cover
Contact Name
Bambang Kholiq Mutaqin
Contact Email
kholiq@unpad.ac.id
Phone
+6285318398908
Journal Mail Official
kholiq@unpad.ac.id
Editorial Address
PSDKU Universitas Padjadjaran Pangandaran. Dsn. Sukamanah Ds. Cintaratu Kec. Parigi, Pangandaran 46393 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmers: Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 27236994     DOI : https://doi.org/10.24198/fjcs
Farmers: Journal of Community Services is a journal managed by PSDKU Pangandaran Universitas Padjadjaran and published in the open journal system (OJS) at August and January. This journal is intended to publish the result of community service activities in the Agriculture, Animal Husbandry, Fisheries, and Agricultural Product Tecnology which include concepts, models, and implementation as an effort increase development.
Articles 173 Documents
Pemberantasan Stunting dan Pemenuhan Gizi Masyarakat Melalui Upaya Kemandirian Pangan Berbasis Ternak Kelinci di Lahan Terbatas Alhuur, Ken Ratu gharizah; Nurmeidiansyah, An An; Hidayatullah, Muhammad Riasa
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69147

Abstract

Urgensi dalam pemberantasan stunting dan pemenuhan gizi Masyarakat secara mandiri mendorong pengembangan ternak kelinci sebagai penghasil protein hewani alternatif yang potensial dipelihara di lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Program ini dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumedang, yang dipilih karena potensi lahan pertanian dan areal pekarangan yang dimiliki. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data, kajian literatur, sosialisasi teori dasar, dan pelatihan pembuatan kandang kelinci. Program ini dilaksanakan pada Bulan Oktober - Desember 2025 setiap akhir pekan, dengan partisipan anggota karang taruna dan masyarakat setempat. Evaluasi kajian literatur menunjukkan kelinci sangat potensial sebagai solusi kemandirian pangan karena keunggulan reproduksi yang tinggi (menghasilkan hingga 36 ekor panen /tahun) dan kandungan nutrisi yang baik (protein 20,8 gram /100gram daging). Ternak kelinci menjadi pilihan strategis untuk pemenuhan gizi dan kemandirian pangan. Peningkatan pengetahuan manajemen pemeliharaan telah tercapai, namun sosialisasi lanjutan mengenai pengolahan produk dan pemanfaatan limbah kelinci, sangat diharapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan value produk.
Peningkatan kapasitas reproduksi domba serta manajemen induk bunting dan perawatan cempe pada peternak milenial KUBE Barokah di Desa Kondangjajar Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Khoerunnisa, Nurani; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68033

Abstract

This community-service program in Kondangjajar Village (Pangandaran) strengthened millennial farmers’ capacity in sheep reproduction to improve herd productivity and support stunting reduction. Using a participatory, practice-oriented approach, we engaged the KUBE Barokah farmers group in Kondangjajar Village (11 members; 70 sheep), conducted a pre- and post- assessment, prepared a concise flyer, and introduced reproduction calendars to standardize record-keeping (estrus, mating, expected lambing, weaning). Barn-based instruction covered estrus detection and timing of mating (natural service and the ram effect), recommended male:female ratios in colony systems, nutrition of pregnant and dry ewes (with emphasis on calcium near parturition and gradual diet transitions), and neonatal care (colostrum within ≤2 h, navel hygiene, warming, identification, weighing). Follow-up monitoring documented improved knowledge, consistent calendar use, and early adoption of key behaviors, including timely colostrum provision, application of a 1.5–2-month dry period, and more accurate mating within the 24–48 h estrus window. The intervention proved feasible and acceptable for resource-limited smallholders, creating a foundation for measurable gains in conception/lambing rates, reduced neonatal loss, better weaning weights, and stronger household access to animal-source foods. Continued mentoring and systematic recording are planned to quantify technical–economic outcomes and to scale practices through peer champions.
Pemanfaatan POC Berbasis Limbah Ternak Untuk Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Mandiri Di Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Hidayati, Yuli Astuti; Harlia, Ellin; Marlina, Eulis Tanti; Badruzzaman, Deden Zamzam; Maulana, Yasin Pradana
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68095

Abstract

Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang merupakan desa dengan luas terkecil yaitu 1,51 km2 namun letak nya cukup strategis dipinggir jalan desa. Desa Citali terdiri dari 10 RW dan 28 RT, berdasarkan jenis kelamin jumlah penduduk laki-laki (2345 jiwa) dan perempuan (2328 jiwa) mempunyai rasio sama banyak. Sebagian besar masyarakatnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Di desa Citali terbentuk suatu lembaga yang mewadahi kegiatan para ibu-ibu dalam melakukan kegiatan pertanian dan peternakan yaitu yang dinamai dengan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan pertanian dan peternakan selain menghasilkan produk utama, juga menghasilkan limbah. Kegiatan PkM ini memberikan inovasi penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan limbah peternakan dan pertanian menjadi POC dan dapat pemanfatannya untuk tanaman. Limbah ini diolah dengan metode pengolahan limbah terpadu menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman pangan, sehingga dapat bermanfaat sebagai penguatan ketahanan pangan rumah tangga mandiri.Kata Kunci: limbah ternak, limbah pertanian, pengolahan terpadu, pupuk organik cair, ketahanan pangan 
Upaya Menghadapi Kerentanan Sosial-Ekologis-Kesehatan Masyarakat Nelayan terhadap Perubahan Iklim: Studi Kasus Masyarakat Pesisir Bojongsalawe Kabupaten Pangandaran Akbarsyah, Nora; Thirafi, Lutfhi; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68066

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran. Studi ini bertujuan mengkaji kerentanan sosial, ekologis, dan kesehatan masyarakat nelayan serta merumuskan strategi adaptasi. Metode pelaksanaan mencakup survei terhadap 100 nelayan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan (89,1%) menyadari perubahan kondisi laut, dengan 95% di antaranya mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Dampak kesehatan berupa munculnya penyakit akibat durasi operasi penangkapan ikan dilaporkan oleh 37,6% responden. Secara sosial, meskipun mayoritas tidak merasakan dampak besar, terdapat peningkatan konflik antar-nelayan (21%). Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemberdayaan ekonomi melalui FGD dengan istri nelayan. Hasilnya, 14 dari 15 peserta berminat membuka usaha kuliner berbasis potensi lokal untuk mendiversifikasi penghasilan keluarga. Simpulan studi ini menegaskan bahwa masyarakat nelayan menghadapi kerentanan multidimensi, sehingga diperlukan diversifikasi mata pencaharian untuk meningkatkan resiliensi. Program tindak lanjut yang direkomendasikan mencakup pelatihan pengolahan hasil laut, workshop pemasaran digital, dan pendampingan akses modal.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Limbah Organik Asal Peternakan, Perikanan, dan Dapur Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan Febrianto, Firman; Maziyya, Nur; Wijayanti, Lady Ayu Sri
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69082

Abstract

Ketergantungan pada pupuk kimia dan pengelolaan limbah organik yang kurang optimal menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kelompok nelayan dan peternak di Desa Karangjaladri, Kabupaten Pangandaran, dalam mengonversi limbah peternakan, perikanan, dan rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Metode yang digunakan adalah Action Research melalui pendekatan edukatif, partisipatif, serta demonstrasi plot (demplot) yang melibatkan 20 peserta. Proses pembuatan POC memanfaatkan bahan lokal seperti limbah dapur, kotoran ternak, molase, dan bioaktivator EM4 dengan metode fermentasi anaerob. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan teknis peserta, di mana 100% peserta menyatakan minat untuk memproduksi POC secara mandiri. Penambahan starter EM4 berhasil mempercepat proses fermentasi dari 90 hari menjadi 21 hari dengan karakteristik produk akhir berwarna kecokelatan dan beraroma khas fermentasi. Program ini berhasil menginisiasi perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan limbah secara produktif untuk mendukung kemandirian pangan dan mitigasi dampak lingkungan. Pendampingan berkelanjutan, pelatihan lanjutan terkait aplikasi dan dosis POC, dan pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) di perlukan untuk memastikan dampak program dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Diseminasi Teknologi Pengolahan Limbah Ternak kepada Masyarakat Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti; Harlia, Ellin; Badruzzaman, Deden Zamzam; Maulana, Yasin Pradana
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.67494

Abstract

Pengolahan limbah menjadi pupuk organik merupakan upaya yang dapat dilakukan masyakat peternak untuk merapkan konsep ekonomi sirkular di pedesaan.  Kepemilikan ternak di masyarakat Desa Cinangsi Cisitu Sumedang belum maksimal.  Beberapa alasan menjadi hambatan dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik adalah terbatasnya pengetahuan peternak mengenai potensi limbah ternak, baik potensi positif maupun negatif. Kegiatan penyuluhan di Desa Cinangsi dilaksanakan melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang yang bertujuan menciptakan peternak handal yang dapat mengelola industri peternakan dari hulu ke hilir dengan menerapkan konsep zero waste.   Pada kegiatan penyuluhan ini peternak diberi pengetahuan dampak limbah terhadap lingkungan dan maksimalisasi potensi limbah sebagai sumber bahan organik untuk dikonversi menjadi pupuk organik, pupuk organik padat (POP)  dan pupuk organik cair (POC), melalui proses pengomposan.  Metode penyuluhan melalui paparan teori dan diskusi serta praktik.  Peserta penyuluhan terdiri dari kelompok peternak yang mendapat bantuan ternak domba dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang TA 2024.  Melalui pre test dan post test dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan peternak mengenai dampak limbah terhadap lingkungan serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik. 
Potensi Diversifikasi Olahan Pangan Lokal Sebagai Atraksi Edutourism di Desa Wisata Cikalong, Pangandaran Sitio, Nurul Mardhiah; Yuniarti, Endah; Fitri, Siti Ulfah Rifa`atul
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69183

Abstract

Pariwisata saat ini mengalami pergeseran orientasi dari sekadar hiburan menjadi pengalaman edukatif yang berbasis pada pemberdayaan potensi lokal. Desa Cikalong, Kabupaten Pangandaran, memiliki kekayaan komoditas pangan lokal yang melimpah, namun diversifikasi pengolahannya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata edukasi (edutourism). Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi komoditas lokal dan merumuskan strategi diversifikasi olahan pangan sebagai atraksi utama edutourism di Desa Wisata Cikalong. Metode pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksploratif, melalui observasi lapangan, studi literatur, serta wawancara mendalam dengan kelompok tani, pengrajin makanan lokal, dan perangkat desa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Desa Cikalong memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan turunan yang dapat dikemas menjadi paket wisata edukasi. Namun tantangan utama terletak pada keterbatasan inovasi produk dan standar pengemasan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi diversifikasi pangan melalui pelatihan kreativitas masyarakat, pengembangan jalur wisata kuliner berbasis edukasi, dan penguatan kelembagaan melalui kelompok sadar wisata. Pengabdian ini memberikan kontribusi pada model pengembangan desa wisata yang mengintegrasikan kedaulatan pangan lokal dengan sektor pariwisata berkelanjutan.Kata kunci: Desa Cikalong, Diversifikasi Pangan, Edutourism, Pangan Lokal
Peningkatan Kesadaran Konsumsi Protein Hewani melalui Edukasi bagi Keluarga yang Terindikasi Stunting di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Pangandaran Pramudawardhani, Ken Chandra; Rahmawati, Ade; Yogaswara, Auratu Syadiah; Alghifari, Ibnu; Mutaqin, Bambang Kholiq; Safitri, Ananda Angel
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68034

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting. Rendahnya konsumsi protein hewani menjadi salah satu penyebab utama masalah gizi kronis di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan meliputi survei konsumsi pangan, wawancara, dan edukasi gizi kepada 15 kepala keluarga yang memiliki balita, termasuk keluarga dengan balita terindikasi stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sumber protein hewani utama masyarakat adalah telur (62,5%), sedangkan konsumsi ikan dan daging ayam masih rendah. Setelah dilakukan edukasi gizi, keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku konsumsi yang positif, dengan meningkatnya variasi konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi konsumsi protein hewani. Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
INISIASI LUMBUNG PAKAN DOMBA MELALUI OPTIMALISASI PELATIHAN PUPUK ORGANIK BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL Muatip, Krismiwati; Rahayu, Sri; Widyastuti, Titin; Hidayat, Nur
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68979

Abstract

Kelompok peternak Mindhatama di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas telah cukup lama memelihara domba dan saat ini telah berkembang pada usaha produksi hijauan rumput odot. Untuk mendukung produktivitas hijauan pakan dibutuhkan kompos yang berasal dari kotoran domba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan melatih pembuatan pupuk organik dengan karakteristik unggul dan proses lebih singkat. Kegiatan pengabdian merupakan kaji tindak melalui pembuatan demplot dengan metode deskriptif sederhana. Materi pupuk organik padat adalah kotoran domba dengan bahan tambahan abu sekam, serbuk gergaji, kapur dolomit, molases, mikroorganisme lokal (MOL). Mikroorganisme lokal mengandung 6 jenis basilus dan 9 jenis bakteri lain serta yeast dalam bentuk serbuk. Pembuatan pupuk organik dilakukan di rumah kompos yang dibangun melalui gotong royong kelompok dan tim pengabdi. Kompos yang dipanen pada umur 21 hari kriteria berwarna hitam,  kadar air 20%, pH 7.6, kadar bahan organik 40% dan rasio C:N sebesar 26. Pengetahuan dan ketrampilan peternak tentang pembuatan kompos berbahan feses domba mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan pengabdian. Pembuatan kompos sebagai upaya menginisiasi terbentuknya lumbung pakan di kelompok peternak berhasil dengan baik. Kriteria kompos mendekati standar mutu pupuk padat Kementan dan saat diaplikasikan mampu mendukung pertumbuhan tanaman odot dan cabai.
Penguatan UMKM Desa Wisata melalui Branding dan Pemasaran Digital: Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Cibanten Aji Sabda, Galang Ikhwan; Rahman, Azizul; Alifya, Tofa Waluyo
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69085

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun 2025 di Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran dilaksanakan untuk memperkuat kesiapan UMKM desa dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui peningkatan kualitas komunikasi nilai produk dan promosi berbasis digital. Program ini berangkat dari temuan awal berupa ketidakkonsistenan kemasan dan pelabelan, lemahnya identitas merek, promosi digital yang masih sporadis, serta kolaborasi UMKM yang belum terorganisir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemetaan kebutuhan, pendokumentasian UMKM sebagai bahan konten, dan workshop penguatan kapasitas pada 30 Oktober 2025 di Balai Desa yang diikuti sekitar ±60 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai elemen minimum branding dan pelabelan, tersusunnya rancangan awal identitas/kemasan, serta tersedianya aset konten promosi (foto/video) sebagai modal awal pemasaran digital. Selain itu, program memunculkan inisiasi penguatan kolaborasi UMKM dan wacana peran kelembagaan desa untuk menjaga keberlanjutan promosi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UMKM melalui branding dan pemasaran digital efektif diposisikan sebagai pembangunan sistem minimum yang menghubungkan potensi wisata dengan nilai tambah ekonomi lokal, namun memerlukan pendampingan lanjutan agar dampaknya berkelanjutan.