cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 307 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN DI LOMBOK TENGAH Dwi Noorma Putri; Aluh Nikmatullah; Baiq Yulvia Elsadewi Yuniartati; Afifah Farida Jufri; Idatul Fitri Danasari; Fazila Sail
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39841

Abstract

ABSTRAKDesa Segala Anyar terletak di Kecamatan Pujut dan menjadi salah satu Desa Penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus The Mandalika. Sebagian besar  masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian dan peternakan. Kandamg ternak terutama sapi belum dikelola dengan baik sehingga menyebabkan tumpukan limbah kotoran yang berpotensi mencemari lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tim Pengabdian Fakultas Pertanian Unram bermaksud  mengedukasi kelompok mitra berupa Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok masyarakat di Segala Anyar untuk mengubah limbah kotoran ternak sapi menjadi pupuk kandang. Mitra pada kegiatan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari Kelompok Masyarakat Sadar Iklim  dan Kelompok Wanita Tani. Pengabdian ini melalui tiga tahapan, tahapan awal adalah survei lapangan untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi kandang, tahap kedua sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kandang sapi,dan tahap terakhir adalah aplikasi PK untuk campuran media tanam dalam praktik microfarming di desa Segala Anyar. Evaluasi kegiatan diukur dari keberhasilan membuat pupuk kandang (PK) sampai siap pakai dan digunakan untuk kegiatan microfarming. Kegiatan ini mendapat respon positif dari mitra yang terlihat dari keaktifan mereka dalam melaksanakan kegiatan pengabdian. Masyarakat berhasil membuat pupuk kandang dan berhasil mengaplikasikan PK tersebut sebagai media tanam dalam kegiatan microfarming.  Selain itu masyarakat berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan pembuatan pupuk kandang sehingga potensi penumpukan limbah kotoran dapat dikurangi.Kata kunci: Pupuk Kandang Sapi; Pertanian Terintegrasi; Segala Anyar. ABSTRACTSegala Anyar Village is located in Pujut Subdistrict and serves as one of the supporting villages within the Mandalika Special Economic Zone. Most of its residents work in the agriculture and livestock sectors. Livestock pens, particularly those for cattle, are not yet properly managed, leading to piles of manure waste that pose a potential threat to the environment and public health. The Community Service Team from the Faculty of Agriculture at Unram aims to educate partner groups ekspecifically the Women Farmers’ Group and community groups in Segala Anyar on converting cattle manure into compost. The partners for this initiative consist of 25 individuals from the Climate-Aware Community Group and the Women Farmers’ Group. This community service project consists of three stages: the initial stage involves a field survey to identify the potential and conditions of the barns; the second stage involves outreach and training on the production of cattle manure fertilizer; and the final stage involves the application of the manure fertilizer as a growing medium in microfarming practices in the village of Segala Anyar. The success of the activity is measured by the successful production of cattle manure fertilizer ready for use in microfarming activities.Keywords: Integrated Farming; Cow Manure; Segala Anyar.
INSERVICE TRAINING: TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI GURU ABAD KE-21 DENGAN MAKER PEDAGOGY Tia Citra Bayuni; Aan Yuliyanto; Julia Anis Handayani; Candra Tri Utami; M Solih Malup; Zakiyyah Khairina Hani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39526

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menerapkan maker pedagogy melalui praktikum IPA sederhana pada materi rangkaian listrik. Kegiatan dilaksanakan di SDN Wanajaya 05 Cibitung dengan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahapan sosialisasi, seminar dan workshop, pendampingan dan evaluasi,  serta keberlanjutan program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei pasca pelatihan, dan dokumentasi. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 14 orang guru SDN Wanajaya 05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep maker pedagogy, keterampilan dalam melaksanakan praktikum IPA sederhana pada materi rangkaian arus listrik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  dilaksanakan selama satu hari pada Hari  Sabtu, 18 April 2026.  Berdasarkan hasil survei pasca pelatihan mayoritas guru memberikan respon sangat positif terhadap pelaksanaan pelatihan, terutama pada aspek relevansi materi, kegiatan praktik, dan kebermanfaatan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan bahan sederhana seperti playdough dalam praktikum rangkaian listrik terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep sains secara kontekstual. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi, refleksi, serta pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam mentransformasi pembelajaran IPA menjadi lebih aktif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan literasi sains serta keterampilan abad ke-21.Kata kunci: Maker Pedagogy; Pelatihan Guru; Praktikum IPA; Sekolah Dasar; Keterampilan Abad 21. ABSTRACTThis community service program aimed to enhance elementary school teachers’ competencies in implementing maker pedagogy through simple science practicum activities on electrical circuit materials. The program was conducted at SDN Wanajaya 05 Cibitung using a participatory training approach consisting of socialization, seminars and workshops, mentoring and evaluation, as well as program sustainability stages. The study employed a quantitative descriptive method, with data collected through post-training surveys and documentation. The participants involved in this activity were 14 teachers from SDN Wanajaya 05.The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of maker pedagogy concepts and their skills in conducting simple science practicum activities on electric circuit topics. The community service activity was carried out in one day on Saturday, April 18, 2026. Based on the post-training survey results, most teachers provided very positive responses toward the training implementation, particularly regarding the relevance of the materials, practical activities, and the usefulness for classroom learning. The use of simple materials such as playdough in electric circuit practicum activities was proven to enhance creativity and contextual understanding of science concepts. In addition, the program encouraged collaboration, reflection, and continuous professional development among teachers. Therefore, this program contributed to transforming science learning into a more active, innovative, and student-centered process oriented toward strengthening scientific literacy and 21st-century skills.Keywords: Maker Pedagog;, Teacher Training; Science Practicum; Elementary School; 21st Century Skills.
PENDAMPINGAN PRESENTASI AKADEMIK BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI KABUPATEN MALINAU Ramli Ramli; Woro Kusmaryani; Firima Zona Tanjung; Uli Agustina Gultom; Nofvia De Vega; Suyadi Suyadi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39803

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan presentasi akademik guru Bahasa Inggris di Kabupaten Malinau melalui pendampingan berbasis praktik, umpan balik sejawat, dan refleksi profesional. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan guru dalam menyampaikan gagasan pedagogis, pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi profesional secara sistematis, jelas, dan percaya diri. Peserta kegiatan terdiri atas 10 guru Bahasa Inggris dari jenjang sekolah dan konteks mengajar yang berbeda, baik dari wilayah perkotaan maupun wilayah pelosok dan pedalaman Kabupaten Malinau. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 pukul 14.00-17.00 WITA melalui tahapan koordinasi, pemberian materi academic speaking, berbagi pengalaman, praktik presentasi akademik, umpan balik teman sejawat dan fasilitator, refleksi pengalaman, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Sebelum praktik, peserta memperoleh materi tentang communication competence as personal branding, perbedaan good speaking dan fluent speaking, struktur presentasi akademik, public speaking skills, visual aids, academic phrases, strategi tanya jawab, dan hal-hal yang perlu dihindari dalam presentasi. Evaluasi dilakukan melalui pengalaman langsung peserta dan survei Google Form. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan ini memberikan ruang belajar yang bermakna bagi guru untuk memahami struktur presentasi akademik, meningkatkan kepercayaan diri berbicara dalam bahasa Inggris, memperbaiki teknik penyampaian, dan membangun kesadaran reflektif terhadap profesionalisme guru. Kegiatan ini juga memperkuat peran guru Bahasa Inggris sebagai praktisi reflektif yang mampu membagikan pengetahuan dan praktik baik pembelajaran dalam komunitas akademik dan profesional.Kata kunci: Presentasi Akademik; Academic Speaking; Guru Bahasa Inggris; Pendampingan; Profesionalisme Guru; Malinau. ABSTRACTThis community service program aimed to strengthen the academic presentation competence of English teachers in Malinau through practice-based mentoring, peer feedback, and professional reflection. The program was grounded in the need for English teachers to communicate pedagogical ideas, classroom experiences, best practices, and professional reflections in a systematic, clear, and confident manner. The participants were ten English teachers from different school levels and teaching contexts, including urban, remote, and inland areas of Malinau. The activity was conducted on May 1st, 2026, from 14.00 to 17.00 WITA through coordination, delivery of academic speaking materials, experience sharing, individual academic presentation practice, peer and facilitator feedback, reflective sharing, and future action planning. Before the practice session, participants received materials on communication competence as personal branding, the distinction between good speaking and fluent speaking, academic presentation structure, public speaking skills, visual aids, academic phrases, question-and-answer strategies, and common mistakes to avoid in presentations. Evaluation was conducted through direct participant reflection and a Google Form survey. The results indicate that the mentoring program provided a meaningful learning space for teachers to understand academic presentation structure, improve confidence in English speaking, refine presentation delivery, and develop reflective awareness of teacher professionalism. The program also strengthened the role of English teachers as reflective practitioners who can share classroom-based knowledge and best practices in academic and professional communities.Keywords: Academic Presentation; Academic Speaking; English Teachers; Mentoring; Teacher Professionalism; Malinau.
PENGADAAN GENSET PORTABEL BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Rahmi Zuhra; Silvia Anzitha; Hanisah Hanisah; Baihaqi Baihaqi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39333

Abstract

ABSTRAK                                                                                      PKM tanggap darurat bencana ini di Desa Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana banjir melalui pengadaan mesin genset portabel bagi pemenuhan kebutuhan listrik  serta tidak hanya diposisikan sebagai bantuan alat semata, melainkan sebagai bagian dari sistem penanganan bencana berbasis desa, yang menopang berbagai layanan dasar selama masa tanggap darurat. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 20 peserta dari pemerintah desa, MDSK, LKMK, perwakilan perempuan dan kelompok difabel. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung  meliputi koordinasi, sosialisasi, pengenalan mesin genset portabel, tatacara mengoperasikan mesin genset portabel, serah terima produk serta monitoring dan evaluasi melalui selebaran angket yang diisi oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 13 peserta (65%) berada pada kategori sangat memahami materi pengertian dan fungsi genset sebagai sumber listrik alternatif, sebanyak 9 peserta (45%) memahami tentang manfaat genset dalam kondisi darurat (banjir/pemadaman listrik), 11 peserta (55%) mengetahui jenis-jenis genset portabel dan bahan bakar yang digunakan, sebanyak 17 peserta (85%) memahami tahapan persiapan sebelum penggunaan (pengecekan bahan bakar dan oli) serta sebanyak 18 peserta (90%) mengetahui materi cara menghubungkan genset dengan peralatan listrik. Dengan demikian, pengadaan mesin genset portabel menjadi salah satu solusi praktis pemenuhan listrik bagi masyarakat terdampak bencana banjir.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bantuan peralatan mesin genset portabel dapat dirasakan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Genset Portabel; Masyarakat; Banjir; Kesiapsiagaan; Aceh Tamiang. ABSTRACTThis disaster emergency response community service program (PKM) at mesjid village , manyak payed subdistrict, Aceh Tamiang regency, aims to help meet the basic needs of residents affected by flooding through the provision of portable generator sets to supply electricity. The generators are not merely positioned as equipment assistance, but as part of a village-based disaster management system that supports various essential services during the emergency response period. The activity was carried out over two weeks (March 2–16, 2026), involving 20 participants from the village government, MDSK, LKMK, women’s representatives, and persons with disabilities groups. The implementation method was participatory and based on direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to portable generators, procedures for operating the generators, handover of the equipment, as well as monitoring and evaluation through questionnaires completed by all participants. The evaluation results showed that 13 participants (65%) were in the category of highly understanding the concept and function of generators as an alternative power source, 9 participants (45%) understood the benefits of generators in emergency situations (floods/power outages), 11 participants (55%) recognized the types of portable generators and their fuel, 17 participants (85%) understood the preparation stages before use (checking fuel and oil), and 18 participants (90%) understood how to connect generators to electrical devices.Keywords: Portable Generator; Community;Flood; Preparedness; Aceh Tamiang.
STRATEGI EDUKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENCEGAH DAMPAK NEGATIF PADA REMAJA DI MTS NURUL ISHLAH LOMBOK BARAT Arwin Yafi Rahmatullah; Rizal Ramdani; Nurul Hidayati Indra Ningsih; M. Chothibul Umam Assa’ady; Putri Amalia Wardi; Susilo Talidobel
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39075

Abstract

ABSTRAKPerkembangan media sosial yang pesat memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, baik dari sisi positif maupun negatif. Penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti kecanduan, penyebaran hoaks, dan cyberbullying. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nurul Ishlah, Lombok Barat, dengan metode sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang meningkat, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 31,30% pada pre-test menjadi 68,70% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 36,40%. Hal ini menunjukkan bahwa strategi edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan literasi digital remaja. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong remaja untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak, produktif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Media sosial; Remaja; Literasi digital; Edukasi. ABSTRACTThe rapid development of social media has had a significant impact on adolescents' lives, both positively and negatively. The unwise use of social media can lead to various problems such as addiction, the spread of hoaxes, and cyberbullying. Therefore, this community service activity aims to improve adolescents' understanding of the wise and responsible use of social media.The activity was carried out at MTs Nurul Ishlah, West Lombok, using methods such as socialization, interactive discussions, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding, indicated by an increase in the average score from 31,30% in the pre-test to 68,70% in the post-test, with an improvement of 36,40%. This demonstrates that the educational strategy implemented was effective in enhancing adolescents' digital literacy. Thus, this activity is expected to encourage adolescents to use social media more wisely, productively, and responsibly in their daily lives.Keywords: Social Media; Adolescents; Digital Literacy; Education.
SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SMA X DI KOTA PALEMBANG Amarisma Gusria; Ibrahim Mifthafariz Mirza; Kurdeniansyah Kurdeniansyah; Jihan Sulaiman
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39800

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental maupun hubungan sosial siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, serta cara pencegahan bullying menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai candaan biasa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan bullying melalui kegiatan sosialisasi pada siswa SMA X di Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 05 Januari 2026 dengan melibatkan 200 siswa SMA kelas satu, dua dan tiga. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pemberian studi kasus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa pada seluruh materi yang diberikan. Peningkatan tertinggi terdapat pada topik cara mencegah bullying sebesar 60%, diikuti jenis-jenis bullying sebesar 50%, serta dampak bullying dan faktor penyebab bullying masing-masing sebesar 40%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mulai memahami pentingnya empati, komunikasi positif, serta penghargaan terhadap perbedaan antar siswa. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi pencegahan bullying dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying.Kata kunci: Bullying; Remaja; Sosialisasi Kesehatan Mental; Sekolah aman. ABSTRAKBullying is one of the social problems frequently found in school environments and may negatively affect students’ mental health and social relationships. The lack of students’ understanding regarding the forms, impacts, and prevention of bullying often causes such behavior to be perceived merely as joking behavior. Therefore, this community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness regarding bullying prevention through a socialization program for students at Senior High School X in Palembang City. The activity was conducted on January 5, 2026, involving 200 students from grades X to XII. The methods used included interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, and case studies. The activity stages consisted of preparation, implementation, and evaluation. Evaluation was carried out using pre-test and post-test methods to measure participants’ improvement in understanding. The results showed an increase in students’ understanding across all presented topics. The highest improvement was found in the topic of bullying prevention strategies (60%), followed by types of bullying (50%), and the impacts and causes of bullying (40% each). In addition, participants showed high enthusiasm throughout the activity and began to understand the importance of empathy, positive communication, and respect for differences among students. Thus, the bullying prevention socialization program was considered effective in increasing students’ awareness and understanding of the importance of creating a safe, comfortable, and bullying-free school environment.Keywords: Bullying; Adolescents; Socialization; Mental Health; Safe School.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI FISCAL LITERACY UNTUK MEMINIMALISIR FISCAL ILLUSION DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI DAERAH Siti Sanisah; Sukuryadi Sukuryadi; Nurin Rochayati; Sri Rejeki; Abdul Kadir; Edi Edi; Palahuddin Palahuddin; Astagini Putri Kariana; Ratnah Ratnah; Yulianto Suteja
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39906

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya literasi fiskal masyarakat dalam memahami pembiayaan pendidikan di daerah dapat memunculkan fiscal illusion, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi dan advokasi pembiayaan pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi fiskal komunitas pemerhati pendidikan melalui program fiscal literacy bootcamp di Kabupaten Lombok Tengah bermitra dengan KLIK Foundation yang melibatkan 25 orang sebagai peserta aktif. Kegiatan dilaksanakan dengan mengintegrasikan pendekatan participatory action learning and empowerment (PALE) Community-Based Fiscal Literacy, dengan tahapan pelaksanaan mencakup asesmen partisipatif, penyusunan modul digital interaktif, pelaksanaan fiscal literacy bootcamp, pendampingan advokasi berbasis data, refleksi, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Berdasarkan nilai pretest-postest yang dilakukan dapat diketahui bahwa hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan literasi fiskal peserta yang mencakup pemahaman tentang struktur pembiayaan pendidikan di daerah, kemampuan membaca dan menganalisis dokumen anggaran, serta keterampilan menyusun advokasi berbasis data. Penggunaan modul digital interaktif yang dikembangkan juga mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan aplikatif. Kegiatan ini memperkuat kapasitas komunitas dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembiyaan pendidikan di daerah. Fiscal literacy bootcamp terbukti efektif sebagai model pemberdayaan komunitas berbasis literasi fiskal pendidikan. Disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas pada komunitas pendidikan lain agar partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran pendidikan meningkat.Kata kunci: Fiscal Illusion; Literasi Fiskal; Pembiayaan Pendidikan; Pemberdayaan Komunitas; Advokasi Pendidikan. ABSTRACTLow levels of fiscal literacy among the public regarding the financing of education in local areas can lead to a “fiscal illusion,” which results in low public engagement in the evaluation and advocacy processes for education funding. This community service initiative aims to improve the fiscal literacy of the education advocacy community through a fiscal literacy bootcamp program in Central Lombok Regency, in partnership with the KLIK Foundation, involving 25 active participants. The activity was implemented by integrating the Community-Based Fiscal Literacy approach using Participatory Action Learning and Empowerment (PALE), with implementation stages including participatory assessment, development of interactive digital modules, conduct of the fiscal literacy bootcamp, data-driven advocacy mentoring, reflection, and development of a follow-up action plan. Based on the pretest-posttest scores, the community service activity demonstrated an increase in participants’ fiscal literacy, including an understanding of the structure of local education funding, the ability to read and analyze budget documents, and the skill to develop data-driven advocacy. The use of the interactive digital modules also supported more flexible and practical learning. This activity strengthened the community’s capacity to promote transparency and accountability in local education financing. The fiscal literacy bootcamp proved effective as a model for community empowerment.Keywords: Fiscal Illusion; Fiscal Literacy; Education Funding; Community Empowerment; Education Advocacy. 
SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK : GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI BIOPORI DI SMAN 1 MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT Andi Mustari; Hilma Erliana; Intan Wulan Sari; Luthfi Luthfi; Farthur Ahkyat; Riza Hasan
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39349

Abstract

ABSTRAKKabupaten Aceh Barat, SMAN 1 Meureubo menghadapi permasalahan lingkungan berupa penumpukan sampah organik (sisa kantin dan dedaunan) serta genangan air akibat daya serap tanah yang rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan siswa melalui penerapan teknologi biopori sekaligus mengelola sampah organik menjadi kompos dan mengurangi genangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan tahapan: penyuluhan, pelatihan praktik (learning by doing), pendampingan, dan evaluasi keberhasilah kegiatan. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan April 2025 selama 2 bulan (60 hari) : penyuluhan (sosialisasi) pada hari ke-1, pelatihan praktik pada hari ke-2, pendampingan dan pemantauan setiap 3–5 hari sekali, serta evaluasi akhir pada hari ke-60. Mitra kegiatan adalah 58 siswa kelas X dan XI SMAN 1 Meureubo. Hasil yang dicapai menunjukkan rata-rata capaian aspek pengetahuan (84,8%), keterampilan (83,2%), dan sikap kepedulian lingkungan (85,0%) dengan kategori sangat tinggi. Terpasang 12 unit lubang biopori yang terbukti mengurangi genangan air hingga 70% (metode pengukuran kedalaman genangan di titik yang sama sebelum dan sesudah pemasangan biopori) dan menyusutkan volume sampah organik sebesar 40–50% dalam 2 minggu. Terbentuk tim lingkungan siswa untuk perawatan rutin, dan sekolah berkomitmen melanjutkan program menuju predikat Adiwiyata. Kegiatan ini berhasil membangun karakter peduli lingkungan dan keterampilan praktis siswa secara berkelanjutan.Kata kunci: Biopori; Sampah Organik; Genangan Air; Kepedulian Lingkungan; Sekolah Adiwiyata. ABSTRACTWest Aceh Regency, SMAN 1 Meureubo faces environmental problems of organic waste accumulation (canteen leftovers and fallen leaves) and waterlogging due to low soil permeability. This activity aims to enhance students' environmental awareness through the application of biopore technology while managing organic waste into compost and reducing waterlogging. The method used is an educational-participatory approach consisting of counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring, and evaluation of activity success. The activity was carried out starting in April 2025 for 2 months (60 days), with details: counseling (socialization) on day 4, hands-on training on day 5, mentoring and monitoring every 3–5 days until day 56, and final evaluation on day 60. The activity partners were 58 students from grades X and XI of SMAN 1 Meureubo. The results showed average achievement in the knowledge aspect (84.8%), skills (83.2%), and environmental awareness attitude (85.0%) in the very high category. Twelve biopore holes were installed, proven to reduce waterlogging by up to 70% (using the method of measuring water depth at the same point before and after biopore installation) and to reduce organic waste volume by 40–50% within 2 weeks. A student environmental team was formed for routine maintenance, and the school is committed to continuing the program towards the Adiwiyata predicate. This activity successfully built students' environmental awareness and practical skills in a sustainable manner.Keywords: Biopore; Organic Waste; Waterlogging; Environmental Awareness; Adiwiyata School.
PELATIHAN PROMOSI DAN PENJUALAN BATIK MOTIF WAYANG PADA REMAJA KOTA MATARAM Rini Anggriani; Dian Syafitri Chani Saputri; Khasnur Hidjah; Irwan Cahyadi; Raden Bagus Faisal Irani; Bq. Candra Herawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39886

Abstract

Wayang-motif batik is one of the local cultural heritages of West Nusa Tenggara with high artistic and economic value, yet its commercial utilization by young people remains very limited. This community service activity aims to improve the ability of youth in Mataram City to promote and sell wayang-motif batik through digital marketing and entrepreneurship-based training. The methods used include participatory training with a hands-on approach, covering the introduction of wayang motif cultural values, product photography techniques, creation of promotional content on social media (Instagram and TikTok), use of marketplaces (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), and sales strategies. Participants were 30 youth aged 16-25 years from local youth communities in Mataram. The results showed significant improvements in participants' knowledge of wayang batik, ability to create digital promotional content, ownership of active marketplace accounts, and confidence in selling. This activity makes a real contribution to local cultural preservation while empowering youth economically through a digital entrepreneurship approach.
PENGADAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN BAGI ANAK-ANAK TERDAMPAK BANJIR ACEH TAMIANG Baihaqi Baihaqi; Imran Imran; Adnan Adnan; Hanisah Hanisah; Dianawati Dianawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39338

Abstract

ABSTRAKBanjir yang terjadi di Desa Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 yang lalu memberikan dampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis anak-anak sebagai kelompok rentan. PKM tanggap darurat bencana  ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial melalui pengadaan alat permainan edukatif (APE) kepada anak-anak PAUD desa tersebut yang dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 15 peserta dari pemerintah desa, PKK, perwakilan perempuan dan perwakilan PAUD.  Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung  dengan tahapan kegiatan antaranya  koordinasi, sosialisasi, pengenalan APE, tatacara memainkan APE, serah terima APE serta monitoring dan evaluasi melalui distribusi selebaran lembar angket yang diisi oleh setiap peserta.  Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dimana  sebanyak 10 peserta (66,6%) berada pada kategori sangat memahami materi manfaat APE bagi anak-anak terdampak banjir, 6 peserta (40%) memahami materi cara memainkan APE dengan benar, 8 peserta (53.3%) memahami materi cara pendekatan bermain sambil belajar. Sementara itu, pada pelatihan tatacara memainkan APE, sebanyak 9 peserta (60%) memahami bahwa manfaat APE mendukung perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak-anak. Dengan demikian, pengadaan alat permainan edukatif dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascabencana banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana yang berorientasi pada kebutuhan anakKata kunci: APE; Ramah Lingkungan; Anak-Anak; Banjir; Aceh Tamiang. ABSTRACTThe flood that occurred in Mesjid Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, at the end of November 2025 had impacts not only on physical aspects but also on the psychological well-being of children as a vulnerable group. This disaster emergency response community service program (PKM) aimed to provide psychosocial support through the provision of Educational Play Equipment (APE) for preschool children in the village. The program was implemented over a two-week period (March 2–16, 2026) and involved 15 participants from the village government, the Family Welfare Movement (PKK), women’s representatives, and preschool representatives. The implementation method was participatory and involved direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to APE, instructions on how to use APE, handover of APE, as well as monitoring and evaluation through the distribution of questionnaire sheets completed by each participant. The evaluation results indicated significant improvement, with 10 participants (66.6%) categorized as having a very good understanding of the benefits of APE for children affected by flooding, 6 participants (40%) understanding how to use APE correctly, and 8 participants (53.3%) understanding the play-based learning approach. Furthermore, during the training on the use of APE, 9 participants (60%) understood that APE supports children’s cognitive, social, and emotional development. Therefore, the provision of Educational Play Equipment can serve as an effective solution in supporting the psychosocial recovery of children after flood disasters. This activity is expected to be implemented sustainably as part of disaster impact management efforts that are oriented toward the needs of children.Keywords: APE; Environmentally Friendly; Children; Flood; Aceh Tamiang.