cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
jerkin.org@gmail.com
Phone
+6281267157303
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
ISSN : 29619890     EISSN : 29619890     DOI : https://doi.org/10.31004/jerkin.v1i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is a journal on Faculty of Education. Jurnal JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is under the auspices of the Faculty of Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2961-9890. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is published four times a year in September, December, March and June. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan receives 50 articles per issue. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 4,549 Documents
Pemanfaatan Permainan Tradisional Hadang sebagai Media Pembelajaran Pengukuran dan Geometri di SDI Paga : Penelitian Marselina Wali; Lusia Karwinda Nepa Senda; Mikaela Sulastri Mbu; Fransiska Lista Mbora; Yuliana Ngole
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6721

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi rendahnya pemahaman peserta didik tentang pengukuran dan geometri, sehingga diperlukan media pembelajaran yang konkret, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Tujuannya adalah: (1) mengenalkan meteran saku sebagai alat ukur baku dalam pembentukan lapangan hadang, (2) mengenalkan konsep panjang, lebar, dan luas bangun datar melalui praktik langsung, serta (3) meningkatkan sikap matematis peserta didik melalui permainan tradisional hadang. Metode yang digunakan ialah pendekatan partisipatif berbasis game-based learning. Kegiatan dilaksanakan di SDI Paga dengan melibatkan dosen, mahasiswa PGSD, dan peserta didik. Tahapannya meliputi pengenalan alat ukur, pengukuran lapangan, pembuatan garis batas, perhitungan luas, dan praktik permainan hadang untuk mengidentifikasi sikap matematis yang muncul selama permainan. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta didik lebih mudah memahami konsep pengukuran dan geometri melalui pengalaman langsung. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan sikap matematis seperti teliti, cermat, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, berpikir strategis dan logis, cepat memecahkan masalah, serta sportif. Dengan demikian, permainan hadang efektif sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual, interaktif, dan menyenangkan sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Self-Regulated Learning dan Keberhasilan Belajar Siswa Gen-Z di Era Digital dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling: Penelitian Maslina Maslina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6723

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam proses belajar siswa. Kemudahan akses informasi dan penggunaan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran. Salah satu kemampuan penting yang dibutuhkan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar di era digital adalah self-regulated learning (SRL). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-regulated learning dan keberhasilan belajar siswa di era digital serta menganalisis implikasinya dalam perspektif bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai penelitian nasional dan internasional yang relevan mengenai SRL, keberhasilan belajar, dan layanan BK. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-regulated learning memiliki kontribusi signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa, khususnya dalam kemampuan mengatur tujuan belajar, mengontrol distraksi digital, serta meningkatkan motivasi dan kemandirian belajar. Selain itu, layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan self-regulated learning melalui layanan klasikal, konseling individu, dan pelatihan self-management. Oleh karena itu, integrasi pengembangan SRL dalam layanan BK menjadi kebutuhan penting di era digital.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan Laissez-Faire, Dan Komunikasi Terhadap Produktivitas Kerja: Penelitian Ihwattun Umaroh; Nina Nurhasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6726

Abstract

Ekosistem perusahaan rintisan (startup) menuntut fleksibilitas dan otonomi kerja yang tinggi, sehingga memunculkan tantangan tersendiri dalam mempertahankan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan laissez-faire, dan komunikasi terhadap produktivitas kerja karyawan startup di wilayah Jakarta, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 120 responden dan dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kepemimpinan laissez-faire tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, sedangkan komunikasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh kuat dan signifikan terhadap produktivitas kerja dengan kontribusi sebesar 76,5%. Kesimpulannya, meskipun budaya adaptif dan otonomi kepemimpinan diterapkan, komunikasi tetap menjadi kunci utama pendorong produktivitas. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan kualitas komunikasi dua arah dan mengelola sumber daya manusia secara integratif guna menyeimbangkan otonomi kerja dengan sistem arahan yang jelas.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Ketidak Percayaan Diri Siswa di SMPN 1 Tomohon: Penelitian Nadia Oktaria Tipa; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6729

Abstract

Kepercayaan diri adalah sikap seseorang dalam memandang dan menilai dirinya sendiri serta lingkungan di sekitarnya. Sikap ini membuat individu yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu bertindak, mengambil keputusan, dan melakukan berbagai kegiatan dengan baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kepercayaan diri siswa, strategi guru bimbingan konseling dalam mengatasi ketidakpercayaan diri siswa di SMPN 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dengan subjek penelitian terdiri dari 4 orang informan utama dan pendukung. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling membuat program dan juga strategi untuk membantu siswa yang kurang percaya diri. Strategi yang dilakukan guru bimbingan konseling meliputi identifikasi latar belakang siswa melalui penggalian informasi orang tua, memberikan layanan konseling individu, pemberian motivasi atau penguatan positif (reinforcement positif), serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri melalui penugasan pembuatan video pribadi. Dukungan sistemik dari pihak sekolah berupa penciptaan lingkungan belajar yang aman, apresiatif, serta penyediaan wadah ekstrakurikuler terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan.
No Grammar, No Cry: Encouraging Confident English Communication: Pengabdian Vivi Ayu Lestari; Anwar Hilman; Arif Budimansyah Purba; Ahmad Najib Mutawally; Rizki Teja Pratama; Ade Sofyan; Inpresta Natalia; Sekarlita Indriani; Cepi Indra Grahana; Juni Adi Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6731

Abstract

Speaking is widely considered one of the most challenging skills for both university and high school learners, not primarily due to limited grammar or vocabulary, but because of psychological barriers such as fear of making mistakes and low self-confidence. This community service program, entitled “No Grammar, No Cry: Encouraging Confident English Communication,” aims to address these challenges by shifting learners’ focus from grammatical perfection to meaningful communication. The program was implemented through interactive workshops, peer conversation sessions, confidence-building games, real-life communication simulations, and mentoring activities to create a supportive and low-anxiety learning environment. A qualitative approach was employed to explore participants’ experiences, perceptions, and mindset changes during the program. Data were collected through participant reflections, observational notes, and informal discussions. The findings reveal that participants demonstrated increased willingness to speak, reduced speaking anxiety, and improved fluency and confidence in expressing ideas. In addition, learners developed a more positive attitude toward making mistakes, recognizing them as part of the learning process. Overall, the program highlights the importance of collaborative learning and experiential practice in fostering communicative competence. It also contributes to bridging the gap between theoretical knowledge and real-life communication, while promoting learner autonomy, sustained motivation, and adaptive communication skills.
Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen: Peran Guru sebagai Pembimbing Iman: Penelitian Febrilianti; Agusthina Siahaya; James Fransinopik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6732

Abstract

Tujuan: Artikel ini merumuskan kerangka etis-teologis-pedagogis penggunaan artificial intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen. Isu ini penting karena AI mulai dipakai untuk menyiapkan bahan ajar, menyusun tugas, memberi umpan balik awal, dan membuka akses pengetahuan keagamaan di ruang digital. Metodologi: Penelitian menggunakan studi literatur kualitatif melalui pembacaan, klasifikasi, dan sintesis artikel jurnal mutakhir tentang AI dalam pendidikan, generative AI, etika AI, dan Pendidikan Agama Kristen. Temuan: AI dapat membantu perencanaan pembelajaran, penyusunan kasus kontekstual, diferensiasi penjelasan, asesmen formatif, dan pengembangan sumber belajar digital. Akan tetapi, AI juga memunculkan risiko ketidakjujuran akademik, ketergantungan, bias, privasi, dan reduksi pembentukan iman menjadi keluaran informasi. Implikasi penelitian: Guru PAK membutuhkan literasi etis agar mampu memverifikasi keluaran AI, merancang tugas yang menjaga proses belajar, dan membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara jujur serta reflektif. Orisinalitas: Artikel ini menawarkan lima prinsip praktis penggunaan AI dalam PAK, yaitu martabat manusia, kebenaran, tanggung jawab, hikmat, dan kasih.
Eksplorasi Nilai Budaya Gaukan Bantilan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar: Penelitian Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Mas’adi; Nurul Hidayah; Justiya Saputri; sukma
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam tradisi Gaukan Bantilan serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada peserta didik kelas V di SDN 2 Tolitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi sederhana dan historis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, pihak Dinas Sosial, tokoh masyarakat, serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Gaukan Bantilan mengandung berbagai nilai sosial dan budaya seperti gotong royong, kepedulian sosial, solidaritas, budaya berbagi, toleransi, kesopanan (tabe-tabe), serta prinsip Morikosuan yang berarti saling mengasihi dan menyayangi. Selain itu, ditemukan pula nilai religius dan solidaritas sosial dalam tradisi Doja di Pulau Lutungan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan pembelajaran IPS di sekolah dasar karena mampu membantu pembentukan karakter peserta didik, meningkatkan kesadaran sosial, serta memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran IPS dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
Integritas Akidah Islam dalam Aktivitas Olahraga dan Pembentukan Akhlak: Penelitian Nursakinah Agustina; Mita Nur Azizah; Nabillah Zahra Hasibuan; Bela Sintya Batubara; Alda Aisyah Rambe; Albar Alfarizki; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integritas akidah Islam dalam aktivitas olahraga serta kontribusinya terhadap pembentukan akhlak mulia. Di era modern, aktivitas olahraga sering kali terjebak dalam disorientasi nilai akibat tekanan prestasi, kapitalisasi, dan komersialisasi, sehingga mengabaikan dimensi spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan analisis teologi kontekstual, penelitian ini mengintegrasikan temuan-temuan dari sepuluh jurnal ilmiah bereputasi terkait teologi Islam, pendidikan karakter, dan sosiolinguistik moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dalam Islam bukan sekadar aktivitas fisik atau mengejar kemenangan duniawi, melainkan sebuah ruang spiritual yang bersumber pada nilai tauhid sebagai pusat orientasi prestasi berbasis ibadah. Integrasi akidah dalam olahraga diwujudkan melalui pengakuan tubuh sebagai amanah yang harus dijaga dari eksploitasi dan tindakan tidak terpuji seperti penggunaan doping. Pembentukan akhlak mulia dalam aktivitas olahraga berhasil diwujudkan melalui pembiasaan (habit formation), keteladanan pendidik/pelatih (role modelling), kedisiplinan yang terstruktur, dan penyerahan diri secara total kepada ketetapan Allah (tawakal). Penelitian ini menghasilkan sebuah model konseptual teologi olahraga Islam yang memposisikan akidah sebagai landasan teologis-ontologis dan akhlak mulia sebagai manifestasi aksiologisnya di lapangan kompetisi.
The Utilization of the Mappadendang Ritual as a Local Wisdom Based Learning Resource: Penelitian Ita Rosvita; Filawati; Andi Fatimah Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6746

Abstract

This study aimed to describe the local wisdom values embedded in the Mappadendang ritual and to examine its potential as a local wisdom-based learning resource. The study employed a qualitative approach with a descriptive design and was conducted from April to May 2026 in Jampuserengnge Village, Liliriaja District, Soppeng Regency, South Sulawesi, Indonesia. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving traditional leaders, community leaders, and local community members who participated in the implementation of the Mappadendang ritual. Data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation, while data were analyzed using the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the Mappadendang ritual embodies various local wisdom values, including mutual cooperation, togetherness and social solidarity, religiosity, cultural preservation, and environmental awareness. These values are reflected throughout every stage of the ritual, which involves active, collective, and sustainable community participation. Furthermore, the study found that Mappadendang has considerable potential to be utilized as a learning resource in Indonesian Language, Pancasila Education, Social Studies, and Arts Education. The integration of this ritual into learning activities can create more contextual, meaningful, and culturally relevant learning experiences for students.
Modernisasi Budidaya Tanaman melalui Teknologi Hidroponik Vertikal dan Mekanisasi Pemupukan Tanaman Cabai di Desa Bandar Pasir Mandoge: Pengabdian Bambang Irwansyah; Muhammad Azwar Al Ayyub; Zunaida Sitorus; Ali Hasimi Pane; Elfin Efendi; Emiel Salim Siregar; Riki Arfi Munte; Ismail; Dian Hasby Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6751

Abstract

Inovasi sederhana berupa alat pemupukan semi manual dan media tanam hidroponik berbahan dasar pipa paralon menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat membantu petani dalam mengatasi kendala tersebut. Alat ini dirancang untuk menyalurkan pupuk langsung ke titik tanam tanpa harus membuat petani terusmenerus membungkuk, sehingga dapat mengurangi kelelahan dan mempercepat proses kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bandar Pasir Mandoge dinyatakan sukses mencapai seluruh indikator keberhasilan, di mana peningkatan pengetahuan mitra melampaui target dengan capaian 85%, sistem hidroponik berjalan stabil secara optimal (100%), dan alat penabur pupuk berhasil bekerja dengan tingkat presisi 92%. Efisiensi kerja petani meningkat signifikan dengan penghematan waktu pemupukan mencapai 60% melampaui target awal sebesar 50% serta terbentuknya kemandirian penuh bagi mitra dalam mengoperasikan teknologi yang diberikan, sehingga secara keseluruhan program ini terbukti efektif dalam memodernisasi praktik budidaya tanaman cabai secara mandiri dan berkelanjutan.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026 Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 - Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakata dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 1 Tahun 2023 Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 4 April-Juni 2 Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 2 Oktober-Dese Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 2 Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan More Issue