cover
Contact Name
Rommy D. Watuseke
Contact Email
ymmordivad@gmail.com
Phone
+6285242097400
Journal Mail Official
ymmordivad@gmail.com
Editorial Address
Jalan R.W Monginsidi Malalayang I Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN
ISSN : -     EISSN : 30468353     DOI : 10.47718
Jurnal Bunaken (Jurnal Pengabmas Komunitas Kesehatan) sebagai wadah publikasi ilmiah dosen dilingkungan Poltekkes Kemenkes Manado atau institusi kesehatan lainnya setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat [PkM]. Jurnal Pengabmas Komunitas Kesehatan [JB]
Articles 32 Documents
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Mentoring for Breastfeeding Mothers in Stunting Prevention Efforts in Kalasey Dua Village Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Desyani, Ni Luh Jayanthi; Tuegeh, Johana; Kusmiyati, Kusmiyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2317

Abstract

Introduction Stunting occurs in children with chronic malnutrition due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting prevention is carried out through specific and sensitive interventions on the target of the first 1,000 days of life, one of which is by providing optimal Exclusive Breastfeeding. The cause of the low coverage of breastfeeding is the lack of understanding and awareness of a mother about the importance of breast milk for child growth. Several previous studies have found that mentoring mothers can increase knowledge and understanding of mothers about the nutrition of pregnant and breastfeeding mothers and the importance of effective Exclusive Breastfeeding. The purpose of the activity is to increase the knowledge and abilities of mothers in providing Exclusive Breastfeeding in Kalasey Dua Village. The community service method is implemented through education on providing Exclusive Breastfeeding using videos and E-Modules as well as face-to-face mentoring and counseling and through WhatsApp groups. The results of the activity showed an increase in the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about providing Exclusive Breastfeeding after being given education and mentoring by implementing videos and e-modules. Conclusion, providing education and mentoring effectively increases the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about the importance of providing Exclusive Breastfeeding.
Integrated Approach to Stunting Prevention and Treatment: Catfish Cultivation as a Sustainable Solution in Pujo Basuki Village- Trimurjo District, Central Lampung Regency Oktaviani, Ika; Sariyanto, Iwan; Riyanto, Riyanto; Mulyani, Roza
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2338

Abstract

Introduction: Stunting is a significant health problem in Indonesia, especially in rural and remote areas. Central Lampung Regency, namely Pujo Basuki Village, has been designated as a stunting locus area since 2022 because the prevalence of stunting is 15.8%. The aim of this activities had to raise public awareness in efforts to reduce and prevent stunting in the Pujo Basuki Village area, Central Lampung, Lampung Province. Method: Through the planning and preparation, implementation and monitoring, evaluation and reporting stages of an integrated approach to preventing and handling stunting through training in catfish cultivation and how to make catfish feed, Providing catfish assistance, nutritional education to residents with stunted children and KEK pregnant women. Results: Training was carried out and the creation of catfish ponds and distribution of catfish seeds at 3 location points in village subsections. It was carried out for 2.5 months. The harvest is given to families with stunted toddlers and pregnant women with KEK. There was an increase knowledge about nutrition and balanced menus for toddlers of cadres and families of stunting from 59% to 80%. Conclusion: Activities are carried out optimally, residents are enthusiastic in increasing their efforts to reduce the incidence of stunting and prevent stunting in the future. Catfish cultivation and education activities will continue in 2024 with the target of creating a processed menu made from catfish to revive the village's creative economy.
Community Empowerment Through Training On Processing Turmeric And Red Ginger Into Instant Powder Preparations Banne, Yos; Ulaen, Selfie Petronela Joice; Nahor, Evelina Maria; Rintjap, Djois Sugiaty; Kalonio, Donald Emilio; Maramis, Rilyn Novita; Gurning, Sri Handayani
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2267

Abstract

Diare merupakan penyakit yang sering dialami oleh mayarakat daerah pesisir. Hal ini terutama berhubungan dengan ketersediaan air besih, air minum, jamban, dan pengolahan sampah. Diare dapat diobati dengan pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan alam, salah satunya adalah kunyit dan jahe merah. Bahan alam dapat dibuat menjadi sediaan serbuk instan sehingga tahan dalam penyimpanan dan praktis penggunaannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam pembuatan serbuk instan kunyit dan jahe merah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado meliputi pelatihan pengolahan kunyit dan jahe merah menjadi sediaan serbuk instan dan penyuluhan tentang pemanfaatan obat tradisional, serta evaluasi kegiatan dengan mengisi kuisioner. Kegiatan dilaksanakan di balai desa Desa Lansa Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan obat tradisional dari data kuisioner yang sebelumnya sebesar 50 % menjadi 90 % setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pembuatan serbuk instan kunyit dan jahe merah serta pemanfaatan obat tradisional.
Empowering Patients and Families in Efforts to Prevent Recurring Foot Wounds in Sintuwulemba Village, Tagolu Health Center Working Area, Lage District, Poso Regency Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Ndama, Metrys; Pangaribuan, Helena
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2359

Abstract

Ulkus diabetik berulang terjadi karena lama menderita DM, kadar gula darah yang tidak terkontrol, obesitas, neuropati sensorik, pola diet, aktifitas fisik, dan perawatan kaki. Ulkus diabetik berulang memberikan berbagai dampak seperti menurunnya kualitas hidup pasien, beban ekonomi, beban psikologis, dampak social, bahkan luka berulang yang tidak tertangani dengan baik dapat berlanjut pada kondisi infeksi, amputasi bahkan kematian. Perawatan kaki merupakan sebagian dari upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya luka awal bahkan luka berulang. Dukungan dan pendampingan keluarga akan memudahkan pasien dalam kehidupan sehari-hari karena akan merasa diperhatikan sehingga tercapai perawatan kaki yang baik, maka pasien akan terhindar dari luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan pasien dan keluarga dalam melakukan upaya pencegahan luka kaki berulang. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tagolu Kecamatan Lage pada bulan Juli 2024. Khalayak sasarannya adalah pasien ulkus diabetic dan keluarga di Kecamatan Lage. Metode pelaksanaan PkM ini adalah melaksanakan edukasi pencegahan luka melalui perawatan kaki praktikum dan pendampingan. Evaluasi kegiatan melalui pre-posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan luka kaki berulang. Keterampilan menggunakan lembar observasi cheklist praktikum. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan kaki dan meningkatkan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan ulkus diabetik. Kata Kunci: Pencegahan; luka kaki; DM
Increasing Dental and Oral Health Knowledge Through Animation Videos for Students at SDN 126 Manado Maramis, Jeana Lydia; Koch, Novarita
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2374

Abstract

Anak berusia 9-10 tahun merupakan kelompok umur yang rentan terhadap masalah kebersihan gigi dan mulut. Pada masa anak-anak sangat penting diberi pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, agar bias melakukan pencegahan panyakit gigi dan mulut sedini mungkin. Jika anak sakit gigi, maka akan memunculkan permasalahan seperti kesusahan makan, dan sampai sakit kepala, sehingga anak-anak tersebut tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan baik. Menurut SKI 2023. Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Propinsi Sulawesi Utara sebanyak 52,0 %, sedangkan frekunsei menyikat gigi tepat waktu pada usia 10-14 tahun hanya 5,3% (1). Tujuan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut melalui vedio animasi pada siswa SD Negeri 126 Manado. Metode pelaksanaan yaitu, bekerjasama dengan pihak sekolah SD Negeri 126 Manado, khususnya pada siswa kelas IV, V, dan VI yang berjumlah 60 orang. Pelaksanaan kegiatan ini tercapainya program peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok rentan. Langkah yang dilakukan meliputi: Menyusun rencana, survei lokasi, kemudian pelaksanaan kegiatan, dimana dilakukan pretest, selanjutnya pemberian edukasi tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut oleh Tim, dan terakhir dilakukan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peran serta dari pihak sekolah sangat tinggi. Siswa-siswa yang dijadikan responden sangat kooperatif mengikuti kegiatan ini. Responden yang awalnya belum terlalu paham mengenai cara memelihara kesehatan gigi, namun setalah diberi edukasi maka terjadi peningkatan pengetahuan. Kesimpulan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut, yang awalnya tingkat pengetahuan dengan kriteria baik hanya 78,3% meningkat menjadi 100%. Kata kunci: Pengetahun, Video animasi
Primary Care Transformation Through Posyandu Cadres In The Management And Prevention Of Stunting In Toliang Village PASCOAL, MEILDY ESTHEVANUS; Sambuaga, Joy V.
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2393

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Posyandu merupakan salah satu pranata sosial yang berperan dalam pendekatan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Posyandu adalah sarana pelayanan kesehatan primer yang paling dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Posyandu dikelola oleh kader posyandu yang telah mendapatkan pelatihan dari puskesmas. Tugas kader posyandu salah satunya yaitu menjadi sumber informasi utama tentang kesehatan dan gizi terutama pada saat pelaksanaan Posyandu. Sasaran posyandu adalah bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan Pasangan Usia Subur (PUS). Tujuan Terlaksananya Transformasi Layanan Primer Melalui Kader Posyandu Dalam Penangganan Dan Pencegahan Stunting Desa Toliang. Metode Pelatihan tentang Transformasi Layanan Prima pada Kader Posyandu dalam meningkatkan kapasitas dalam penanganan dan pencegehan stunting . Data hasil tes baik pre dan post tes di analisis dalam bentuk deskriptif presentase. Selanjutnya data dianalisis statistic untuk melihat perbedaan pre post menggunakan Uji Parametrik (Paried T Test). Hasil menunjukan bahwa terdapat pengaruh pelatihan dan terhadap pengetahuan kader dalam pelatihan pencegahan dan penanganan stunting hal ini dapat dilihat pada nilai p < 0,05 yang artinya ada peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan sesudah mengikuti pelatihan. Kesimpulan Melalui kegiatan ini, secara umum hasil menunjukan pengetahuan dan motivasi para kader mengalami peningkatan meskipun pengetahuan kader lebih meningkat dibandingkan tingkat motivasi kader kesehatan setelah diberikan pelatihan tentang upaya pencegahan stunting pada balita. Kata Kunci : Transformasi Kesehatan, Stunting, Kader Posyandu ABSTRACT Introduction: Posyandu is one of the social institutions that play a role in the approach to community participation in the health sector. Posyandu is a primary health care facility that is closest and easily accessible to the community. Posyandu is managed by posyandu cadres who have received training from the health centre . One of the duties of posyandu cadres is to be the main source of information about health and nutrition, especially during the implementation of Posyandu. The targets of posyandu are infants, toddlers, pregnant women, breastfeeding mothers and couples of childbearing age (PUS). Objectives Implementation of Primary Service Transformation through Posyandu Cadres in Subscription and Stunting Prevention in Toliang Village. Methods Training on Transformation of Primary Services to Posyandu Cadres in increasing capacity in handling and preventing stunting. Data from both pre and post tests were analysed in descriptive percentage form. Furthermore, the data was analysed statistically to see pre post differences using the Parametric Test (Paried T Test). The results show that there is an effect of training and on the knowledge of cadres in stunting prevention and handling training, this can be seen in the p value <0.05, which means that there is a significant increase in the average knowledge score after attending the training. Conclusion Through this activity, in general the results show that the knowledge and motivation of cadres have increased even though the knowledge of cadres is more improved than the level of motivation of health cadres after being given training on efforts to prevent stunting in toddlers. Keywords: Health Transformation, Stunting, Posyandu Cadres
Socialization of Sanitation and Hygiene in Fish Smoking Businesses In Pasir Sakti Village UNTARI, DESY SASRI; Wibowo, Tri Adi; Anwar, Rohmatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2504

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah busuk, sedangkan kebutuhan protein sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Diperlukan teknik pengolahan ikan agar masa simpan ikan lama, salah satu teknik pengolahan ikan agar awet yaitu dengan cara pengasapan ikan. Namun terkadang usaha pengasapan ikan belum diimbangi dengan penerapan sanitasi dan hygiene. Oleh karena itu, Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pengusaha pengasapan ikan di Desa Pasir Sakti khususnya untuk lebih memperhatikan penerapan sanitasi dan hygiene pada proses pengolahannya sebagai upaya peningkatan kualitas dan mutu produk dari kerusakan yang disebabkan oleh mikroba. Metode PkM dilakukan dengan sosialisasi secara langsung atau tatap muka denga 12 responsen pengusaha ikan asap. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden setelah adanya kegiatan sosialisasi ini yaitu dari 6,66 menjadi 7, 16. Kesimpulan dari kegiatan PkM ini yaitu menunjukkan keberhasilan kegiatan dikarenakan terdapat peningkatan pengetahuan responden atau pengusaha ikan asap di Desa Pasir Sakti.
Optimizing the Role of Posyandu Cadres in Kema I Village in Efforts to Prevent and Combat Stunting Tendean, Angelia Friska; Manoppo, Mutiara Wahyuni; Wuisang, Metty
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2505

Abstract

Pendahuluan: Kinerja kader posyandu ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan dari kader posyandu. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk mengoptimalkan peran kader posyandu di Desa Kema dalam upaya mencegah dan menanggulangi stunting dengan penggunaan bantuan e-skrining stunting berbasis mobile. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan dengan metode ceramah, simulasi, role play, dan pendampingan. Kegiatan PkM dilaksanakan pada 14 kader posyandu. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan stunting sebelum 14 orang (100%) berada pada kategori kurang meningkat menjadi kategori cukup 11 orang (68.8%) dan baik 5 orang (31.2%) sementara untuk pengetahuan posyandu sebelum kurang 4 orang (25%), cukup 7 orang (43.8%), dan baik orang (31.2%) menjadi cukup 7 orang (43.7%) dan baik 9 orang (56,3%). Hasil evaluasi keterampilan kader posyandu sebelum kegiatan tugas posyandu penggerak 70% menjadi 90%, tugas penyuluh sebelum 71% menjadi 86%, tugas pencatat dan pelapor sebelum 75% menjadi 92%, dan tugas pendamping sebelum 0% menjadi 100%. Pada pelaksanan posyandu pendaftaran sebelum 100%, setelah 100%, pengukuran sebelum 70% menjadi 100%, pencatatan sebelum 70% menjadi 100%, penyuluhan sebelum 80% menjadi 100%, dan pelayanan kesehatan sebelum dan setelah 100%. Kesimpulan kegiatan PkM yang dilakukan terbukti efektif mengoptimalkan peran kader posyandu di Desa Kema I.
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY) Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Imbar, Henry Sonny; Tumurang, Marjes; Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.852

Abstract

Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.

Page 2 of 4 | Total Record : 32