cover
Contact Name
Bambang Kholiq Mutaqin
Contact Email
kholiq@unpad.ac.id
Phone
+6285318398908
Journal Mail Official
kholiq@unpad.ac.id
Editorial Address
PSDKU Universitas Padjadjaran Pangandaran. Dsn. Sukamanah Ds. Cintaratu Kec. Parigi, Pangandaran 46393 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmers: Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 27236994     DOI : https://doi.org/10.24198/fjcs
Farmers: Journal of Community Services is a journal managed by PSDKU Pangandaran Universitas Padjadjaran and published in the open journal system (OJS) at August and January. This journal is intended to publish the result of community service activities in the Agriculture, Animal Husbandry, Fisheries, and Agricultural Product Tecnology which include concepts, models, and implementation as an effort increase development.
Articles 196 Documents
Edukasi Literasi Keuangan untuk Membangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Nelayan Batukaras Fauzan, Farisadri; Dai, Ratna Meisa; Fathoni, Faza Ahmad; Faida, Alicia Nurul; Nurkamilah, Ela; Fauziyyah, Najwa Intan; Noviyana, Laras Sita; Aini, Adinda Octavia Hurul; Apliyati, Hexa
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.72157

Abstract

The uncertainty of fishing yields, weather conditions, and household income underscores the importance of sound financial management for the economic resilience of fishing households. This community engagement program aimed to assess the financial literacy among fishers in Batukaras and strengthen household financial management knowledge through educational activities involving fisher households’ wives. The program comprised an initial survey, data collection from 31 fishers, a descriptive assessment using nine financial literacy indicators, and a financial education session attended by 25 fishers’ wives. The educational intervention incorporated presentations, contextual case examples, income-allocation simulations, discussions, and question-and-answer sessions. The initial assessment indicated a high level of financial literacy, with a total score of 1,000  out of 1,395; however, household financial management remained an area requiring further improvement. Evaluation of the educational activity showed an increase in the mean score from 7.6 on the pre-test to 8.3 on the post-test, while the median increased from 8 to 9. Descriptively, these findings indicate an improvement in participants' knowledge based on the descriptive comparison of pre-test and post-test scores. Context-specific financial education may enhance fishing households’ capacity to manage fluctuating income and contribute to greater economic resilience.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu dan Anak Melalui Diversifikasi Pangan Berbasis Ikan Tenggiri dan Sayuran di Desa Mandrajaya, Kabupaten Sukabumi Annida, Shafira Bilqis; Baihaqi, Faqih; Nirmala, Sefita Aryuti; Nurhayati, Atikah
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71213

Abstract

Pemenuhan gizi yang optimal pada ibu hamil dan anak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Namun, pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi dan pemanfaatan pangan lokal bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu dan anak melalui diversifikasi pangan berbasis ikan dan sayuran. Kegiatan dilaksanakan pada 22 November 2025 di Aula Balai Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan sekitar 40 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu balita, dan ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya gizi keluarga, penyampaian konsep diversifikasi pangan, demonstrasi pengolahan bakso ikan tenggiri dengan penambahan wortel, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi serta pemanfaatan ikan dan sayuran sebagai sumber zat gizi yang dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang dipadukan dengan demonstrasi pengolahan pangan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Peningkatan Pengetahuan dan Kompetensi Peternak Mengenai Aspek Seleksi dan Judging Domba Garut di Kabupaten Pangandaran Nurmeidiansyah, An An; WULANSARI, ASRI
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71748

Abstract

Domba Garut merupakan salah satu sumber daya genetik lokal yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang penting di Jawa Barat, namun proses budidaya komoditas domba Garut masih terkendala oleh minimnya pengetahuan peternak terkait aspek-aspek teknis, salah satunya mengenai seleksi dan judging yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peternak serta mahasiswa mengenai karakteristik, seleksi, judging, dan pendugaan umur domba Garut. Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan 15 peserta, terdiri atas 5 peternak dan 10 mahasiswa di Kampus PSDKU Universitas Padjadjaran, Pangandaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor peserta meningkat dari 7,20 menjadi 11,20 atau sebesar 55,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan judging domba Garut (135,3%), diikuti pengetahuan umum kontes domba (83,5%), pendugaan umur domba (63,3%), dan karakteristik domba Garut (7,7%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peserta, terutama pada aspek teknis seleksi dan penilaian. Kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan kapasitas peternak sekaligus pelestarian dan peningkatan mutu genetik domba Garut sebagai bagian dari budaya Jawa Barat.
Strengthening Food Security through Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Grow-out Aquaculture in Kertayasa Village, Cijulang District, Pangandaran Regency Grandiosa, Roffi; Zidni, Irfan; Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty; Utama, Mochhamad Ikhsan Cahaya
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.67903

Abstract

This community service activity was carried out in Kertayasa Village, Cijulang District, Pangandaran Regency, as a strategic step in following up on the formulation of the community service program of Universitas Padjadjaran in early 2025. The main problem raised was the economic stagnation in the fisheries sector due to the slow growth rate of gourami fish and the high risk of mortality due to disease, although the enthusiasm for cultivation in the community remains high. As an adaptive solution, this activity encourages commodity diversification through the development of tilapia (Oreochromis niloticus) which has fast-growing characteristics and better environmental resilience. The implementation method was carried out through a participatory qualitative approach, including Focus Group Discussions (FGDs) with BUMDes administrators and the village government, as well as the application of SWOT analysis to formulate a roadmap for sustainable business development. The ultimate goal of this initiative is to increase the managerial capacity of fisheries groups and strengthen the village's institutional commitment in building the "Nila Kertayasa" brand as a superior product integrated with the economic ecosystem of the Green Canyon tourist village.
Utilizing Banana Blossom in High-Fiber Chicken Nugget Production to Enhance Family Nutrition in Cintaratu, Pangandaran Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri; Apriani, Rika; Mutaqin, Bambang Kholiq; Febrianto, Firman
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.72031

Abstract

The Utilization of banana blossom in Cintaratu, Pangandaran remains sub-optimal, despite its abundance as a local food resource rich in dietary fiber and essential nutrients. Conversely, commercial nuggets, categorized as Ultra-Processed Food (UPF), are widely consumed despite lacking dietary fiber. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of residents in Cintaratu, particularly The PKK’s women group, in processing banana blossom into fiber-rich nuggets to support family nutrition. The methodology adopted a participatory action approach consisting of preparation (material drafting, formulation trial and partner coordination), training (nutrition education, demonstration, and hands-on practice), and evaluating using pre-test and post-test instruments across 10 assesment indicators. The evaluation results revealed a significant improvement in participants’ knowledge and technical skills. Prior to the training, responses were dominated both by “unknowledgeable” and “Moderately Knowledgeable” 44%. Post-training, unknowledgeable categories were completely eliminated, shifting predominantly to “Knowledgeable” (79%) and “Highly Knowledgeable” (16%). This program successfully transformed low-values local produce into a functional, fiber-rich food innovation, improved participants’ hygiene practices, and fostered local entrepreneurship potential in Cintaratu Village.
Identifikasi Potensi Usaha Tani Kakao Kabupaten Kulon Progo Thirafi, Luthfi; Permatasari, Annisa Indah
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71663

Abstract

Permintaan biji kopi dunia terus menunjukkan tren peningkatan seiring dengan merebaknya gaya hidup minum kopi di masyarakat.Sayangnya, produksi dan supply kakao mengalami ketidaksesuaian dalam beberapa tahun terakhir. Kabupaten Kulon Progo adalah salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia yang potensinya masih belum dioptimalkan. Studi ini bertujuan untuk menggali seperti apa potensi dan kendala yang dihadapi para petani kakao di Kabupaten Kulon Progo sebagai landasan pengembangan di masa mendatang. Studi dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD) bersama 4 kelompok tani kakao di Kapanewon Kalibawang dan Kapanewon Girimulyo. Hasil studi menunjukkan besarnya potensi kakao di Kabupaten Kulon Progo tergambar dari banyaknya jumlah pohon, lahan yang luas, hingga praktik ekstensifikasi yang rutin dilakukan oleh para petani. Hanya saja, terdapat beberapa tantangan seperti rendahnya regenerasi petani, usia pohon yang mulai menua, serta upaya pemasaran yang masih konvensional. Untuk itu, potensi tersebut perlu diikuti dengan pendampingan intensif untuk pengembangan lebih lanjut serta menjaga sustainability usaha tani kakao di Kulon Progo.
Pemanfaatan Jerami Teramoniasi sebagai Pakan Fermentasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Peternak di Kelompok Ternak Lumba-Lumba Karya Jaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Febrianto, Firman
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.69986

Abstract

Keterbatasan ketersediaan hijauan pakan, terutama pada musim kemarau, merupakan kendala utama yang dihadapi peternak rakyat di wilayah pesisir, termasuk Desa Karangjaladri, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan jerami padi amoniasi sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan praktik langsung yang melibatkan anggota Kelompok Ternak Lumba-lumba Karya Jaya. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta terkait pengertian, bahan, cara pembuatan, manfaat, serta ciri-ciri jerami padi amoniasi yang berkualitas baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah pelaksanaan kegiatan, yang mengindikasikan bahwa metode yang diterapkan efektif dalam penyampaian materi. Pembahasan menegaskan bahwa teknologi amoniasi bersifat sederhana, ekonomis, dan sesuai diterapkan pada tingkat peternak dengan memanfaatkan limbah pertanian lokal. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peternak mengenai jerami padi amoniasi sebagai pakan alternatif berkelanjutan, dengan perlunya pendampingan lanjutan untuk mendukung penerapan yang konsisten dan ketersediaan pakan dalam jangka panjang.
Optimalisasi Manajemen Peternakan Domba Garut melalui Kegiatan Sosialisasi dan Transfer Pengetahuan kepada Peternak di Pangandaran Wulansari, Asri; Nurmeidiansyah, An An; Yuniarti, Endah; Febrianto, Firman; Mutaqin, Bambang Kholiq
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71791

Abstract

Domba Garut merupakan salah satu plasma nutfah ternak lokal Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan dengan cuaca panas, sehingga berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Pangandaran. Selain memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi, domba Garut juga menjadi salah satu ternak unggulan yang perlu didukung dengan penerapan manajemen budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak menjadi faktor penting dalam pengelolaan budidaya domba Garut, terutama pada aspek pemilihan bibit, manajemen pakan, kesehatan, reproduksi, serta sistem pemeliharaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen budidaya domba Garut melalui kegiatan sosialisasi dan transfer pengetahuan kepada peternak. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan capaian pemahaman peserta sebesar 84,2%. Pemahaman tertinggi diperoleh pada aspek seleksi bibit domba berkualitas (89,6%) dan manajemen pemeliharaan domba yang baik (88,4%). Sementara itu, aspek kebutuhan pakan memperoleh capaian terendah (80,0%), sehingga diperlukan penguatan melalui praktik lapangan dan pendampingan teknis. Kegiatan sosialisasi dan transfer pengetahuan mampu meningkatkan pemahaman serta kapasitas peternak dalam menerapkan manajemen budidaya domba Garut yang lebih baik. Pengembangan program pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya domba Garut di wilayah Pangandaran.
PEMBUATAN PAKAN IKAN MANDIRI BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DI DESA BABATAN KECAMATAN KATIBUNG LAMPUNG SELATAN Indariyanti, Nur; Hartono, Dwi Puji; Witoko, Pindo; Noor, Nuning Mahmudah; Febriani, Dian; Tirtana, Denta
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.70307

Abstract

The Akbar Sejahtera Fish Farming Group (Pokdakan), located in Babatan Village, Katibung District, South Lampung Regency, is engaged in raising catfish using independent feed. Based on a situational analysis, the problem faced is that the feed quality does not meet SNI standards, characterized by easily disintegrated feed, high crude fiber content (>15%), and low protein content (<25%). Efforts to improve the quality of independent feed are carried out through dissemination of feed production using local raw materials such as trash fish, bran, and corn. This activity aims to improve the knowledge and skills of farmers in producing quality feed that meets SNI standards. Methods used include lectures, discussions, and demonstrations. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of partners, resulting in the ability to produce higher-quality feed. The feed protein content increased to 30%, crude fiber to 8%, the feed texture was improved (not easily disintegrated), and the Feed Conversion Ratio (FCR) improved from 1.6 to 1.1, thereby increasing feed efficiency and catfish production.
Pengembangan sistem Usaha Ternak Kelinci Terintegrasi berbasis Pakan Mandiri dan Pupuk Organik Cair untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal Pratama, Anugrah Robby
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71950

Abstract

 Kelompok Ternak Kelinci Hebat di Desa Pegandon, Kabupaten Kendal, memiliki potensi untuk mengembangkan usaha ternak kelinci secara berkelanjutan. Namun, tingginya biaya pakan komersial dan belum optimalnya pemanfaatan limbah urine kelinci menjadi kendala dalam meningkatkan efisiensi usaha dan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak melalui penerapan sistem usaha ternak kelinci terintegrasi berbasis pakan mandiri dan pupuk organik cair (POC). Program dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), Universitas Diponegoro melalui tahapan observasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi formulasi pakan pelet menggunakan bahan baku lokal serta pembuatan POC dari urin kelinci melalui proses fermentasi. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pakan mandiri serta mengolah urine kelinci menjadi POC yang bernilai ekonomi. Hasil post-test menunjukkan bahwa 88,9% peserta memahami penggunaan bahan pakan lokal, 92,6% memahami pemanfaatan urine kelinci sebagai bahan baku POC, dan 85,2% memahami tahapan pembuatannya. Selain itu, 88,9% peserta menyatakan tertarik menerapkan teknologi yang diperkenalkan dalam usaha ternak mereka. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan sistem usaha ternak kelinci yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.Kata kunci: pakan mandiri, pemberdayaan masyarakat, pupuk organik cair, ternak kelinci