cover
Contact Name
Widia
Contact Email
jurnalpendikbud@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
widia@habi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 30316421     EISSN : 3031643X     DOI : https://doi.org/10.56842/jpk
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan memuat hasil belajar dan pembelajaran, kajian konseptual dan hasil penelitian tentang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada Sekolah dan Masyarakat pada umumnya yang dapat memberikan khasanah keilmuan. Jurnal ini terbit 4 kali dalam 1 tahun. Journal Title : JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan ISSN : 3031-643X (online) & 3031-6421 (cetak) DOI Prefix : 10.56842 Editor in Chief : Widia Publisher : STKIP Harapan Bima Frequency : Terbit 4 kali dalam satu tahun (Januari, April, Juli and Oktober)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 101 Documents
Kehidupan Sosial-Budaya Masyarakat Cina Benteng Di Tenjo (1965-1998) Ernawati Ernawati; Usmaedi Usmaedi; Weny Widyawati Bastaman; Frylla Mandala Putra
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial-budaya masyarakat Cina Benteng di Tenjo, Kabupaten Bogor, pada tahun 1965–1998, dengan fokus pada latar belakang keberadaan masyarakat Cina Benteng serta dinamika kehidupan sosial-budaya pada masa Orde Baru. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk merekonstruksi peristiwa sejarah secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta penelusuran berbagai sumber tertulis berupa arsip, buku, jurnal, dan dokumen lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo merupakan bagian dari komunitas Tionghoa peranakan yang telah lama menetap dan membangun kehidupan berdampingan dengan masyarakat setempat melalui proses adaptasi dan akulturasi budaya. Pada masa Orde Baru, kebijakan pemerintah memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat, terutama dalam pelaksanaan tradisi, praktik keagamaan, penggunaan bahasa, dan ekspresi budaya Tionghoa. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat Cina Benteng di Tenjo tetap mampu mempertahankan identitas budayanya melalui strategi adaptasi yang tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Kehidupan sosial yang harmonis, hubungan antaretnis yang baik, serta tetap berlangsungnya tradisi dan aktivitas keagamaan menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo berhasil menjaga keberlangsungan identitas budaya di tengah perubahan sosial dan kebijakan pemerintah selama periode 1965–1998.

Page 11 of 11 | Total Record : 101