cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 270 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA UNIT LAYANAN TERPADU DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Muliana, Muliana; Hasbiyah, Saidah; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1719

Abstract

Layanan publik yang berkualitas merupakan faktor kunci dalam membangun kepuasan masyarakat, terutama di institusi pemerintah. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan masyarakat di Unit Layanan Terpadu (ULT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode kuantitatif digunakan dengan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan 89 pengguna layanan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan keakuratan. Analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = -19,224 + 0,960X, dengan hasil uji-t menolak hipotesis nol Ho. Nilai korelasi sebesar 0,847 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, sementara koefisien determinasi sebesar 72% menunjukkan kontribusi signifikan kualitas layanan terhadap kepuasan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kepuasan masyarakat pada unit pelayanan pemerintah, khususnya di Unit Layanan Terpadu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara
EFEKTIVITAS PENERAPAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nafisa, Putri; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Pelaksanaan kegiatan aktivasi IKD belum merata, Terdapat gangguan teknis dan koneksi jaringan internet yang tidak stabil serta proses aktivasi IKD belum bisa dilakukan secara mandiri, Terbatasnya fungsi IKD dalam memuat layanan dan informasi kependudukan masyarakat, serta Sosialiasi penerapan IKD belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan IKD pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan penentuan informan melalui purposive sampling sebanyak 15 orang. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan IKD masih belum sepenuhnya efektif diukur berdasarkan indikator efektivitas menurut teori Campbell J.P, yaitu: pertama, sub variabel keberhasilan program dengan indikator pengetahuan program cukup efektif dan penerapan program kurang efektif; kedua, sub variabel keberhasilan sasaran dengan indikator sasaran program kurang efektif dan mekanisme mempertahankan sasaran cukup efektif; ketiga, sub variabel kepuasan terhadap program dengan indikator kepuasan pelaksanaan cukup efektif dan kualitas aplikasi kurang efektif; keempat, tingkat input dan tingkat output dengan indikator tingkat input cukup efektif dan tingkat output kurang efektif; kelima, sub variabel pencapaian tujuan menyeluruh dengan indikator transparansi dan penilaian program dinilai kurang efektif. Faktor pendukung meliputi kerja sama lintas sektor, kecukupan sumber daya, serta inovasi pelayanan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan teknologi, pola sosialisasi yang insidental, keterbatasan integrasi layanan, serta belum adanya pelatihan khusus bagi pegawai.
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA KAYU ABANG KECAMATAN ANGKINANG KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Raudatussifa, Raudatussifa; Raudah, Siti; Mawarti, Mawarti
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1721

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kayu Abang, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi koordinator dan pendamping PKH, aparatur pemerintah desa, serta Keluarga Penerima Manfaat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengukuran efektivitas program mengacu pada indikator Campbell J.P., yaitu keberhasilan program, ketepatan sasaran, tingkat kepuasan, keseimbangan input dan output, serta pencapaian tujuan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Kayu Abang tergolong cukup efektif dalam meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Namun, efektivitas program belum optimal karena masih ditemukan ketidaktepatan sasaran, keterbatasan evaluasi, serta belum optimalnya pemutakhiran data penerima. Faktor pendukung meliputi koordinasi dan dukungan pelaksana program, sedangkan faktor penghambat utama adalah ketidakakuratan data penerima bantuan
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 03 TAHUN 2017 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI KANTOR KECAMATAN PUGAAN Ilmi, Sahibul; Anshari, M. Ridha; Maryati, Anna
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1722

Abstract

Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 03 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi penting dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman, khususnya di instansi pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Perda KTR di Kantor Kecamatan Pugaan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Perda KTR telah ditetapkan, implementasinya di Kantor Kecamatan Pugaan belum berjalan secara optimal. Hal ini ditandai dengan belum tersedianya ruang khusus merokok, terbatasnya sosialisasi kebijakan, lemahnya komitmen pelaksana, serta kurang efektifnya koordinasi antarunit pelaksana. Upaya penerapan KTR masih sebatas pemasangan tanda larangan merokok tanpa disertai pengawasan dan sanksi yang tegas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan komitmen pimpinan, penyediaan smoking area, penguatan komunikasi kebijakan, serta penegakan sanksi agar implementasi Perda KTR dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PROGRAM TRIBINA (BINA KELUARGA BALITA, BINA KELUARGA REMAJA, BINA KELUARGA LANSIA) KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) Rahayu, Widia; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Desa Guntung Pertama, kurangnya kemampuan kader dalam melaksanakan program. Kedua, pelaksanaan cenderung formalitas. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Desa Padang Luar Pertama, kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Program Tribina. Kedua, jadwal kegiatan kurang fleksibel. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 22 orang. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas Program Tribina kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) saat ini kurang efektif yang diukur berdasarkan teori Campbell J.P dalam (Muhamad sawir, 2020:127) Hal tersebut dapat dilihat pada 5 sub variabel dan 10 indikator rata-rata bisa dikatakan berjalan dengan kurang efektif walaupun ada yang cukup efektif. Adapun faktor pendukung, yaitu: Keberhasilan program tribina dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembinaan keluarga; Beberapa masyarakat merasa puas terhadap pendampingan dan penyuluhan yang diberikan oleh kader; Kesaadaran masyrakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas melalui program Tribina. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Sumber daya manusia (SDM) kader masih kurang;Pelaksanaan yang kurang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;Jadwal kegiatan yang sering berubah menyebabkan rendahnya minat partisipasi warga, karena kurangnya terkoordinasi dengan waktu kerja atau aktivitas utama warga;kurangnya dana pemerintah desa dalam pemenuhan sarana dan prasarana program.
EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI DESA HARIANG KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Lusiana , Indah Dewi; Affrian, Reno; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1724

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pemberian imunisasi dasar pada balita. Namun, pelaksanaan program Posyandu masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan terbatasnya pemahaman orang tua terhadap manfaat imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Posyandu dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar balita di Desa Hariang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis efektivitas mengacu pada indikator Sutrisno, meliputi pemahaman program, ketepatan waktu, ketepatan sasaran, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Posyandu di Desa Hariang belum berjalan efektif, ditandai dengan terbatasnya sosialisasi, rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi, serta masih adanya kekhawatiran terhadap vaksin, yang berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi dasar balita. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan sosialisasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi balita
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA PAKACANGAN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Rohani, Rohani; Sugianor, Sugianor; Husaini , M.
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1725

Abstract

Upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Pakacangan saat ini masih terbentur oleh berbagai tantangan yang kompleks. Rendahnya tingkat pendidikan formal di kalangan masyarakat menjadi salah satu hambatan utama, karena berimplikasi pada terbatasnya wawasan orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan ekonomi keluarga yang menyulitkan pemenuhan nutrisi berkualitas secara konsisten. Selain faktor internal keluarga, aspek lingkungan seperti sanitasi yang kurang memadai turut memperbesar risiko infeksi pada anak, yang secara tidak langsung memperlambat efektivitas program pencegahan stunting di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi sejauh mana partisipasi riil masyarakat dalam program penanggulangan stunting beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menggali data melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap 13 informan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih mengakar mengenai dinamika sosial yang terjadi di Desa Pakacangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam penanganan stunting belum berjalan optimal secara menyeluruh. Meskipun inisiatif perangkat desa dalam hal sosialisasi, penciptaan peluang, dan alokasi pendanaan sudah menunjukkan progres yang positif, namun kontribusi aktif warga dalam memberikan ide, saran, maupun umpan balik masih tergolong minim. Kerja sama dan dukungan sosial di tingkat akar rumput juga masih perlu diperkuat. Walaupun kesadaran secara individu mulai tumbuh, hambatan seperti rendahnya tingkat kehadiran dalam kegiatan desa dan lemahnya jejaring dukungan sosial menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong masyarakat agar lebih proaktif dan saling bahu-membahu dalam mendukung keberhasilan program ini.
PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA MUNING TENGAH KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Masitah , Masitah; Hasbiyah, Saidah; Fakhri , Fakhri
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1726

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrumen penting dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes Al-Barokah di Desa Muning Tengah, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, masih menghadapi kendala, seperti lemahnya penerapan visi, misi, strategi usaha, keterbatasan sumber daya, rendahnya keaktifan pengurus, dan kurangnya pengawasan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebanyak 11 informan dipilih dengan purposive sampling, kemudian data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan BUMDes belum efektif pada aspek perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, meskipun transparansi keuangan sudah baik. Faktor pendukung mencakup komunikasi pengurus dengan masyarakat dan laporan yang transparan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, sumber daya manusia, sarana, serta penerapan strategi yang lemah dan pengawasan yang minim. Temuan ini menekankan pentingnya pembinaan, peningkatan kapasitas pengurus, dukungan modal, pengawasan rutin, dan disiplin dalam pelaksanaan strategi usaha.
PENGARUH SARANA PRASARANA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Pahriati, Pahriati; Jumaidi, Jumaidi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1727

Abstract

Permasalahan terkait sarana dan prasarana di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara masih terindifikasi, antara lain keterbatasan fasilitas penyimpanan arsip, kendala pada sistem absensi berbasis online, serta belum tersedianya area khusus bagi pegawai yang merokok. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran pelaksanaan tugas dan berdampak pada tingkat kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sarana prasarana terhadap kinerja pegawai serta mengetahui besarnya kontribusi pengaruh tersebut. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan responden 66 pegawai yang ditetapkan melalui teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dengan observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, serta pengujian hipotesis dengan aplikasi IBM SPSS versi 25. Temuan analisis memperlihatkan sarana prasarana memengaruhi kinerja pegawai dengan signifikan, terlihat pada nilai signifikansi 0,000 (<0,05) serta nilai t hitung 6,844 > 1,998 (t tabel ) pada taraf signifikansi 5%. Besarnya pengaruh sarana prasarana terhadap kinerja pegawai terlihat melalui nilai koefisien determinasi (R²) 0,423 atau 42,3%. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa ketersediaan serta kondisi sarana prasarana yang memadai berperan tinggi dalam menunjang kenaikan kualitas kinerja pegawai.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS SOSIAL KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Rafeq , M.; Berkatillah, Akhmad; Hidayatullah, Gusti Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1728

Abstract

Pencapaian tujuan strategis suatu instansi sangat bergantung pada integrasi dimensi fisik dan nonfisik dalam ekosistem kerja. Penelitian ini menyoroti kondisi operasional di Dinas Sosial Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dinilai belum optimal. Terdapat kendala signifikan berupa keterbatasan perangkat krusial seperti komputer dan printer yang memicu inefisiensi waktu, serta absennya ruang istirahat yang berdampak pada penurunan moral dan fokus kerja. Selain itu, lemahnya sinergi dan kolaborasi antarpegawai turut menghambat kualitas hasil kerja. Oleh karena itu, studi ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai secara kuantitatif deskriptif. Melibatkan seluruh populasi sebanyak 35 pegawai melalui teknik total sampling, data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana via SPSS 25. Hasil pengujian menunjukkan dampak yang sangat signifikan, dibuktikan dengan nilai t-hitung (10.544) yang jauh melampaui t-tabel (2.032) serta nilai signifikansi 0,000. Variabel lingkungan kerja terbukti memberikan kontribusi sebesar 61,4% terhadap fluktuasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Meskipun demikian, validitas studi ini terbatas pada satu variabel bebas dan subjektivitas responden kuesioner. Sebagai langkah perbaikan, instansi disarankan segera melengkapi fasilitas penunjang dan membina kekompakan tim. Bagi peneliti selanjutnya, sangat direkomendasikan untuk menambahkan variabel kompleks seperti gaya kepemimpinan atau motivasi, serta mengombinasikan metode pengumpulan data agar hasil analisis lebih komprehensif dan akurat.