cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Studi Literatur: Memahami Masalah Kesehatan pada Perempuan Premenopause dan Menopause Naila Nabila; Miftaul Siti Nikmah; Silkha Azzahro; Titik Sulistawati; Pepi Tasiah; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is a natural phase experienced by a woman. This menopause condition is caused by a decrease in the hormones estrogen and progesterone from a woman's ovaries. Before menopause begins with the premenopausal phase, where in this situation there is a transition from the fertile period to the period of absence of fertilization. Most women start experiencing changes aged 40-49 years. The menopausal transition is characterized by a phase characterized by a woman becoming physiologically vulnerable. Reviews of journals are needed with the aim of understanding health problems that occur in menopausal and perimenopausal women which are related to physical and psychological health in women so that health problems in menopausal and perimenopausal women in Indonesia can be prevented. The method used in this research is Systematic Literature Review (SLR) which comes from 2 data bases, namely Google Scholar and Pubmed. The selected articles are English/Indonesian articles that can be accessed in full text, articles published in 2020-2024, of the 20 articles used, 6 articles met the criteria. The results obtained in this study were that 3 articles stated that physical activity was related to health problems in menopausal and perimenopausal women, and 4 articles stated that psychological health problems were also related to health problems in menopausal and perimenopausal women. It is hoped that health workers will increase health counseling and education for women before entering menopause so that they can avoid the risk of causing health problems in menopausal women and it is hoped that the findings of this research can contribute to the development and improvement of prevention of health problems in women in Indonesia.   Abstrak Masa menopause adalah salah satu fase alamiah yang dialami oleh seorang wanita. Kondisi menopause ini disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron  dari ovarium wanita yang berkurang, Sebelum masa menopause diawali dengan fase premenopause dimana pada keadaan ini terjadi peralihan dari masa subur menuju masa tidak adanya pembuahan. Sebagian besar wanita mulai mengalami perubahan usia 40-49 tahun. Transisi menopause ditandai dengan fase yang ditandai dengan menjadi seorang wanita rentan secara fisiologis, Review pada jurnal diperlukan dengan tujuan untuk memahami masalah kesehatan yang terjadi pada wanita menopause dan perimenopause yang berhubungan dengan kesehatan fisik dan psikologis pada wanita sehingga masalah kesehatan pada wanita menopause dan perimenopause di Indonesia dapat dicegah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) berasal dari 2 data based yaitu google scholar dan pubmed. Artikel yang dipilih adalah artikel berbahasa Inggris/Indonesia yang dapat diakses full teks, artikel diterbitkan tahun 2020-2024 dari 20 artikel digunakan 6 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil  yang  diperoleh  pada penelitian  ini  bahwa  3 artikel menyebutkan aktifitas fisik berhubungan dengan masalah kesehatan pada wanita menopause dan perimenopause, dan 4 artikel menyebutkan bahwa masalah kesehatan psikologis juga berhubungan dengan masalah kesehatan pada wanita menopause dan perimenopause. Diharapkan  tenaga  kesehatan  meningkatkan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada  wanita sebelum memasuki masa menopause agar mereka dapat menghindari resiko penyebab terjadinya masalah kesehatan pada wanita menopase dan diharapkan temuan penelitian ini dapat  memberikan  kontribusi  terhadap  perkembangan dan   peningkatan   pencegahan masalah kesehatan pada wanita di Indonesia.
Literatur Review : Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Prematur Endah Pratiwi, Putri; Sonia Alice Da Costa; Nining Fuji Lestari; Tri Widi Murtiningsih; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preterm labor is labor that occurs at a gestational age of less than 37 weeks with an estimated fetal weight of less than 2500 grams. The risk of premature birth is a high death rate, in addition to unfavorable mental, intellectual and physical growth which can result in a high risk of premature birth. The impact of premature birth is the possibility that the baby born will experience disruption of several bodily organ functions and thus require intensive care to survive. live.Premature birth is labor too early which occurs at a gestational age of more than 20 weeks and 37. Preterm labor is one of the highest causes of infant death in the world, around 75% of perinatal deaths are caused by prematurity. to find out what factors influence premature birth in Indonesia, including environmental factors (region type), social and economic factors (mother's education level), maternal factors (mother's age, birth and gestational age), and period factors. delivery (labor process, birth attendant, complications during delivery, and place of delivery). The method used in this research is a literature review search from two electronic databases, namely Google Scholar and Pubmed, which were published between 2021 and 2024. From four articles used In this literature review, four of them show that there are factors that are related to premature birth. From the review of the entire article, it shows that there are several factors that are related to premature birth..   Abstrak Persalinan prematur (preterm) adalah persalinan yang terjadi pada usia kehamilan kurang dari 37 Minggu dengan perkiraan berat janin kurang dari 2500 gram. Resiko persalinan prematur tingginya angka kematian selain dapat terjadi pertumbuhan mental -intelektual dan fisik yang kurang menguntungkan sehingga dapat menjadi beban kelahiran prematur yang resiko tinggi.Dampak pada persalinan prematur adalah kemungkinan bayi yang dilahirkan akan mengalami gangguan beberapa fungsi organ tubuh sehingga membutuhkan perawatan intensif untuk bertahan hidup.persalinan prematur merupakan persalinan terlalu dini yang mana terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 Minggu dan 37, Persalinan preterm merupakan satu penyebab tertinggi kematian bayi di Dunia sekitar 75% kematian perinatal disebabkan prematur. , untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi persalinan premature di Indonesia antara lain, faktor lingkungan  (tipe wilayah), faktor social dan ekonomi (Tingkat Pendidikan ibu ), faktor maternal (umur ibu, kelahiran, dan usia kehamilan), dan faktor masa persalinan (proses persalinan, penolong persalinan, komplikasi saat persalinan, dan tempat persalinan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran literature review dari dua database elektronik yaitu Google Scholar dan Pubmed yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2024. Dari empat artikel yang dipakai dalam literatur review ini empat diantaranya menunjukkan terdapat faktor faktor yang berhubungan dengan persalinan premature. Dari telaah keseluruhan artikel menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan persalinan premature.
Yoga Seri Postur Pahlawan untuk Mengurangi Ketidaknyaman Ibu Hamil pada TM II dan III Sri Hidayati; Selviana, Riska; Elisa Indraeni; Fitriyatul Munawaroh; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy causes physiological and psychological changes due to the hormones estrogen and progesterone, often accompanied by discomfort such as back pain, especially in the second and third trimesters. Yoga is one of the midwifery care to reduce this discomfort, because it helps physically, psychologically, and spiritually. Community service activities are carried out using descriptive methods, active participation, interviews, and literature studies. The steps include pre-tests, yoga material counseling, yoga movement practices, and post-tests using media such as power points and leaflets. The results showed an increase in knowledge and skills of pregnant women in doing yoga, especially the hero posture, which is effective in reducing discomfort in the second and third trimesters. It is recommended that midwives routinely teach yoga techniques to pregnant women in this trimester.   Abstrak Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis akibat hormon estrogen dan progesteron, seringkali disertai ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Yoga menjadi salah satu asuhan kebidanan untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, karena membantu secara fisik, psikologis, dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode deskriptif, partisipasi aktif, wawancara, dan studi pustaka. Langkahnya meliputi pre-test, penyuluhan materi yoga, praktik gerakan yoga, serta post-test menggunakan media seperti power point dan leaflet. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam melakukan yoga, khususnya postur pahlawan, yang efektif mengurangi ketidaknyamanan pada trimester kedua dan ketiga. Disarankan agar bidan rutin mengajarkan teknik yoga kepada ibu hamil pada trimester ini.
Studi Literature: Status Gizi pada Balita Nanda Auliya Rosidin; Isroatul Koriah; Destia Milda Anggaraini Putri; Erma Putri Lestari; Nadia Intan Permata; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status is a condition of the body caused by the balance between nutrient intake and needs. This balance can be seen from the growth variables, namely body weight, height/body length, head circumference, arm circumference, and leg length. This study shows that there is a relationship between knowledge and nutritional status of toddlers, there is a relationship between the role of cadres and nutritional status and there is a relationship between economic status and nutritional status of toddlers. It is very important to formulate appropriate policies and interventions. Effective interventions can help improve the quality of life and health of children in this area, as well as prevent long-term impacts caused by nutritional problems. Objective to find out what factors influence the nutritional status of toddlers in Indonesia, including environmental factors (region type), social and economic factors (maternal education level). Method; This research is a literature study through electronic media, Garuda and Google Scholar which were published between 2020 and 2024.Results; from 5 articles related to nutritional status in toddlers. Each article is related because it can examine the factors that cause nutritional deficiencies in toddlers which then function to reduce the occurrence of stunting in toddlers. Conclusion; From the overall review of the article, it shows that there are several factors related to nutritional status in toddlers.   Abstrak Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variabel pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan, dan panjang tungkai.penelitian ini  menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan status gizi balita, ada hubungan peran kader dengan status gizi dan ada hubungan status ekonomi dengan status gizi balita sangat penting untuk merumuskan kebijakan dan intervensi yang tepat. Intervensi yang efektif dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anakanak di daerah ini, serta mencegah dampak jangka panjang yang disebabkan oleh masalah gizi. Tujuannya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi status gizi pada balita di Indonesia antara lain, faktor lingkungan  (tipe wilayah), faktor social dan ekonomi (Tingkat Pendidikan ibu ). Metode penelitian  ini  adalah  penelitian  studi  literatur melalui media elektronik, , Garuda dan google scholar yang di publikasikan antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil; dari 5 artikel yang berhubungan dengan status gizi pada balita .Setiap art ikel tersebut berhubungan karna dapat meneliti mengenai faktor terjadinya kekurangan zat gizi pada balita yang kemudian berfungsi untuk mengurangi terjadinya stanting pada balita. Kesimpulan dari tinjauan keseluruhan artikel, menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita.
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Ardila; Melly Kurnia Sari; Risma Aliviani Putri; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is very often found. This is due to postpartum mothers' lack of knowledge about oxytocin massage. Apart from that, the hospital has never carried out education or counseling regarding oxytocin massage for postpartum mothers to facilitate or increase breast milk production. This service aims to carry out oxytocin massage activities for postpartum mothers and evaluate knowledge of oxytocin massage for postpartum mothers.This community service method is pre-test, practice and post-test. The target of this service research uses a sample of 10 postpartum mother respondents at Tidar Hospital, Magelang City. This service will be held from 2 September to 8 September. The aim of this community service is to increase post partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breast milk problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The implementation of activities is carried out in three stages, namely problem, solution and evaluation. Based on the results of the pre-test and post-test, the results showed that there was an increase in post-partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breastfeeding problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The suggestion for continuing this activity at the next stage is to coordinate with the head of the room to provide oxytocin massage training in an effort to overcome the problem of lack of breast milk production more effectively, efficiently and comprehensively.   Abstrak Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin. Selain itu pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin pada ibu nifas untuk memperlancar atau meningkat produksi ASI belum pernah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu post partum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu pre test, praktik dan post tes. Sasaran Penelitian pengabdian ini menggunakan sampel sebayak 10 responden ibu postpartum di RSUD Tidar Kota Magelang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan 2 September- 8 september 2024. Tujuan dari pengambdian masyarakat ini apakah terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu permasalahn, solusi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini pada tahapan berikutnya yaitu dengan mengkoordinasikan dengan kepala ruang untuk dapat memberikan pelatihan pijat oksitosin dalam upaya mengatasi permasalah kurangnya produksi ASI secara lebih efektif, efisien dan menyeluruh.
Literature Review : Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit Infeksi Berhubungan dengan Kejadian Stunting Wahyuningsih, Suji; Mastri, Annisa; Nuryah, Sinta; Octavia Noor, Icca; Sulistyowari, Endah; Sufiyatun; Mutoharoh; Dian Afriyani, Luvi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that causes early morbidity and mortality in children under the age of five, especially in developing countries. The short-term impact of stunting can increase morbidity and mortality rates, cognitive, motor, and verbal development that does not reach its optimal potential in children. The causes of stunting are maternal nutrition during pregnancy, toddler nutrition, and infectious diseases, water, sanitation and hygiene (WASH), which consists of drinking water sources, physical quality of drinking water, and ownership of latrines. The purpose of the literature review is to identify the relationship between environmental sanitation and a history of infectious diseases with the incidence of stunting in toddlers. This study uses a systematic review method, namely a search for literature both internationally and nationally. A total of 7 articles sourced from Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Proquest and Science Direct were reviewed for inclusion criteria, namely articles that can be accessed in full text in pdf format, in Indonesian or English, articles published in 2020-2024. The results of the review of 7 articles showed that environmental sanitation and a history of infectious diseases had a significant relationship with the incidence of infection in toddlers. The conclusion of environmental sanitation factors related to stunting incidents includes the availability of access to clean water, good drinking water and the availability of toilets. History of infectious diseases includes ISPA and EED disease. It is hoped that health workers will increase health promotion to the community to increase knowledge about good environmental sanitation and the incidence of infections that can be risk factors for stunting in children..   Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas dini pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara-negara berkembang. Dampak jangka pendek dari stunting dapat meningkatkan angka kesakitan serta kematian, perkembangan kognitif, motorik, serta verbal yang tidak mencapai potensi optimal pada anak. Penyebab stunting adalah nutrisi ibu saat hamil, nutrisi balita, dan penyakit infeksi, water, sanitation and hygiene (WASH), yang terdiri dari sumber air minum, kualitas fisik air minum, kepemilikan jamban. Tujuan dari literatur review adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode sistematika review yaitu sebuah pencarian literatur baik internasional maupun nasional. Sebanyak 7 artikel bersumber dari Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Proquest dan Science Direct ditelaah kriteria inklusi yaitu artikel yang dapat diakses secara full text dalam format pdf, berbahasa Indonesia atau Bahasa inggris, artikel terbitan tahun 2020-2024. Hasil tinjuan dari 7 artikel menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi pada balita. Kesimpulan faktor sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting meliputi ketersediaan akses air bersih, air minum yang baik dan ketersediaan jamban. Riwayat penyakit infeksi meliputi ISPA dan penyakit EED. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan peromosi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sanitsai lingkungan yang baik dan kejadian infeksi yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya stunting pada anak.
Literature Review: Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak Eka Setyawati; Rina Agustina; Ernawati; Endang Rahayu; Sari Kusmiati; Sumiyati; Yesinta Mona Agustin; Anika Ardila; Reni Endrawati; Khoirun Nisak; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The child's growth and development process is influenced by internal and external factors. Giving gadgets to children is an external factor that is supported by socio-economics and parental parenting. Gadgets have a direct impact on children's spoken language development and social independence. (Deddy et.al, 2020). A gadget is a small electronic device that has a special function. Fromdaytodaygadgets always appear to provide the latest technology that makes human life more practical. Technology clearly influences children's development. Because a technological device is averyeffective learning medium. Gadgets have various interesting, varied, interactive and flexible features and applications that add to the appeal for everyone, both among the elderly, young, teenagers and even children. Gadgets have many benefits in human life if they are used properly and correctly, but gadged also has a negative impact on humans, especially for the development of children if used without supervision and direction from parents. Knowledge about the dangers of using devices is very important for parents. The mother's attitude towards using gadgets is one of the factors that can influence behavior. A good attitude towards using gadgets does not guarantee a good attitude in giving gadgets to children (Warsiyah, 2020). Parents' lack of understanding in giving gadgets to early childhood has a big impact on their social-emotional behavior. The purpose of this study is to visualize the impact of gadget use on children's behavior and find out the types of aggressive behaviorthat arise in early childhood due to excessive gadget use.   Abstrak Proses tumbuh kembang anak di pengaruhi oleh factor internal dan ekternal. Penggunan gawai merupakan salah satu factor eksternal yang di dukung oleh social ekonomi dan pola asuh orang tua. Gedget mempunyai dampak langsung terhadap lisan dan kemandirian social anak ( deddy et.al,2020). Gadget adalah sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak. Karena sebuah perangkat teknologi merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Gadget memiliki berbagai fitur dan aplikasi menarik, bervariasi, interaktif dan fleksibel sehingga menambah daya  tarik  bagi setiap  orang,  baik dari kalangan lansia, muda, remaja bahkan anak – anak. Gadget memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia jika digunakan dengan baik dan tepat, tetapi gadget juga memberikan dampak negative bagi manusia khususnya bagi perkembangan anak jika digunakan tanpa pengawasan dan pengarahan dari orang tua. Pengetahuan tentang bahaya penggunaan gadget sangat penting bagi orang tua, adapun sikap ibu terhadap pengunaan gadget adalah salah satu factor yang mempengaruhi perilaku. Sikap yang baik terhadap penggunaan gadget tidak menjamin mempunyai sikap yang baik dalam memberikan gadget terhadap anak.Kurangnya  pemahaman  orang  tua  dalam  pemberian gadget kepada  anak  usia  dini  memberikan dampak  besar  dalam  sosial-emosionalnya.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  memvisualisasikan dampak  dari  penggunaan gadget terhadap  perilaku  anak  serta  mengetahui  jenis  perilaku  agresif yang  muncul  pada  anak  usia  dini yaitu  dampak penggunaan gadget yang melampau  batas.
Senam Yoga Postur Pahlawan pada Ibu Hamil untuk Mengurangi Ketidaknyamanan pada Kehamilan di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Suci Astriani; Suryaningsih, Lilin; Devi Retnaningrum, Nurina; Sucilasmi; Pranoto, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological condition that requires special attention. The physical and mental unpreparedness of pregnant women can cause abnormal conditions during pregnancy. A healthy pregnant mother will lead to optimal child growth and development. Preparing pregnant women physically and psychologically for pregnancy and childbirth can be done in various ways. One way is to do yoga during pregnancy. The yoga performed is adapted to the condition of the pregnant woman or prenatal yoga. Prenatal yoga is a safe and effective exercise that helps pregnant women reduce complaints of anxiety and lower back pain. Prenatal yoga can reduce stress and pain levels during pregnancy and childbirth. The aim of implementing this community service is to increase interaction and share experiences between participants (pregnant women and pregnant women) and between pregnant women and health workers/midwives and to increase understanding, attitudes and behavior of pregnant women regarding: yoga exercises, body changes and complaints, care. pregnancy, childbirth. Prenatal class participants are mothers with a gestational age of more than 20 weeks. Community service will be carried out in 3 stages, namely the first stage is determining targets for pregnant women who will be given information through the Karanganyar Community Health Center, the second stage is conducting socialization and prenatal yoga training for pregnant women with more pregnancies. From 20 weeks, the third stage evaluates pregnant women by asking several post-test questions From the results of the univariate analysis before the counseling was given to the 10 respondents, there were 8 respondents who had knowledge in the poor category. After the counseling was carried out, the results obtained from the 10 respondents were 9 respondents had knowledge in the good category and 1 respondent had knowledge in the poor category. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided   Abstrak Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang memerlukan perhatian khusus. Ketidaksiapan fisik dan mental ibu hamil dapat menyebabkan kondisi tidak normal selama kehamilan. Ibu hamil sehat akan menyebabkan tumbuh kembang anak yang optimal. Menyiapkan ibu hamil secara fisik dan psikologis menghadapi kehamilan dan persalinannya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu dengan melakukan yoga selama hamil. Yoga yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan ibu hamil atau prenatal yoga. Prenatal yoga merupakan olah raga yang aman dan efektif membantu ibu hamil untuk mengurangi keluhan kecemasan dan nyeri punggung bawah, prenatal yoga dapat mengurangi tingkat stres dan nyeri selama kehamilan dan persalinan. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah, meningkatkan interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan dan meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang : senam yoga, perubahan tubuh dan keluhan, perawatan kehamilan, persalinan. Peserta kelas prenatal adalah ibu pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu, pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pertama menentukan sasaran ibu hamil yang akan diberikan informasi melalui Puskesmas Karanganyar, tahap kedua melakukan sosialisasi dan pelatihan prenatal yoga untuk kelas ibu hamil dengan kehamilan lebih dari 20 minggu, tahap ketiga melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa pertanyaan post test. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 10 responden terdapat 8 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 10 responden sebanyak 9 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 34 Tahun dengan Ketuban Pecah Dini Hidayati, Anis; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found at the third visit at 38 weeks 5 days of pregnancy, the mother complained of back pain, the care provided was pregnancy exercise with the gymball method. During the labor process, the mother experienced premature rupture of membranes, was referred to Panglima Sebaya Hospital, labor induction was performed and Mrs. S gave birth spontaneously pervaginam. During the second postpartum visit, Mrs. S complained of irregular breast milk production and was given Hypnobreastfeeding care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, Mrs. S was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care, Mrs. S used a 3-month injection. It is hoped that health workers will provide comprehensive care to pregnant women to improve the welfare of the mother and fetus.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah pada kunjungan ketiga pada usia kehamilan 38 minggu 5 hari, ibu mengeluh nyeri punggung, asuhan yang diberikan yaitu senam hamil dengan metode gymball. Pada proses persalinan ibu mengalami ketuban pecah dini dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Panglima Sebaya, dilakukan induksi persalinan dan Ny. S melahirkan secara spontan pervaginam. Pada kunjungan nifas kedua, Ny. S mengeluh produksi asi tidak lancar dan diberikan asuhan Hypnobreastfeeding. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny S diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan asuhan kepada ibu hamil secara komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
Yoga Kids untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak di PAUD Genius Desa Nyatnyono Khasanah, Nur; Neni Ratna; Laeli Mufarikhah; Supriyatin; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool children are children aged 3-6 years where in this period there is a slow physical growth and psychosocial and cognitive growth will increase. During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well. Play is a tool used by children to develop their society towards others in the surrounding environment, so at this time it takes concentration in learning. Some studies explain that practicing yoga can help children become calmer and more focused, and improve children's ability to plan or concentrate on learning. Kids Yoga is a great way to improve a child's mental and physical well-being and also to have fun. Practicing yoga needs a teacher who can give clear instructions. By debriefing teachers on simple yoga movements or postures, exercises can be carried out in the classroom or in outdoor activities. The results of data collection and surveys at the location of Paud Genius in Nyatnyono Village show that the age of children in Paud Genius is 2-4 years, as many as 18 people (100%), the level of mothers' knowledge about kids yoga before being given counseling is in the good category there are 3 mothers (16.7%) with sufficient knowledge, 5 mothers (27.8%) and there are 10 mothers (55.5%) with a lack of knowledge, the level of mothers' knowledge about kids yoga after being given counseling is most of the mothers' knowledge about kids yoga an increase of 16 mothers to be well-informed (88.9%).  This community service activity can bring a good effect to students at PAUD Genius, Nyatnyono Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The yoga that has been done is an early stage of yoga that concentrates on physical and mental exercise so that it can be useful in increasing the body's immunity in children. The practice of yoga is expected to be carried out 1-2 times a week taught in PAUD by teachers so that children's immunity increases. Through yoga, children can be more creative, active and skilled so that they can increase children's intelligence. Children can also learn happily and not get bored.   Abstrak Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. Bermain merupakan alat yang digunakan anak untuk mengembangkan sosialnya terhadap orang lain di lingkungan sekitarnya, sehingga pada masa ini dibutuhkan konsentrasi dalam belajar. Beberapa studi menjelaskan bahwa latihan yoga dapat membantu anak menjadi lebih tenang dan lebih fokus, dan meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan perencanaan atau berkonsentrasi dalam belajar. Kids Yoga adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik anak dan juga untuk bersenang-senang. Berlatih yoga perlu guru yang dapat memberikan instruksi yang jelas. Dengan pembekalan kepada guru terhadap gerakan atau postur yoga yang sederhana maka latihan dapat dilakukan di kelas maupun dalam kegiatan outdoor. Hasil pengumpulan data dan survei di lokasi Paud Genius Desa Nyatnyono  menunjukkan usia anak di Paud Genius adalah 2-4 tahun, sebanyak 18 orang (100%), tingkat pengetahuan ibu mengenai kids yoga sebelum diberikan penyuluhan yaitu dengan kategori baik ada 3 ibu (16,7%) berpengetahuan cukup 5 ibu (27,8%) dan terdapat 10 ibu (55,5%) dengan tingkat pengetahuan kurang, tingkat pengetahuan ibu mengenai kids yoga setelah diberikan penyuluhan yaitu sebagian besar pengetahuan ibu mengenai kids yoga meningkat yaitu sebanyak 16 ibu menjadi berpengetahuan baik (88,9%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membawa efek yang baik bagi siswa di PAUD Genius Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Yoga yang telah dilakukan merupakan yoga tahapan awal yang berkonsentrasi pada olah fisik dan pikiran sehingga dapat berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh pada anak. Praktik yoga diharapkan di harapkan dapat dilaksanakan 1-2 kali seminggu diajarkan di PAUD oleh guru agar daya tahan tubuh anak meningkat. Melalui yoga anak dapat lebih kreatif, aktif dan terampil sehingga dapat meningkatkan kecerdasan anak. Anak-anak juga dapat belajar dengan senang dan tidak bosan.