cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) YANG DIBINA OLEH DINAS SOSIAL (DINSOS) UNTUK PEDAGANG DIKELURAHAN HIKUN KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Pratiwi, Ayu Rizky; Raudah, Siti; Budiman, Arif
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.312

Abstract

Fenomena masalah dari penelitian ini adalah kurangnya sosialisasi, kurang tepatnya sasaran dan kurangnya pengawasan dari fasilitator, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Sosial (DINSOS) untuk pedagang di Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) atau bisa disebut juga dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pedagang di kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong belum optimal hal ini dapat dilihat dari indikator. transmisi belum berjalan dengan baik, karena belum adanya spanduk yang di pasang yang terpasang di kelurahan hikun dalam memberikan informasi mengenai Program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), tentang bantuan kepada masyarakat yang membuka usaha dan kurangnya pemahaman dikarenakan kurangnya sosialisasi, kejelasan masih kurang karena masyarakat masih menginginkan pembinaan dan sosialisasi secara jelas Penyampaiannya sudah disampaikan kepada masyarakat tetapi melihat kelurahan tersebut banyak orang berusia tua jadi harus lebih sering diadakan sosialisasi, fasilitator kurang baik, karena karena fasilitator yang berjumlah satu orang sehingga dalam menjalankan program tersebut sering mengalami kesulitan, bahkan masyarakat masih ingin diadakan sosialisasi agar dapat memahami program tersebut, Fasilitas masih kurang baik, karena Seperti gerobak hal ini bisa dilihat dari sarana dan prasarana, pengawasan dari fasilitator cukup baik, karena karena fasilitator melakukan pengawasan satu tahun sekali sehingga perkembangan usaha tidak berjalan dengan baik, anggaran masih kurang karena dengan anggaran Rp.5.000.000,00 tidak cukup untuk membeli peralatan dan perkembangan untuk pelaku usaha tersebut
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Studi Kasus Desa Tangga Ulin Hilir dan Desa Kembang Kuning) Joriska, Delia Okta; Raudah, Siti; Anjasmari, Ni Made Musiyani
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.313

Abstract

Program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan menekan angka kelahiran. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menggunakan metode non-MKJP karena percaya isu-isu negatif dan merasakan efek samping dari penggunaan MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program KB MKJP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Tangga Ulin Hilir dan Desa Kembang Kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KB MKJP di dua desa tersebut sudah efektif dalam perencanaan program kerja, pelaksanaan kegiatan, kebutuhan pengguna, sarana dan prasarana, dan dukungan masyarakat. Namun, masih ada kekurangan dalam sosialisasi, sasaran program, keberlangsungan program, kepuasan pengguna, dan dampak dari program. Faktor pendukung meliputi perencanaan program kerja, pelaksanaan yang sesuai, program yang bermanfaat, sarana dan prasarana memadai, dan dukungan masyarakat. Faktor penghambat adalah isu-isu negatif, efek samping, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam penyuluhan. Untuk meningkatkan efektivitas Program KB MKJP, disarankan untuk menangani isu-isu negatif, memonitor pengguna dengan efek samping, dan meratakan sosialisasi ke seluruh masyarakat
PERAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM MENDUKUNG REHABILITASI DAN REINTEGRASI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) (Studi Kasus Kelurahan Sungai Malang dan Kecamatan Amuntai Selatan) Elia, Eva Noor; Arlan, Agus Sya’bani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.314

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Fenomena masalah yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman keluarga terhadap gejala gangguan kesehatan jiwa akibat minimnya sosialisasi, lambatnya penanganan oleh keluarga pasien, dan kurangnya koordinasi antar lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui purposive sampling dengan partisipasi 11 orang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator-indikator seperti kemampuan selektif, tingkat keabsahan, pengetahuan, dan kemampuan sudah baik. Akan tetapi, indikator seperti sosialisasi, penerapan inovasi, kinerja, kedisiplinan, kegiatan, dan tanggung jawab masih perlu diperbaiki. Faktor pendukung termasuk alur pelayanan yang sesuai, kevalidan data, dan ketersediaan dana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman keluarga, koordinasi lintas sektor yang kurang baik, akses terbatas ke layanan kesehatan jiwa, dan kurangnya inovasi. Untuk meningkatkan peran Dinas Kesehatan, disarankan agar pengelola jiwa dapat meningkatkan kinerja sesuai ketetapan, memperbanyak SDM terlatih, dan melakukan pendekatan lebih kepada keluarga pasien. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam memperbaiki strategi penanganan dan dukungan terhadap ODGJ di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI BALANGAN NOMOR 7 TAHUN 2021 PASAL 4 TENTANG HIBAH PADA BIDANG KELEMBAGAAN DAN SARANA PRASARANA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BALANGAN Safera, Rizka; Husaini, M.; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Bupati Balangan Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 4 Tentang Hibah pada Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan dan mengetahui faktor yang mempengaruhinya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Bupati Balangan Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 4 cukup baik. Dilihat dari komunikasi dengan indikator transmisi dan kejelasan kurang baik, dan konsistensi cukup baik. Sumber daya dengan indikator pegawai/staf dan informasi kurang baik, wewenang dan fasilitas baik. Disposisi dengan indikator efek disposisi dan pengaturan birokrasi cukup baik pengaturan birokrasi sesuai dengan yang menjadi penanggungjawabnya, dan insentif tidak baik karena insentif belum diberikan. Struktur birokrasi dengan indikator standar operasional prosedur (SOP) tidak baik, dan pembagian kerja baik karena adanya penetapan tim. faktor pendukung yaitu adanya tim penilai dan verifikasi dan tersedianya sarana. Adapun faktor penghambat yaitu adanya pengurangan kegiatan dan kurangnya kemampuan pegawai. Disarankan kepada sekretaris dan tim penilai serta verifikasi hibah untuk menyampaikan penambahan anggaran ke Bupati Balangan, kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan, kepada satuan pendidikan swasta untuk meningkatkan koordinasi
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT (Studi Penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan di Pasar Paringin) Amalia, Wida; Anjasmari, Ni Made Musiyani; Handayani, Ramona
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.316

Abstract

Permasalahan yang dihadapi meliputi tempat yang disediakan jarang diakses masyarakat, kegiatan usaha pedagang kaki lima di atas trotoar, para pedagang yang tidak peduli dengan aturan yang ditentukan dan kurang tegasnya Satpol PP dengan penegakan hukum yang ditegaskan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Jenis data dipisahkan dari data primer dan sekunder, pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data sengaja diambil dari 13 informan. Teknik analisis data dengan kondensasi data, display dan inferensi. Hasil penelitian Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat kurang baik dilihat dari aspek lingkungan sosio kultural, keterlibatan penerima pkl, koordinasi dengan instansi dan kerjasama antar instansi. Adapun aspek yang sudah berjalan baik yaitu sumber daya, sumber daya non manusia, struktur birokrasi, SOP dan pola-pola hubungan. Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat untuk faktor penghambat yaitu budaya sembarangan pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar, kurangnya ketegasan petugas dalam penerapan peraturan, kurang memahaminya pihak terkait dalam penerapan aturan dan adanya perbedaan pendapat antara pihak yang bekerjasama tentang lokasi berjualan. Dan untuk faktor pendukung yaitu sumber daya manusia, sumber daya non manusia, struktur biokrasi, SOP dan pola-pola hubungan. Saran penulis sebaiknya Petugas harus tegas dalam mengendalikan perlu diadakan suatu sosialisasi kepada PKL maupun masyarakat tentang peraturan, pedagang kaki lima harus peduli terhadap lingkungannya disekitar
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BALANGAN Kamila, Ananda; Dharma, Agus Surya; Noorrahman, Moh. Fajar
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.318

Abstract

Pegawai memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja organisasi sehingga tujuan organisasi tercapai. Dalam hal ini, diperlukan motivasi kerja agar tujuan organisasi dapat tercapai sesuai harapan salah satunya dengan memberikan kompensasi. Dengan pemberian kompensasi, pegawai akan termotivasi bekerja dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, pemberian kompensasi untuk memotivasi para pegawai belum efektif, masih ditemui pegawai yang terlambat padahal syarat memperoleh kompensasi adalah kehadiran. Peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompensasi berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan berjumlah 89 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh sangat signifikan terhadap motivasi kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, besar pengaruhnya sebesar 37% sisanya 63% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian seperti lingkungan kerja, kepemimpinan dan hukuman atau punishment.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN TAMAN RAHIMIN DI KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Ramadana, Yuti; Arlan, Agus Sya’bani; Mahdalina, Mahdalina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.321

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Program Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Taman Rahimin di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan Implementasi Program Pengembangan RTH dan Taman Rahimin di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup baik dilihat dari beberapa aspek yakni tujuan atau sasaran kebijakan yang jelas dan konsisten meliputi kejelasan tujuan dan sasaran cukup baik dan ketepatan target kurang baik dikarenakan kurang tercapai karena masih banyak masyarakat yang tidak ikut serta pada Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Faktor penghambat yakni kurang memadainya sarana dan prasarana penunjang Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kurangnya partisipasi masyarakat terhadap kebersihan. Faktor pendorong meliputi Kejelasan Tujuan dan Sasaran Implementasi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Taman Rahimin di Kecamatan Daha Utara yaitu menjadikan ruang fungsi ekologi, rekreasi, fungsi dan estetika bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Agar implementasi Pengembangan Pengembangan RTH dan Taman Rahimin di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan terlaksana secara baik, disarankan kepada Pemerintah untuk memberikan dukungan dan perhatian dengan cara pemenuhan fasilitas bermain maupun tempat pembuangan sampah yang memadai
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Apriliyani, Apriliyani; Arsyad, M.; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik pada pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriftif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup baik. Penampilan pegawai cukup baik sudah rapi dan seragam, kenyamanan tempat kurang baik masih ada fasilitas yang kurang, kemudahan proses pelayanan cukup baik sudah memeberikan informasi yang jelas, kedisiplinan pegawai kurang baik tidak menggunakan atribut lengkap. Kecermatan pegawai cukup baik sudah, SOP cukup baik sudah sesuai prosedur, kemampuan pegawai kurang baik masih ada yang tidak mahir, keahlian petugas menggunakan alat bantu kurang baik pegawai masih ada yang belum mahir. Merespon pelanggan cukup baik selalu merespon keperluan, pelayanan cepat dan tepat cukup baik melayani secara tepat dan teliti, merespon keluhan pelanggan cukup baik segala keluhan di evaluasi. Jaminan ketepatan waktu kurang baik tidak sesuai ketentuan, jaminan kepastian biaya cukup baik karena semua pelayanan gratis. Mendahulukan kepentingan pelanggan sangat baik tidak mementingkan urusan pribadi, keramahan dan sopan santun cukup baik sudah ramah dan murah senyum, tidak diskriminatif cukup baik tidak membeda-bedakan masyarakat. Faktor penghambat seperti terbatasnya anggaran dana dalam peningkatan sarana dan prasarana, dan kemampuan menggunakan alat bantu yang tidak merata. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan seperti menambah fasilitas yang masih kurang, dan meningkatkan keterampilan yaitu kemahiran menggunakan alat bantu pelayanan. Disarankan kepada Bapak Camat agar menambah fasilitas dan pegawai agar meningkatkan keterampilan dan memperhatikan prosedur pelayanan.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG PERDAGANGAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH (STUDI KASUS: PASAR INDUK AMUNTAI) Irmanita, Irmanita; Munawarah, Munawarah; Setiawan , Irza
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.331

Abstract

Pasar induk induk merupakan sebuah tempat atau fasilitas yang digunakan untuk perdagangan grosir atau dalam jumlah besar maupun ecer dalam jumlah kecil. Dalam pengelolaannya, pasar induk umumnya diatur dan dikelola oleh pemerintah atau badan pengelola pasar.. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan publik dibidang perdagangan pada dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupuaten Hulu Sungai Utara masih kurang baik karena: Pertama, waktu tunggu pelayanan di Bidang Perdagangan baik sesuai dengan SOP. Kedua, waktu proses pelayanan kurang baik. Ketiga, bebas dari kesalahan kurang baik. Keempat, indikator kemampuan petugas kurang baik. Kelima, menciptakan komunikasi cukup baik karena. Keenam, sikap memahami pelanggan cukup baik. Ketujuh, respon petugas terhadap keluhan pelanggan cukup baik. Kedelapan, petugas melakukan pelayanan dengan cepat masih kurang. Kesembilan, indikator berkaitan dengan lokasi kurang baik. Kesepuluh, sarana komunikasi pelayanan cukup baik. Kesebelas, fasilitas dalam pelayanan kurang baik. Keduabelas, alat perlengkapan dalam pelayanan cukup baik. Faktor penghambat yaitu waktu proses pelayanan yang lambat, kurangnya sumber daya manusia, ruang pelayanan yang sempit, fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya kesadaran para pedagang dan pengunjung pasar. Faktor pendukung yaitu waktu tunggu antri pada pelayanan cepat, keramahan pegawai dalam melayani dan sarana komunikasi yang memadai. Disarankan kepada dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM agar lebih memperhatikan petugas di lingkungan pasar induk Amuntai. Untuk pedagang hendaknya agar lebih memahami dan aturan yang berlaku.
PENGELOLAAN PARKIR DI PASAR ALABIO KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Setiawan , Irza
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.334

Abstract

Pengelolaan Parkir di pasar Alabio secara besaran tarif di atur dalam Peraturah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Retribusi Umum dimana besaran tarif sepeda motor Rp 2.000 sedangkan mobil Rp 3.000, untuk jumlah kendaraan per hari yang masuk sekitar 20-25 buah dan pendapatan pehari sekitar Rp 50.000-Rp. 100.000. Reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan digunakan untuk menganalisa data, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua belas orang informan yang terdiri dari perwakilan instansi Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Utara, juru parkir, serta pengunjung pasar yang menggunakan jasa parkir. Pada Pasar Alabio pengelolaan parkir selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Utara dimana secara jumlah personel ada dua orang petugas pengelola parkir, hanya saja sarana lahan parkir kurang luas sehingga ada beberapa lahan dari halaman rumah penduduk di sekitar lokasi menjadi lahan parkir.

Page 11 of 22 | Total Record : 220