cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
PERAN DESA ADAT DALAM KONFLIK SOSIAL: STUDI KASUS KONFLIK TANAH ANTARA DESA ADAT KLECUNG DAN PURI KERAMBITAN DI TABANAN, BALI Ni Made Mariska Ayu Utari; Piers Andreas Noak; Gede Indra Pramana
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5918

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik tanah antara Desa Adat Klecung dan Puri Kerambitan di Tabanan, Bali, yang melibatkan kepentingan historis, adat, dan hukum. Konflik muncul dari upaya Puri Kerambitan mensertifikatkan jalan akses menuju Pura Kahyangan Taman, yang juga digunakan Desa Adat Klecung menuju Pura Puseh. Kedua pihak berbeda pandangan tentang kepemilikan tanah, dengan Puri Kerambitan mengacu pada dokumen sejarah, sedangkan Desa Adat Klecung menganggapnya sebagai bagian dari warisan leluhur. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis pola konflik dan hubungan kekuasaan antara adat dan pemerintah, serta menawarkan solusi penyelesaian sengketa tanah adat.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN Khumaidi, Khumaidi; Lailatuz Zahro
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5919

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi program andalan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Payung hukum yang menjadi landasan yuridis program PKH adalah Peraturan Menteri Sosial No. 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan yang memiliki tujuanpengentasan kemiskinan. Melihat tujuan program PKH sebagaimana yang diatur dalam undang-undang, tentu tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara pendamping program PKH dan KPM. Disinilah peran pendamping sosial yang diharapkan dapat mengawal program PKH agar betul-betul tepat sasaran serta dalam pencairan dana apakah dipergunakan sesuai dengan kebutuhan atau gaya hidup. Sehingga peneliti mengambil fokus mengenai implementasi program keluarga harapan dalam upayapengentasan kemiskinan. guna keberhasilan PKH di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini pengimplementasian PKH telah memberikan dampak positif dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Program ini membantu keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pendidikan dan kesehatan. Dengan adanya bantuan tunai, keluarga dapat lebih fokus pada investasidalam pendidikan anak dan perawatan kesehatan, yang pada gilirannya dapat membuka peluang ekonomibaru dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam pengimplementasian PKH di Desa Sukorejo dapat dilihat dari jumlah orang yang kurang mampu, penerima bantuan yang sudah mendapatkan bantuan ada perubahan atau tidak.
EFEKTIVITAS PELAYANAN E-KIR DALAM PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PASURUAN Agus Prianto; Faridatul Amanah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5920

Abstract

Setiap penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk memberikan pelayanan yang mudah dan berkualitas bagi masyarakat salah satunya dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu dinas yang menerapkan layanan e-kir dalam pengujian kendaraan bermotor. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar proses pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Namun pada pelaksanaanya terdapat beberapa fenomena masalah yang ditemukan yakni masih banyaknya pemohon uji yang melakukan pendaftaran secara manual atau konvensional dan juga pemohon uji yang masih menggunakan jasa calo sebagai akibat dai kurangnya pengetahuan masyarakat akan adanya serta tata cara penggunaan aplikasi e-kir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan e-kir dalam pengujian kendaraan bermotor di dinas perhubungan kabupaten pasuruan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori efektivitas dari Gibson dan Steers yang meliputi 5 Indikator : Produksi/Produktivitas, Mutu/Kualitas, Efisiensi, Flaksibilitas, dan Kepuasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk indikator produktivitas, mutu/kualitas, dan fleksibilitas belum sepenuhnya efektif karena ada yang perlu ditingkatkan lagi agar lebih optimal. Sedangkan indikator efisiensi dan kepuasan sudah berjalan dengan efektif.
ANALISIS BUDAYA KERJA APARATUR PEMERINTAH DESA dalam PRESPEKTIF PIERRE FELIX BOURDIEU: (Studi di Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan) Wardatut Toyyibah; Agus Prianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5924

Abstract

Budaya sangat penting dalam menjalankan tugas berorganisasi, karena budaya mencerminkan interaksis yang kompleks antara nilai (value), sikap (attitueds) dan perilaku (behaviors) yang kemudian membentuk menjadi siklus yang ditunjukan oleh setiap anggota-anggotanya. Habitus atau kebiasaan bukanlah bawaan alamiah atau kodrat tetapi merupakan hasil pembelajaran lewat pengasuhan dan bersosialisasi dalam masyarakat. Komponen penting dalam habitus ini adalah Modal dan Arena yang kemudian menjadi penting dalam membentuk habit atau kebiasaan aparatur desa sengonagung. Penelitian ini mengkaji tentang analisis budaya kerja aparatur pemerintah desa dengan menggunakan kaca mata perspektif pierre felix bourdieu serta apa saja yang membentuk budaya organisasi aparatur pemerintah desa sengonagung dengan kacamata penelitian pierre felix bourdieu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis budaya kerja aparatur pemerintah desa sengonagung dalam perspektif pierre felix bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara/interview, studi dokumentasi, dan triagulasi teknik menutut Yulianto Kadji (2014). Dan teknik analisis data Miles Huberman dan Saldana (2014) yaitu pengumpulan data (data collection), kondensasi data (data condensation), menyajikan data (data display), menarik kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Habitus aparatur desa sengonagung dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat tidak sesuai dengan aturan yang dibuat, seperti jam buka pelayanan yang tidak tepat waktu. Keterampilan dalam mengoperasikan Ilmu Teknologi (modal budaya), kerjasama yang baik untuk menutupi kekurangan antar aparatur desa (modal sosial), masalah pribadi yang menyebabkan terlambatnya masuk kantor (modal ekonomi) dan keberadaan kantor desa yang strategis (modal simbolik) menjadi satu komponen penting dalam pembentukan habitus pemerintah desa sengonagung. Sedangkan pembentuk budaya-budaya pemerintah desa sengonagung adalah salah satu pengaruh dari seorang pemimpin atau pemangku kepentingan. Keterbatasan dalam modal juga menjadi pembentuk budaya sendiri.
STRATEGI DIPLOMASI DAN NEGOSIASI DALAM BISNIS WEDDING ORGANIZER Hasikin, Haerul; Harmonis, Harmonis
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5926

Abstract

Dalam industri wedding organizer yang semakin kompetitif, kemampuan untuk bernegosiasi dan menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan. Articel ini menganalisis peran diplomasi dan negosiasi dalam bisnis wedding organizer, dengan fokus pada strategi yang efektif untuk membangun kepercayaan dan reputasi. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi berbagai teknik negosiasi yang digunakan dalam interaksi dengan klien, vendor, dan mitra bisnis. Tantangan yang dihadapi, seperti perbedaan budaya dan ekspektasi klien, juga dibahas untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika hubungan dalam konteks ini. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi yang transparan, fleksibilitas dalam penawaran, dan kemampuan untuk mengelola konflik secara efektif merupakan praktik terbaik yang dapat meningkatkan hasil negosiasi dan hubungan jangka panjang. Dengan demikian, Articel ini menawarkan rekomendasi bagi wedding organizer untuk mengoptimalkan strategi diplomasi dan negosiasi mereka dalam mencapai kesuksesan di pasar yang terus berkembang serta mampu bersaing di dunia bisnis wedding organizer Kata Kunci: Diplomasi, Negosiasi, Wedding Organizer, Strategi Bisnis In the increasingly competitive wedding organizer industry, the ability to negotiate and build good relationships with various parties is key to success. This article analyzes the role of diplomacy and negotiation in the wedding organizer business, focusing on effective strategies to build trust and reputation. Through a case study approach, this research explores various negotiation techniques used in interactions with clients, vendors, and business partners. Challenges faced, such as cultural differences and client expectations, are also discussed to provide deeper insights into the dynamics of relationships in this context. Findings indicate that transparent communication, flexibility in offers, and the ability to effectively manage conflicts are best practices that can enhance negotiation outcomes and long-term relationships. Thus, this article offers recommendations for wedding organizers to optimize their diplomacy and negotiation strategies in achieving success in an ever-evolving market and to remain competitive in the wedding organizer business. Keywords: Diplomacy, Negotiation, Wedding Organizer, Business Strategy
ANALISIS ISI KEKERASAN VERBAL PADA FILM GALAKSI Haikal Ahmad Novriansyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5930

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada kekerasan verbal dalam film Galaksi , mengidentifikasi prevalensinya dan dampaknya terhadap penonton, terutama anak-anak dan remaja. Kurangnya pengawasan terhadap klasifikasi usia penonton film di Indonesia menjadi perhatian utama. Tujuan penelitian adalah menentukan persentase kecenderungan kekerasan verbal dalam film ini, dengan harapan memberikan kontribusi pada kesadaran publik dan penelitian lanjutan dalam konteks kekerasan dalam media film.Metode yang digunakan adalah Analisis Isi kuantitatif, yang objektif dan sistematik dalam menggambarkan isi pernyataan komunikasi (manifest). Metode ini dipilih untuk meneliti freku ensi dan persentase adegan kekerasan dalam film Galaksi, sesuai dengan pendekatan kuantitatif yang menghasilkan generalisasi dan memerlukan objektivitas (Kriyantono, 2010:55).Dalam film Galaksi, kekerasan verbal didominasi oleh kata kasar (frekuensi 55, presentase 84.6%) dan kata mengancam (frekuensi 10, presentase 14.29%). Kekerasan psikologis, khususnya melalui kata-kata kasar seperti anjing dan goblok, menonjol dalam narasi film ini, mencerminkan tingginya frekuensi kekerasan verbal yang terjadi dalam konteks cerita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Galaksi, kata kasar (84.6%) dan kata mengancam (14.29%) muncul secara signifikan, dengan total 100%. Meskipun merupakan film drama, kesimpulan menunjukkan bahwa kekerasan verbal dalam film ini cukup tinggi.
EFEKTIVITAS PERAN SEKRETARIAT DPRD DALAM MENINGKATKAN KINERJA DPRD PROVINSI LAMPUNG Permana, Aldi Rizki; Juwita, Masayu Nila
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5941

Abstract

Sekretariat DPRD Provinsi Lampung juga berperan dalam mendukung fungsi anggaran dan juga fungsi pengawasan, hal ini dibuktikan dengan adanya bagian anggaran DPRD Provinsi Lampung yang pemeran pentingnya ialah Sekretariat DPRD Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mengetahui efektivitas peran Sekretariat DPRD Provinsi Lampung dalam meningkatkan kinerja DPRD Provinsi Lampung dan mengetahui aspek pendukung dan aspek penghambat efektivitas peran Sekretariat DPRD Provinsi Lampung dalam meningkatkan kinerja DPRD Provinsi Lampung. Tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Peran Sekretariat DPRD sangat efektif dalam meningkatkan kinerja DPRD Provinsi Lampung dalam mendukung pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Lampung hendaknya Sekretariat DPRD mewujudkan reformasi birokrasi melalui perbaikan sistem tatakelola (manajemen) urusan pemerintahan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Aspek pendukung dan aspek penghambat efektivitas peran Sekretariat DPRD dalam meningkatkan kinerja DPRD Provinsi Lampung adalah fasilitas kerja yang memadai, dan memiliki kultur kerja yang mengedepankan pelayanan yang ramah, berintegritas tinggi, efektif dan efisien dalam pelayanan, bekerja secara profesional dan disiplin, dan bertanggung jawab dalam tugas menjadi faktor pendukung, sedangkan kurang optimalnya koordinasi antar Sekretariat DPRD dengan OPD lainnya dan kompetensi ASN menjadi faktor penghambat peranan Sekretariat DPRD dalam mendukung pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Lampung.Keyword : Efektivitas; Peran; Sekretariat DPRD; Kinerja The Lampung Provincial DPRD Secretariat also plays a role in supporting the budget function and also the supervisory function; this is evidenced by the existence of the Lampung Provincial DPRD budget section whose important role is the Lampung Provincial DPRD Secretariat. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the role of the Lampung Provincial DPRD Secretariat in improving the performance of the Lampung Provincial DPRD and to determine the supporting aspects and aspects that inhibit the effectiveness of the role of the Lampung Provincial DPRD Secretariat in improving the performance of the Lampung Provincial DPRD. The type of descriptive research with a qualitative approach, data collection techniques in the study are through interviews, observation and documentation as well as qualitative data analysis. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Role of the DPRD Secretariat is very effective in improving the performance of the Lampung Provincial DPRD in supporting the implementation of the Lampung Provincial DPRD function. The DPRD Secretariat should realize bureaucratic reform through improving the governance system (management) of government affairs by optimizing the use of information and communication technology. The supporting and inhibiting aspects of the effectiveness of the role of the DPRD Secretariat in improving the performance of the Lampung Provincial DPRD are adequate work facilities, and having a work culture that prioritizes friendly service, high integrity, effective and efficient in service, working professionally and disciplined, and being responsible in carrying out tasks as supporting factors, while the less than optimal coordination between the DPRD Secretariat and other OPDs and ASN competence are inhibiting factors for the role of the DPRD Secretariat in supporting the implementation of the functions of the Lampung Provincial DPRD. Keywords : Effectiveness; Role; DPRD Secretariat; Performance.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN PEMERINTAHAN DIKANTOR KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG Mauliddi, Achmad Daffa; M. Ardiansyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5947

Abstract

Menurut Tejo (2020), Bapenas (2018) Kinerja merupakan besarnya kontribusi yang diberikan pegawai terhadap kemajuan dan perkembangan di lembaga tempat dia bekerja. Dengan demikian diperlukan kinerja yang lebih intensif dan optimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka (Sudarwan Danim, 2002). Menurut Bogdan dan Taylor, sebagaimana yang dikutip oleh Lexy J. Moleong (2000), penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Lexy. J. Moleong, 2000). Wilayah Kecamatan Rajabasa semula merupakan pemekaran dari kecamatan Induk, yaitu Kecamatan Kedaton berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2001 tentang Penggabungan, Penghapusan dan Pemekaran Wilayah Kecamatan dan Kelurahan Di Kota Bandar Lampung menjadi berjumlah 13 kecamatan dan 98 kelurahan. Aspek pendukung kinerja pegawai meliputi pelatihan dan pengembangan yang rutin, penggunaan teknologi informasi, motivasi dan insentif, kerjasama tim, dan kepemimpinan yang efektif. Pelatihan dan pengembangan yang rutin membantu pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Penggunaan teknologi informasi mempermudah akses data dan informasi, mengurangi waktu proses administrasi, serta meningkatkan akurasi dan transparansi layanan. Aspek hambatan seperti peningkatan infrastruktur, penyederhanaan proses birokrasi, dan peningkatan anggaran sangat penting. Kata Kunci: Kinerja Pelayanan Pegawai; Kecamatan Rajabasa According to Tejo (2020), Bapenas (2018) Performance is the large contribution made by employees to the progress and development of the institution where they work. Thus, more intensive and optimal performance is needed. This type of research is descriptive qualitative research, namely the data collected in the form of words, pictures, not numbers (Sudarwan Danim, 2002). According to Bogdan and Taylor, as cited by Lexy J. Moleong (2000), qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behaviors (Lexy. J. Moleong, 2000). The Rajabasa District area was originally an expansion of the Main District, namely Kedaton District based on Regional Regulation Number 4 of 2001 concerning the Merger, Abolition and Expansion of Districts and Villages in Bandar Lampung City to 13 sub-districts and 98 sub-districts. Aspects that support employee performance include regular training and development, the use of information technology, motivation and incentives, teamwork, and effective leadership. Regular training and development helps employees improve their competence and professionalism. The use of information technology facilitates access to data and information, reduces administrative process time, and increases service accuracy and transparency. Obstacles such as improving infrastructure, simplifying bureaucratic processes, and increasing budgets are very important. Keywords: Employee Service Performance; Rajabasa District
STRATEGI PENGELOLAAN BUMDES DURENSEWU DALAM PENDEKATAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE THE MANAGEMENT STRATEGY OF BUMDES DURENSEWU THROUGH A GOOD CORPORATE GOVERNANCE APPROACH Khumaidi, Khumaidi; Niswatin, Niswatin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5949

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip Good corporate governance (GCG) dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Durensewu, khususnya pada wisata Telaga Sewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG di BUMDes Durensewu telah memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja dan transparansi organisasi. Masyarakat merasakan peningkatan kepercayaan yang berasal dari praktik transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti responsivitas terhadap umpan balik masyarakat dan independensi dalam pengambilan keputusan. Perbandingan dengan BUMDes lainnya mengindikasikan bahwa Durensewu perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan. Rekomendasi strategis meliputi penguatan struktur organisasi dengan pembentukan komite independen, peningkatan kapasitas manajerial melalui pelatihan, dan pengembangan mekanisme responsif untuk umpan balik masyarakat. Selain itu, diversifikasi sumber pendanaan dan strategi pemasaran yang lebih inovatif dianjurkan untuk meningkatkan pendapatan dari wisata Telaga Sewu. Penelitian ini juga menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan untuk analisis perbandingan yang lebih mendalam antara BUMDes di berbagai daerah serta studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penerapan GCG. Keseluruhan, penerapan GCG yang efektif diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMDes Durensewu dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa. Kata Kunci – Good corporate governance, BUMDES. This study explores the application of Good corporate governance (GCG) principles in the management of the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Durensewu, particularly focusing on the Telaga Sewu tourist attraction. The findings indicate that the implementation of GCG at BUMDes Durensewu has had a significant positive impact on organizational performance and transparency. The community has experienced increased trust due to improved transparency and accountability practices. However, challenges such as responsiveness to community feedback and decision-making independence need to be addressed. Comparisons with other BUMDes suggest that Durensewu should adopt best practices to enhance management effectiveness. Strategic recommendations include strengthening organizational structure with the establishment of an independent committee, enhancing managerial capacity through training, and developing responsive mechanisms for community feedback. Additionally, diversifying funding sources and adopting more innovative marketing strategies are advised to boost revenue from the Telaga Sewu tourist attraction. The study also recommends conducting further research for a more in-depth comparative analysis of BUMDes across different regions and longitudinal studies to evaluate the long-term impact of GCG implementation. Overall, effective application of GCG is expected to strengthen the performance of BUMDes Durensewu and contribute to the welfare of the village community. Keywords – Good corporate governance, BUMDes
PERAN PEMUDA KARANGTARUNA DALAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) : (SURVEY DI DESA PLINTAHAN KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN) Andriyani, Kristie; Prianto, Agus
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5950

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pemuda Karang Taruna dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. BUMDes berfungsi untuk memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan desa. Karang Taruna berperan penting dalam pengembangan BUMDes, wisata air terjun, dan gantangan burung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam untuk mengevaluasi peran Karang Taruna serta faktor pendukung dan penghambat dalam kerjasama mereka dengan pemerintahan desa. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan tentang kontribusi pemuda dalam ekonomi lokal dan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan serta strategi BUMDes. Kata Kunci : Karang Taruna, BUMDes, Pengembangan Desa, Partisipasi Pemuda This study analyzes the role of the youth organization Karang Taruna in the development of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Plintahan Village, Pandaan District, Pasuruan Regency. BUMDes aims to utilize local potential and enhance village welfare. Karang Taruna plays a crucial role in the development of BUMDes, as well as in promoting local attractions such as waterfalls and bird singing contests. This research employs qualitative methods with in-depth interviews to evaluate the contributions of Karang Taruna, as well as the supporting and inhibiting factors in their collaboration with the village government. The findings are expected to provide insights into the involvement of youth in local economic development and offer recommendations for policy and strategic improvements for BUMDes. Key Words : Karang Taruna, BUMDes, Village Development, Youth Participation

Page 72 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue