkapan sertifikasi.Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu diadakannya koordinasi dengan instansi terkait dalam penegasan aturan yang berlaku mengenai kelengkapan sertifikasi kapal dengan melakukan razia yang diikuti penyuluhan tentang pentingnya kelengkapan sertifikasi kapal.
EVALUASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR,PERSONIL DAN PERALATAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LIMBAH PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN BAJOE PROVINSI SULAWESI SELATAN Saputra, Bagus Dwi
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bajoe terletak di Kabupaten Bone yang berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Pencemaran lingkungan menjadi isu yang sangat popular terutama pencemaran di lingkungan maritim. Sumber-sumber pencemaran laut sendiri banyak penyebab-penyebabnya diantaranya adalah karena aktifitas perkapalan dan pelabuhan.Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif. Ada pun metode dalam pengambilan data yang digunakan merupakan observasi, wawancara dan penyebaran angket kuesioner. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan permasalahan maka diambil kesimpulan terhadap penanggulangan pencemaran di pelabuhan penyeberangan Bajoe. Ketersediaan standar operasional prosedur belum ada sehingga perlu adanya penerapan standar operasional yang berlaku sehingga saat terjadi pencemaran dapat ditanggulangi dengan Langkah langkah yang tepat. Ketersediaan alat dan bahan pencegahan pencemaran yang belum ada sehingga perlu adanya pengadaan alat dan bahan tersebut sesuai regulasi yang ada. Tingkat kompetensi personil pelabuhan terhadap penanggulangan pencemaran yang belum ada sehingga perlu adanya pelatihan kompetensi penanggulangan pencemaran. Usulan dalam Upaya pencegahan pencemaran di perairan untuk menerapkan standar operasional prosedur yang berlaku. Untuk melakukan pengadaan alat dan bahan yang belum terdapat di pelabuhan penyeberangan Bajoe setidaknya mengakomodir 10% dari Panjang kapal yang terbesar yang bersandar di pelabuhan penyeberangan Bajoe. Peningkatan kompetensi penanggulangan pencemaran terhadap personil pelabuhan penyeberangan Bajoe.
Analisis Faktor Kendala Pemuatan Kendaraan Diatas Kapal Penyeberangan Lintasan Bastiong-Sofifi Tungkup, Doharman Lumban; Firzatullah, Raden Muhamad; Koirunnisa, Ishma Zhalfa
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 1 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bastiong merupakan pelabuhan yang dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate yang melayani enam lintasan. Pelabuhan ini dilengkapi dengan kapal berjumlah 13 kapal beroperasi dengan keterangan 2 kapal sedang docking. Salah satu lintasan komersil yang berada di Pelabuhan Penyeberangan Bastiong yaitu lintasan Bastiong-Sofifi dengan jarak 14 Mil laut dan ditempuh dalam waktu 2 jam. Pada pelabuhan ini masih ditemukan beberapa kegiatan yang tidak dijalankan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, seperti tidak adanya jembatan timbang bagi kendaraan sebelum memasuki kapal, tidak terdapat informasi tentang berat dan jenis muatan, jumlah alat pengikat kendaraan yang tidak memadai, jarak antar kendaraan yang berdekatan, sterilisasi penumpang saat pelayaran, dan kebersihan deck kapal dari ceceran minyak. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif yaitu metode yang dilihat dari kondisi objek, dan membahas tentang proses pemuatan kendaran serta peran dan upaya penyelenggara pelabuhan terhadap pelaksanaan pemuatan kendaraan di kapal penyeberangan. Berdasarkan observasi dilapangan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong tidak memiliki jembatan timbang dimana alat tersebut digunakan untuk mengetahui berat muatan kendaraan yang akan masuk ke kapal, tidak dilaksanakan lashing kendaraan, kendaraan yang disusun tidak sesuai dengan peraturan dimana kendaraan di letakkan dengan arah membujur searah dengan haluan/buritan kapal, dan penumpang yang berada di deck kendaraan selama pelayaran. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dan peran penyelenggara pelabuhan mengenai prosedur pemuatan kendaraan di atas kapal sehingga dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang serta ABK (Anak buah kapal)..
EVALUATION OF OPERATION PATTERNS AT THE AJIBATA-TOMOK PORT NORTH SUMATERA PROVINCE Sari, Yulia Puspita; Khairani, Muhammad; Komalasari, Yeti; Atika, Aulia Ika; Fatista, Elga
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 2 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: October)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On the Ajibata-Tomok route, there are still vehicles and passengers that are not loaded onto the ship, so that service users must wait for the next departure. This can certainly be detrimental to service users, for example for service users who bring vehicles containing logistics for Samosir Island, where if there is a delay it can disrupt the economic activities of Samosir Island. Therefore, this study aims to determine the ship load factor, efficient operating patterns and departure schedule planning based on the number of ship trips. This study is quantitative with a calculation formulation that is analyzed using several load factor analysis methods, passenger and vehicle growth prediction analysis using the arima method, ship frequency analysis, and scheduling analysis. Based on the analysis results, the departure load factor on the Ajibata-Tomok route for passengers is 30% and vehicles is 95%, lay over time is 48.58 minutes, and the current ship round trip time is 203.96 minutes. The frequency of the existing fleet is 2 ships with 12 trip departures/day, making the ship schedule serving the Ajibata-Tomok route still inappropriate. So a scheduling plan is designed according to the needs of service users, namely 5 trips/ship/day and an additional ship fleet is needed to become 3 ships. The results of passenger and vehicle growth forecasts show that productivity will continue to increase by 44% each year. Planning an efficient ship departure operating pattern can reduce the ship load factor.

Page 10 of 14 | Total Record : 131