cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Tanggung Jawab Hukum Apoteker Dalam Kelalaian Pelaksanaan Konseling Obat Di Apotek Chika Shamer; Eddy Asnawi; Irawan Harahap
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2558

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam tanggung jawab hukum apoteker terkait kelalaian dalam pelaksanaan konseling obat di apotek, baik dari perspektif hukum perdata maupun pidana. Pentingnya konseling obat ditekankan sebagai bagian krusial dari pelayanan kefarmasian profesional, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 yang mewajibkan apoteker memberikan informasi komprehensif kepada pasien. Penelitian ini didasari oleh adanya kasus-kasus di mana kelalaian apoteker dalam memberikan informasi obat yang memadai telah menimbulkan kerugian pada pasien, seperti yang terlihat dalam Putusan Perdata PN Jakarta Pusat Nomor 45/Pdt.G/2024/PN.JKT.PST, yang menyoroti perlunya akuntabilitas hukum atas tindakan apoteker. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan terkait profesi apoteker, standar pelayanan kefarmasian, hukum perdata (khususnya Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum), serta hukum pidana (Pasal 360 dan 361 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan luka berat). Selain itu, analisis terhadap putusan pengadilan relevan, seperti Putusan PN Jakarta Pusat No. 45/Pdt.G/2024/PN.JKT.PST dan Putusan PN Medan No. 2258/Pid.Sus/2020/PN Mdn, dilakukan untuk memahami implementasi dan inkonsistensi penegakan hukum dalam kasus kelalaian apoteker. Metodologi ini bertujuan untuk memperjelas unsur delik dan batasan pertanggungjawaban pidana apoteker dalam konteks kelalaian konseling obat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum yang mengatur tanggung jawab apoteker telah ada, implementasinya dalam kasus kelalaian konseling obat masih menghadapi tantangan, termasuk interpretasi dan konsistensi penegakan hukum seperti yang tercermin dalam beberapa putusan pengadilan. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa diperlukan penguatan regulasi, pedoman yang lebih jelas bagi apoteker, serta konsistensi dalam penegakan hukum untuk memastikan perlindungan pasien yang optimal dan akuntabilitas profesi apoteker sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Implementation And Evaluation Of The Pacs System In The Radiology Department Of A Hospital: A Case Study In A Hospital In Indonesia Sonia Ayu Islami; Anugrah Bagus Sugiharto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2559

Abstract

This study aims to evaluate the implementation and impact of the Picture Archiving and Communication System (PACS) in the Radiology Department of Wava Husada Hospital, focusing on operational efficiency, service quality, budget management, and satisfaction levels among patients and staff. A mixed-methods approach was employed, integrating both qualitative and quantitative research methods to provide a comprehensive analysis. The study assessed key variables, including operational efficiency, financial management, radiology image quality, service quality indicators, and satisfaction levels of both patients and staff involved in the PACS workflow. The findings indicate that the implementation of PACS resulted in improved operational efficiency, with an increase in the number of radiological procedures per working day and per working hour of radiographers. Financially, there was variation in revenue and cost realization, but the long-term benefits of PACS implementation outweighed the initial investment costs. Service quality indicators, such as the turnaround time for CT scan and chest X-ray readings, showed significant improvements. Additionally, the quality of radiology images improved, as evidenced by evaluations from radiology specialists. Patient and staff satisfaction regarding PACS services also yielded positive results, particularly concerning waiting times and clarity of diagnostic results. In conclusion, the implementation of PACS in the Radiology Department of Wava Husada Hospital positively affected operational efficiency, service quality, and satisfaction levels among both patients and staff. Although there was an increase in expenditure, the long-term benefits of the system justify the investment, making it a valuable asset for the hospital. Further evaluations of cost-benefit ratios are recommended, alongside continuous efforts to enhance service quality in line with technological advancements and regulatory standards.
Pengaruh Oral Hygiene Dengan Larutan Garam 10% Terhadap Status Kesehatan Mulut Pada Pasien Stroke Sidik Rohmadani; Fajar Alam Putra; Etty Eriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2560

Abstract

Pasien stroke seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan mulut sendiri karena kondisi fisik atau gangguan kognitif. Kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko infeksi mukosa mulut, kerusakan gigi serta memperparah penyakit yang dideritanya. Larutan garam merupakan salah satu obat kumur herbal yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh oral hygiene dengan larutan garam 10% terhadap status kesehatan mulut pada pasien stroke di ruang Lavender RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design without control group. Pemilihan sampel menggunakan teknik teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh oral hygiene dengan larutan garam 10% terhadap status kesehatan mulut pada pasien stroke dengan nilai ρ-value uji Wilcoxon sebesar 0,000 < nilai α 0,05 dengan nilai mean atau rata-rata OHI-S mengalami penurunan sebanyak 1,90 dimana nilai mean pretest sebesar 3,57 turun menjadi 1,67. Oral hygiene dengan larutan garam 10% dapat meningkatkan status kesehatan mulut pada pasien stroke.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web pada UMKM Kuliner di Indonesia Yoyo Subagio; Rizky Wahyu Hadiyana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2561

Abstract

UMKM kuliner di Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan operasional harian, terutama terkait pencatatan transaksi, manajemen stok, dan pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan merancang sistem informasi manajemen berbasis web yang sesuai dengan karakteristik dan keterbatasan pelaku UMKM kuliner. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode Design Thinking, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap pelaku usaha dari berbagai kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima fitur utama yang dibutuhkan adalah pencatatan transaksi harian, manajemen stok bahan baku, laporan keuangan otomatis, pengelolaan data pelanggan, dan monitoring penjualan. Purwarupa sistem dirancang dalam bentuk dashboard interaktif dengan struktur navigasi sederhana dan desain antarmuka yang responsif. Evaluasi terhadap pengguna menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan, relevan dengan kebutuhan usaha, dan membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelibatan pengguna dalam proses perancangan sistem dan menunjukkan bahwa solusi digital yang disesuaikan secara kontekstual dapat menjadi katalisator transformasi digital UMKM di sektor kuliner. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi tepat guna untuk usaha mikro, serta mendukung agenda nasional dalam mendorong digitalisasi sektor informal. Kata Kunci: UMKM Kuliner, Sistem Informasi Manajemen, Web-Based Application, Design Thinking, Digitalisasi Usaha Mikro
Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Di SPNF SKB Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Ditinjau Dari Segi Perspektif Administrasi Publik) Nurlaila Stion; Lisda Van Gobel; Agus Pariono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di SPNF SKB Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Fokus penelitian mencakup tiga dimensi utama, yaitu Sumber Daya Manusia, Komunikasi, dan Dukungan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi di SPNF SKB Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pelaksana program, serta dokumentasi operasional program. Teknik triangulasi digunakan untuk meningkatkan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi Sumber Daya Manusia, kendala utama adalah kurangnya anggaran yang menyebabkan beberapa tutor dirumahkan, sehingga mengakibatkan satu tutor mengajar dua mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya, berdampak pada kualitas pembelajaran. Di dimensi komunikasi, meskipun sosialisasi tatap muka berjalan lancar, kurangnya kesadaran pemerintah dan masyarakat mengurangi efektivitasnya, dengan rendahnya partisipasi masyarakat dan anak putus sekolah yang lebih memilih bekerja. Sementara itu, dukungan masyarakat terhadap program pendidikan kesetaraan di SPNF SKB Bintauna masih rendah, terlihat dari minimnya partisipasi dalam mendukung program tersebut. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan anggaran, kesadaran, serta partisipasi masyarakat untuk memperbaiki pelaksanaan program pendidikan kesetaraan.
Analisis Kemampuan Lahan Untuk Ketersedian Air Baku Di Wilayah Pesisir Kabupaten Gorontalo Moh Fadlun Lamusu; Layosibana Akhirun; Rizky Juliansar Yasin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan lahan dalam mendukung ketersediaan air baku di wilayah pesisir Kabupaten Gorontalo, khususnya di Kecamatan Batudaa Pantai, Biluhu, dan Bilato. Wilayah pesisir memiliki karakteristik ekologis dan sosial yang kompleks, sehingga penting untuk mengetahui sejauh mana kondisi lahannya mampu menunjang ketersediaan air baku. Ketersediaan air baku menjadi salah satu aspek vital dalam mendukung kebutuhan domestik dan kegiatan produktif masyarakat. Oleh karena itu, analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi serta keterbatasan sumber daya lahan terhadap pemenuhan air baku secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial. Data dikumpulkan melalui studi literatur, dokumentasi peta, dan data sekunder dari instansi terkait. Parameter yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan. Ketiga parameter tersebut diberikan skor dan bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap kemampuan lahan menyediakan air. Teknik overlay dan analisis skoring digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta satuan kemampuan lahan (SKL) serta mengetahui tingkat kemampuan lahan pada masing-masing wilayah kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bilato memiliki wilayah dengan kemampuan lahan tinggi terhadap ketersediaan air baku seluas 1.596,39 ha. Sedangkan wilayah dengan kemampuan sedang dan cukup masing-masing ditemukan di Kecamatan Batudaa Pantai dan Biluhu dengan luasan 13.947,85 ha dan 5.587,92 ha. Faktor pembatas utama adalah kemiringan lereng yang curam dan jenis tanah Mediteran Merah Kuning yang memiliki daya serap sedang, serta curah hujan yang relatif rendah. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dengan karakteristik lahan dalam perencanaan wilayah pesisir, guna memastikan keberlanjutan penyediaan air baku bagi masyarakat.
Optimalisasi Pemasaran Produk Lokal Berbasis Digital Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Iroyudan Kabupaten Bantul Elinda Tria Wati; Antonia Eka Sari Widyastuti; Muhamad Nur Chozin; Pratidina Izza Rahmasyah; Garin Darpitamurti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2566

Abstract

Penggunaan teknologi menjadi salah satu aspek yang wajib dimanfaatkan dalam dunia usaha, agar suatu usaha dapat terus berkembang dan memiliki tingkat pemasaran yang lebih luas. Penggunaan teknologi dalam dunia usaha, salah satunya dapat diwujudkan melalui pemanfaatan e-commerce. Padukuhan Iroyudan memiliki potensi ekonomi berupa produk lokal yang diproduksi oleh masyarakat, seperti keripik, peci akar rotan, tempe godhong, peyek benik, sayuran, jajanan pasar, sembako, maggot, dll. Selain itu, ada juga jasa berupa penjahitan pakaian. Selama ini pemasaran produk dilakukan secara direct, melalui penjualan di pasar, toko kelontong, atau pemesanan melalui whatsapp. Proses pemasaran seperti ini, dapat menghambat transaksi yang terjadi karena hanya berada pada lingkup yang sempit. Di sisi lain, terdapat pemuda karang taruna yang telah terbiasa menggunakan teknologi. Oleh sebab itu, pengabdian ini dilaksanakan untuk mengoptimalisasikan pemasaran produk lokal yang ada di Padukuhan Iroyudan, dengan memanfaatkan teknologi berupa e-commerce. Hasil pengabdian ini berupa akun penjualan Shopee, penguatan admin pengelola akun Shopee, dan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Efektifitas Program Edukasi PHBS untuk Mengurangi Risiko ISPA di Lingkungan Sekolah Dasar Sahriana; Selin Dwi Astrida; Zulkarnain
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2567

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang umum menyerang anak usia sekolah dasar, terutama akibat rendahnya kesadaran terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi PHBS dalam mengurangi risiko ISPA pada siswa SDN 44 Buttu, Kelurahan Tande. Penelitian menggunakan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol dengan 35 siswa kelas IV dan V sebagai subjek. Program edukasi dilaksanakan selama 2 minggu melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi cuci tangan, serta media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS. Edukasi PHBS terbukti efektif dan disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif di sekolah dasar. Kata Kunci : PHBS, ISPA, edukasi kesehatan, sekolah dasar
Arahan Zonasi Aktivitas Wisata Di Sempadan Sungai Bolango Afivah Virgiani Putri Sadrach; La Ode Juni Akbar; Sri Rahayu Ayuba; Bambang Djau
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2568

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menentukan arahan zonasi sempadan sungai Bolango yang dapat digunakan untuk aktivitas wisata. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis stakeholder yaitu pemetaan dan pemahaman kekuasaan, posisi dan sudut pandang dari para stakeholder yang memiliki kepentingan dalam pembuatan kebijakan, atau mereka yang dipengaruhi oleh kebijakan tersebut serta menjadi bagian dari kebijakan dan analisis spasial untuk menentukan arahan zonasi pola ruang berdasarkan hasil skoring dan pembobotan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa metode overlay. Berdasarkan matriks ITBX berhasil mengidentifikasi arahan zonasi aktivitas wisata di sempadan Sungai Bolango dengan mempertimbangkan aspek regulasi, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Berdasarkan analisis stakeholder, ditemukan bahwa aktivitas wisata harus disesuaikan dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang melarang pembangunan permanen di sempadan sungai. Persepsi stakeholder bervariasi, di mana pemerintah menekankan kepatuhan terhadap regulasi, akademisi dan LSM lebih berfokus pada dampak lingkungan, sementara masyarakat lokal dan pelaku usaha cenderung mendukung aktivitas yang meningkatkan pendapatan. Hasil analisis menggunakan matriks ITBX menunjukkan bahwa aktivitas seperti fotografi dan piknik dapat diizinkan secara penuh (I), sedangkan river tubing dan arung jeram diizinkan dengan pembatasan (T) atau syarat tertentu (B), seperti pengawasan keselamatan dan mitigasi dampak lingkungan. Sementara itu, aktivitas berisiko tinggi seperti snorkeling dan pembangunan cottage/villa tidak diizinkan (X) karena ketidaksesuaian dengan kondisi sungai dan potensi kerusakan ekosistem.
Hubungan Sistem Shift Perawat dan Kesalahan Medik di RSUD Rantauprapat Riyan Agus Faisal; Rani Darma Sakti Tanjung; Riszki Fadillah; Nabila Keysa Erianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2570

Abstract

Kesalahan medik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya yang melibatkan tenaga keperawatan. Shift kerja perawat, terutama pada shift malam, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kesalahan medik akibat kelelahan, stres kerja, dan penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sistem shift kerja perawat dengan kejadian kesalahan medik di RSUD Rantauprapat. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 perawat yang bekerja di instalasi rawat inap dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi kejadian kesalahan medik, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 100 perawat, sebanyak 40% pernah melakukan kesalahan medik. Distribusi kesalahan paling banyak terjadi pada shift malam (66%), diikuti shift pagi (35%) dan shift sore (20%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara shift kerja dan kesalahan medik (p = 0,0004). Faktor-faktor penyebab kesalahan medik pada shift malam antara lain adalah kelelahan, tingginya beban kerja, dan kurangnya pengawasan. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi manajemen shift untuk menurunkan risiko kesalahan medik, seperti rotasi shift yang lebih seimbang, pelatihan manajemen kelelahan, serta peningkatan jumlah staf dan pengawasan pada shift malam.