cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 307 Documents
DIGITALISASI EDUKASI EKOSISTEM PESISIR MELALUI MEDIA KREATIF Ayu Adhita Damayanti; Prayogi Dwina Angga; Moh. Ali Albar; Bagus Dwi Hari Setyono; Opi Aprilianti; Muhammad Saufi; Muhammad Kahfika Ikhwanushafa; Pandya Bara Nidal
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39809

Abstract

ABSTRAKEkosistem pesisir menghadapi ancaman degradasi serius akibat penumpukan sampah plastik dan kerusakan mangrove. Keberlanjutan kawasan ini sangat bergantung pada literasi lingkungan generasi muda, namun metode edukasi konvensional dinilai kurang optimal, sehingga inovasi pembelajaran digital sangat krusial. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan anak pesisir sejak dini, sekaligus memberdayakan komunitas mitra (Cemara Eco Green Mangrove Society) melalui penguatan teknis tata kelola media edukasi guna mentransformasi peran relawan menjadi inisiator penggerak serta dan memperkuat kapasitas komunitas mitra dalam memproduksi media edukasi kreatif. Permasalahan utama di Dusun Cemara, Lombok Barat, adalah lebih dari 70% siswa belum memahami fungsi mangrove dan bahaya plastik, serta ketiadaan media edukasi digital adaptif berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan menggunakan Project-Based Learning (PjBL) yang mencakup koordinasi sosialisasi, pengembangan aplikasi luring tiga bahasa berbasis Android, pelatihan literasi digital, dan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Program yang melibatkan 90 partisipan (75 anak dan 15 relawan guru) ini berhasil memenuhi target kuantitatif dan kualitatif. Pertama, capaian kognitif anak melonjak dari rerata 42,5 pada tes awal menjadi 70,0 pada tes akhir dengan perolehan nilai N gain 0,48 kategori sedang. Kedua, kapasitas kelembagaan komunitas mitra sukses bertransformasi menjadi tinggi, ditandai kecakapan relawan memproduksi aplikasi interaktif dan video animasi secara mandiri. Luaran program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs pilar pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pelestarian ekosistem lautan (SDG 14). Program ini juga berhasil meningkatkan tingkat keberdayaan manajemen komunitas secara signifikan. Melalui integrasi teknologi dan pemberdayaan ini, luaran program berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pelestarian ekosistem lautan (SDG 14).Kata kunci: Edukasi Digital; Ekosistem Pesisir; Konservasi Mangrove, Literasi Lingkungan; Pemberdayaan Komunitas. ABSTRACTCoastal ecosystems face serious degradation threats due to plastic waste accumulation and mangrove damage. The sustainability of this region heavily depends on the environmental literacy of the younger generation. However, conventional educational methods are deemed suboptimal, making digital learning innovations highly crucial. This community service program aims to enhance early environmental awareness among coastal children while empowering the partner community (Cemara Eco Green Mangrove Society) through technical strengthening in educational media management to transform volunteers into active initiators and strengthen the partner's capacity in producing creative educational media. The main problem in Dusun Cemara, West Lombok, is that over 70% of students do not understand mangrove functions and plastic hazards, alongside the lack of adaptive, local wisdom-based digital educational media. The implementation method utilizes Project-Based Learning (PjBL), encompassing coordination, the development of an offline trilingual Android-based application, Focus Group Discussions (FGD), socialization, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation. Involving 90 participants (75 children and 15 volunteer teachers), this program successfully met its quantitative and qualitative targets. First, the children's cognitive achievement increased significantly from an average of 42.5 in the pre-test to 70.0 in the post-test, obtaining an N-gain score of 0.48 (medium category). Second, the institutional capacity of the community partner successfully transformed into a high category, indicated by the volunteers' proficiency in independently producing interactive applications and animated videos. The program's outputs directly contribute to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically quality education (SDG 4) and life below water (SDG 14).Keywords: Coastal Ecosystem; Community Empowerment; Digital Education; Environmental Literacy; Mangrove Conservation
PENDAMPINGAN GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Nurmiwati Nurmiwati; Baiq Yuliatin Ihsani; Irwandi Irwandi; Nurajizah Nurajizah; Indah Rahmawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39524

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru dan keterampilan literasi siswa melalui pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Adapun mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru SDN 2 Jatisela yang berjumlah 12 orang dan siswa kelas 5 yang berjumlah 32 orang. PKM ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 7-9 Mei 2026. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Pada tahap sosialisasi dilakukan melalui koordinasi dengan kepala sekolah dan guru SDN 2 Jatisela untuk menyamakan persepsi terkait tujuan, manfaat, dan mekanisme kegiatan. Tahap pelatihan menggunakan model workshop berbasis praktik (learning by doing). Sementara itu, pada tahap implementasi guru mengiimplementasi modul ajar digital di kelas. Tim mendampingi guru dalam penggunaan media digital saat pembelajaran menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, pelaksanaan proyek literasi digital siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana kompetensi digital guru, analisis peningkatan partisipasi siswa, dokumentasi karya siswa, dan kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital dengan capaian sekitar 83,33% guru mampu menyusun dan menerapkan modul ajar digital. Selain itu, sekitar 87,5% siswa kelas tinggi berhasil menghasilkan karya literasi digital, seperti cerita digital dan presentasi sederhana. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Program ini juga berhasil mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas digital sekolah serta membangun repositori media pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia serta penguatan literasi digital di sekolah dasar.Kata kunci: Pembelajaran Digital; Literasi Digital; Bahasa Indonesia; Sekolah Dasar. ABSTRACTThis community service activity aims to enhance teachers’ digital pedagogical competencies and students’ literacy skills through the use of digital media in Indonesian language instruction. The partners in this community service program are 12 teachers from SDN 2 Jatisela and 32 fifth-grade students. This community service program was conducted over three days from May 7–9, 2026. The implementation method used a participatory approach through the stages of socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation. The socialization stage was carried out through coordination with the principal and teachers of SDN 2 Jatisela to align perceptions regarding the objectives, benefits, and mechanisms of the activity. The training stage utilized a practice-based workshop model (learning by doing). Meanwhile, during the implementation stage, teachers applied digital learning modules in the classroom. The team provided guidance to teachers on the use of digital media during lessons on listening, reading, writing, and speaking, as well as the implementation of student digital literacy projects. The evaluation was conducted through simple pre- and post-tests of teachers’ digital competencies, an analysis of increases in student participation, documentation of student work, and a partner satisfaction questionnaire. The results of the activity showed a significant improvement in teachers’ competencies in designing and implementing digital-based learning, with approximately 83,33% of teachers able to develop and implement digital teaching modules. In addition, about 87,5% of upper-grade students successfully produced digital literacy works, such as digital stories and simple presentations. Learning became more interactive, contextual, and student-centered. The program also succeeded in optimizing the use of school digital facilities and building a learning media repository. Thus, this activity made a tangible contribution to improving the quality of Indonesian language learning and strengthening digital literacy in elementary schools. Keywords: Digital Learning; Digital Literacy; Indonesian Language; Elementary School.
MENGUKIR JEJAK DI TANAH PESISIR DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI ALAM, BUDAYA, PENDIDIKAN, DAN KEARIFAN LOKAL DIDESA TUNGKAL 1 KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Abd. Karim Abdullah; Kesuma Indra Wijaya; Mirnawati Dewi; Sohlekhatun Sohlekhatun; Miftahul Khair; Rif'atul Mursyidah; M. Indra Saputra; Nurma Sari; Siti Sopita Sari; Dzati Hikmah; M. Riski Hidayat; Bunga Rosdiani Irawan; Nisa Amalia; Fitria Munawaroh
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39273

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tungkal 1, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, bertujuan untuk mengoptimalkan potensi alam, budaya, pendidikan, dan kearifan lokal sebagai upaya mendukung pembangunan desa pesisir yang berkelanjutan. Desa Tungkal 1 memiliki karakteristik sosial dan geografis yang khas dengan potensi religius, pendidikan, pariwisata alam, serta modal sosial masyarakat yang kuat. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan model partisipatif, melibatkan masyarakat secara aktif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan potensi desa secara terpadu, khususnya dalam penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, pendampingan pendidikan, pengembangan pariwisata mangrove berkelanjutan, serta pelestarian budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini memperlihatkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi berperan penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, dan berbasis kearifan lokal
PENGUATAN LITERASI SMART ACCOUNTING DAN GREEN ACCOUNTING BAGI SANTRI DI YAYASAN DARUL MUTTAQIN MELALUI KOLABORASI INDONESIA-MALAYSIA Yuni Shara; Debbi Chyntia Ovami; Fismarini Fismarini; Masinta Junaidah; Sari Wulandari
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39536

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini bertujuan memperkuat literasi smart accounting dan green accounting santri di Yayasan Darul Muttaqin, Deli Serdang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum adanya pencatatan keuangan yang rutin pada unit usaha, belum adanya pencatatan dampak lingkungan  seperti volume limbah, efisiensi bahan baku, serta pemakaian air dan listrik serta belum mampunya santri dalam menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, maupun mengoperasikan aplikasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 dan dilanjutkan dengan pendampingan intensif, melalui kolaborasi internasional bersama mitra dari Malaysia. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, berbasis nilai-nilai Islam, dan berorientasi pada pemberdayaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi refleksi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri telah mampu mengoperasikan aplikasi Google Spreadsheet untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, stok, dan arus kas; mengidentifikasi serta mencatat indikator lingkungan meliputi sampah, minyak jelantah, air, dan listrik; mengolah limbah secara produktif; serta menyusun laporan terpadu smart-green accounting. Kolaborasi bersama mitra Malaysia turut memperkaya metode pelaksanaan melalui transfer praktik baik dari pesantren serumpun sekaligus membangun jejaring kemitraan yang berkelanjutan. Sebagai simpulan, penguatan kedua literasi secara simultan terbukti mampu menciptakan kemandirian ekonomi pesantren yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.Kata kunci: Smart Accounting; Green Accounting; Literasi Santri; Pesantren Berkelanjutan; Kolaborasi Indonesia-Malaysia ABSTRACTThis community service activity aims to strengthen the literacy of smart accounting and green accounting among santri at Yayasan Darul Muttaqin, Deli Serdang. The main problems faced by the partner institution include the absence of routine financial recording in business units, the lack of environmental impact documentation such as waste volume, raw material efficiency, and water and electricity consumption  as well as the santri's limited ability to calculate production costs, determine selling prices, or operate digital applications. The activity was held on February 6, 2026, followed by intensive mentoring, carried out through international collaboration with a partner from Malaysia. The approach adopted was participatory, grounded in Islamic values, and oriented toward empowerment. Data were collected through observation, reflective discussions, and interviews. The results indicate that the santri were able to operate Google Spreadsheet to record income, expenses, inventory, and cash flow; identify and document environmental indicators including waste, used cooking oil, water, and electricity; productively process waste materials; and compile an integrated smart-green accounting report. Collaboration with the Malaysian partner further enriched the methodology through the transfer of best practices from kindred pesantren, while simultaneously establishing a sustainable partnership network. In conclusion, the simultaneous strengthening of both literacies has proven capable of fostering sustainable and environmentally responsible economic independence for the pesantren.Keywords: Smart Accounting; Green Accounting; Student Literacy; Sustainable Pesantren; Indonesia-Malaysia Collaboration.
INTERVENSI BERBASIS PEMBERDAYAAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN MELALUI INTEGRASI PRAKTIK PERBANKAN DAN INOVASI EDUKASI DIGITAL PADA PELAKU UMKM DAN MAHASISWA L. Jatmiko Jati; Ni Kadek Junita Kartika Dewi; Komang Bintang Rastini Triutami; Ali Alamsah Akbar
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.38872

Abstract

ABSTRAKPengelolaan administrasi kredit di sektor perbankan memerlukan sistem yang efektif dan terstruktur, namun pada praktiknya masih ditemukan permasalahan terkait efisiensi pengarsipan dokumen serta rendahnya literasi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi kredit sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan. Kebaruan (novelty) dalam kegiatan ini terletak pada integrasi antara praktik operasional perbankan dengan inovasi edukasi berbasis media visual serta transformasi prosedur administratif menjadi materi literasi yang aplikatif bagi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan program intervensi, implementasi, serta evaluasi. Program intervensi meliputi pendampingan administrasi, digitalisasi dokumen sederhana, pengembangan media edukasi visual berbasis infografis, serta pelatihan literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan mahasiswa. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan pemahaman, perubahan perilaku, serta efektivitas pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pengelolaan dokumen kredit pada mitra, serta dampak signifikan terhadap masyarakat berupa peningkatan literasi keuangan, peningkatan kapasitas dalam mengakses pembiayaan formal, perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan, serta peningkatan pemanfaatan layanan digital perbankan. Program ini juga menghasilkan model intervensi berbasis integrasi administrasi, digitalisasi, dan edukasi yang dapat direplikasi pada konteks serupa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan kinerja administratif mitra, tetapi juga menghasilkan dampak sosial-ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi keuangan secara berkelanjutan.                                           Kata kunci: literasi keuangan; administrasi kredit; pemberdayaan masyarakat; digitalisasi; inovasi edukasi. ABSTRACTCredit administration management in the banking sector requires an effective and structured system, but in practice, problems related to document archiving efficiency and low financial literacy among the public, particularly MSMEs and students, persist. This community service activity aims to improve the effectiveness of credit administration management while strengthening public financial literacy through an empowerment approach. The novelty of this activity lies in the integration of banking operational practices with visual media-based educational innovations and the transformation of administrative procedures into applicable literacy materials for the community. The implementation method uses a participatory and empowerment approach through the stages of problem identification, intervention program design, implementation, and evaluation. The intervention program includes administrative assistance, digitizing simple documents, developing infographic-based visual educational media, and financial literacy training for MSMEs and students. Evaluation is conducted by measuring increased understanding, behavioral changes, and the effectiveness of program implementation. The results of the activity indicate an increase in the efficiency of credit document management for partners, as well as a significant impact on the community in the form of increased financial literacy, increased capacity to access formal financing, behavioral changes in financial management, and increased utilization of digital banking services. This program also produces an intervention model based on the integration of administration, digitalization, and education that can be replicated in similar contexts. Thus, this community service activity not only contributes to improving partners' administrative performance but also generates socio-economic impact through community empowerment and sustainable improvement in financial literacy.Keywords: financial literacy; credit administration; community empowerment; digitalization; educational innovation.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN KEGAWATDARURATAN PADA KOMUNITAS BINAAN PCIM MALAYSIA MELALUI ENTREPRENEURIAL MINDSET BERBASIS METAKOGNISI DAN SELF-EFFICACY Maisa Azizah Asmara; Rivaldi Arissaputra; Endah Yuliany Rahmawati; Nuni Apriani; Fanny Fatimah Azzahra
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39178

Abstract

ABSTRAKKecelakaan rumah tangga dan kondisi kegawatdaruratan merupakan risiko kesehatan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun kesiapsiagaan masyarakat, khususnya komunitas migran, masih terbatas, tidak hanya pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada kesiapan mental dalam pengambilan keputusan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui pendekatan entrepreneurial mindset berbasis metakognisi dan self-efficacy. Program dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 April 2026, di PRIM Kepong, Malaysia, yang merupakan komunitas binaan PCIM dan PCIA Malaysia, dengan melibatkan 20 pekerja migran Indonesia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis, simulasi, serta penguatan aspek kognitif dan psikologis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur pengetahuan, self-efficacy, metakognisi, dan entrepreneurial mindset. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek, yaitu pengetahuan (2,53 menjadi 4,20), self-efficacy (2,59 menjadi 4,06), metakognisi (2,71 menjadi 4,29), dan entrepreneurial mindset (adaptive action) (2,59 menjadi 4,13). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan teknis dengan penguatan aspek kognitif dan psikologis mampu menjembatani kesenjangan antara kemampuan berpikir dan kesiapan bertindak dalam situasi darurat. Model pelatihan ini menjadi pendekatan inovatif yang tidak hanya meningkatkan kompetensi praktis, tetapi juga membentuk kesiapsiagaan yang adaptif dan berkelanjutan pada komunitas rentanKata kunci: Entrepreneurial Mindset; Metakognisi; Self-Efficacy; Kesiapsiagaan; Kegawatdaruratan. ABSTRACTHousehold accidents and emergency conditions are common health risks in daily life; however, community preparedness, particularly among migrant communities, remains limited not only in terms of knowledge and practical skills but also in mental readiness for decision-making. This Community Service Program aimed to enhance emergency preparedness through an entrepreneurial mindset approach based on metacognition and self-efficacy. The program was conducted on April 11th, 2026, at PRIM Kepong, Malaysia, a community under the guidance of PCIM and PCIA Malaysia, involving 20 Indonesian migrant workers. The methods included educational sessions, practical training, simulations, and the strengthening of cognitive and psychological aspects. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires using a Likert scale to measure knowledge, self-efficacy, metacognition, and entrepreneurial mindset. The results showed improvements in all aspects, namely knowledge (2.53 to 4.20), self-efficacy (2.59 to 4.06), metacognition (2.71 to 4.29), and entrepreneurial mindset (adaptive action) (2.59 to 4.13). These findings indicate that integrating technical training with cognitive and psychological reinforcement can bridge the gap between thinking ability and readiness to act in emergency situations. This training model offers an innovative approach that not only improves practical competencies but also promotes adaptive and sustainable preparedness among vulnerable communities.Keywords: Entrepreneurial Mindset; Metacognition; Self-Efficacy; Preparedness; Emergency.
WORKSHOP BATIK CIPRAT SEBAGAI MEDIA PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN DI DESA SIDOHARJO, KECAMATAN PULUNG, KABUPATEN PONOROGO Mun Yah Zahiroh; Muhammad Arifin; Isna Arum Masidah; Pramita Kusuma Ningrum; Izza Rohatin; Pramita Atiyatul Hidayah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39544

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi perempuan melalui workshop Batik Ciprat di Dukuh Krajan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar anggota PKK merupakan ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang namun belum optimal dalam kegiatan ekonomi produktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model community based action research yang meliputi tahapan diagnosa, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan pembelajaran. Workshop dilaksanakan melalui metode demonstrasi langsung dan praktik bersama dengan melibatkan sekitar 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami alat dan bahan membatik, mengikuti tahapan proses pembuatan batik ciprat, serta menghasilkan produk secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, serta motivasi berwirausaha peserta. Meskipun terdapat keterbatasan alat dan durasi pelatihan, secara keseluruhan workshop ini berhasil meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis ekonomi kreatif.Kata kunci: Batik Ciprat; Pemberdayaan Perempuan; Ekonomi Kreatif; Community-Based Action Research. ABSTRACTThis community service activity aims to empower women economically through a Batik Ciprat workshop in Dukuh Krajan, Sidoharjo Village, Pulung District, Ponorogo Regency. Most PKK members in the area are housewives with limited economic activities despite having available time and local potential. The program applied a qualitative approach using community-based action research consisting of diagnosing, action planning, action taking, evaluating, and learning stages. The workshop was conducted through direct demonstration and hands-on practice involving approximately 20 participants. The results show that participants were able to understand the materials and tools, follow the batik ciprat production stages, and complete their own products independently. The activity increased participants’ creativity, technical skills, and entrepreneurial motivation. However, limitations were found in terms of equipment availability and training duration. Overall, the workshop successfully strengthened women’s capacity and has strong potential to be developed into a sustainable micro-enterprise in the creative textile sector. Keywords: Batik Ciprat; Women Empowerment; Creative Economy; Community-Based Action Research.