cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 270 Documents
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PANGAN LOKAL BALITA GIZI KURANG DI DESA PANDAMAAN KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadiasari, Nadiasari; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1739

Abstract

Masalah gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal merupakan salah satu upaya penanggulangan, namun pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan seperti pemantauan yang belum optimal, ketidaktepatan sasaran, rendahnya pemahaman orang tua, penerimaan balita terhadap makanan, serta hasil program yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas Program PMT pangan lokal balita gizi kurang di Desa Pandamaan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan berjumlah 16 orang secara puposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal Balita Gizi Kurang ini berada pada kategori cukup efektif (60%-89%) dinilai dari indikator-indikator berikut: Pertama, pemantauan pelaksanaan program yang masih kurang efektif. Kedua, mekanisme program yang sudah berjalan cukup efektif. Ketiga, kebijakan organisasi yang cukup efektif. Keempat, prosedur penetapan sasaran yang sudah efektif. Kelima, ketepatan sasaran yang masih kurang efektif. Keenam, pemenuhan kebutuhan program yang cukup efektif. Ketujuh, kualitas pelayanan program yang masih kurang efektif. Kedelapan, ketersediaan PMT pangan lokal yang cukup efektif. Kesembilan, hasil program yang masih kurang efektif. Kesepuluh, pencapaian target program yang kurang efektif. Kesebelas, kesadaran gizi orang tua yang cukup efektif meskipun belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan pola kerja yang terarah, Kebijakan dan pedoman teknis sebagai acuan pelaksanaan, Data status gizi dijadikan dasar penentuan penerima program, Kader yang aktif berperan dalam kegiatan lapangan, Ketersediaan bahan pangan lokal didukung oleh pembiayaan serta Sebagian orang tua mulai menunjukkan perubahan sikap dalam pemenuhan gizi anak Faktor penghambat meliputi Pengawasan program belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di rumah balita, Pemberian makanan tambahan sering tidak sesuai sasaran, Penyampaian informasi kepada orang tua masih belum merata dan kurang mendalam, Daya terima anak terhadap makanan tergolong rendah serta Perubahan gizi anak belum menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk meningkatkan efektivitas Program PMT Pangan Lokal balita gizi kurang, pengawasan, edukasi, pendampingan, koordinasi kader, dan partisipasi orang tua perlu ditingkatkan, serta peneliti selanjutnya fokus pada evaluasi program dan faktor gizi anak.
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) IMPLAN DI KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS DESA SUNGAI NAMANG, TELUK MESJID DAN LONGKONG) Fitri, Sri Wardatul; Barkatullah, Barkatullah; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1740

Abstract

Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan, kontrasepsi ini merupakan salah satu metode untuk mencapai tujuan Program KB. Dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, Kurangnya pemakaian alat kontrasepsi Implan di masyarakat Kecamatan Danau Panggang, Terbatasnya kompetensi dan kemampuan penyuluh KB dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga keberlangsungan program kurang maksimal berjalan, Adanya sosialisasi dilakukan namun kurang jelas dan tidak secara rinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah 15 orang yang dipilih secara purposive. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang masih tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari indikator. Pertama, aspek pemahaman program indikator pengetahuan masyarakat tentang tujuan dan manfaat KB Implan tidak efektif, pada indikator pemahaman masyarakat mengenai cara kerja serta efek samping KB Implan tidak efektif. Kedua, aspek ketepatan sasaran indikator program menjangkau pasangan usia subur sebagai sasaran utama tidak efektif, pada indikator kegiatan sosialisasi dan pelayanan dilakukan kepada kelompok yang sesuai tidak efektif. ketiga, aspek ketepatan waktu indikator pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang ditetapkan efektif, pada indikator ketepatan waktu dalam memberikan layanan dan penyuluhan KB Implan tidak efektif. Keempat, aspek tercapainya tujuan indikator terjadi peningkatan jumlah pengguna KB Implan di masyarakat tidak efektif, pada indikator tujuan program tercapai dalam mengendalikan angka kelahiran efektif. Kelima, aspek perubahan nyata indikator adanya perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran msyarakat terhadap pengguna KB Implan tidak efektif, pada indikator dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga efektif. Adapun faktor penghambatnya meliputi, adanya isu-isu tidak sesuai yang beredar dimasyarakat mengenai KB Implan dan rendahnya pendidikan masyarakat, Sedangkan faktor pendukung segala kegiatan tersusun dengan baik dan kerjasama antar instansi. Untuk meningkatkan Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, Maka disarankan untuk mendorong ketertarikan masyarakat terhadap KB Implan, diperlukan penyuluhan yang berkesinambungan, pembaruan pendekatan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta keterlibatan pengguna KB Implan sebagai sumber motivasi agar kepercayaan masyarakat meningkat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI ELECTRONIC HUMAN DEVELOPMENT WORKER (E-HDW) DALAM HAL PEMANTAUAN ANAK 0-59 BULAN DAN IBU HAMIL DI DESA PIHAUNG KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadia, Elsa; Baihaqi, Ahmad; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1741

Abstract

Sebagai upaya percepatan penurunan stunting, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Bank Dunia mengembangkan aplikasi electronic Human Development Worker (e-HDW) untuk mendukung Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pendataan, pemantauan, dan pelaporan kesehatan ibu hamil dan anak. Namun, dalam implementasinya di tingkat desa, khususnya di Desa Pihaung, Kecamatan Haur Gading, masih ditemukan berbagai kendala yang berdampak pada ketidaksesuaian data antara pencatatan manual dan data yang dihasilkan melalui aplikasi e-HDW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil di Desa Pihaung Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktot-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan 14 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil cukup efektif diukur melalui model Campbell J.P dalam (Muhammad Sawir 2020:127) diketahui dari: Pertama Sub-variabel Keberhasilan Program indikator Pengetahuan Program sudah sesuai dan Penerapan Porgram kurang sesuai. Kedua Sub-variabel Keberhasilan Sasaran indikator Target Yang Ditetapkan dan Tahapan Pengoperasian Program cukup sesuai. Ketiga Sub-variabel Kepuasan Terhadap Program indikator Kualitas Aplikasi cukup sesuai dan Kualitas Yang Dihasilkan kurang sesuai. Keempat Sub-variabel Tingkat Input dan Output indikator Ketepatan Input dan Output Data dan Efisiensi Pelaporan cukup sesuai. Kelima Sub-variabel Pencapain Tujuan Menyeluruh indikator Transparansi cukup sesuai dan Efektivitas kurang sesuai. Adapun faktor pendorong penggunaan aplikasi ini adalah Kerjasama dan dukungan antar lintas sektor serta adanya insentif bagi KPM. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pemahaman kader dalam mengoperasikan aplikasi e-HDW, belum optimalnya konsistensi dan akurasi data dan kapasitas server aplikasi yang terbatas.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PADA BIDANG UMUM DI KANTOR DESA KAYAKAH KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fatmah, Fatmah; Anjasmari, Ni Made Musiyani; Sari, Ratna
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1742

Abstract

Pelayanan administrasi pemerintahan desa merupakan ujung tombak pelayanan publik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara prima. Namun, pada Kantor Desa Kayakah ditemukan 4 fenomena masalah yaitu: (1) Petugas sering terlambat datang ke kantor desa sehingga masyarakat harus menunggu lama; (2) Kurangnya informasi kepada masyarakat mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan karena belum tersedianya media informasi seperti papan pengumuman atau panduan tertulis; (3) Keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan, di mana belum tersedia meja dan kursi tunggu sehingga pelayanan sering dilakukan secara lesehan; dan (4) Belum adanya standar waktu pelayanan yang pasti karena jam operasional kantor belum diterapkan secara konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan administrasi pemerintahan pada bidang umum di Kantor Desa Kayakah dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan informan secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara keseluruhan dapat disimpulkan cukup baik. Pada dimensi tangibles (berwujud) dinilai kurang baik karena keterbatasan fasilitas fisik dan kerusakan alat kantor. Dimensi reliability (keandalan) dinilai cukup baik pada ketepatan waktu, namun kurang baik pada kejelasan prosedur karena ketiadaan SOP tertulis. Dimensi responsiveness (ketanggapan) dinilai cukup baik dalam membantu urusan warga secara cekatan. Dimensi assurance (jaminan) dinilai cukup baik pada etika petugas namun kurang pada pengawasan pimpinan. Dimensi empathy (empati) dinilai baik karena sikap ramah dan komunikatif petugas. Faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran desa untuk sarana dan prasarana, kurangnya media informasi pelayanan, ketiadaan arahan pimpinan terkait SOP serta lemahnya pengawasan dan ketiadaan sanksi. Faktor pendukung yaitu adanya pelatihan/BIMTEK bagi aparatur desa serta koordinasi dan kerja sama tim yang baik antar perangkat desa. Guna meningkatkan kualitas pelayanan, maka Pemerintah Desa Kayakah hendaknya segera menyusun dan memajang SOP serta papan informasi pelayanan secara tertulis agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi. Perlu adanya pengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana prasarana kantor seperti ruang tunggu dan alat tulis kantor guna menunjang kenyamanan masyarakat. Selain itu, Kepala Desa hendaknya meningkatkan pengawasan melekat terhadap disiplin kerja perangkat desa, serta tetap mempertahankan sikap ramah dan kerja sama tim yang sudah berjalan dengan baik dalam melayani masyarakat.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Aisya, Nahdia; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1743

Abstract

Dalam Manajemen Pengembangan Pariwisata pada Disporapar ini terdapat beberapa masalah yang di temukan, seperti Perencanaan Pengembangan Pariwisata yang memerlukan waktu cukup lama sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan anggaran. Selain itu, kurangnya pelatihan menyebabkan sebagian pengelola wisata belum memahami pengelolaan potesi lahan secara optimal, yang berakibat pada pembagian tugas yang belum berjalan dengan baik. Keterbatasan SDM serta minimnya anggaran dan koordinasi juga menghambat pengembangan potensi wisata, sehingga pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata masih tergolong rendah. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung terjun ke lapangan dengan jumlah sampel 13 orang. Dalam Teknik penarikan sampel menggunakan metode “purposive Sampling”. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU saat ini kurang baik yang di ukur berdasarkan teori George R. Terry dalam Abd. Rohman, M. AP (2017:20) yaitu: Pertama, Sub Variabel Fungsi Perencanaan dengan Indikator Anggaran kurang baik, Tempat kurang baik dan Waktu cukup baik. Kedua, Sub Variabel Fungsi Pengorganisasin dengan Indikator Pembagian Tugas kurang baik, Pencapaian Tujuan kurang baik dan SDM kurang baik. Ketiga, Sub Variabel Fungsi Penggerakkan dengan Indikator Stakeholder kurang baik dan Cara Menggerakkan Waktu Pelaksanaan cukup baik. Keempat, Sub Variabel Fungsi Pengawasan dengan Indikator Pemantauan Terkait Memastikan Kegiatan Yang Direncanakan cukup baik dan Evaluasi Pencapaian Hasil cukup baik. Adapun faktor pendukung, yaitu: Kedisiplinan pelaksanaan dan Kearifan lokal serta promosi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Kurangnya Anggaran, Kurangya Pelatihan, Belum tercapainya tujuan dan Kurangnya koordinasi dan sinergi antar pihak terkait. Saran ditujukan kepada kepala Dinas Disporapar HSU untuk perlu mengoptimalkan pengelolaan anggaran, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program tercapai. Kabid pariwisata diharapkan lebih aktif mengusulkan penambahan dana anggaran, meningkatkan pelatihan kepada pengelola wisata. Pengelola pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan objek wisata melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran. Selain itu, pengelola perlu aktif mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan. Masyarakat diharapakan dapat bereperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata melalui upaya menjaga lingkungan dan fasilitas wisata.
IMPLEMENTASI PROGRAM TRIBINA DI KELURAHAN ANTASARI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Novitasari, Novitasari; Budiman, Arif; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1744

Abstract

Program Tribina yang mencakup Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah dalam memperkuat peran keluarga. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan keluarga, dengan tujuan mendorong terciptanya ketahanan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Pada pelaksanaan program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara ditemukan fenomena masalah yaitu, kurangnya sosialisasi program Tribina di Kelurahan Antasari, kurangnya kemampuan dan sumber daya kader, serta waktu pelaksanaan program yang tidak menetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deksriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penentuan secara purposive sampling berjumlah 14 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amutai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup baik diukur melalui model George Charles Edwards III dalam Leo Agustino (2022:154-158) yaitu: Pertama Sub-variabel Komunikasi indikator Penyaluran Informasi (Sosialisasi) masih kurang optimal, Kejelasan sudah baik, dan Konsistensi waktu masih kurang konsisten. Kedua sub-variabel Sumber Daya indikator Sumber Daya Manusia kurang memadai, Sarana Prasarana memadai, dan Anggaran sudah memadai. Ketiga sub-variabel Disposisi indikator Komitmen/ Tanggung Jawab cukup baik, Pengaturan Birokrasi/Kesesuaian Penempatan Kader cukup sesuai, dan Insentif cukup memadai. Keempat sub-variabel Struktur Birokrasi indikator Standar Operasional Prosedur (SOP) cukup sesuai, Koordinasi sudah baik, dan Evaluasi cukup baik. Adapun faktor pendukung implementasi program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah Pertama, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai; Kedua, anggaran yang cukup memadai; Ketiga, dukungan pemerintah dan instansi terkait. Sedangkan faktor penghambat yaitu Pertama, kurangnya inisiatif dan peran kader dalam menyebarluaskan informasi adanya program Tribina di Kelurahan Antasari; Kedua, penyesuaian jadwal/waktu yang sulit untuk ditentukan; Ketiga, kurangnya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi kader dalam mengelola kegiatan Tribina ini.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM TRIBINA DI DESA TABING LERING KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Pitriani, Pitriani; Hasbiyah, Saidah; Afriaji, Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1745

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara” yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program tribina tersebut. Permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya kemampuan kader Tribina di Desa Tabing Lering, kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Tribina dan kurangnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji kredibilitas dilakukan melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif yang dapat dilihat dari indikator cukup baik dan kurang baik yaitu: Pertama, aspek keberhasilan program indikator kemampuan kader kurang efektif, indikator mekanisme kegiatan cukup efektif. Kedua, aspek keberhasilan sasaran dari indikator pencapaian tujuan cukup efektif, indikator kebijakan dan prosedur kurang efektif. Ketiga, aspek kepuasan terhadap program berdasarkan indikator pemenuhan kebutuhan kurang efektif, dan indikator kualitas jasa layanan cukup efektif. Keempat, pada aspek tingkat input dan output berdasarkan indikator partisipasi masyarakat kurang efektif. Pada indikator sarana dan prasarana cukup efektif. Kelima, aspek pencapaian tujuan menyeluruh berdasarkan indikator meningkatkan kesadaram cukup efektif. Pada indikator meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga cukup efektif Efektivitas Pelaksanaan Program Tribina Di Desa Tabing Lering Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara terbagi dua yaitu: faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya ialah kualitas jasa layanan yang baik, dukungan fasilitas oleh pemerintah desa dan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas dengan mengikuti Program Tribina. faktor penghambatnya ialah penyampaian materi yang masih belum optimal, keterbatasan dana menu PMT dan jadwal kegiatan yang sering berubah-ubah.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA HAPALAH KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Karlinawati, Karlinawati; Berkatillah, Akhmad; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1746

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang layak. Pelaksanaan PAMSIMAS di Desa Hapalah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu kondisi sarana yang sering mengalami kerusakan, kualitas air yang dihasilkan belum bersih, serta distribusi layanan yang belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas Program PAMSIMAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, serta member check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program PAMSIMAS di Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong masih belum berjalan secara optimal. Meskipun masyarakat merasakan kemudahan dalam memperoleh akses air, tujuan utama program belum sepenuhnya tercapai akibat kualitas air yang keruh dan sering terjadinya gangguan pada sarana. Dari sisi efisiensi, program dinilai cukup baik karena memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ketepatan sasaran dan pemenuhan kebutuhan belum maksimal karena masih terdapat rumah tangga yang belum terlayani. Sistem pemeliharaan sarana juga belum berjalan efektif meskipun pengelola telah melakukan berbagai upaya. Di sisi lain, indikator input dan output menunjukkan kinerja yang baik, ditinjau dari besarnya iuran bulanan yang relatif terjangkau serta pengelolaan keuangan yang cukup baik. Secara umum, program ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi partisipasi masyarakat dalam membayar iuran dan keterjangkauan biaya, sedangkan faktor penghambatnya adalah kualitas air yang kurang baik dan kemacetan pada sarana program.Sebagai upaya peningkatan efektivitas program, disarankan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan alat penyaring air dan bahan pembersih, pemerintah desa diharapkan dapat memastikan pemerataan penerima manfaat, pihak pengelola perlu meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peneliti selanjutnya disarankan untuk menetapkan informan secara jelas sejak awal guna menghindari terjadinya pengulangan wawancara.
KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DI KANTOR SAMSAT BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Erlina, Khairatun Nida; Anjasmari, Ni Made Musiyani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1747

Abstract

Kantor Samsat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan instansi pelayanan publik yang berkerjasama antara Badan Pendapatan Daerah, KAPOLRI, Jasaraharja, dan Bank Kalsel. Pelayanan PKB memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan daerah. Namun, dalam pelaksanaan ditemukan berbagai permasalahan seperti sikap petugas yang kurang ramah, ketidaktepatan waktu pelayanan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya informasi yang jelas mengenai prosedur dan persyaratan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan PKB di Kantor Samsat Barabai Kabupaten HST serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang yang terdiri dari pejabat dan petugas Samsat serta wajib pajak. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Barabai Kabupaten HST kurang baik. Hal ini terlihat dari indikator ketidaktepatan waktu pelayanan dan konsistensi kualitas pelayanan akibat gangguan sistem dan kelengkapan data serta kurangnya informasi tentang penambahan persyaratan, pada sikap petugas ditemukan petugas yang kurang ramah dan kurang adil dalam memberikan pelayanan serta perhatian sehingga menimbulkan kesan kurang peduli terhadap kebutuhan dan keluhan wajib pajak, serta keterbatasan fasilitas ruang tunggu karena ukuran ruangan yang memengaruhi kenyamanan wajib pajak. Pada indikator kesigapan, kecepatan, kesopanan, kepedulian, petugas cukup baik dan berupaya memberikan pelayanan yang sopan dan membantu, terutama kepada kelompok rentan. Pada indikator rasa aman dan kerapian, petugas sudah baik dalam mencerminkan sikap dan patuh dengan arahan atasan. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan meliputi gangguan system jaringan yang sering terjadi, ruang tunggu sempit dan kursi tidak mencukupi, banyak wajib pajak datang dengan berkas tidak lengkap. Faktor pendukung adanya layanan Samsat Keliling (SAMKIL) ,Mall Pelayanan Publik (MPP), Aplikasi E-Samsat. Untuk meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kantor Samsat Barabai Kabupaten HST, kepala kantor Samsat diperlukan peningkatan infrastruktur digital melalui pembaruan sistem jaringan, perluasan fasilitas fisik, serta evaluasi rutin bagi petugas guna meningkatkan kesopanan dan empati, terutama dalam memberikan pelayanan pada kelompok rentan sehingga pelayanan menjadi lebih partisipatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BALANGAN (STUDI KASUS PAUD SEKECAMATAN JUAI) Salamah, Normiyati; Hidayatullah, Gusti Muhammad; Jumadi, Jumadi
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1748

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena masalah yaitu: adanya beberapa lembaga PAUD yang masih kekurangan sarana dan prasarana, adanya beberapa guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai standar (minimal D4/S1) dan masih terdapat adanya orang tua yang menganggap Kelompok Bermain (KB) itu tidak penting, sehingga orang tua langsung menyekolahkan anak ke Taman Kanak-Kanak (TK) tanpa melalui Kelompok Bermain (KB). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Program Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan di PAUD Sekecamatan Juai. Studi ini berfokus pada PAUD Sekecamatan Juai dan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penentuan secara purposive sampling berjumlah 15 Orang. Tahapan analisis data adalah dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji kredibilitas data pada penelitian ini meningkatkan ketekunan, triangulasi dan member check. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan pada PAUD Sekecamatan Juai cukup baik terlihat pada: indikator kendala sumber daya, sosio kultural, tersedianya infrastruktur fisik yang cukup dan pendapatan yang cukup untuk pengeluaran. Adapun yang sudah baik dapat di lihat pada: indikator standarisasi prosedur, perencanaan, anggaran, implementasi & evaluasi, efektivitas jejaring untuk mendukung program, dukungan pemimpin politik pusat, kualitas pemimpin instansi yang bersangkutan dan komitmen petugas terhadap program. Faktor-faktor yang mempengaruhi, faktor pendorong implementasi adalah kejelasan kebijakan, kepemimpinan, dan prosedur kerja, komunikasi, kerja sama, dan komitmen pelaksana serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Faktor penghambat implementasi keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sumber daya pendukung serta faktor sosial dan pemahaman orang tua. Saran untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan agar memperkuat pemerataan bantuan sarana dan prasarana dan program pelatihan guru perlu lebih ditingkatkan, pemerintah daerah diharapkan agar lebih mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak pada jenjang PAUD secara berurutan, dimulai dari KB hingga TK. Tenaga Pendidik diharapkan agar terus berupaya meningkatkan kompetensi, khususnya bagi guru yang belum memiliki kualifikasi minimal D4/S1 PAUD dan Masyarakat, khususnya orang tua diharapkan agar lebih peduli terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini