cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
jurnalkomprehenshif@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Komprehenshif
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30310970     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Komprehensif is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate original works and current issues on the subject of research and studies in the field of education. Articles published in journals are the result of research or ideas in the field of education including educational innovation, Studies in Social Education, Studies in Science Education, Education Management, Teaching & Learning, Educational Quality, Educational Leadership, Educational Technology, Language Education, Educational Philosophy, Education religion carried out by researchers, teachers, lecturers, and students. Detailed information for loading articles and article instructions are provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Karakteristik dan Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Siswa Non-Reader di Sekolah Menengah Kejuruan Geyandra Firdaus Saputra Gakahfi; Arif Mustofa; Sri Pamungkas
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada siswa non-reader di SMKN Pringkuku, sebuah persoalan yang penting dikaji karena secara ideal siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya telah berada pada tahap membaca lanjut, bukan lagi tahap membaca permulaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi-kasus pada dua siswa non-reader kelas Teknik Sepeda Motor (TSM), dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung terstruktur berjenjang (huruf, suku kata, kata, kalimat, dan teks pendek) serta wawancara semi-terstruktur kepada siswa, guru, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan tiga kerangka teori yang saling melengkapi, yaitu tahap perkembangan membaca Jeanne S. Chall, Simple View of Reading dari Gough dan Tunmer, serta teori sosiokultural Lev Vygotsky. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua narasumber berada pada tahap awal perkembangan membaca dengan hambatan yang dominan terletak pada komponen decoding, bukan pada pemahaman bahasa. Narasumber B menunjukkan hambatan yang luas dan tidak stabil dalam pengenalan huruf hingga teks, sedangkan Narasumber A menunjukkan hambatan yang lebih terbatas pada proses penggabungan bunyi untuk kata yang belum familiar. Faktor internal berupa lemahnya penguasaan keterampilan membaca dasar dan faktor eksternal berupa kontinuitas pendampingan orang tua serta scaffolding guru terbukti menjadi variabel pembeda capaian kedua narasumber. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam merancang pendampingan membaca yang lebih tepat sasaran bagi siswa non-reader.
Model Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa MI Hairullah Hairullah; Sahlan Sahlan; Suwandi Suwandi; Junaida Junaida
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran aktif dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan, meliputi artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan publikasi akademik lainnya. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, seleksi, pengelompokan, dan sintesis berdasarkan model pembelajaran serta jenis kemampuan matematis yang dikaji. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dan tematik untuk mengidentifikasi pola, persamaan, perbedaan, serta kecenderungan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa model pembelajaran aktif, seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Cooperative Learning, Discovery Learning, Inquiry Learning, dan Contextual Teaching and Learning (CTL), memiliki potensi positif dalam mengembangkan kemampuan matematis siswa. PBL cenderung mendukung kemampuan pemecahan masalah dan penalaran, PjBL mendukung pemahaman, kreativitas, dan pemecahan masalah, sedangkan Cooperative Learning berkontribusi terhadap komunikasi dan interaksi matematis. Discovery Learning dan Inquiry Learning mendukung proses penemuan, penalaran, dan berpikir kritis, sementara CTL membantu menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan nyata. Efektivitas model pembelajaran aktif dipengaruhi oleh kompetensi guru, karakteristik siswa, media pembelajaran, lingkungan belajar, dan alokasi waktu. Dengan demikian, tidak terdapat satu model yang paling efektif untuk seluruh kemampuan matematis. Pemilihan model perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, kebutuhan siswa, dan kondisi pembelajaran di MI.
Implementasi Digital Marketing Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan Siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual SMKS Ma'arif Sudimoro Oka Maulana Putra Sundawa; Tika Dedy Prastyo; Dwi Rahayu
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi digital marketing pada mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKS Ma'arif Sudimoro, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek guru KIK, kepala sekolah, dan siswa kelas XI DKV. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan digital marketing telah diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang mencakup pembuatan produk inovatif dari barang bekas, komersialisasi produk, hingga promosi melalui YouTube, TikTok, dan Instagram. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa, pendampingan guru, fasilitas sekolah, dan kebijakan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perangkat digital, dan pengalaman pemasaran digital siswa. Implementasi telah berjalan baik namun masih perlu ditingkatkan agar keterampilan digital marketing siswa lebih optimal.
Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Literasi Al-Qur'an di MTsPN 4 Medan Adinda Ramadani; Mahariah Mahariah; Miswar Miswar
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran literasi Al-Qur’an dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsPN 4 Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru pembina, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin melalui tadarus 15 menit sebelum pembelajaran, program tahfiz, dan pembacaan Surah Yasin setiap Jumat. Kegiatan tersebut menumbuhkan karakter religius siswa berupa disiplin, tanggung jawab, hormat kepada guru, sopan santun, kebiasaan berdoa, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, dukungan orang tua, antusiasme siswa, dan fasilitas madrasah, sedangkan hambatannya adalah keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Peran Guru Kelas dalam Memberikan Layanan Konseling Sederhana Kepada Siswa Yang Mengalami Kesulitan Konsentrasi Belajar di SDN 2 Sanggrahan Indah Maharani Ratnaningtyas; Suryatin Suryatin; Tika Dedy Prastyo
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dan bentuk layanan konseling sederhana yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan konsentrasi belajar di SDN 2 Sanggrahan, menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menganalisis dampaknya terhadap konsentrasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas berperan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator. Layanan konseling sederhana dilakukan melalui pendekatan personal, pendampingan individual, pemberian motivasi dan nasihat, tutor sebaya, penggalian potensi siswa, serta kerja sama dengan orang tua. Faktor pendukung meliputi hubungan yang baik antara guru dan siswa, dukungan teman sebaya, dan kerja sama dengan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu guru dan perbedaan karakteristik siswa. Layanan tersebut berdampak positif terhadap konsentrasi belajar, yang terlihat dari meningkatnya perhatian, keaktifan, motivasi, kemampuan mengikuti instruksi, dan kemampuan mengendalikan fokus selama pembelajaran.
Pengaruh Jenis Konten Pada Facebook Professional Mode Terhadap Pembentukan Citra Diri Content Creator Generasi Z di Kota Semarang Putri Permatasari; Ratna Sari Dewi Wattimena; Ummanah Ummanah; Salman Salman
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh jenis konten di Facebook Professional Mode terhadap pembentukan citra diri kreator Generasi Z di Kota Semarang, serta peran Engagement Rate sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif pendekatan eksplanatif, penelitian melibatkan 145 responden yang dipilih dengan teknik purposive dan snowball sampling dari populasi sekitar 500 kreator. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis dengan regresi, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil menunjukkan jenis konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap Engagement Rate (β = 0,371; p < 0,001). Engagement Rate juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan citra diri (β = 0,362; p < 0,001). Lebih lanjut, Engagement Rate berperan sebagai variabel mediasi parsial, artinya pengaruh jenis konten terhadap citra diri berjalan melalui dua jalur: secara tidak langsung melalui respons audiens, serta secara langsung dari pengalaman pribadi menciptakan konten. Model ini mampu menjelaskan 38,3% variasi citra diri. Temuan ini menegaskan bahwa Generasi Z memanfaatkan Facebook Professional Mode sebagai sarana strategis membangun citra diri, didukung fitur Insights, monetisasi, dan pengelolaan pengikut publik. Respons yang diterima lahir dari motif audiens kognitif, afektif, integrasi pribadi, integrasi sosial, dan pelepasan ketegangan sesuai Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan, yang kemudian dijadikan bahan perbandingan sosial dalam membentuk citra diri. Penelitian ini memperluas penerapan Teori Perbandingan Sosial dan Teori Penggunaan serta Pemenuhan Kebutuhan ke konteks Facebook Professional Mode.
Mengupas Hukum dan Kaifiyah Pemulasaran Jenazah Dalam Islam Dena Yulianto; Keyvin Agil Prasetyo; Naila Afifatun Isfahana; Vella Maftukhatul Khoiriyyah; Nur Wakhid
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemulasaran jenazah merupakan salah satu kewajiban kolektif (fardu kifayah) dalam Islam yang memiliki peran penting sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah meninggal dunia. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami tata cara pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan kaifiyah pemulasaran jenazah yang meliputi proses memandikan, mengafani, dan menyalatkan jenazah berdasarkan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan mengenai hukum dan tata cara pengurusan jenazah. Hasil kajian menunjukkan bahwa memandikan jenazah dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum dimakamkan, pengafanan dilaksanakan menggunakan kain kafan yang mencerminkan nilai kesederhanaan dan kesetaraan manusia di hadapan Allah Swt., sedangkan salat jenazah berfungsi sebagai doa dan permohonan ampunan bagi almarhum. Selain memiliki dimensi spiritual dan ibadah, pemulasaran jenazah juga mengandung nilai sosial yang mampu memperkuat rasa kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai tata cara pemulasaran jenazah sangat diperlukan agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara tepat, penuh penghormatan, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Manajemen Komunikasi dalam Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Masjid Al-Falaah Kampung Dadap Medan Ainul Mardiyah; Amalia Fitri Syahira; Bunga Alya Putri; Zahratun Muna
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan manajemen komunikasi dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan di Masjid Al-Falaah Kampung Dadap, Kota Medan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengurus masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program keagamaan didukung oleh penerapan fungsi manajemen komunikasi yang mencakup perencanaan, pembagian tugas, pelaksanaan program, dan evaluasi kegiatan. Penyebaran informasi kepada jamaah memanfaatkan berbagai media komunikasi, baik secara langsung maupun melalui platform digital seperti media sosial dan WhatsApp. Kerja sama yang baik antar pengurus turut mendukung terlaksananya berbagai program keagamaan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi yang belum optimal dan keterlibatan generasi muda yang masih terbatas menjadi tantangan dalam pengelolaan kegiatan. Oleh karena itu, inovasi komunikasi berbasis digital perlu ditingkatkan guna memperluas partisipasi masyarakat dan meningkatkan efektivitas program keagamaan.
Penerapan Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri Baru Putri Pondok Pesantren Darul Ishlah Fitriani Alfiah; Khomsinnudin Khomsinnudin; Ahmad Dawam; Ashari Ashari
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Yanbu’a pada santri baru putri serta mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an santri setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode Yanbu’a di Pondok Pesantren Darul Ishlah, Simpang Lima, Purwajaya, Banjar Margo, Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui penelitian lapangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data yang meliputi ustadzah pengajar metode Yanbu’a, ustadzah pengajar Al-Qur’an, dan santri baru putri Pondok Pesantren Darul Ishlah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a memberikan dampak positif terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru putri, terutama dalam aspek pelafalan atau makharijul huruf, ketepatan panjang dan pendek bacaan, serta pencapaian target muhafadzah tahunan berupa hafalan Juz 30 yang disetorkan dalam satu kali duduk. Metode Yanbu’a juga relatif mudah dipahami dan diikuti oleh santri baru. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, antara lain sebagian santri belum sepenuhnya fokus karena masih dalam tahap penyesuaian dengan lingkungan pesantren dan masih mengalami rasa tidak betah, serta target pembelajaran tujuh juz dalam satu tahun belum seluruhnya tercapai karena pembelajaran yang telah diselesaikan baru mencapai empat juz. Berdasarkan hasil penelitian, metode Yanbu’a dapat digunakan sebagai salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru putri di Pondok Pesantren Darul Ishlah.
Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Al Washliyah 22 Tembung Nurhasanah Simanjuntak; Ali Imran Sinaga; Zulkipli Nasution
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi kebijakan pendidikan nasional melalui Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam (Deep Learning) menuntut pembelajaran Akidah Akhlak bergerak melampaui hafalan menuju pemahaman, aplikasi, dan refleksi nilai, sementara praktik di lapangan masih didominasi metode ceramah dan evaluasi tertulis sehingga berisiko menghasilkan surface learning yang tidak berdampak pada pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Al Washliyah 22 Tembung, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengkaji implikasinya terhadap pengalaman belajar dan internalisasi nilai peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi berlangsung melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen yang bergeser dari pembelajaran berpusat guru menuju berpusat peserta didik, ditopang oleh kebijakan madrasah, budaya religius, kreativitas guru, dan antusiasme peserta didik, namun masih terhambat keterbatasan pemahaman guru, waktu, sarana, serta inkonsistensi penerapan menjelang asesmen. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman kontekstual, dan kesadaran reflektif peserta didik terhadap nilai akidah dan akhlak, meskipun perubahan perilaku belum merata, sehingga disimpulkan bahwa pendekatan ini berpotensi mewujudkan pembelajaran transformatif yang membentuk karakter, bukan sekadar penguasaan pengetahuan semata.