cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
jerkin.org@gmail.com
Phone
+6281267157303
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
ISSN : 29619890     EISSN : 29619890     DOI : https://doi.org/10.31004/jerkin.v1i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is a journal on Faculty of Education. Jurnal JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is under the auspices of the Faculty of Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2961-9890. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is published four times a year in September, December, March and June. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan receives 50 articles per issue. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 4,366 Documents
Motif Ekonomi Mahasiswa Dalam Penggunaan Fitur Paylater Sebagai Bentuk Konsumsi Di Era Ekonomi Digital : Penelitian Garin Muhamad Arya; Intan Tania Zahra; Natasya Aurelia; Sri Damayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penggunaan fitur paylater di kalangan mahasiswa, mengidentifikasi motif ekonomi yang melatarbelakanginya, serta memahami dampaknya terhadap pola konsumsi dalam era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paylater di kalangan mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh kemudahan akses, proses yang cepat, serta berbagai penawaran promosi yang menarik. Motif penggunaan paylater tidak hanya bersifat rasional, seperti pemenuhan kebutuhan dan kepraktisan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, seperti gaya hidup dan tekanan lingkungan. Selain itu, penggunaan paylater berdampak pada perubahan pola konsumsi mahasiswa yang cenderung lebih impulsif dan konsumtif, serta berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan keuangan. Dengan demikian, meskipun paylater memberikan kemudahan dalam bertransaksi, penggunaannya perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.
Dominasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Outsourcing dalam Hubungan Kerja: Analisis Hukum Ketenagakerjaan Sebagai Penyumbang Tingkat Pengangguran di Indonesia: Penelitian Sugeng Santoso PN; Erwin Tampubolon; Jhon Fernando S; Rionaldy Bernadus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6124

Abstract

Penelitian ini menganalisis dominasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan sistem Outsourcing dalam pasar kerja di Indonesia serta kontribusinya terhadap tingkat pengangguran struktural. Meskipun dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas pasar kerja, implementasi kedua mekanisme ini telah menciptakan fenomena prekarisasi tenaga kerja yang justru memperburuk kondisi ketenagakerjaan. Melalui analisis yuridis-normatif terhadap regulasi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap stabilitas kerja, penelitian ini menemukan bahwa PKWT dan Outsourcing telah menjadi mekanisme sistematis yang mengalihkan risiko bisnis kepada pekerja, menciptakan ketidakamanan kerja (Job insecurity), dan menghambat terbentuknya hubungan kerja yang berkelanjutan. Rigiditas regulasi terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendorong perusahaan menggunakan PKWT dan Outsourcing sebagai strategi untuk menghindari kewajiban hukum, yang ironisnya justru meningkatkan tingkat pengangguran terselubung dan turnover intention. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum ketenagakerjaan yang lebih seimbang antara fleksibilitas usaha dan perlindungan pekerja, pembatasan penggunaan PKWT hanya untuk pekerjaan yang benar-benar bersifat sementara, penguatan pengawasan terhadap praktik Outsourcing, serta peningkatan jaminan sosial bagi pekerja non-permanen.
Tokenisasi Properti dan Smart Contract sebagai Modus Baru Nominee Agreement oleh WNA: Tantangan Penegakan Hukum Agraria di Era Digital: Penelitian Rd. Shabrina Azwa A.; Divya Aliyyu; Immanuel
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik penyelundupan hukum agraria melalui skema nominee agreement yang kini berkembang dengan memanfaatkan teknologi blockchain, khususnya melalui tokenisasi properti dan smart contract. Fenomena ini menimbulkan konflik antara ketentuan hukum agraria nasional dengan inovasi teknologi finansial global. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi kedudukan hukum smart contract dan tokenisasi properti sebagai nominee agreement terselubung, serta formulasi perlindungan hukum dan pengawasan yang ideal. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta dianalisis secara kualitatif preskriptif melalui penalaran deduktif dan doktrin penyelundupan hukum (fraus legis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara materiil, smart contract dalam tokenisasi properti batal demi hukum karena mengandung kausa yang tidak halal dan melanggar asas nasionalitas dalam UUPA. Namun secara formil, instrumen tersebut tetap diakui sebagai alat bukti elektronik yang sah berdasarkan UU ITE, sehingga membuka celah bagi WNA untuk mengajukan gugatan ganti rugi berbasis investasi. Selanjutnya, perlindungan hukum yang ideal harus dilakukan melalui pendekatan preventif dan represif, yakni dengan penguatan pengawasan lintas sektoral, penerapan klausul anti-tokenisasi dalam akta tanah, serta penerapan doktrin “piercing the crypto veil” oleh hakim untuk menembus formalitas smart contract. Kesimpulannya, praktik tokenisasi properti merupakan bentuk baru penyelundupan hukum agraria yang berbahaya karena menciptakan paradoks antara keabsahan materiil dan formil. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan pengawasan digital, serta pembaruan doktrin peradilan guna menjaga kedaulatan agraria nasional.
Inovasi Kebijakan PAUD untuk Penguatan Karakter Anak dalam Perspektif Pendidikan Nasional: Penelitian Rahma Ayu; Cucu Atikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6132

Abstract

Pengembangan kebijakan yang bersifat inovatif dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat proses pembentukan karakter anak sejak tahap awal kehidupannya, yang sekaligus menjadi fondasi penting bagi sistem pendidikan nasional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah berbagai bentuk inovasi kebijakan PAUD dalam mendukung penguatan karakter peserta didik serta mengkaji implikasinya terhadap perkembangan sistem pendidikan nasional secara menyeluruh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dan analisis kebijakan, yang bersumber dari regulasi pendidikan, literatur ilmiah, serta dokumen resmi pemerintah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi kebijakan PAUD telah berkembang ke arah integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Selain itu, nilai-nilai karakter seperti religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas telah diterapkan secara sistematis dalam proses pembelajaran di PAUD. Analisis penelitian juga mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi inovasi kebijakan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan, dukungan regulasi yang kuat, serta kesiapan sumber daya pendidik. Walaupun demikian, masih terdapat sejumlah hambatan seperti ketimpangan penerapan kebijakan antarwilayah dan keterbatasan fasilitas pendidikan yang tersedia. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi kebijakan PAUD memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter anak sekaligus mendukung pengembangan pendidikan nasional yang berkelanjutan berbasis nilai-nilai karakter. Di samping itu, diperlukan evaluasi kebijakan secara berkelanjutan agar implementasi dapat berjalan lebih efektif dan adaptif terhadap dinamika sosial serta kebutuhan peserta didik. Inovasi ini juga dipahami sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang berkarakter kuat, adaptif, serta memiliki daya saing melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan.
Implementasi Cuti Haid dan Cuti Keguguran di Lingkungan Kerja Berbasis Target Performa (KPI) Menurut UU Ketenagakerjaan: Penelitian Divya Aliyyu; Immanuel
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6152

Abstract

Hak reproduksi pekerja perempuan berupa cuti haid dan keguguran secara eksplisit dijamin oleh UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, sistem Key Performance Indicator (KPI) berbasis hasil kerja di industri modern sering kali tidak menyesuaikan target bagi pekerja yang mengambil cuti tersebut, sehingga memicu diskriminasi pengupahan terselubung. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis keabsahan praktik KPI tersebut serta merumuskan mekanisme perlindungan yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan target KPI absolut tanpa penyesuaian prorata adalah tidak sah secara hukum karena melanggar prinsip perlindungan upah dan merupakan bentuk fraus legis. Disimpulkan bahwa mekanisme perlindungan saat ini masih bersifat reaktif sehingga gagal melindungi pekerja perempuan secara komprehensif. Oleh karena itu, disarankan kepada Pemerintah untuk menerbitkan regulasi teknis mengenai asas proporsionalitas target dan memperkuat fungsi pengawasan melalui Equal Pay Audit yang proaktif
Pelatihan Pengemasan Produk Be Cheese dalam Mendukung Pengembangan Integrated Farming System di Desa Suci: Pengabdian Uyun Erma Malika; Rizal Perlambang CNAWP; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Fairuz Nadhifah; Salihati Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6153

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengemasan produk olahan ubi jalar, khususnya be cheese, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan Integrated Farming System (IFS) di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung pengemasan produk, yang dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan untuk memperkuat pemahaman peserta. Peserta kegiatan merupakan kelompok ibu-ibu PKK Desa Suci yang memiliki peran dalam pengolahan produk pangan berbasis lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait konsep dan teknik pengemasan produk pangan. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan teknik pengemasan yang lebih rapi, menarik, dan sesuai untuk dipasarkan. Kegiatan pendampingan juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan produk secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas produk olahan ubi jalar, baik dari segi tampilan maupun nilai tambah, sehingga berpotensi mendukung penguatan implementasi Integrated Farming System di Desa Suci.
Gambaran Tingkat Impostor Syndrome Pada Karyawan Generasi Z: Penelitian Dhea Fahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6154

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat impostor syndrome pada karyawan Generasi Z. Masalah difokuskan pada kecenderungan karyawan Generasi Z yang meragukan kemampuan dirinya meskipun telah memiliki pencapaian dalam pekerjaan. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori impostor syndrome yang menjelaskan perasaan tidak kompeten dan kecenderungan individu mengaitkan keberhasilan dengan faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Clance Impostor Phenomenon Scale yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat impostor syndrome pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor impostor syndrome responden berada pada kategori sedang. Distribusi kategori menunjukkan bahwa sebagian responden cukup sering mengalami perasaan ragu terhadap kemampuan dirinya dalam pekerjaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa karyawan Generasi Z dalam penelitian ini menunjukkan kecenderungan mengalami impostor syndrome pada tingkat sedang, yang ditandai dengan munculnya keraguan terhadap kemampuan diri meskipun telah memiliki pencapaian dalam pekerjaan.
Perbandingan Antara Terjadinya Perjanjian dan Peralihan Hak Milik dalam Jual Beli Menurut Sistem Hukum Indonesia: Penelitian Kusen, Gabriel Chivalry Miracle; Sudarno, Immanuel Christian; Bramaditra, Muhammad Elvio
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6161

Abstract

Jurnal ini mengkaji kerancuan pemahaman masyarakat terkait momentum beralihnya hak milik dalam transaksi jual beli. Secara normatif, sistem hukum perdata Indonesia (KUHPerdata) memisahkan secara tegas antara saat terjadinya kesepakatan yang bersifat obligatoir dengan penyerahan barang (levering) yang memindahkan hak kebendaan. Permasalahan timbul ketika terjadi jeda waktu di antara kedua fase tersebut, terutama terkait pembagian tanggung jawab risiko (risk-bearing) apabila objek jual beli musnah akibat keadaan memaksa (overmacht). Menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, penelitian ini menemukan bahwa tanpa adanya levering, hak milik secara sah masih berada di tangan penjual. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip res perit domino yang dianut dalam tata hukum modern guna menyimpangi asas usang pada Pasal 1460 KUHPerdata, penjual wajib memikul kerugian atas musnahnya barang tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepastian klaim kepemilikan mutlak membutuhkan tindakan penyerahan yuridis yang sah. Disarankan bagi masyarakat dan praktisi hukum untuk meminimalisir rentang waktu penyerahan, serta mendesak legislatif untuk segera melakukan kodifikasi pembaruan hukum perikatan nasional secara tertulis terkait prinsip pembagian risiko.
Formulasi Spray Anti Nyamuk Alami Dari Serai Dan Kemangi Serta Sosialisasi Pemanfatannya Di Desa Loboniki: Penelitian Dedi Suwandi Wahab; Ayuni Setiawati; Ainun Mardia; Amina Dewi; Delfina Ndahung; Germanus Moa Arnol; Irmayanti; Iva Sutari; Pelagia Dune; Maria Natsarena; Stevania Baru Bay; Zakaria Al Farizi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6165

Abstract

Di indonesia demam berdarah dengue sampai saat ini masih merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan, dengan angka kejadian yang masih fluktuatif. Sebagai upaya pencegahan gigitan nyamuk salah satunya adalah dengan menggunakan zat anti nyamuk sintetis, namun pada penggunaan zat sintetis ini memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, sehingga untuk menghindari efek samping tersebut dapat diganti dengan bahan alami. Kemangi (Ocimum basilicum) dan serai (Cymbopogon winterianus) merupakan tanaman yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, serta sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu dalam masakan. Daun kemangi diketahui mengandung minyak atsiri dengan komponen utama berupa linalool, estragol, geraniol, eugenol, dan sineol, serta zat gizi seperti protein, kalsium, vitamin A, dan vitamin B. Serai (cymbopogon winterianus) memiliki ciri morfologi yang khas. Tanaman serai yaitu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dengan kadar sitronellal 30- 45% dan geraniol 65-90%. Bahan aktif utama yang dihasikan adalah senyawa aldehid sebesar 30-45%, senyawal alkohol sebesar 55-65% dan senyawa-senyawa lain seperti geraniol, sitrall, nerol, metal, heptonon dan dipentena. Sediaan yang mudah dibuat langsung oleh masyarakat salah satunya adalah sediaan spray ruangan pengusir nyamuk. Spray lebih mudah diaplikasikan karena menggunakan bahan dan alat yang rata-rata dimiliki masyarakat serta cara pembuatannya yang cukup simpel sehingga mudah untuk diaplikasikan.
Analisis Model Fungsi Linear Pada Permintaan Dan Penawaran Serta Penentuan Keseimbangan Pasar Dalam Matematika Ekonomi: Penelitian Ananda Fazhira; Annisa Dina Maisarah hsb; Nandita Olivia Natasya; Modesta Natalia Buaton; Yastri Dwinarti Sihite; Putri Ainun; Muhammad Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model fungsi linear pada permintaan dan penawaran serta menentukan keseimbangan pasar dalam kajian matematika ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksploratif dengan menggunakan data sekunder berupa harga dan jumlah barang yang diminta serta ditawarkan. Model yang digunakan adalah fungsi linear yang merepresentasikan hubungan antara harga dan jumlah barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi permintaan memiliki hubungan negatif antara harga dan jumlah barang, sedangkan fungsi penawaran memiliki hubungan positif. Titik keseimbangan pasar diperoleh ketika jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran, yang dapat dihitung melalui persamaan linear. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan model matematika linear dapat mempermudah analisis fenomena ekonomi serta membantu dalam memahami interaksi antara konsumen dan produsen di pasar.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026 Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 - Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakata dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 1 Tahun 2023 Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 4 April-Juni 2 Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 2 Oktober-Dese Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 2 Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan More Issue