cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Budaya Lokal pada Masyarakat Taqiyyatus Syakhsiyyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi sebagai fenomena multidimensional telah memberikan dampak signifikan terhadap budaya lokal di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan nilai, identitas, dan praktik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap budaya lokal dengan fokus pada pergeseran pola pikir generasi muda, homogenisasi budaya, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik terkait globalisasi dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah menggeser nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kekeluargaan ke arah individualisme dan konsumerisme. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya global daripada budaya lokal, mengakibatkan penurunan minat terhadap bahasa daerah, tradisi, dan seni lokal. Selain itu, dominasi budaya asing melalui media digital mempercepat homogenisasi budaya, mengancam keberagaman budaya Indonesia. Namun, globalisasi juga membuka peluang revitalisasi budaya lokal melalui teknologi dan promosi internasional. Kesimpulannya globalisasi menuntut strategi adaptasi yang bijak, melibatkan peran pemerintah, pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya lokal. Pendidikan berbasis budaya, perlindungan kekayaan intelektual, dan inovasi dalam pelestarian budaya menjadi kunci untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia di tengah arus globalisasi
Pengembangan Pembelajaran Kurikulum PAI di Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak Pengembangan Pembelajaran Kurikulum PAI di Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak Irmawati Irmawati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Pengembangan Pembelajran kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Al-Jihad Pontianak, khususnya pada Program kitab kuning. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan pendekatan analisis kebutuhan, melibatkan guru, santri, dan masyarakat untuk memastikan kesesuaian dengan tuntutan zaman tanpa menghilangkan identitas pesantren. Kurikulum baru tetap mempertahankan kajian kitab kuning sebagai ciri khas pesantren , namun juga mengintegrasikan metode pembelajaran interaktif serta materi kontekstual yang relevan dengan perkembangan sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum ini berdampak positif terhadap pemahaman santri, yang kini lebih luas dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Guru merasakan perubahan signifikan dalam metode pengajaran, dengan pendekatan diskusi dan pemecahan masalah yang lebih aktif. Santri juga lebih termotivasi dalam belajar karena suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Namun, dalam proses implementasinya terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan adaptasi guru terhadap metode baru. Selain itu, resistensi terhadap perubahan dari sebagian pihak juga menjadi hambatan yang perlu diatasi. Meskipun demikian, secara umum kurikulum baru ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena mampu menjaga tradisi pesantren sambil menjawab kebutuhan pendidikan modern. Dengan demikian, pengembangan kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam membentuk santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan wawasan yang lebih luas.
Refleksi Siswa Terhadap Perjalanan Perkembangan Psikologis Dari Pralahir Hingga Dewasa Muda Risma Nata Saputri; Refni Jupisa; Almaida Rahayu; Tiara Indri Prameswari; Yudo Handoko
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengkaji berbagai fase pertumbuhan psikologis yang dialami anak-anak dan remaja. Pendekatan yang digunakan adalah melalui sudut pandang dan kisah pribadi siswa-siswi yang duduk di bangku SMP dan SMA. Perhatian utama riset ini tertuju pada bagaimana para siswa mengerti alur perkembangan diri mereka, mulai dari sebelum lahir, masa bayi, periode anak-anak, hingga memasuki usia remaja dan dewasa muda. Studi ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki pengalaman unik dalam perkembangannya. Pengalaman ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis dan genetika, tetapi juga oleh lingkungan sekitar, perasaan yang dirasakan, budaya yang dianut, serta interaksi dengan orang lain sehari-hari. Oleh karena itu, menjadi krusial untuk mengerti bagaimana siswa memaknai pengalaman hidup mereka sebagai bagian dari perjalanan psikologis yang kompleks dan dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali gambaran tentang dinamika internal dan pandangan subjektif yang sering kali terlewatkan jika hanya menggunakan metode kualitatif atau observasi dari luar, yaitu dengan mendengarkan langsung dari para siswa. Target utamanya adalah memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana siswa mengerti dan mengartikan berbagai aspek yang memengaruhi perkembangan pikiran, perasaan, interaksi sosial, dan nilai-nilai moral, serta bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut membentuk jati diri, prinsip, dan pandangan mereka sebagai individu di fase perkembangan yang penting ini
Kajian Kriminologi Mengenai Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu (Studi Kasus di Balikpapan Kalimantan Timur) Linzy Maylika Husna; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 112 ayat (1) pasal 114 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf a, mengenai penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (metamfitamin) yang terjadi Di balikpapan kalimantan timur cukup menyita perhatian public karna pada tahun 2024 polda Kalimantan timur menyatakan telah mengamankan hampir 100 kilo gram yaitu sekitar 99,68 kilo gram narkotika khususnya sabu. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 32,57 kilo gram, kaltim juga berhasil mengungkap 1.774 kasus narkoba sepanjang tahun 2024 dengan 2.218 tersangka yang diamankan. Penelitian ini berusaha mengkaji apa faktor penyebab peredaran narkotika di Indonesia khususnya daerah Kalimantan timur begitu mudah dan meluas. Dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif analisis, Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab peredaran sabu di Balikpapan Kalimantan timur karena beberapa hal, yaitu karena keadaaan ekonomi yang mendesak, kemudian peluang menghasilkan uang dengan cara yang mudah dan cepat, faktor lokasi geografis dan aksebilitas serta adanya peran jaringan in ternasional, kurangnya pengawasan social dan keluarga. Kemudian masyarakat di Balikpapan Kalimantan Timur memberikan sanksi sebagai jenis kontrol sosial terhadap kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Masyarakat memberikan sanksi moral berupa pengucilan terhadap pelaku pengedar,pemakai narkotika jenis sabu
Analisis Transformasi Kepemimpinan Ignasius Jonan Dalam Revitalisasi PT Kereta Api Indonesia Izuya Khairani Islamy; Nurul Zahra Andini; Bunga Febrilla Putri; Yulia Hanoselina; Rizki Syafril
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi kepemimpinan Ignasius Jonan dalam revitalisasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) periode 2009–2014. Studi dilakukan melalui analisis literatur terkait kepemimpinan, manajemen perubahan, serta kinerja BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional Jonan berhasil mengubah budaya organisasi KAI menjadi lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan. Reformasi sistem promosi, penerapan reward and punishment, serta komunikasi internal yang terbuka mendorong motivasi dan kinerja karyawan. Di sisi lain, penerapan manajemen berbasis data, optimalisasi aset, dan modernisasi layanan meningkatkan efisiensi operasional dan citra perusahaan di mata publik. Keberhasilan revitalisasi PT KAI membuktikan pentingnya kepemimpinan visioner dalam mengelola perubahan organisasi, khususnya di lingkungan BUMN. Praktik manajerial Jonan dapat menjadi referensi bagi organisasi lain yang menghadapi tantangan serupa.
Pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut Dalam Mendukung Perekonomian Masyarakat Udi Junedi; Eliyanti Mokodompit
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 70% wilayahnya berupa lautan memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor transportasi laut untuk menunjang perekonomian masyarakat, khususnya di daerah pesisir dan kepulauan. Namun demikian, rendahnya kualitas infrastruktur transportasi laut menyebabkan inefisiensi logistik, keterisolasian wilayah, dan tingginya biaya distribusi barang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran infrastruktur transportasi laut dalam pembangunan ekonomi masyarakat, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis studi literatur dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan pelabuhan, modernisasi armada kapal, dan integrasi sistem logistik merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir. Selain itu, pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan swasta serta kebijakan berbasis data diperlukan untuk mengatasi hambatan struktural dan birokrasi. Infrastruktur laut yang terencana dan berkelanjutan berkontribusi nyata terhadap peningkatan konektivitas, distribusi hasil laut, serta peluang usaha di sektor perikanan dan pariwisata bahari.
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP TRADISI MBESUR-MBESURI DALAM SUKU KARO Suspita Novalia Ginting; Ahmad Bengar Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eine Semiotische Analyse der Tradition Mbesur-Mbesuri im Karo-Stamm”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna tanda dan simbol dalam tradisi mbesur-mbesuri berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan tokoh adat serta partisipan yang terlibat dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh simbol utama dalam tradisi mbesur-mbesuri yang mengandung makna filosofis dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Karo, seperti simbol daun sirih, kain putih, air, dan sebagainya. Simbol-simbol ini dianalisis melalui pendekatan triadik Peirce: representamen, objek, dan interpretan. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa tradisi mbesur-mbesuri tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga sarat makna identitas, nilai, dan struktur sosial dalam budaya Karo.
The Effect of Multiple Choice and Essay Assessments Based on Everyday Contexts on English Learning Outcomes of Students in Grade VII of Junior High School Amalia Zulfan Hadi; Nasiha Amirotul Khoiriyah; Mika Avialisha Tama; Selnistia Hidayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the implementation and outcomes of context-based multiple-choice and essay assessments in English learning among seventh-grade junior high school students as young learners. Using a descriptive quantitative method, 16 students at SMP Islam Nur Al Qalam were tested using questions related to daily life topics (e.g., self-introduction, daily routines). Results showed that 75% scored in the “Good” to “Excellent” range on the multiple-choice test, and 50% did so on the essay section. These findings suggest that contextual assessments enhance students’ understanding and expression, supporting the Contextual Teaching and Learning theory. The study concludes that this assessment approach is effective and appropriate for evaluating English outcomes in young learners. Therefore, contextual assessments are considered effective and age-appropriate tools for evaluating English learning outcomes among young learners in junior high school.
Manajemen Konflik Perkantoran Berdasarkan Prinsip Islam Nurselayuni Nurselayuni; Noviani Noviani; Nasrun Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik dalam organisasi terkhusus tempat kerja adalah hal yang tidak terhindarkan, namun dapat menjadi pemicu inovasi jika dikelola dengan baik. Manajemen konflik yang efektif berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Dalam Islam, konflik sebaiknya diselesaikan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelesaikan konflik dengan mengedepankan ketaatan, etika, serta prinsip keadilan demi mencapai solusi terbaik bagi semua pihak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka untuk menganalisis literatur terkait. Kajian pustaka berfungsi sebagai landasan teoritis, menunjukkan pemahaman peneliti, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian. Maka hasil dari penelitian ini, manajemen konflik bertujuan mengendalikan perbedaan dalam organisasi melalui komunikasi efektif dan strategi tepat. Pendekatan Islam menekankan keadilan, musyawarah, negosiasi, klarifikasi, mediasi, ishlah, dan saling memaafkan. Dengan menerapkan prinsip ini, konflik dapat diselesaikan secara bijak, menciptakan harmoni, meningkatkan kerja sama, serta mencegah perselisihan berkepanjangan dalam organisasi dan kehidupan sosial. Konflik di tempat kerja dapat berdampak positif jika dikelola dengan baik, tetapi merugikan jika diabaikan. Manajemen konflik yang efektif diperlukan untuk menjaga keseimbangan organisasi. Dalam Islam, penyelesaian konflik menekankan negosiasi, klarifikasi, musyawarah, mediasi, perdamaian, dan saling memaafkan. Dengan menerapkan prinsip ini, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja harmonis dan meningkatkan produktivitas.
TANTANGAN DALAM PENERAPANTEORI BEHAVIORISME DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR Aldi Apriyanto; Tomi Megantara; Jesendo Aldafa Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermula dari pentingnya Pembelajaran PKN di SD dalam menanamkan nilai karakter melalui pengelolaan perilaku siswa, serta terdapat kesenjangan antara pemahaman teori behaviorisme dan praktik di lapangan. Tujuan penelitian adalah mengukur tingkat pemahaman guru tentang cara memberi hadiah, hukuman ringan, latihan berulang, dan penguatan bertahap; menggambarkan frekuensi penerapannya; serta mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui angket daring kepada guru kelas PKN, dengan instrumen berisi pertanyaan tertutup tentang pengetahuan dasar, frekuensi penggunaan teknik, dan tingkat hambatan pada delapan faktor. Data dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi persentase dan rata‑rata skor. Hasil menunjukkan bahwa guru umumnya mengenali konsep dasar namun pemahaman mendalam masih pada level cukup; frekuensi penerapan teknik reinforcement positif (hadiah, latihan berulang, penguatan bertahap, feedback) tergolong tinggi, sementara penguatan negatif lebih moderat, hambatan dominan meliputi variasi motivasi siswa, beban penyusunan RPP, dan keterbatasan sarana. Temuan ini menegaskan perlunya pendalaman pelatihan, penyediaan panduan RPP yang ringkas, dan strategi diferensiasi reinforcement agar implementasi teknik behavioristik di Pembelajaran PKN menjadi lebih efektif dan kontekstual.