cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,727 Documents
PURITANISM VALUES AS THE FOUNDATIONS OF AMERICAN INDIVIDUALISM FROM THE PERSPECTIVE OF MATERIALISM Achmad Faqih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explores the profound impact of Puritanism on the cultural and societal foundation of the United States, with a focus on its role in shaping individualism and materialism. Originating in England, Puritanism emerged as a reform movement rejecting ecclesiastical hierarchy and emphasizing direct communication with God. Upon migrating to America, Puritans established communities centered on religious freedom, self-reliance, and moral responsibility, significantly influencing democratic ideals and the American ethos of personal autonomy. Through historical records and scholarly works, this study highlights how Puritan spiritual practices transitioned into secular ideals, fostering materialism. The Puritan work ethic, rooted in doctrines of predestination, equated material success with divine favor, a concept persisting in contemporary culture. This paper argues that Puritanism’s emphasis on hard work and moral discipline created a trajectory prioritizing individual achievement and wealth. By examining this transformation, the research sheds light on the legacy of Puritan values in shaping the complexities of American identity, from democratic foundations to materialistic tendencies.
Implementasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah Jenal Mutaqin; Nur Zakiah; Ja’far Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fiqih yang sebelumnya dilakukan dengan pendekatan tradisional kini menghadapi tantangan akibat kemajuan teknologi digital. Meskipun teknologi ini memberikan kemudahan akses dan interaktivitas, tantangan utama adalah bagaimana menerapkannya tanpa mengurangi kedalaman materi fiqih. Di Madrasah Ibtidaiyah (MI), siswa cenderung lebih tertarik pada pembelajaran berbasis teknologi yang menarik, sehingga pembelajaran fiqih perlu disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Selain itu, kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi juga menjadi tantangan, karena tidak semua guru memiliki keterampilan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan teknologi dalam pembelajaran fiqih di MI serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dapat memperluas akses materi dan meningkatkan interaktivitas siswa, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses perangkat dan variasi kualitas konten. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan di era digital. Dengan demikian, penerapan teknologi digital dalam pembelajaran fiqih di MI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, asalkan tantangan yang ada dapat diatasi.
PERAN MAHKAMAH AGUNG DALAM MENANGANI KASUS PIDANA TERKAIT TRANSAKSI ELEKTRONIK: STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 355/Pid.Sus/2024/PN Jkt.Pst Ria Fitriah; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, transaksi elektronik telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan baru terkait keamanan dan keabsahan transaksi, seperti yang terlihat dalam Putusan Nomor 355/Pid.Sus/2024/PN Jkt.Pst. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak putusan tersebut terhadap praktik transaksi elektronik dan perlindungan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris, yang melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung berperan penting dalam menetapkan standar hukum yang harus diikuti oleh pengadilan di tingkat yang lebih rendah, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem hukum dan kebijakan publik yang lebih efektif dalam melindungi konsumen di era digital.
Peran Ojk Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Ekonomi: Evaluasi Penyelesaian 127 Berkas Perkara Tindak Pidana Perbankan Dan Pasar Modal Willy Yohanes; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana ekonomi, khususnya dalam penyelesaian 127 berkas perkara yang melibatkan sektor perbankan dan pasar modal. Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, sektor ekonomi menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya kasus tindak pidana ekonomi, seperti penipuan dan pencucian uang. OJK sebagai lembaga pengawas dan penegak hukum memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam menangani pelanggaran ini. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan analisis terhadap regulasi yang berlaku dan praktik penegakan hukum oleh OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun OJK telah menangani sejumlah berkas perkara, terdapat kendala dalam hal sumber daya manusia, anggaran, dan kompleksitas kasus yang mempengaruhi efektivitas penegakan hukum. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja OJK dalam penegakan hukum, termasuk penguatan kerjasama dengan lembaga lain dan peningkatan partisipasi masyarakat.
TINDAK PIDANA EKONOMI DALAM KONTEKS JUDI ONLINE: ANALISIS HUKUM DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS EKONOMI MASYARAKAT Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi. Salah satu fenomena yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi adalah judi online. Judi online, yang sebelumnya dianggap sebagai aktivitas ilegal, kini semakin marak dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai platform digital. Dengan hanya menggunakan perangkat seluler atau komputer, individu dapat dengan mudah terlibat dalam aktivitas perjudian tanpa harus pergi ke lokasi fisik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana hukum mengatur dan menangani tindak pidana ekonomi yang berkaitan dengan judi online, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Judi online sering kali dikaitkan dengan berbagai tindak pidana ekonomi, seperti penipuan, pencucian uang, dan penggelapan. Aktivitas ini tidak hanya merugikan individu yang terlibat, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana hukum dapat beradaptasi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dari dampak negatif judi online.
`Status Talak Bagi Pasangan Istri Tanpa Melalui Peradilan Agama (Studi Kasus Kua Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo) Andi Baso Ishak; Alamsyah Alamsyah; Erfandi Erfandi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji status talak yang dilakukan di luar Pengadilan Agama (PA), mengambil studi kasus di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Latar belakang penelitian ini muncul dari adanya fenomena di masyarakat di mana perceraian seringkali tidak melalui prosedur resmi di PA, melainkan hanya dengan ucapan talak dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam kondisi perceraian yang terjadi di Kecamatan Tempe, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat memilih perceraian di luar PA, menganalisis dampak yang ditimbulkan dari praktik tersebut, dan yang terpenting, menentukan status hukum dari talak yang diucapkan di luar pengadilan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian metode. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung fenomena yang terjadi. Wawancara mendalam dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pelaku perceraian di luar PA, staf KUA Kecamatan Tempe, dan staf PA Sengkang, untuk mendapatkan informasi dari berbagai perspektif. Dokumentasi juga digunakan untuk mengumpulkan data-data pendukung. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama: pertama, kondisi perceraian secara umum di Kecamatan Tempe; kedua, alasan-alasan yang mendorong perceraian di luar PA beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya; dan ketiga, status hukum dari talak yang diucapkan di luar pengadilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka perceraian di Kecamatan Tempe mengalami fluktuasi selama periode 2018 hingga 2023. Beberapa alasan utama yang mendorong masyarakat untuk melakukan perceraian di luar PA antara lain masalah ekonomi yang membebani biaya pengurusan di pengadilan, kesulitan dalam mengurus administrasi yang diperlukan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur yang berlaku di PA, dan adanya praktik pernikahan siri yang tidak tercatat secara resmi. Dampak dari perceraian di luar PA dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi suami, dampaknya adalah kesulitan untuk menikah lagi secara resmi karena status perceraiannya tidak diakui oleh negara. Bagi istri, statusnya menjadi tidak jelas dan rentan secara hukum. Sementara bagi anak-anak, perceraian di luar PA dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis dan perilaku mereka. Berdasarkan keterangan dari Kepala KUA Kecamatan Tempe dan merujuk pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta fatwa tarjih Muhammadiyah, talak yang diucapkan di luar sidang PA dinyatakan tidak sah menurut hukum negara. Hukum positif di Indonesia mengatur bahwa perceraian yang sah harus dilakukan di depan sidang PA setelah upaya mediasi yang dilakukan oleh pengadilan dinyatakan gagal.Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perceraian di luar PA menimbulkan berbagai permasalahan, baik dari aspek hukum maupun sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur perceraian yang sah menurut hukum yang berlaku.
Khitbah sebagai Wujud Komitmen Awal dalam Ikatan Pernikahan Islami Anton, Anton; Meydita Dwi Putri; Elih Herliana; Hani Siti Nuraeni; Zainal Fasya
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khitbah, atau peminangan, merupakan langkah penting dalam proses pernikahan Islami yang memiliki dasar hukum dan etika yang diatur dalam Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep khitbah, termasuk definisi, syarat-syarat, serta batasan melihat aurat. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 20 artikel terkait untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai khitbah sebagai wujud komitmen awal dalam pernikahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa khitbah bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah mekanisme syariat untuk memulai hubungan rumah tangga yang harmonis. Para ulama menetapkan berbagai syarat yang harus dipenuhi, seperti memastikan wanita yang dipinang tidak dalam masa iddah dan bukan mahram bagi pria yang meminangnya. Dalam konteks melihat aurat, terdapat perbedaan pandangan di antara ulama. Beberapa memperbolehkan melihat seluruh tubuh wanita dalam batas tertentu, sedangkan mayoritas membatasi pada wajah dan telapak tangan sebagai representasi kecantikan dan kesehatan. Namun, praktik khitbah di masyarakat sering kali dipengaruhi oleh adat setempat, yang tidak selalu sejalan dengan syariat Islam. Penyimpangan ini mencakup kurangnya pemahaman terhadap batasan syar'i dan penggunaan budaya lokal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang khitbah agar proses ini dapat dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pengalaman Pemain Judi Online Tentang Stigma Masyarakat Mengenai Kecanduan (Studi Kasus Pemain Situs Online TOTO) Mayasari, Rahma Nur; Sugeng Harianto; Ahmad Ridwan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judi online sering kali dianggap sebagai perilaku menyimpang yang memengaruhi citra sosial dan hubungan interpersonal para pemainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan pengalaman, pandangan, dan dampak sosial yang dialami oleh pemain judi online akibat stigma di masyarakat. Wawancara dilakukan dengan pemain judi online di situs TOTO. Hasil studi menunjukkan beragam pandangan dari para pemain judi, bahwa stigma masyarakat dapat memengaruhi prinsip hingga kondisi mental mereka. Namun, di sisi lain, beberapa pemain mengungkapkan bahwa stigma tersebut tidak memengaruhi mereka dan mereka tetap bermain demi kesenangan pribadi. Meskipun demikian, dapat disimpulkan bahwa stigma masyarakat tetap memiliki pengaruh yang dapat mengubah pola pikir para pemain, meskipun tidak selalu menghentikan perilaku perjudian. Studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara pengalaman pemain judi online dan stigma di masyarakat.  
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN DALAM TINDAK PIDANA EKONOMI: STUDI KASUS NOMOR 140/PDT.G/2024/PN JKT.PST Vini Novilia; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam putusan yang diambil dari kasus nomor 140/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst, terdapat berbagai elemen yang mencerminkan dinamika hukum dalam menangani perkara ekonomi. Kasus ini melibatkan gugatan yang diajukan oleh pihak penggugat terhadap tergugat, dengan argumen yang berkaitan dengan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum. Melalui analisis terhadap putusan ini, dapat diidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan hakim, termasuk bukti-bukti yang diajukan, argumen hukum, serta interpretasi terhadap peraturan yang berlaku. Proses pengambilan keputusan oleh hakim dalam kasus ini dapat memberikan wawasan mengenai bagaimana hukum berfungsi dalam konteks ekonomi dan bagaimana keadilan dapat dicapai melalui sistem peradilan. Dengan memahami elemen-elemen ini, kita dapat lebih menghargai kompleksitas yang terlibat dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana ekonomi.  
Analisis Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi: Studi Kasus Putusan No. 86/Pid.Sus-Tpk/2022/Pn.Jkt.Pst Dan Implikasinya Terhadap Perekonomian Negara Flugencius Janssen Willyams; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini berfokus pada analisis tindak pidana korupsi berdasarkan Putusan No. 86/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Jkt.Pst, yang memberikan gambaran tentang kompleksitas kasus korupsi dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Korupsi, yang sering kali muncul akibat lemahnya sistem pengawasan dan budaya permisif, tidak hanya menguras keuangan negara tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami bagaimana sistem hukum menangani pelaku korupsi dan sejauh mana efektivitasnya dalam menciptakan efek jera. Hasilnya menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem pengawasan keuangan negara dan penegakan hukum yang lebih tegas untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.