cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
idea.jurnalisiyogyakarta@gmail.com
Editorial Address
Komplek Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis Km. 6,5 Kotak Pos 1210, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55001
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 14116472     EISSN : -     DOI : -
IDEA draws its contributions from academics and practitioner-researchers at the interface of the performing arts. It acts as a forum for critical study, innovative practice, and creative pedagogy, addressing themes that may be domain-specific (e.g., dance, music, theatre, puppets, karawitan, ethnomusicology, culture and arts) or situated at the convergence of two or more disciplines. The journal invites original, significant, and rigorous inquiry into all subjects within or across disciplines related to the performing arts. It encourages debate and cross-disciplinary exchange across a broad range of approaches. The spectrum of topics includes Ethnomusicology, Karawitan, Music, Music Education, Dance, Theatre, Puppet, and Arts education.
Articles 188 Documents
Ngĕng: Penerapan Rasio Interval pada Sumber Bunyi Non Pitch Sambung Penumbra; Ovan Bagus Jatmika; Kardi Laksono
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengetahui cara pengintegrasian noise dan sound dari objek material non pitch melalui DAW (Digital Audio Workstation). Fokus pembahasannya adalah pada penerapan rasio interval yang nantinya disusun menjadi harmoni menggunakan rasio interval equal temperament untuk mendapatkan ‘nada’ sehingga dapat disusun menjadi karya musik tonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah kesan nuansa harmoni manakala suara yang dipakai berasal dari sumber bunyi non pitch dan bagaimana relevansi prinsip tonalitas selama pembuatan karya. Untuk mengetahuinya, dilakukan metode wawancara dan analisis karya. Hasilnya menunjukkan bahwa responden mendengar kesan harmoni dalam karya, sedangkan kesan timbre melemah manakala pendengar fokus pada aspek frekuensi fundamental dengan amplitudo yang kuat. Dalam konteks karya ini, tidak semua prinsip tonalitas relevan.Kata Kunci: Layering, Sound design, Noise, Equal temperament, TonalThis research intends to find out how to integrate noise and sound from non-pitch  material objects through a DAW (Digital Audio Workstation). The focus of the discussion is on the application of interval ratios which will later be arranged into harmony using equal temperament interval ratios to obtain 'tones' so that they can be composed into tonal pieces of music. The purpose of this study is to find out how the nuances of harmony are felt when the sound used comes from a non-pitch sound source and how relevant the principle of tonality is during the creation of works. To find out, interview methods and work analysis were carried out. The results show that the respondent hears a sense of harmony in the work, while the impression of timbre weakens when the listener focuses on aspects of the fundamental frequency with a strong amplitude. In the context of this work, not all of the tonality principles are relevant.Keywords: Layering, Sound Design, Noise, Equal temperament, Tonal
Pola Latihan “Cramming” Terhadap Resiko Carpal Tunnel Syndrome Pada Mahasiswa Biola ISI Yogyakarta Bagaskara, Gary; Wirayudha, Asep Hidayat; Raharjo, Rahmat
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiko terkena carpal tunnel syndrome terhadap pola latihan sistem cramming pada mahasiswa biola ISI Yogyakarta. Penelitian ini dilatar belakangi atas fenomena sistem latihan cramming yang kerap dilakukan oleh mahasiswa. Latihan yang berlebihan akan menggangu kesehatan tubuh, dalam hal ini pada jari-jari dan pergelangan tangan. Gejala-gejala tersebut hampir menyerupai dari gejala carpal tunnel syndrome. Teori yang digunakan adalah carpal tunnel syndrome, teori ini berhubungan dengan proses terjadinya carpal tunnel syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi serta pemilihan lokasi yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak mahasiswa yang mengaku mengalami gejala-gejala yang mengacu pada carpal tunnel syndrome ketika melakukan pola latihan cramming, gejala yang dimaksud berupa kelelahan jari-jari, sakit pada bagian bahu kanan, sakit pada leher dan pergelangan tangan. Dari kesimpulan tersebut penulis dapat memahami struktur dari pola latihan cramming terhadap resiko carpal tunnel syndrome dengan kajian teori dan pengumpulan data yang dilakukan secara terstuktur. Penelitian ini dapat meningkatkan tingkat kesadaran mahasiswa agar memperhitungkan pola latihan yang baik, yang akan mempengaruhi kualitas saat bermain biola.
UNSUR DAN BENTUK MUSIKAL KARAWITAN DALAM PERTUNJUKAN ANGGUK PUTRA “AL-AMIN” PRIPIH kuntoro, wahyu; Wijayanto, Bayu; Suneko, Anon
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10756

Abstract

Skripsi berjudul “Unsur dan Bentuk Musikal Karawitan dalam Pertunjukan Angguk Putra “Al-Amin” Pripih” bertujuan untuk mengetahui bentuk ricikan dalam bentuk iringan Angguk Putra “Al-Amin” dengan menggunakan metode penelitian yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografis dimana peneliti melakukan observasi langsung yang diterapkan dalam penelitian ini. Setelah melakukan observasi langsung, penulis menggunakan metode analisis musikal di mana mengidentifikasi  unsur dan bentuk musikal di dalam pertunjukan Angguk Putra “Al-Amin”. Dalam iringan yang terdapat pada Angguk Putra “Al-Amin” memiliki 2 bagian yaitu tampa dan bawa. Bagian tampa adalah bagian yang berisikan syair-syair seperti pantun nasihat dan sebagainya, sedangkan bagian bawa adalah bagian yang memakai ayat-ayat dari kitab Al-Barzanji. Karawitan berperan penting dalam kesuksesan suatu pertunjukan tari. Salah satunya dalam tari Angguk Putra “Al-Amin” peran karawitan sangat dibutuhkan karena musik dan lagu yang dibawakan merupakan kunci dari tarian tersebut. Fungsi iringan tari Angguk Putra “Al-Amin” yaitu sebagai penentu sebuah tarian yang akan dibawakan di dalam pementasan Angguk Putra “Al-Amin”.The Musical Elements and Forms of Karawitan in the Performance of Angguk Putra “Al-Amin” PripihThe thesis entitled "Elements and Musical Forms of Karawitan in the Performance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih" aims to understand the musical forms within the accompaniment of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih by utilizing the qualitative research method with an ethnographic approach, where the researcher conducts direct observations applied in this study. After conducting direct observations, the author employs a musical analysis method to identify the musical elements and forms within the performance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih. Within the accompaniment of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih, there are two parts known as "tampa" and "bawa". The "tampa" section contains verses such as advice couplets and the like, while the "bawa" section incorporates verses from the Al-Barzanji book. Karawitan plays a crucial role in the success of a dance performance. Particularly in the dance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih, karawitan's role is indispensable as the music and songs performed serve as the core of the dance. The function of the accompaniment in the Angguk Putra “Al-Amin” Pripih dance is to determine the dance that will be presented within the Angguk Putra “Al-Amin” Pripih performance. 
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Wayang Orang Lakon Pétruk Dadi Ratu di Paguyuban Mustika Budaya Desa Sariharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman Raden Bagus Wisnu Wardana Kusuma Adi; Sarjiwo Sarjiwo; Nur Iswantara
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai pendidikan karakter sangat penting bagi figur kepemimpinan salah satunya melalui pertunjukan wayang orang lakon Pétruk Dadi Ratu pada Paguyuban Mustika Budaya di Desa Sariharjo, KapanewonNgaglik, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter pada lakon Pétruk Dadi Ratu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah ketua paguyuban, dalang, penata iringan, dan penata tari. Teknik validasi yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Analisa data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Pendidikan karakter yang terdapat pada lakon Pétruk Dadi Ratu yang terdiri dari struktur penyajian, ragam dan sikap gerakan, rias busana, dan antawacana didapatkan nilai-nilai pendidikan karakter yaitu Religius, Jujur, Toleransi, Kerja Keras, Kreatif, Rasa ingin tahu, Bersahabat/komunikatif, Peduli Sosial, Tanggung Jawab.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Wayang Orang, Pétruk Dadi Ratu, Pembelajaran SeniEducation Character Values of Wayang Orang Lakon Pétruk Dadi Ratu in Mustika Budaya AssociationThe value of character education is very important for leadership figures. One of them is through a wayang orang performance of the lakon Pétruk Dadi Ratu at the Mustika Budaya Association in Sariharjo Village, Kapanewon Ngaglik, Sleman Regency. This study aims to describe the character education values in the lakon Pétruk Dadi Ratu. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Subjects in this study were the chairman of the association, puppeteers, accompaniment directors, and dance directors. The validation technique used is technical triangulation. Data analysis uses data collection, data reduction, and presentation of data obtained from primary and secondary sources. Results of this study conclude that the value of character education is contained in the lakon Pétruk Dadi Ratu which consists of presentation structure, variety and movement attitudes, dress make-up, and antawacana, The values of character education are Religious, Honest, Tolerance, Hard Work, Creative, Curiosity, Friendly/communicative, Social Care, Responsibility.Keywords: Character Education, Wayang Orang, Pétruk Dadi Ratu, Art Instructional
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Sebagai Ide Penciptaan Skenario Film "-repeat." Abdi, Jeanchristy Humaniora; Wibowo, Philipus Nugroho Hari; Yuliadi, Koes
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12293

Abstract

“-repeat.” adalah sebuah skenario film yang tercipta berdasar pada pengalaman nyata pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) tentang bagaimana mereka melihat dunia, bagaimana mereka menjalani hidup, dan apa yang akan mereka lakukan ketika mengalami reka ulang memori traumatis masa lalu. Skenario film ini memiliki 2 (dua) capaian kriteria seperti yang disampaikan oleh Seno Gumira Adjidarma dalam buku Layar Kata (2002), yaitu 1) kriteria fungsional, berarti sebuah skenario dapat dijadikan blueprint dalam sebuah produksi film; 2) kriteria substansial, dapat mengandung esensi atau pembelajaran yang dapat disampaikan pada khalayak ramai. Penciptaan ini disandarkan pada perspektif psikologis menggunakan pendekatan Psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Selain itu, digunakan juga pendekatan berupa screenplay dan cinematography, dan intertekstualitas. Dengan metode proses kreatif oleh John Livingston Lowes, penulis membangun konsep awal penciptaan skenario dan menyelesaikannya dalam bentuk skenario film yang utuh. Skenario film ini diberi judul “-repeat.”, apabila diterjemahkan menjadi ‘mengulang’. Hal ini pun seiringan dengan salah satu gejala yang dimiliki oleh para pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) yaitu situasi dimana penderita penyakit merasa terjebak dalam trauma dan mengalami reka ulang memori traumatis. Dengan mengangkat tema psikologi, penulis menuang harapan dengan penciptaan ini dapat dimulai sebuah langkah awal bagi masyarakat luas untuk dapat memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
BANDAKALA: TRANSFORMASI KARAKTER PEMBAYUN DALAM KOMPOSISI KARAWITAN Dedi Ahmad Fahrudin; Asep Saepudin; Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mentransformasikan karakter Pembayun ke dalam karya komposisi karawitan yang berjudul Bandakala. Komposisi ini menggunakan konsep pathet dan teori “Rasa In Javanese Musical Aesthetics” Marc Benamou. Karya ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Tahapan perwujudan karya dilakukan melalui pra garap, garap, dan pasca garap. Adapun struktur dramatik yang digunakan dalam karya komposisi ini antara lain, eksposisi, komplikasi, konflik, dan reversal. Penelitian ini berangkat dari ketertarikkan penulis terhadap sosok Pembayun dalam naskah kethoprak. Pembayun merupakan anak dari seorang Raja Mataram yaitu Panembahan Senopati. Pembayun dalam cerita kethoprak yang populer di kalangan masyarakat adalah penari ledhek yang terkenal dengan kecantikannya. Karakter Pembayun yang umum diperlihatkan adalah karakter yang licik karena ia menyamar sebagai penari ledhek untuk memikat hati Ki Ageng Mangir IV yang merupakan musuh dari Panembahan Senopati yaitu Raja Mataram. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan empat karakter dalam tokoh Pembayun, yaitu pemberani, lembut, labil, dan bijaksana. Karakter tersebut diperoleh melalui wawancara, bedah naskah, serta melihat pertunjukan kethoprak yang berkaitan dengan Pembayun. Hasil kesimpulan menujukkan bahwa karakter Pembayun dapat ditransformasikan melalui pendekatan konsep pathet dan struktur dramatik. Konsep pathet yang digunakan dalam komposisi ini antara lain pathet slendro sanga dan pathet pelog barang serta srtuktur dramatik yang bertujuan untuk memberikan alur dramatik agar keempat karakter tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.Bandakala: Transformation of the Character of Pembayun in Karawitan CompositionThe aim of this research is to transform Pembayun's character into a karawitan composition entitled Bandakala. This composition uses the concept pathetic and the theory of “Rasa In Javanese Musical Aesthetics” by Marc Benamou. This work uses qualitative research methods with a narrative study approach. The stages of embodiment of the work are carried out through pre-work, work on and post-work. The dramatic structures used in this composition include exposition, complication, conflict, and reversal. This research departs from the author's interest in the figure of Pembayun in the manuscript ketoprak Pembayun is the son of a Mataram king, Panembahan Senopati. Pebayun in the story ketoprak popular among the people are dancersled who is famous for her beauty. The Pembayun character that is commonly shown is a cunning character because he disguises himself as a dancerledto captivate Ki Ageng Mangir IV who was an enemy of Panembahan Senopati, the King of Mataram. Therefore, the writer concludes that there are four characters in Pembayun, namely brave, gentle, unstable, and wise. These characters are obtained through interviews, reviewing scripts, and watching performancesketoprakrelating to the Pembayun. The conclusion results show that Pembayun's character can be transformed through a conceptual approach pathetic and dramatic structure. Concept pathet icused in this composition include: pathetic slim branch and pathetic pelog oodsas well as a dramatic structure that aims to provide a dramatic plot so that the four characters become one unified whole.
PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DAN TANGGUNG JAWAB DALAM NASKAH DRAMA BINGKISAN ISTIMEWA Larasati, Inggridea Suci; Iswantara, Nur; Octavianingrum, Dilla
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter peduli sosial dan tanggung jawab dalam naskah drama Bingkisan Istimewa karya Tembong Siswodiharjo. Hal itu dikarenakan kasus kenakalan remaja berada dalam lingkup sosial dan tanggung jawab pribadi. Terjadinya kasus kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk dari kurangnya kesadaran terhadap pendidikan karakter. Hal tersebut dapat memunculkan problematika dalam tatanan norma sosial di masyarakat, maka dari itu diperlukan sebuah solusi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter. Pemahaman nilai pendidikan karakter dapat diterapkan melalui pengenalan naskah drama salah satunya pada naskah drama Bingkisan Istimewa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Analisis data penelitian menggunakan analisis isi (content). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat sepuluh nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam naskah drama Bingkisan Istimewa. Sepuluh nilai pendidikan karakter tersebut adalah peduli sosial, tanggung jawab, toleransi, religius, kerja keras, jujur, mandiri, bersahabat/komunikatif, rasa ingin tahu, dan kreatif. Nilai pendidikan karakter peduli sosial dan tanggung jawab menjadi nilai yang dominan dalam struktur dan tekstur naskah drama Bingkisan Istimewa.Kata kunci: pendidikan karakter, nilai-nilai pendidikan karakter, drama, naskah drama bingkisan istimewaThis study aims to find and describe the value of social care and responsibility character education in the drama script Special Gift by Tembong Siswodiharjo. That is because cases of juvenile delinquency are within the scope of social and personal responsibility. The occurrence of cases of juvenile delinquency is a form of lack of awareness of character education. This can raise problems in the order of social norms in society, therefore a solution is needed to increase awareness of the importance of character education. An understanding of the value of character education can be applied through the introduction of drama scripts, one of which is the drama script Special Gift. This study uses qualitative research. Analysis of research data using content analysis (content). Based on the results of the research that has been done, there are ten character education values that are found in the drama script of Special Gift. The ten values of character education are social care, responsibility, tolerance, religious, hard work, honest, independent, friendly/communicative, curious, and creative. The value of social care and responsibility character education is the dominant value in the structure and texture of the drama script of Special Gift.Keywords: character building, character education values, drama, drama script special gift
ARANSEMEN MEDLEY LAGU DAERAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BIOLA SD TERUNA BANGSA YOGYAKARTA Siboro, Rahul Alfredo; Surtihadi, Surtihadi; Adzkia, Sagaf Faozata
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10326

Abstract

Pembelajaran ekstrakurikuler biola di Sekolah Dasar Teruna Bangsa Yogyakarta belum terlaksana dengan maksimal, dikarenakan siswa masih kesulitan dalam membaca notasi balok dan memainkan teknik dasar instrumen biola. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses aransemen lagu daerah sebagai media pembelajaran ekstrakurikuler biola pada Sekolah Dasar Teruna Bangsa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, subjek pada penelitian ini adalah siswa SD Teruna Bangsa yang mengikuti ekstrakurikuler biola. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara serta studi dokumen. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu; tahap reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah proses aransemen medley lagu daerah dengan menggunakan metode lima langkah aransemen musik yang digunakan sebagai media pembelajaran ekstrakurikuler biola yang dimodifikasi dengan variasi melodi, ritmis dan keterampilan teknik dasar permainan biola. Pembelajaran ekstrakurikuler biola dengan media aransemen medley lagu daerah mampu membantu meningkatkan kemampuan membaca notasi balok dan keterampilan teknik dasar bermain biola. ARRANGEMENT OF FOLK SONG MEDLEYS AS EXTRACURRICULAR LEARNING MEDIA FOR VIOLIN AT TERUNA BANGSA ELEMENTARY SCHOOL YOGYAKARTAViolin extracurricular learning at Teruna Bangsa Elementary School Yogyakarta has not been done optimally because students still struggle to read block notation and play basic violin instrument techniques. This research aims to describe and analyze the process of arranging medley folk songs for violin extracurricular learning at Teruna Bangsa Elementary School Yogyakarta. This research uses qualitative research with a case study approach; the subjects in this research are Teruna Bangsa Elementary School students who participate in violin extracurricular activities. Data collection techniques in this study were obtained through observation, interviews and document studies. This research uses data analysis techniques: reduction, exposure, and conclusion stages. The result of this research is a process of arranging a medley of folk songs using the five-step method of music arrangement, which is used as a learning media for violin extracurriculars,s which are modified with variations in melody, rhythmic and basic technical skills of violin playing. Violin Extracurricular learning with the media of folk song medley arrangements can help improve the ability to read block notation and basic technical skills of playing the violin.
Fungsi Tari Nandak Ganjen Pada Pasca Upacara Sedekah Bumi Di Gereja Katolik St. Servatius Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni Bekasi Regina Wara Kusumaningtyas; Yohanes Surojo; Supriyanti Supriyanti
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Nandak Ganjen merupakan tarian asal Betawi diciptakan oleh Seniman Betawi yaitu Entong Sukirman. Tari Nandak Ganjen sangat terkenal pada pasca upacara Sedekah Bumi di Gereja Katolik St. Servatius Kampung Sawah. Hal menarik untuk dibahas dalam penelitian adalah apa fungsi dari tari Nandak Ganjen pada pasca upacara Sedekah Bumi di Gereja Katolik St. Servatius Kampung Sawah. Untuk membantu menemukan jawaban dari permasalahan peneliti menggunakan pendekatan sosiologi dengan menerapkan teori Raymond Williams dan konsep fungsi M. Jazuli. Teori sosio budaya Raymond Williams mengemukakan tiga komponen yaitu lembaga budaya menanyakan siapa yang menghasilkan produk budaya, siapa yang mengontrol, dan bagaimana kontrol itu dilakukan. Isi budaya menanyakan apa yang dihasilkan. Sementara efek atau norma budaya menanyakan konsekuensi apa yang diharapkan dari proses budaya itu. Dalam hal sebagai lembaga budaya yaitu gereja, masyarakat gereja dan  Kampung Sawah. Sedangkan yang dihasilkan adalah tari Nandak Ganjen sebagai pelengkap dalam rangkaian pertunjukan kesenian Betawi pada pasca upacara Sedekah Bumi, Sementara efek yang dihasilkan pada tariannya adalah sebagai hiburan, seni pertunjukan, dan media pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan fungsi tari Nandak Ganjen pada pasca upacara Sedekah Bumi di Gereja Katolik St. Servatius Kampung Sawah memiliki fungsi tari sebagai hiburan, yaitu dimana tari Nandak Ganjen digunakan sebagai pelengkap dalam memeriahkan pasca upacara Sedekah Bumi. Fungsi tari sebagai seni pertunjukan, yaitu tari Nandak Ganjen memberikan pengalaman estetis penonton pada saat upacara Sedekah Bumi berlangsung. Fungsi tari sebagai media pendidikan, yaitu untuk mengembangkan kepekaan estetis melalui kegiatan berapresiasi dan pengalaman berkarya kreatif para penari Gereja Katolik St. Servatius.Nandak Ganjen Dance Function After Earth Alms Ceremony at St. Servatius Catholic Church, Kampung Sawah, Jatimurni Village, BekasiNandak Ganjen dance is a dance from Betawi created by Betawi artist, Entong Sukirman. Nandak Ganjen dance is very famous in the aftermath of the Earth Alms ceremony at St. Servatius Catholic Church, Kampung Sawah. An interesting thing to discuss in the study is what is the function of the Nandak Ganjen dance in the post-Earth Alms ceremony at St. Servatius Catholic Church, Kampung Sawah. To help find answers to problems, researchers use a sociological approach by applying Raymond Williams' theory and the concept of M. Jazuli's function. Raymond Williams' sociocultural theory posits three components, namely that cultural institutions ask who produces cultural products, who controls, and how that control is carried out. The content of the culture asks what is produced. While cultural effects or norms ask what consequences to expect from that cultural process. In terms of being a cultural institution, namely the church, the church community and Kampung Sawah. Meanwhile, what is produced is the Nandak Ganjen dance as a complement to the Betawi art performance series in the post-Earth Alms ceremony, while the effect on the dance is entertainment, performing arts, and educational media. The results showed that the function of Nandak Ganjen dance in the post-Earth Alms ceremony at St. Servatius Catholic Church in Kampung Sawah has a dance function as entertainment, namely where Nandak Ganjen dance is used as a complement in enlivening the post-Earth Alms ceremony. The function of dance as a performing art, namely Nandak Ganjen dance, provides an aesthetic experience for the audience during the Earth Alms ceremony. The function of dance as an educational medium is to develop aesthetic sensitivity through appreciation activities and creative work experiences of the dancers of St. Servatius Catholic Church
Software Guitar Tab: Alternatif Media Belajar Dalam Ekstrakurikuler Band SMA Negeri 1 Kutowinangun Zaki, Rizki Hafiz Tia; Pamudjo, Triyono Bramantyo; Sakti, Reza Ginandha
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12229

Abstract

Berdasarkan fenomena yang dilihat melalui observasi awal pada kegiatan  ekstrakurikuler band di SMA Negeri 1 Kutowinangun, ditemukan permasalahan bahwa terdapat kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mempelajari instrumen gitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif media pembelajaran dan menganalisis proses melalui pemanfaatan software guitar tab dalam mengatasi permasalahan tersebut. Jenis penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan naratif untuk menarik pendapat berdasarkan prespektif seseorang berlandaskan fenomena yang terjadi dan kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam bentuk kronologi naratif. Menggunakan triangulasi sebagai teknik pengumpulan data. Proses analisis data yang diperoleh melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini ditemukan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap semangat siswa dan capaian pembelajaran. Dibutuhkan beberapa pendekatan khusus bagi beberapa siswa yang baru saja mengenal musik. Selama proses pemanfaatan software guitar tab ditemukan beberapa kendala siswa saat melakukan penerapan pada gitar, siswa sedikit kesulitan saat memposisikan jari, sehingga terbalik memposisikan jari tangan kiri, serta mengalami kendala jaringan internet saat mengakses software guitar tab. Setelah adanya pemanfaatan software guitar tab sebagai alternatif media belajar dalam mempelajari instrumen gitar pada ekstrakurikuler band berhasil bermanfaat untuk menunjang kemampuan bermain instrumen gitar, terutama bagi siswa yang baru saja mempelajari instrumen gitar.